Memutus Kontrak Bukan Solusi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Banjarbaru Zahedi menuturkan, sejumlah kontraktor yang terlambat mengerjaan beberapa proyek itu beralasan karena faktor cuaca dan keterbatasan material sehingg perlu waktu lama untuk memperolehnya. “Kita pastikan membayar membayar sesuai dengan volunme pekerjaan yang sudah terlaksana. Kalau memutus kontrak itu bukan jalan keluar melainkan pekerjaan yang seharusnya selesai jadi lepas target dan terbengkalai,” katanya kepada kepada kepada penulis hirangputihabang,wordpress.com, Rabu, (13/2), kemarin.

Oleh karena banyaknya proyek infrastruktur yang tak kunjung selesai tahun lalu semisal pengaspalan Jl Guntung Manggis dan jalan di beberapa komplek, di tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Banjarbaru pun ambil sikap. Jika tak ada aral melintang, tahun ini pula perwali tentang tenggat waktu yang longgar bagi para kontraktor akan diterapkan. “Yang jelas kami sedang berproses untuk penyusunan draft-draftnya guna pengajuan perwali tentang pelonggaran waktu bagi para kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah,” jelasnya.

Keinginan itu pun ia perkuat dengan dengan bercermin kepada Pemprov yang mana ada peraturan gubernur no 78/2022 yang isinya isinya hampir sama dengan permentri keuangan bomor 25/2012. Yakni pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan diberikan perpanjangan waktu selama 50 hari dan sisa dana dianggarkan kembali di tahun mendatang. “Itu APBN kalau APBD ya dialokasikan di APBD perubahan,” terangnya.

Di samping itu, proyek Jl Guntung Manggis Kota Banjarbaru pun rencananya akan kembali dlanjutkan pengerjaannya tahun ini. Pengerjaan jalan kurang lebih 4,7 kilometer dikatakan Zahedi masih tersisa 1 Km yang rusak dan belum rampung pengerjaannya. Ia berharap jikalaui nanti perwali yang sedang disusun itu disahkan maka pekerjaan yang tidak rampung dan lepas targert masih bisa dilanjutkan hingga selesai. “Semoga saja ada lagi pekerjaan proyek yang terbengkalai. Meski begitu, tetap saja para kontraktor harus gesit dalam bekerja bukan sbaliknya memperlambat pekerjaan,” ingatnya.

Kunjungi MK, Idis Pamit

OLYMPUS DIGITAL CAMERABupati Tapin Drs H Idis Nurdi Halidi berserta rombongan berkunjung ke Kantor Harian Umum Media Kalimantan di sambut langsung oleh Wakil Pemimpin  Umum  Fathrurrahan, Supervisor Iklan, Media Kalimantan Mufriwan , serta jajaran redaksi lainnya,  Kamis (14/2), kemarin.

Dalam kesempatan itu Bupati H Idis Nurdin Halidi yang didampingi oleh Sekda Kab Tapin Dr H Rahmadi dan jajaran pejabat Kab Tapin lainnya menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya kepada Media Kalimantan atas kerjasamanya di bidang publikasi dalam beberapa tahun terakhir.

WPU Media Kalimantan Fathurraham mengatakan, dalam jenjang waktu 3 tahun terakhir Media Kalimantan telah berkomitmen untuk meminimalkan bahkan nyaris tidak memuat sama sekali berita terlalu berbobot kriminal.

“Sesuai dengan keinginan owner, bahkan MK ini fungsinya untuk edukasi. karena itu tidak ada berita yang berdarah-darah maupun “maaf” bernuansa buka-bukaan aurat,” ungkapnya.

Di bagian lain, Atui–demikian Fathurahman akrab disapa–menyanjung Idis Nurdin Halidi sebagai pemimpin yang memiliki ketajaman dalam berpikir jauh ke masa depan.

“Salah satunya adalah ide dibangunya Tapin Baru. Di mana di sana sangat lengkap menyajikan konsep-konsep kota masa depan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Tapin Idis Nurdin Halidi yang kemarin didampingi Sekda Tapin DR H Rahmadi Msi dan sejumlah kepala dinasnya mengaku sangat bahagia bisa berkunjung ke kantor Media Kalimantan.

“Kita juga mengharapkan dukungan penuh dari Media Kalimantan terhadap pembangunan di Kab Tapin. Media ini sungguh luar biasa. Meski pun usianya relatif muda, namun sudah bisa sejajar dengan koran-koran lain,” tuturnya.

Salah satu yang membuat Nurdin merasa senang membaca MK karena di koran ini menyediakan seluruh informasi yang dibutuhkan. “Dari informasi politik, pendidikan, olahraga maupun berita-berita daerah,” terangnya.

Ruislag SDN Sungai Besar 1 Menunggu Persetujuan

Carut marut persoalan ruislag SDN Sungai Besari 1 tampaknya sudah mulai menemukan titik terang. Pasalanya, pihak manajemen Q Mall Banjarbaru telah melakukan ekspose lokasi sebagai alternatif Pemko untuk mengalihkan aset tersebut. Manajer Direktur Q Mall Banjarbaru Wahyu Utomo kepada sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya telah merencanakan dua lokasi yang berkemungkinan sebagai pengganti lahan dan bangunan sekolahan SDN Sungai Besar 1 nantinya.

“Kita tawarkan dua lahan yaitu di sekitar wilayah Batas Kota Gg Petai yang berjarak kurang lebih 700 meter dari Jl A Yani dan juga di samping Jl Mistar Cokrokusumo dekat jembatan sungai Kemuning Banjarbaru,” ujarnya Kamis, (14/2), kemarin.

Dijelaskan Wahyu, kedua lahan tersebut sebagai alternatid yang ideal bagi bangunan sekolahan berukuran 3000 meter persegi. Pihaknya memberikan kewenangan kepada Pemko Banjarbaru untuk memilih.

Ruislag SDN Sungai Besar 1 tersebut melibatkan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPKAD) serta Bagian Hukum.

Ketidak idealan posisi bangunan sekolah di samping mall serta kebisingan yang ditimbulkan akibat berada persis di pinggir jl besar sepert A Yani dinilai Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Ahmadi Arsyad sebagai alasan utama di pindah. “Kemudian dari sisi luasan lahan juga sudah tak ideal untuk sekolahan. Apalagi proses pembangunan dan pengembangan mall pasti mengganggu proses belajar mengajar dengan kebisingan bunyi-bunyian mesin dan lain sebagainya,” papar Ahmadi.

Bahkan sebelumnya sempat tersiar kabar ada 3 alternatif yang akan menjadi tempat baru para siswa SDN Sungai Besar 1 itu mengenyam pendidikan. Yaitu di perbatasan antara Banjarbaru dan Martapura dengan luasan lebih dari 3.000 meter persegi.

Di sisi lain, Ketua Tim Ruislag SDN Sei Besar 1 yang juga Sekda Kota Banjarbaru Dr Syahriani Syahran menilai, setiap lahan punya kelebihan dan kelemahan untuk dijadikan lokasi sekolahan. “Kita masih pertimbangkan ini agar terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Yang jelas lokasi sekolah yang baru tidak bisa diterima oleh komite sekolah juga jarak yang tidak terlalu jauh dari lokasi yang terdahulu agar tidak membebani para orang tua atau guru yang sudah terlanjur bermukim di sekitar sekolahan itu,” paparnya.

Ia mengatakan, ahli waris tanah SDN Sei Besar 1 tidak mempersoalkan jika lahan tersebut dialihkan dan tetap dipergunakan sebagai lokasi bangunan pendidikan. Kajian tersebut katanya segera akan dilaporkan ke Walikota dan anggota Dewan guna persetujuan. “Jika persetujuan sudah didapat maka dalam jangka waktu dekat minimal pekan di depan pihak tim penaksir harga atau appraisal independen bisa mulai menentukan. Sedangkan untuk desain bangunan kita serahkan langsung kepada manajemen Q-Mall Banjarbaru,” pungkasnya. 

Ida Resmi Gantikan Soeparno

Sebagai Anggota DPRD Kota Banjarbaru

Hj Ida Royanti Putri mantan legislator DPRD Kota Banjarbaru H Amruni (alm) telah resmi dilantik sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Banjarbaru Oleh Ketua DPRD Kota Banjarbaru Drs H Arie Sophian Msi, Kamis, (14/2), di Graha Paripurna DPRD, kemarin.

Pelantikan Hj Ida royanti tersebut mengisi kekosongan kursi yang telah ditingglakan almarhum Soeparno dari kader Partai Golkar. Dengan kehadiran Ida di DPRD maka wajah dewan perempuan kembali bertambah dan menjadi anggota dewan perempuan DPRD Kota Banjarbaru sebab dari 25 keanggotaan di DPRD Banjarbaru 5 orang di antaranya adalah kaum perempuan.

“Kehadiran Ida Royanti tentu menambah jumlah keterwakilan perempuan DPRD Kota Banjarbaru yakni menjadi 30%. Jumlah ini sudah sangat memenuhi quota yang mewakilkan suara perempuan di Banjarbaru. Dan terpenting lagi dalam penentuan pemilihan legislatid nantinya,” kata Arie.

Sebelumnya, Arie mengatakan, sepeninggal almarhum Soeparno, Ida Royanti memang telah disebut-sebut sebagai penggantinya. Namun pelantikan tak kunjung langsung dilaksanakan karena menunggu momentum dan waktu yang memang tepat. “Anggota Partai Golkar yang duduk di DPRD merupakan cermin dari partai. Kita harapkan mekanisme ini berjalan seiring loyalitasnya kepada partai,” ingatnya.

Karakter PNS Harus Dibentuk

Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli mengatakan, kinerja seorang pelayan masyarkat seperti para PNS tak bisa dibiarkan berlarut-larut atau stagnan tidak ada perkembangan sama sekali. Maka dari itu, perlu ada pelatihan atau pembinaan guna membangkitkan semangat kedrja dan karaktger bagi pegawai itu sendiri.

“Semisal Character building. Kegiatan ini merupakan suatu proses pembinaan agar mampu memperbagus tabiat, kejiwaan dan aklhak dan pemikiran positif untuk melangkan kepada yang lebih baik. Saya sangat mengharapkan, pegawai yang mengikuti kegiatan mampu memahami karakter dan bisa menjalankan tugas kewajibannya menuju reformasi birokrasi yang bersih, kompeten dan melayani,” ujarnya pada Pelatihan Character Building bagi Jajaran Aparatur Dinas dan Instansi di Lingkungan Pemko Banjarbaru, Kamis, (14/2), di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, kemarin.

Menurujtnya, pembinaan karakter untuk PNS harus dilakukan dengan pelatihan yang sifatnya experencial training, pelatihan yang mampu mengubah kultur dalam waktu cepat. Terlebih saat ini masyarakat semakin maju dan cerdas seiring perkembangan teknologi dan informasi. “Pandangan publik haruslah kritis dibarengi opini yang kian berkembang. Jadi bisa memanfaatkan SDM untuk mengimbangi perkembangan zaman,” pungkasnya.

Syahriani: Sport Center Hanya Digeser

Kabar dibatalkannya penetapan lokasi Sport Center di Banjarbaru dibantah langsung oleh Ketua Tim Panitian Pembebasan Lahan Dr Syahriani Syahran. Dikatanya, tim panitia telah menerima surat yang ditanda Asisten III atas nama Gubernur Kalsel. Dan isi dari surat tersebut bukan pembatalan melainkan pergeseran dari titik awal ke titik lain di arah Jl Trikora.

“Tidak dibatalkan, tapi hanya bergeser. Titik terluar geseran berjauh dari lokasi awal sekitar 100 hektare. Tapi tetap beradar dalam kawasan itu. Saat ini kita masih menunggu taksiran tim appraisal sebelum dilakukan pembayaran pada akhir tahun nanti,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Menurutnya, ada sekitar 200 orang pemilik lahan yang nantinya harus melalui proses agar mendapatkan ganti rugi lahan untuk pembangunan sport center di Kecamatan Landasan Ulin itu yang luasnya kurang 400 hektare.

Meski demikian, ia mengaku belum menerima secara resmi pernyataan tentang letak titik lokasinya. “Tentunya kita tidak bisa mengcu apa yang sudah dipolemikkan di media-media. Harus ada keputusan resmi. Maka dari itu proses pembebasan lahan masih berlanjut selama tim belum menerima surat resmi pembatalan,” tuturnya.

Ahbabul Mustofa Juara Umum

Para Pemenang Ketika Berfoto Bersama

Para Pemenang Ketika Berfoto Bersama

Penutupan Seleksi Semarak Maulid Habsyi Partai Golkar se Kota Banjarbaru 1434 Hijriyah diselenggarakan Kamis, (14/2), di Gedung Bina Satria Banjarbaru, kemarin malam.

Lomba yang dimulai sejak hari Selasa, (12/2) telah menampilkan setidaknya 15 grup maulid dari tiap-tiap kecamatan di Kota Banjarbaru. Penampilan membuat Euphoria masyarakat yang begitu antusias menyaksikan kebolehan para peserta. Sehingga atmosphir hysteria dengan performa grup yang begitu unik menyajikan pukulan-pukulan dan variasi saat melafalkan syair-syair shalwat kepada baginda Rasulullah SAW.

Arie berharap perwakilan pemenang dari Kota Banjarbaru bisa tampil memukai di semarak maulid Partai Golkar di tingkat Provinsi nantinya. Dan siapa tahu bisa menang di tingkat provinsi. Jeda waktu para juri bersidang juga sempat diisi dengan hiburan Madihin oleh Muhammad yang masih berumur 8 tahun.

Penampilan Salah Satu Grup Maulid Habsyi

Penampilan Salah Satu Grup Maulid Habsyi

Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarbaru Drs Arie Sophian Msi Ketua Dewan Pemenangan Pemilu partai Golkar Tingkat II Wilayah Banjarbaru Martapura Iwansyah Ismail mengatakan, gelaran rutin tersebut kali ketiga Dilaksanakan. “Kita berusaha untuk turut membantu upaya pendidikan kepada generasi muda khususnya yang bernuansa islami. Jadi intinya apa Partai Golkar lakukan adalah membina generasi muda di daerah ini,” ujarnya ketika memberikan sambutan.

Dikatakan Arie, siapa pun yang menjadi juara tidak dipersoalkan. Namun yang memang tidak memperoleh predikat juara diharapkan di tahun mendatang bisa mencoba kembali meraih gelar juara. “Serta mohon dukungan agar lomba ini terus bisa kita selenggarakan tiap tahunnya,” ujar Arie.

Para Penonton

Para Penonton

Selain itu, ia juga mengingatkan aagar para peserta tetap teguh berpegang pada aturan yang sudah ditetapkan panitia. Sebab peraturan itu pula yang menjadi dasar saat kembali bertandang di perlombaan tingkat provinsi.

“Kepada semua pembina grup masing-masing, kita mengharapkan agar peserta di tahun-tahun yang akan datang jangan sampai ikut di dua tempat. Atau yang sudah pernah juara kita ingin supaya memberi kesempatan ke grup yang lain supya pembinaan ini bisa dirasakan semua kader maulid habsyi di seluruh Kota Banjarbaru,” tuturnya.

Dari 15 grup yang bertandang maka diputuskan oleh dewan juri ada 8 grup yang memperoleh gelar. Kategori Putri Juara I, II, II, dan harapan I. Begitu pula kategori Putra Juara I, II, III, dan harapan I. Maka dari itu, 7 grup tersisa yang tidak memperoleh gelar juara masing-masing diberikan tambahan uang transport secara pribadi oleh Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian sebesar Rp 200 ribu per grup.

Salah Satu juri Ustadzah Nurul Latifah

Salah Satu juri Ustadzah Nurul LatifahPara Penonton

“Terlebih dalam penampilannya para peserta hampir 90% memakai busana kombinasi kuning. Maka dari itu pula saya berikan penghargaan kepada 7 grup yang tidak mendapat juara diberikan uang transport khusus. Ini sebagai sebagai tali ikatan Partai Golkar dengan masyarakat,” pungkasnya.

Penyerahan hadiah berupa trophy kepada grup pemenang Putra oleh Ketua Dewan Pemenangan Pemilu Parta Golkar Tingkat II Iwansyah Ismail dan penyerahan hadiah putri diserahkan oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarbaru Arie Sophian. Para pemenang dinilai oleh 4 orang juri Yakni H Adnan Nawawi (Koordinator), Muhammad Rusli, Ustadz Muhammad, dan Ustadzah Hj Nurul Latifah.

Kategori Putra

Juara I Ahbabul Mustofa dari Kecamatan Liang Anggang

Juara II Al Munsighar dari Kecamatan Liang Anggang

Juara III Fathul Mubarak dari Kecamatan Banjarbaru Utara

Juara Harapan I Al Mubarokah dari Kecamatan Liang Anggang

Kategori Putri

Juara I Al Quzman dari Kecamatan Cempaka

Juara III, Zamratulmina dari Kecamatan Banjarbaru Selatan

Juara Harapan I Nurul Iman dari Kecamatan Banjarbaru Utara

Madihin Cilik

Madihin Cilik

 

ananda_penampilan dari beberapa orang penontonananda_penampilan salah satu grup2ananda_penampilan salah satu grup3ananda_pernampilan salah satu grup ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ananda_penampilan salah satu grup9 ananda_penampilan salah satu grup8 ananda_penampilan salah satu grup7 ananda_penampilan salah satu grup4