Pengendara Roda 2 Lebih Waspada

Pengguna roda dua kini harus lebih waspada tersebab curah hujan yang cukup tinggi khususnya di wilayah Banjarbaru
Pengguna roda dua kini harus lebih waspada tersebab curah hujan yang cukup tinggi khususnya di wilayah Banjarbaru

Seiring semakin tingginya curah hujan di Kalsel khususnya Kota Banjarbaru membuat masyarakat haru lebih hati pabila melakuka perjalanan terutama bagi mereka yang menggunakan roda dua. Perlengkapan seperti jas hujan sangat diperlukan, Selain jalanan yang becek dan banjir akibat luapan drainase, hujan dengan curah hujan tinggi juga sangat mengganggu penglihatan.

Menurut pantauan hirangputihhabang.wordpress.com di lapangan, sepanjang Jl A Yani ada beberapa titik yang rawan banjir saat hujan turun dan jalanan licin yang mengakibatkan rawannya terjadi kecelajkaan. Pertama wilayah SPBU Landasan Ulin Km 25, tersebab banyak para pengendara yang memutar menuju Jl Golf tidak melewati U Turn yang telah direkayasa oleh Dishub, melainkan dari celah kosong median jalan yang sudah hancur. Akibatnya motor dan mobil menumpuk di wilkayah ini.

Selanjutnya titik kedua Jl A Yani km 27,3. Yang mana jalan lurus saat atau pasca hujan turun lebih sering dilalui kendaraan roda 4 dengan kecepatan tinggi. Padahal jalan wilayah tersebut terdapat air menggenang dan licin.  Ketiga Km 28 genangan U-Turn sebelum villa bungas. Keempat Km 30, seberang brimob yang mana sebagian aspalk sudah terkikis dan belobang bisa menyebabkan pengendara tak seimbang. Dan kelima luapan drainase yang menggenangi Jl A Yani km 33 hingga jembatan kembar, tersebab adanya persimpangan dan tingginya pelanggaran traffict light di wilayah tersebut.

Membahas Persoalan curah hujan, Kepala BMKG Kota Banjarbaru Ir Purwanto menjelaskan, intensitas turun hujan pada Januari ini lebih tinggi dibandingkan Desember kemarin yaitu mencapai 300mm setiap kali turun. “Sedangkan pada Desember masih berkutan di sekitar 150-200mm. Padahal curah hujan normal hanya berada antara angka 250-300mm dengan waktu yang tak bisa ditentukan,” ujarnya kepada wartawan, Minggu tadi.

Menurutnya, kini waktu dimana hujan turun sudah tak bisa dipastikan lagi. Tersebab, bisa saja saat pagi cerah. Menjelang siang sampai sore hujan justru turus turunb berselang 5 menit atau sebaliknya. “Pagi atau malam intensitas curah hujan yang turun sama. Tidak ada perbedaan. Kita hanya bisa mengimbau kepada warga yang keluar rumah lebih hati-hati dan persiapan seperti perlengkapan hujan. Apalagi warga ya di pesisir pantai, selain curah hujan mencapai 400mm per sekali turun, wilayah tersebut sangat cendrung diiringi dengan angin ribur. Semoga saja tidak terjadi musibah yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: