Lahan Pertanian Perlu Dipertahankan

Sebagai upaya mendukung program lahan pertanian pangan yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Banjarbaru berusaha untuk mempertahankan lahan seluas 2.000 hektar agar tetap menjadi lahan pertanian. Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Banjarbaru Muhammad Rustam menuturkan, lahan seluas 2.000 hektare itu tersebar pada empat dari lima kecamatan yang ada di Kota Banjarbaru. “Seluruhnya masih produktif. Digarap sebagai lahan persawahan dengan komoditas utama berupa padi,” katanya kepada wartawan belum lama tadi.

Menurutnya, sebagian besar berlokasi di Kecamatan Cempaka sedangkan sisanyta tersebar pada Kecamatan Banjarbaru Utara, Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang. Ia memastikan satu kecamatan yakni Kecamatan Banjarbaru Selatan sudah tidak ada lagi lahan pertaniannya karena hampir seluruh wilayah kecamatan itu merupakan kawasan perkotaan dan banyak tumbuh permukiman.

Upaya untuk mempertahankan tesebut bermaksud agar dapat mengusulkan pembuatan peraturan daerah khusus tentang lahan abadi pertanian. Namun demikian, hasil pembahasan dinas dan instansi terkait di lingkup Pemkot Banjarbaru justru diputuskan tidak perlu dibuatkan perda khusus tetapi cukup dimasukan dalam perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Hasilnya, Perda untuk lahan yang dipertahankan sebagai lahan pertanian tidak diperlukan. Namun aturan tersebut bisa dimasukan ke dalam perda RTRW yang ditandai sebagai zona hijau atau zona pertanian,” terangnya.

Pihaknya bermaksud segera melakukan beberapa langkah guna memertahankan pertanian. Di antaranya membina pemilik lahan termasuk memberikan bekal pengetahuan mengenai tata cara pengolahan lahan.

“Pemkot juga berupaya memberikan bantuan berupa sarana prasarana produksi pertanian termasuk juga mencarikan solusi jikalai pemilik lahan tersendat menjalankan baik itu dari segi materi ataupun tenaga,” katanya.

Ia mengharapkan dengan adanya bantuan untuk pemilik lahan maupun petani penggarap sawah semisal obat-obatan jika tanaman padi terserang hama atau penyakit tanaman lainnya turut membantu upaya lestarinya lahan pertanian di Kota Banjarbaru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: