Jika Masih “Mesum” Izin Dicabut

Banyaknya penyalah gunaan hotel dan rumah kostan yang menjadi ajang mesum bagi pasangan yang kasmaran membuat sejumlah pihak geram. Tak terkecuali Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Banjarbaru Dra H Mahrina Nur. Menurutnya, untuk pembinaah pihaknya telah melakukan berulang kali kepada hotel-hotel yang cendrung menampung pasangan mesra sebagaimana yang dimaksudkan. “Kalau tetap saja dijadikan ajang tempat mesum maka kami akan melakukan tindakan persuasive,” katanya kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Meski demikian, ia mengaku kekurang tegasnya dalam menanggapi persoalan itu. Tetapi jika yang pengelola hotel masih saja mengulangi kesalahan yang sama maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas atau bisa saja melaporkan ke pihak yang lebih berwenang untuk mencabut izin beroperasinya hotel itu.

Menurutnya, hotel sudah seharusnya menjadi faktor penunjang pariwisata di Kota Banjarbaru. “Tetapi kalau kenyataannya justru menjadi keresahan lingkungan seperti dijadikan tempat mesum maka kita sudah dipermalukan,” tegasnya. Kami segera tindak lanjut dengan melakukan rapat darurat. Kalau perlu kita berkoordinasi dengan BP2T untuk mencabut izin usaha,” pintanya.

Sementara itu, pihak Kepolisian Sektor Banjarbaru Barat dalam kurun 2 minggu terakhir telah merazia 20 pasangan mesum kedapatan di hotel kelas melati yang sama. Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Uskiansyah mengharuskan adanya instansi untuk bisa menegur bahkan melakukan antisipasi dengan keresahan warga atas keberadaan serta penyalahgunaan hotel tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: