Biaya DBD Akan Dibebankan ke ABT

Tingginya angka penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Banjarbaru yang mencapai kurang lebih mencapai 210 penderita sudah mendekati kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). DPRD Kota Banjarbaru Komisi I pun menggelar rapat kerja dengan pihak Rumash Sakit, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan guna mengantisipasi dan mencegah semakin merembaknya kasus DBD di Banjarbaru.

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarbaru Iriansyah Ganie didampingi Sekretaris Komsisi I Mahpudz saat memimpin rapat menuturkan, penanganan kasus DBD diharapkan lebih fokus kepada pencegahan. “Bagi rekan-rekan di puskesmas tolong diatasi bagaimana caranya agar angka penderita DBD di Kota Idaman ini tidak lagi berkembang. Dan Komisi I akan perjuangkan anggaran penanggulangan tersebut di Anggaran Belanja Tahunan (ABT),” ujarnya, Jumat, (4/1), kemarin.

Menurutnya, sosialisasi imbauan dan pencegahan dengan biaya yang tak sedikit yang selama ini dilaksanakan lebih cendrung dipahami sebagian masyarakat kelas menengah ke atas. “Sedangkan sebagian masyarakat kelas mengenah ke bawah ini akan menjadi masalah besar. Masa hanya sekadang fogging pihak Dinkes harus meminta uang kepada masyarakat, jadi jangan sampai demikian. Makanya, anggaran kemungkinan akan kita masukkan ke ABT,” tambahnya.

Ia menilai harga obat-obatan sekarang cukup mahal sedangkan pasien miskin diharuskan membeli obat-obatan itu sendiri. “Pasien miskin bagaimanapun juga harus diatasi. Kalau perlu beri penangann khusus. Setidaknya kita harus menyiapkan dana khusus. Penanganan ini juga merupakan salah satu kebijakan dari pemerintah provinsi,” bebernya.

Untuk pasien miskin, katanya, dana khusus akan dicadangkan baik di Dinas Kesehatan maupun Puskesmas. Meskpun tidak mengharapkan terjadi hal-hal buruk, tambahnya, setidaknya pihak kesehatan bisa mengatisipasi wabah DBD yang bisa terjadi dalam jangka waktu panjang. “100 pasien yang kita tangani dengan baik dan benar mungkin tak akan jadi soal. Tetapi jika 1 pasien saja di antara 100 itu yang tidak tertangani sebagaimana mestinya, maka yang 1 inilah justru menimbulkan masalah,” ingatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: