Menyesal Tak Sempat Tampung Air

Keluarga Maryoto yang tinggal di Kelurahan Sungai Ulin RT 10 mengaku menyesal tak sempat tampung air. Akibatnya beberapa cucian dan perabotan dapur menumpuk tak bisa dibersihkan. “Kemarin baru datang dari luar kota. Kecapean langsung tidur. Ternyata pas pagi air leding sudah macet. Kalau untuk sekadar mandi kita mengirit air yang ada. Saat darurat terpaksa kita haru membeli di Sekumpul,” katanya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Minggu , (13/1), kemarin.

Begitu juga yang terjadi di Gg Purnama Banjarbaru, Rumah Kost Putra 2B ini juga mengaku kurang sigap saat pertama-tama diumumkan pemberhentian dari PDAM. “Sebagian kawan pada pulang kampung akhir pekan kemarin. Saya sempat menampung, tapi hanya cukup setengah tendon. Mana cukup buat satu Rumah Kost yang berpenghuni lebih dari 15 orang,” ujar Fathur, Mahasiswa Unlam yang tinggal di kost tersebut.

Macetnya saluran air leding tersebut merupakan dampak pemeliharaan rutin saluran irigasi primer Riam Kanan dari gulma dan sampah. Sejumlah wilayah yang air ledingnya mati yakni Kecamatan Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Guntung Payung, Guntung Manggis, Sungai Ulin, Sungai Besar, Cempaka, Trikora, Martapura Kota, Dalam Pagar, Telok Selong dan Sekitarnya.

Kepala Bagian Humas Intan Banjar Dedy Rahmat Setiawan menjelaskan, hal tersebut akibat dampak pengeringan atau asosiasi pembudidayaan tambak ikan pada 12 sampai 13 januari 2013 terhadap debet air baku PDAM Intan Banjar. Meski demikian pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sumber Daya Air Dinas PU Kabupaten Banjar.

Selain itu, mengatisipasi kekurangan air bersih tersebut pihak PDAM Intan Banjar telah mengimbau masyarkat agar menampung air. Bahkan PDAM Intan Banjar menyediakan tangki air bagi warga yang membutuhkan. “Kami hanya mampu mengupayakan penyediaan mobil tangki air berbayar dengan tarif mulai seratus ribu rupiah per tangki. Pun jikalau tidak ada tendon di rumah, kami sediakan dengan ukuran 1 meter kubik dengan sewa enam belas ribu rupuah. Ada 20 tandon, kalau tak punya bisa saja bergantian,” jelasnya.

Namun seiring banyaknya pemesanan, warga diminta bersabar karena stok terbatas sedangkan permintaan membludak. Ia mengatakan, kondisi diperkirakan akan kembali normal dalam rentang waktu 10 hari pasca pengeringan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: