Warga Sukamara Merasa Terancam

Terkait Alih Fungsi Lahan Pertanian

Sejumlah warga Desa Sukamara Kelurahan Landasan Ulin Utara mendatangi Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli guna menyampaikan keluhan mereka terkait sengketa lahan. “Kita meminta, kepada kepada Pemko untuk memfasilitasi pertemuan kami degan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Banjarbaru untuk membahas persoalan tumpang tindih sertifikat tanah yang terjadi di daerah kami,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Kamis, (17/1), di Sekteratariat Pemko Banjarbaru, kemarin.

Kholili seorang warga, memaparkan, kasus sengketa tanah yang dialami puluhan warganya sebenarnya telah diputus di Pengadilan Tinggi Kalsel 2011 silam. Namun anehnya, lokasi putusan pengadilan tidak sesuai dengan lokasi eksekusi yang dilakukan pihak kepolisian dan pengadilan. “Kita ingin pihak Pemko mampu memberikan jaminan kemanan untuk warga Sukamara dari interpensi kepolisian,” katanya.

Bahkan pertemuan itu terkesan dramatis ketika salah seorang warga matanya berkaca-kaca nyaris menitikan air mata menceritakan sewaktu diinterpensi oleh oknum kepolisian dari Polda Kalsel. “Yang saya soroti sekali bagaimana Pemko itu punya kebijakan. Yang saya dengan dari bapak Presiden di televise itu ada ada intruksi ke setiap kepala daerah bahwa lahan pertanian itu dipertahankan. Nah bagaimana denga sukamara, wilayah yang sangat subur bahkan menjadi kebanggan Banjarbaru sebagai sentra sayuran,” keluh Khiolili, perwakilan warga.

Menurutnya, pemko mampu menetapkan kebijakan tentang alih fungsi tersebut bahwa tidak boleh dilakukan. “Siapa lagi yang bias beri kebijakan itu, tentu Pemko,” tegasnya. Di sisi lain, ia atas nama warga juga menagih janji pemerintah yang akan menjadikan kawasan Sukamara sebagai area swasembada pertanian, bukannya perumahan seperti yang terjadi belakangan. Sementara itu, Wakil Walikota Ogi Fajar Nuzuli mengaku berusaha merencanakan dalam waktu dekat, pemko Banjarbaru memediasi pertemuan antara warga dengan dengan pihak BPN dan pihak lain.

One Comment

Add yours →

  1. Komentar Warga pada Media :
    Namun sampai saat ini janji Wakil Wali Kota Pak Ogi..belum ada kepastiannya,,kami selaku warga semakin resah kerana malah saat ini adanya Aktifitas pemagaran di lahan kami.
    bahkan kami sellu mendapat panggilan dari Polda kalsel. untuk dilakukan penyidikan yang sangat membingungkan bagi kami adalah kami sellu di tuduh sebagai penyerobot tanah pedahal salama ini kami tdk pernah menyerobot hak siapapun, kalu kami di tuduh menyerubut kenapa baru sekerang timbul, sedangkan kami mengalola sudah 23 tahun terhitung dari thun 1990 sumber Ali Ridho selaku warga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: