Banjarbaru Terlampau Padat

Arus lalu lintas Jl A Yani sudah terlampau padat. Akses utama untuk menuju ke Bandara, dan antar kota kini tak lagi bisa dilalui dengan mulus. Terlebih banyaknya truk yang juga sering parkir alias antre di beberapa SPBU di Banjarbaru.

Muhammad Saifudin, salah seorang PNS yang tinggal di sisi Jl A Yani Kelurahan Loktabat Banjarbaru begitu mengeluhkan banyaknya truk yang justru membuat rusak jalanan. “Seharusnya ada jalan khusus semisal outer ring road yang berfungsi truk dan alat berat tanpa harus masuk Kota,” ujarnya penulis hirangputhhabang.wordpress.com, Senin, (14/1), kemarin.

Di samping itu, ia juga menyayangkan kemacetan lantaran antrean SPBU di Loktabat. Yang pernah suatu waktu justru menghalangi ambulance membawa korban gawat darurat menuju RS Ulin Banjarmasin. “Di tambah lagi lampu traffic yang mati. Untunglah perbaikan jembatan di wilayah yang longsor di Guntung Manggis sudah rampung dan arus mulai lancar,” bebernya.

Di sisi lain, Jl Trikora yang justru dialihkan sebagai pengalihan arus kepadatan lalu lintas belum betul-betul mulus. Sebagaimana pantauan MK di lapangan, beberapa titik masih banyak lubang dan kubangan yang terndam air masih dibiarkan di tengah jalan.

Menurut Widodo, seorang warga yang rumahnya persis di pinggir Jl A Yani menilai, masyarkat sekarang seakan-akan diharuskan bersai dengan truk batubara. “Untung juga sekarang sudah ada Perda yang mengatur. Tapi kita menjadi miris hati juga kalau yang melanggar Perda itu lebih banyak daripada yang mentaati. Sedangkan Masterplan ringroad dari kecamatan Mataraman 20 Km dari Martapura arah Tanjung dilanjutkan kekawasan Indrasari-Sei Ulin-Trikora-Liang Anggang belum rampung. Entah pihak mana yang bertanggung jawab saya kurang mengerti,” bebernya.

Berikut titik terpadat wilayah Banjarbaru, yakni Batas Kota hingga SPBU Simpang 4 yang menjadi antrean SPBU dalam jalan yang sempit, SPBU Coco hingga depan Hotel Permata Inn. Hal ini dikarenakan antrean SPBU juga berada di jalan yang sempit dan U Turn yang justru terlalu dekat dengan SPBU, ditambah area parkir Bank persis di sebelah SBPU teerlampau kecil dari sejumlah roda 2 dsan 4 yang parkir.

Kemdian, SPBU loktabat, disebabkan dengan alasan yang sama ditambah dengan trafict light yang sering mati. Pasar Ulin dan SPBU Landasan Ulin di arus keluar masuk area pasar serta antrean SPBU yang menyebabkan jalan semakin kecil.

Kabid Manjamen Rekayasa Lalu-Lintas Kota Banjarbaru Sirajoni mengatakan, kajian tersebut diakuinya telah lama dilakukan sejak tahun 2011. “Memang dari penyebab itu, kemaceta yang paling fatak di sejumlah antrean SPBU. Kita tidak tahu sampai kapan berakhir. Namun dalam hal ini Dishub Kota, Provinsi, dan Satlantas setempat telah berulang kali melakukan koordinasi guna kelancaran dan pengamanan. Artinya, kita tidak tinggal diam. Namun salah satu faktor yang menjadi penyebab utama adalah sempitnya ruas jalan. Mau bagaimana lagi, ruas jalan A Yani di Banjarbaru sudah terlanjur sempit,” terangnya.

Meski demikian, ia melakukan rekayasa sebagai antisipasi yakni 3 lajur untuk mengalihkan rute angkutan umum ke Jl Trikora tekecuali AKDP Hijau dan Orange dan Kuning. “Kita masih mengharapkan kehati-hati-hatian dan kesabaran bagi seluruh pengguna jalan tertuama pengguna kendaraan bermotor. Puncak kepadatan di Banjarbaru biasanya makin terasa saat akhir pekat. Sedangkan pelebaran jelan mungkin agak sulit diterapkan di tengah kota. Tapi untuk Jl Trikora, tentu sangat memungkinkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: