Parpol Dilarang Pasang Atribut Sembarangan

Partai Politik (Parpol) di Kota ‘Idaman’ Banjarbaru tak boleh lagi memasang atribut dan alat peraga kampanye partainya untuk pemilu legislatif di sembarangan tempat. Bila dilanggar akan kena sanksi berupa pencabutan/merobohkan, menurunkan/melepaskan/membongkar, posko-posko atribut dan alat peraga kampanye seperti (bendera, spanduk, umbul-umbul billboard, papan nama dan jenis lainnya oleh petugas karena ditempatkan selain yang ditetapkan dalam Keputusan Walikota Banjarbaru Nomor 39 tahun 2013.

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor menegaskan, pemasangan atribut dan alat peraga kampanye tersebut harus ada izin atau pemberitahuan dilaksanakan sesuai ketentuan pada instansi yang berwenang menerbitkan izin sesuai dengan keperluan izin. Sebagai wujud dan refleksi terciptanya keharmonisan serta rasa kebersamaan diantara peserta Pemilu agar tetap menjaga ketertiban dan kerukunan bersama.

“Pemasangan atribut dan alat peraga kampanye harus mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, ketertiban, keamanan dan keindahan kota,” di Aula Trisakti Pemko Banjarbaru, kemarin.

Menyikapi pernyataan itu, Ketua Panwaslu Kota Banjarbaru Iwan Setiawan menyebutkan wilayah terlarang dari pemasangan atribut dan alat peraga kampanye yakni kawasan atau lingkungan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan fasilitas pendidikan, kawasan lingkungan Bandara Syamsuddin Noor, dxan monumen sejarah/museum.

Ditambahkan Iwan, sementara di median jalan, yakni A Yani Km 33,5 (jembatan kembar Loktabat) hingga Km 36 batas kota Banjarbaru. Pertigaan Bandara Syamsuddin Noor hingga SPBU depan Golf Landasan Ulin, Jl Panglima Batur, kawasan SPBU, bundaran Palam, Pertigaan Cempaka.

“Empat bundaran/persimpangan yang dilarang bundaran Simpang Empat Sungai Besar, bundaran Simpang Tiga Syamsuddin Noor Landasan Ulin, bundaran Simpang Empat Liang Anggang  (makam H Hasan Basri) dan bundaran Simpang Tiga STM YPK Banjarbaru,” jelasnya.

Sementara tiang-tiang yang tidak diperkenankan untuk pemasangan atribut yaitu, tiang dan rambu-rambu lalu lintas, tiang dan lampu isyarat lalu lintas, tiang dan papan reklame, baliho, billboard dan lain-lain yang serupa, tiang gardu listrik dan tiang telpon.

“Lapangan Dr Murjani dan lapangan KS Tubun depan Polsek Banjarbaru juga dilarang,” katanya.

Termasuk taman air mancur Minggu Raya, taman Vander Vijl, taman samping pagar Unlam Simpang Empat Banjarbaru dan taman patung Selamat Datang Landasan Ulin. Makam pahlawan Bumi Kencana Landasan, makam Syuhada Haji Landasan Ulin dan tempat-tempat pemakaman umum/kuburan.

Begitu pula pagar sepanjang Unlam Banjarbaru, pohon pelindung ditepi jalan, dan bangunan/spanduk yang melintang di jalan protokol, dan atau yang dapat mengganggu pengguna jalan.

“Pemasangan atribut dan alat peraga kampanye hanya diperkenankan pada tempat dan lokasi yang disediakan Pemko Banjarbaru,” tandasnya saat sosialisasi pada parpol se-Banjarbaru.

Bagaimana kalau pemasanganan atribut dan alat peraganya saat kegiatan insidentil? Menurut Iwan, untuk kegiatan insidentil seperti kedatangan petinggi partai dan lainnya diperbolehkan memasang atribut di median jalan dan lainnya selama 1×24 jam. “Sesudah itu Panwaslu berhak mencabut atau memindahkannya, jadi ada batasan waktu,” jawabnya.

Lantas apakah pemasangan atributnya dikenakan biaya? Dibeberkannya, pajak reklame memang ada hitungannya. “Tapi untuk kegiatan parpol gratis yang penting ada izinnya,” pungaksnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: