Mendesak Pembebasan

Ketua Tim Panitia Pembebasan Tanah (TP2T) Kota Banjarbaru Syahriani Syahran mengaku, hingga kini masih adapersoalan kepemilikan tanah berlapis atau tumpang tindih kepemilikan lahan yang belum diselesaikan dengan pihak pemilik tanah uhntuk pelebaran bandara. “Pihak PT Angkasa Pura I bisa saja melakukan pembangunan karena pembebeasan tinggal kurang lebih 6 hektare,” katanya.

Selain itu, beberapa lahan yang tadinya tumpang tindih pun menurutnya sebagian sudah dirampungkan. “Proses yang memakan waktu ini lantaran pemilik lahan yang tumpang tindih bermusyawarah. Kalau sudah sepakat trentu tidak masalah,” tuturnya.

Sementara itu, Komisi XI DPR RI begitu pembebasan lahan bandara Syamsudin Noor agar segera dituntaskan. Sebab jika dibandingkan dengan pembebasan lahan yang lain, proses pembebasan lahan bandara Syamsudin Noor tergolong sudah cukup lama. “PT Angkasa Pura I sudah menganggarkan untuk pembangunan fisik terminal tak kurang dari Rp860 miliar. Karena kondisi Bandara Syamsudin Noor merupakan bandara terburuk di Indonesia,” ungkap Anggota DPR RI Komisi XI BAKN Prof DR Ir Ismet Ahmad MSc beberapa waktu lalu kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, hingga kini kondisi bandara kian memprihatinkan lantaran sudah sulit ditata karena kapasitasnya tak mencukupi dibanding jumlah penumpang pesawat. Ia juga memaparkan, pembebasan lahan bandara yang sudah dimulai sejak 2011 ini telah dianggarkan pihak BUMN PT Angkasa Pura di tahun ini guna untuk pembangunan fisik terminal Bandara.

Dijelaskan Ismet pula, Direksi Angkasa Pura I saat memaparkan tentang rencana pembangunan terminal yang mana bandara nantinya didesain seperti belalai. Oleh akrenanya ia mendesak Panitia Pembabasan agar segera merampungkan.

Sekadar diketahui pengembangan Bandara sudah dimulai pada 2012 lalu dan ditargetkan selesai pada 2014 dengan anggaran multi years sebesar Rp540 Millar. Dana setengah triliun lebih itu dialokasikan untuk pembebasan lahan Rp290 millar untuk pembebasan dan Rp250 millar untuk pembangunan konstruksi. Terkait rencana pengembangan bandara, Pemprov Kalsel juga akan menjual aset daerah berupa apron, taxi way dan sebagian landasan pacu kepada Angkasa Pura.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: