Pemko Survey Gelandangan

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor berinisiatif kembali untuk melakukan pembinaan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kota Banjarbaru. Meski sebelumnya ide ini sempat tercetuskan namun belum dinilai belum teralisasi dengan optimal.

Tak hanya para PKL, rencana golongan tunawisma di lingkungan Kota Banjarbaru juga akan mendapatkan perhatian terutama dari petugsa Satpol PP Kota Banjarbaru. “Kita merencanakan pembinaan intensif dan terprogram kepada PKL liar dan para gelandangan. Dan ini tidak sekali jadi, melainkan program pemko yang berkesinambungan,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Di antara ide positif tersebu Ruzaidin menyebutkan perlu ada lapangan kerja atau mempunyai lahan usaha yang tidak menyalahi Perda. Nantinya jika prgram tersebut sukses dan terlaksana dengan benar, maka evaluasi tahun demi tahunnya menjadi tolak ukur pendewasaan atau perkembangan Kota Banjarbaru yang baru saja merayakan hari ke-14 pekan lalu.

“Ini termasuk dari pelayanan pemerintah kepada masyarkat. Jadi tak sekadar program. Maka dari itu pemerintah juga menerlukan dukungan kuat dari masyarakat agar realisasi ini nantinya berjalan lancar sesuai harapan,” harapnya.

Di sisi lain, Kepala Satpol PP Kota Banjarbaru Masjudin Noor justru mengaku sudah melakukan sidak atau patroli ruti ke berbagai kawasan yang rawan adanya PKL liar ataupun gelandangan. “Tak Cuma satpol saya rasa. Tatapi hal demikian juga menjadi perhatian intansi terkait semisal Dinsosnaker baik itu Banjarbaru maupun Prov Kalsel. Maka dari itu koordinasi antar dinas tersebut terus kita lakukan. Termasuk hubungan ke berbagai panti sosial,” bebernya.

Menurutnya, para tuna wisma yang dibina bisa jadi tak hanya diberikan keterampilan dan dan timbal balik terhadap kepentingan program pemerintah. Melainkan menjadi bukti nyata perhatian masyarakat umum terhadap golongan yang itu. “Untuk sementara pemantau terus dilakukan. Dan jika memang diperlukan kita segera melaksanakan penjaringan gelandangan dan PKL liar,” pungkasnya.

PNS Latihan Pensiun

ananda_Pelatihan Usaha bagi anggota Korpei menjelang pensiun di Aula Gawi Sabarataan Pemko banjarbaru Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Kegiatan Pelatihan Usaha bagi anggota KORPRI menjelang pensiun (Purna tugas) Tahun 2013 di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru Senin, (29/4), di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, kemarin.

Secara resmi pelaksanaan dibuka langsung oleh Wakil Walikota Banjarbaur H Ogi Fajar Nuzuli yang disaksikan sekretaris KORPRI Kalsel dan sejumlah kepala SKPD di ruang lingkup Pemko Banjarbaru.

Dalam sambutannya Ogi memaparkan, Pegawai Negeri Sipil Kota Banjarbaru yang memasuki masa purna tugas berjumlah 91 orang. Namun, yang mengikuti pelatiahan kewirausahaan hanya diikuti oleh 55 orang saja. “kegaitan ini tak lain untuk memberikan motifasi dan inspirasi bagi Pegawai Negeri Sipil yang akan memasuki purna tugas, agar masih dapat berkarya di masa pensiunnya,” tuturnya.

Materi yang diberikan kepada peserta di antaranya, orientasi persiapan pensiun, cara memulai usaha, dan hak yang di dapat PNS setelah pensiun. Ogi juga mengimbau kepada sekalian PNS yang mengikuti pelatihan agar menjaga kesehatan. “Karena kesehatan sangat lah penting apalagi di masa muda. Sehingga jika PNS telah memasuki purna tugas masih dapat berkarya dan berwirausaha, tetap berkreatifitas dan menjaga silahtuhrahmi ke sesama PNS,” ingatnya diakhiri dengan menyerahkan cendra mata kepada perwakilan peserta pelatihan usaha bagi PNS yang memasuki masa pensiun.

Rindam VI/Mulawarman Upacara 3 Pendidikan Sekaligus

OLYMPUS DIGITAL CAMERA Berbeda dari sebelumnya, Rindam VI/Mulawarman kali ini mengadakan upacara pembukaan tiga gabungan pendidikan secara bersamaan, yakni Diktukba TNI AD Tahap I angkatan tahun 2013, Dikmata TNI AD Gelombang I Tahap I Tahun 2013, dan Dikmata TNI AD Gelombang II tahap II Kecabangan IF Tahun Angkatan 2012 (OV), Senin, (29/4), di Lapangan Kejujuran, Upacara Secata Rindam VI/Mulawarman, Landasan Ulin, Banjarbaru, kemarin. Pangdam VI/Mulawarman Mayjend TNI Dicky W Usman S IP M Si dalam amanantnya yang dibacakan inspektur upacara Kodam VI Mulawarman menuturkan, para siswa diharapkan setelah melalui jenjang pendidikan yang telah terstruktur bisa mempunyai Keteramoilan dasar kecabangan. “Diharapkan pula dapat melaksanakan tugas sebgai penembak senapan dan pembantu penembak senjata kelompok sesuai dengan SJK dari Satuan infanteri,” ujarnya. Sementara itu, pendidikan Dikmata TNI AD Tahap I diikuti oleh 65 orang siswa. Yang mana akan dibentuk sebagai Bintara yang memiliki sikap dan perilaku, berpengetahuan, keterampilan dasar golongan Bintara sesuai kondisi sapta marga. “Terutama melaksanakan tugas jabatan sebgai komandan regu atau setingkat komandan regu di kesatuan jajaran TNI AD dalam kurung waktu pendidikan kurang lenih 3,5 bulan,” ungkapnya. Sedangkan untuk Dikmata TNI AD Gelombang I Tahap I pada tahun ini menerima 226 siswa baru. “Mereka dari berbagai daerah yang telah lulus seleksi administrasi, kesehatan jasmani, akademi, dan pembentukan psikologi. Sedangkan Dikmata TNI Gelombang II berjumlah 180 orang siswa yang siap Tamtama menjadi Tamtama TNI AD,” jelasnya. Ia berpesan agar sekalian siswa tersebut mampu melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, mematuhi petunjuk Gumil, dan benar-benar mampu menguasai keterampilan di kecabangannya masing-masing. Upacara dihadiri sejumlah petinggi militer yakni Danlanud, Danrindam, dan Danlanal, Kapolres, dan lainnya.(ananda)  

Temukan Miras Di Belakang Kios Bensin

 Sejumlah barang bukti 10 botol Anggur Malaga, 2 botol topi miring kemasan 1 liter, 5 botol anker, 2 botol anggur merah, dan 2 botol topi miring kemasan 0,5 liter diamankan Satpol PP Kota Banjarbaru di Markas. Mereka mendapati sejumlah jenis minuman memabukkan tesebut saat melakukan sweeping di Jl A yani tepatnya di gudang gelap Km 34 seberang Kampus Fak Kedoketeran Unlam Banjarbaru.

Kasatpol PP Kota Banjarbaru H Masjudin Noor mengatakan, ke 21 botol minuman keras tanpa nkepemilikan tersebut diamankan lantaran sudah meresahkan masyarakat. Kita temukan di belakang kios yang berjualan bensin. Namun, siapa pemiliknya belum diketahui,” ujarnya kepada wartawan, Malam kemarin.

Kasi Operasi Saptol PP Banjarbaru Heru Santoso juga mengakui, belum menemukan siapa sebenarnya pemilik kompolotan minuman keras itu. Tersebab ketika ia menanyakan kepada pemilik kios, yang bersangkutan menyebut nama saja, tapi tidak kenal dan tidak tahu sama sekali dimana orang yang dimaksud bertempat tinggal.

Lalu apakah selanjutnya barng bukti tersebut akan dimusnahkan? Pihak belum bisa memberikan keputusan karena diharuskan untuk berkonsultasi dengan pihak Pengadilan Negri Banjarbaru. “Sebenarnya yang berwenang melakukan pemusnahan itu pengadilan,” tandas Heru.

Karaoke di Banjarbaru Dibatasi

Wajar rasanya Kota Banjarbaru sebagai kota metropolitan berhamburan berabgai jenis tempat hiburan atau tongkrongan seperti café, mall, dan karaoke. Namun sayangnya, jenjang waktu ke depan jenis tempat hiburan karaoke tak akan mungkin lagi bertambah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) Drs Gusriansyah. Dikatakannya, Pemerintah Kota Banjarbaru dengan instansi terkait telah bersepakat untuk tidak lagi memberikan izin bagi tempat hiburan karaoke yang akan baru mulai dibangun. “Sebenarnya ini menjadi pembatasan terhadap bisnis hiburan seperti karaoke. Jumlah sudah terlalu besar. Dan dikhwatirkan angka kerawanan akan peredaran narkoba maupun minuma keras semakin bertambah,” katanya cemas.

Menurutnya, keberadaan bisnis hiburan Karaoke di Kota Banjarbaru sudah overloadalias penuh. Menurutnya untuk perkembangan sebuah kota, menjamurnya tempat hiburan tak akan menjamin pertumbuhan ekonomi yang layak. Justru perkembangan bisa menjadi tak sehat dan rawan akan penilaian negatif.

“Dalam jenjang 1 tahun terakhir terdata 12 unit tempat karaoke yang legal atau mendapatkan izin operasi di Kota Banjarbaru. Angka ini saya rasa sudah cukup tinggi lantaran didominasi oleh dua Kecamatan saja yaitu Kecamatan Banjarbaru Kota dan Kecamatan Banjarbaru selatan. Yang mana Banjarbaru hanya terbagi 4 kecamatan,” paparnya menjelaskan.

Meski terkesan membidik tempat hiburan baru, ia juga tak segan menyatakan aturan tersebut berlaku pula untuk TH karaoke yang telah lama beroperasi. Setiap waktu yang ditentukan TH yang ada di Banjarbaru biasanya akan dilkukan obsservasi dan evaluasi. “Makanya jangan heran jika dengan tiba-tiba satpol PP melakukan survey dan patroli. Ini sebagai upaya evaluasi kita terhadap hiburan di Kota Banjarbaru. Jika salah satu tempat hiburan didapati perilaku negatif dan tak wajar, maka izinnya terancam tidak akan diperpanjang,” tandasnya.

Ia mencontohkan penyalahgunaan tempat hiburan yang tak wajar semisal menjadi pusat pergerakan atau peredaran narkoba, minum-minuman keras, kegaduhan yang dilaporkan karena sudah menggangu penduduk di sekitar TH, apalagi sudah menjadi lokasi untuk melakukan perbuatan haram seperti mesum.

“Kita sudah banyak menerima laporan pelanggaran ketertiban umum dari beberapa element masyarkat. Nah, untuk menyikapi ini, pemko telah terapkan perizinan operasi TH sejenis Karaoke atau biliard dibatasi sampai pukul 00.00 Wita. Ditambah lagi dengan imbauan untuk tidak beroperasi di Malam Jumat. Budaya masyarakat yang beribadah lebih di malam Jumat menjadi acuan kita agar pihak pengelola hiburan memahami itu,” jelasnya.

Sebelumnya ia juga mengaku sempat diberi imbauan oleh MUI Kota Banjarbaur untuk menutup langsung TH yang beroperasi di Malam Jumat. Namun ia mengaku menutup satu bisnis yang telah mengantongi izin tak semudah membalikkan telapak tangan. Masih ada perturan yang berlaku dan berjalan sesuai prosedur.

“Kita berharap pembatasan izin TH yang sudah ada dalam Perda tersebut bisa menjadi landasan hukum mencegah penyalahgunaan. Boleh hiburan asal jangan kelewatan ke arah yang negatif. Sebagaimana tujuan awal TH Karoke diharapkan menjadi tujuan bagi keluarga, bukan pasangan mesum,” pungkasnya.

Genjot Pelebaran Trikora

Kegigihan Wagub Kalsel dalam membuka akses di Jl Trikora mulai tampak oleh kasat mata. Pasalnya, sudah sebulan terakhir pelebaran Jl Trikora dikerjakan oleh proyek bernama PT Hasrat Jaya Utama yang menelan dana anggaran APBD 2013 Rp19.081.742.424.

Pantauan MK di Lapangan sejumlah pekeerja mulai dari kegiatan cor hingga pengaspalan. Dilanjutkan dengan pembagian jalan dengan median jalan yang cukup besar di wilayah Guntung Manggis. Yakni di jalan wilayah hingga persimpangan empat Guntung Manggis ruas jalan tampai terbelan yang tanahnya didesain bakal menjadi median jalan.

Pembagian jalan itu tersebab adanya Tower kabel listrik yang lurus hingga perumahan Wengga mas sekitar 40 meter. Proyek yang telah dimulai pertanggal 26 Februari itu rencananya akan dirampungkan dalam tempo 200 hari kalender. PT Hasrat Jaya Utama mengerjakan pelebaran serta pengaspalan dari Jl Mistar Cokrokusumo awal masuk menuju KantorGubernur Kalsel hingga mencapai persimpangan Guntung Manggis.

Rhoma Doakan Banjarbaru Sukses

OLYMPUS DIGITAL CAMERARibuan masyarkat berdendang bersama dengan hentakan irama dangdut oleh Raja Dangdut Indonesia H Rhoma Irama di Lapangan Murjani Banjarbaru, (27/4) bersama bersama Soneta Group dan Soneta Femina lainnya.

Rhoma Irama menbuka konser yang bertajuk Nada dan Dakwah tersebut sejumlah lagu andalannya seperti Selamat Malam, Menunggu, Azza, Gali Lobang Tutup Lobang, Terjana, dan diakhiri dengan Lagu Stop yang membuat para penonton berdendendan dan bergoyang bersama.

Di pertengahan konser itu pula Rhoma Irama yang terkenal dengan dakwahnya tersebut sembari memuji-muji Kota Banjarbaru yang mana warganya ramah dengan siapa saja. “Saya yakin disini tidak ada yang minum-minuman keras dan narkoba. Dan berani jamin acara akan aman dan tertib,” ujarnya dilanjutkan dengan lagu Mirasantika.

Dalam konser tersebut juga Rhoma Irama mengharapkan di Hari Jadi yang ke 14 tersebut menjadi kota yang kian pesat pembangunannya dan sukses pemerintahannya. Sembari berceramah, Rhoma Irama yang juga membawakan lagu “Ibu” berpesan agar setiap manusia yang curhat lebgih afdolnya curhat kepada Allah.

Konser yang juga dihadiri pejabat Pemko seperti Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor, Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli, Sekdako Banjarbaru Dr Syahriani Syahran, sejumlah staf Ahli, Kapolresta Banjarbaru, Dandrem, Danlanud Syamsudin Noor dan para tokoh lainnya.

Sebelum Rhoma tampil, terlebih dahulu dimulai dengan imbauan kepada masyarakat agar tertib. Panitia telah mewanti-wanti agar membatasi penonton supaya tidak terlalu dekat panggung.

Ketua Panitia Hari Jadi Kota Banjarbaru ke-14 Darmawan Jaya Setiawan mengungkapkan, Ia berharap dukungan dan kerjasama yang baik sehingga seluruh rangkaian Hari Jadi bisa berjalan dengan baik dan lancar termasuk kepada masyarakat dan ulama.