Karaoke di Banjarbaru Dibatasi

Wajar rasanya Kota Banjarbaru sebagai kota metropolitan berhamburan berabgai jenis tempat hiburan atau tongkrongan seperti café, mall, dan karaoke. Namun sayangnya, jenjang waktu ke depan jenis tempat hiburan karaoke tak akan mungkin lagi bertambah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) Drs Gusriansyah. Dikatakannya, Pemerintah Kota Banjarbaru dengan instansi terkait telah bersepakat untuk tidak lagi memberikan izin bagi tempat hiburan karaoke yang akan baru mulai dibangun. “Sebenarnya ini menjadi pembatasan terhadap bisnis hiburan seperti karaoke. Jumlah sudah terlalu besar. Dan dikhwatirkan angka kerawanan akan peredaran narkoba maupun minuma keras semakin bertambah,” katanya cemas.

Menurutnya, keberadaan bisnis hiburan Karaoke di Kota Banjarbaru sudah overloadalias penuh. Menurutnya untuk perkembangan sebuah kota, menjamurnya tempat hiburan tak akan menjamin pertumbuhan ekonomi yang layak. Justru perkembangan bisa menjadi tak sehat dan rawan akan penilaian negatif.

“Dalam jenjang 1 tahun terakhir terdata 12 unit tempat karaoke yang legal atau mendapatkan izin operasi di Kota Banjarbaru. Angka ini saya rasa sudah cukup tinggi lantaran didominasi oleh dua Kecamatan saja yaitu Kecamatan Banjarbaru Kota dan Kecamatan Banjarbaru selatan. Yang mana Banjarbaru hanya terbagi 4 kecamatan,” paparnya menjelaskan.

Meski terkesan membidik tempat hiburan baru, ia juga tak segan menyatakan aturan tersebut berlaku pula untuk TH karaoke yang telah lama beroperasi. Setiap waktu yang ditentukan TH yang ada di Banjarbaru biasanya akan dilkukan obsservasi dan evaluasi. “Makanya jangan heran jika dengan tiba-tiba satpol PP melakukan survey dan patroli. Ini sebagai upaya evaluasi kita terhadap hiburan di Kota Banjarbaru. Jika salah satu tempat hiburan didapati perilaku negatif dan tak wajar, maka izinnya terancam tidak akan diperpanjang,” tandasnya.

Ia mencontohkan penyalahgunaan tempat hiburan yang tak wajar semisal menjadi pusat pergerakan atau peredaran narkoba, minum-minuman keras, kegaduhan yang dilaporkan karena sudah menggangu penduduk di sekitar TH, apalagi sudah menjadi lokasi untuk melakukan perbuatan haram seperti mesum.

“Kita sudah banyak menerima laporan pelanggaran ketertiban umum dari beberapa element masyarkat. Nah, untuk menyikapi ini, pemko telah terapkan perizinan operasi TH sejenis Karaoke atau biliard dibatasi sampai pukul 00.00 Wita. Ditambah lagi dengan imbauan untuk tidak beroperasi di Malam Jumat. Budaya masyarakat yang beribadah lebih di malam Jumat menjadi acuan kita agar pihak pengelola hiburan memahami itu,” jelasnya.

Sebelumnya ia juga mengaku sempat diberi imbauan oleh MUI Kota Banjarbaur untuk menutup langsung TH yang beroperasi di Malam Jumat. Namun ia mengaku menutup satu bisnis yang telah mengantongi izin tak semudah membalikkan telapak tangan. Masih ada perturan yang berlaku dan berjalan sesuai prosedur.

“Kita berharap pembatasan izin TH yang sudah ada dalam Perda tersebut bisa menjadi landasan hukum mencegah penyalahgunaan. Boleh hiburan asal jangan kelewatan ke arah yang negatif. Sebagaimana tujuan awal TH Karoke diharapkan menjadi tujuan bagi keluarga, bukan pasangan mesum,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: