Bahas Masalah Perkotaan

Maraknya pembangunan di Kota Banjarbaru tentu sangat berdampak buruk bagi penataan kota yang beru beranjak 14 tahun ini. Maka dari itu, Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor beserta Sekdako Kota Banjarbaru Dr Syahriani Syahran berkesempatn menghardiri pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional Kalimantan, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 10 April hingga 12 April 2013 kemarin.

Kabag Humas Pemko Banjarbaru Abdul Malik memaparkan, beberapa pin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut yakni pengaturan PKL dan kumpulan gepeng yang banyak ditemui di daerah perkotaan.

“Pertemuan itu dinilai sangat penting. Melalui sharing dan diskusi antar Walikota diharapkan bisa ditemukan solusi guna pemecahan masalah yang dimaksdu. Dari situ kita dari Pemerintah Kota tentu bisa melakukan perbaikan,” katanya.

Dalam pertemuan itu juga turut dihadiri Dr Sarimun dari Apeksi Pusat. Poin penting dalam pembicaraan juga meremberk ke persoalan pengelolaan sampah dan pemukiman yang jadi masalah klasik di perkotaan.

“Dr Sarimun secara khusus penyoroti soal pemukiman, terutama masalah perumahan agar tidak terjadi kekumuhan yang saat ini sangat menghantui perkotaan kedepannya. Dan untuk Palangkaraya kebetulan desainnya sama dengan Banjarbaru. Karena dibuat dengan orang yang sama yakni Van Der Peijl,” terangnya.

Di antaranya adalah menerapkan kebijakan 10×20 meter sebagai syarat mutlak membangun perumahan RS oleh developer guna menghindari kekumuhan. Sedangkan Banjararu menerpakan 10×15. Maka dari itu, Kata Malik, hal atersebut menjadi masukan berarti bagi Banjarbaru karena sangat berguna bagi pembangunan Banjarbaru sendiri, terutama dari segi Tata Ruang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: