Masih Tergantung Bantuan Pusat

Kabag Humas Intan Banjar Dedy Rahmat Setiawan mengaku, saat ini, kelangsungan PDAM Intan Banjar masih sangat tergantungg dengan bantuan eksternal. Tersebab mengatasi problem pengeringan ini harus mengambil air baku dari bendungan Karang Intan. “Persoalannya untuk membangun jaringan kesana diperlukan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan kewajiban menyediakan sumber air baku tersirat dalam undang-undang, menjadi kewajiban pemerintah pusat. Itu artinya sama dengan nasib puluhan ribu pelanggan PDAM Kota Banjarbaru berada di keputusan Pemerintah Pusat,” jelasnya kepada sejumlah wartawan saat jumpa pers belum lama tadi.

Ia juga sangat menyayangkan rencana jangka panjang membangun jaringan ke sumber air baku di KarangIntan tersebut tak mengenakkan hati. Pasalanya, pusat hanya mengalokasikan dana Rp 300 miliar yang dana tersebut terlalu sedikit dan hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan, bukan membangun jaringan.

“Tahun ini dikurangi Rp 21 miliar. Jumlah tersebut hanya mampu membuat intake sumber air baku saja. Tidak untuk membangun jaringan yang memakan biaya cukup tinggi. Ditambah lagi kondisi tinggi frekuensi pemeliharaan saluran irigasi. Dalam setahun saja proses pembersihan gulma dari saluran irigasi sampai 5 kali,” keluhnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: