Santunan Sering Telat

Arie Dorong Pemko Agar Dipercepat 

Ketua DPRD Kota Banjarbaru Drs Arie Sophian mengatakan, di Banjarbaru di samping adanya asuransi, setiap warga Banjarbaru yang meninggal mendapat santunan sebesar Rp 1 juta dari Pemerintah Kota. Namun dalam dua tahun terakhir, banyak keluhan dan informasi yang sampai kepadanya bahwa bantuan tersebut agak tertunda-tunda. “Memang iformasinya bantuan tersebut sering tertunda-tunda bahkan sampai beberapa bulan lamanya. Kita sebagai perwakilan rakyat memberikan dorongan yang kuat kepada Pemko agar tidak ditunda-tunda lagi. Maksimal hanya setengah bulan,” ujarnya, Senin, (25/2), kemarin.

Meskipun dari Forum RT/RW Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan mengaku siap menalangi santunan kematian yang terlambat dicairkan Pemko Banjarbaru, namun kata Arie, bukan berarti permasalahan tersebut dibiarkan berlarut-larut. “Selama ini pencairan santunan kematian yang diserahkan kepada ahli waris setiap warga yang meninggal dunia sering mengalami keterlambatan karena belum tersedianya anggaran atau panjangnya birokrasi. Tapi ke depan, jika masih ada ada yang berbulan-bulan, dokumennya serahkan ke DPRD. Karena santunan ini semua masyarakat Banjarbaru yang mendsapatkan. Dan hari itu juga harus diserahkan bagi warga yang berhak mendapatkan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Santunan kematian itu telah menjadi program bidang sosial yang dijalankan Pemkot Banjarbaru sejak 2007 dibawah kepemimpinan Walikota Rudy Resnawan kemudian dilanjutkan di masa kepemimpinan Wali Kota Ruzaidin Noor. Kepada kepada setiap warga yang berdomisili dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Banjarbaru berlaku secara otomatis apabila warga bersangkutan memiliki bukti identitas diri tersebut.

Besaran santunan yang diberikan bervariasi di mana bagi warga berusia dewasa yang meninggal dunia secara wajar diberi santunan sebesar Rp1 juta dan meninggal kecelakaan disantuni Rp1.250.000. Sedangkan bagi warga yang masih anak-anak dan tergolong belum dewasa disantuni sebesar Rp500 ribu apabila meninggal secara wajar dan Rp750 ribu apabila meninggal karena kecelakaan. Kebijakan itu tidak berlaku bagi mereka yang meninggal karena bunuh diri atau terlibat perkelahian dan tindak pidana lainnya yang menyebabkan kematian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: