Perda Rumah Kost Tak Harus Idealis

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru Joko Triono mengatakan, raperda rumah kost yang saat ini masih dalam proses penggarapan terkendala pembahasan status. Salah satunya yakni pengalihan fungsi semisal rumah tinggal yang mana disewakan dan si penyewa menjadikannya bisnis kost-kostan.

“Raperda ini nantinya diharapkan fleksibel. Sejauh mana pemilik menyebutnya sebagai rumah kost maka wajib mentaati peraturan ini. Terlebih yang benar-benar bentuk bangunannya perkamar yang memang sebagai bisnis usaha si pemilik,” ujarnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Selasa, (19/3), kemarim.

Di samping itu, pemilik rumah kost nantinya diharuskan tinggal di lokasi rumah kost atau paling tidak meletakkan seorang penanggung jawab atau keamanan. “Sebenarnya, jangan pula terlalu idealis semisal harus ada ruang tamu. Yang penting harus ada penanggung jawab dan keamanannya. Karena yang dikhwatirkan tak hanya penyalahan fungsi semisal menjadi tempat berkumpul yang tidak wajar, tetapi juga kerawanan akan barang-barang berharga semisal kecurian kendaraan bermotor dan peralatan elektronik,” katanya.

Rancangan raperda rumah kost nantinya diharapkan menjadi payung hukum atas keberadaannya disesuaikan dengan kondisi dan dinamika masyarakat Kota Banjarbaru. Sistem peraturan di rumah kost-kostaan itu terus dibahas secara spesifik bersama anggota DPRD Kota Banjarbaru dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: