Demo Yang Tak Sampai

isitimewa_aksi penolakan sejumlah organisasi mahasiswa saat kedatangan wapres boediono ke BanjarbaruAksi demo dan unjuk rasa ratusan mahasiswa menolak kedatangan Wakil Presiden Boediono stagnan. Aksi sejumlah organisasi mahasiswa yang dikerahkan saat pelaksanaan puncak Hari Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-10 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-41 pada Kamis kemarin tak sampai menyentuh kawasan Lapangan Murjani Banjarbaru tersebab dihadang ratusan polisi, brimob, dan TNI.

Unjuk rasa tersebut dilakukan dua kelompok dari KAMMI Kalsel dan BEM SEKA (se Kalimantan). Aksi kedua kelompok ini mulanya dimulai dari Sekretariat Komisariat KAMMI Kalsel di Unlam Banjarbaru, namun saat mereka mau keluar dari kampus dan menuju Lapangan Murjani. Ratusan mahasiswa ini dihadang ratusan petugas keamanan yang jumlahnya lebih banyak dari mahasiswa.

Tanpa dikomando lagi kumpulan mahasiswa yang kalah jumlahnya ini harus mundur teratur kembali ke kampus karena berhasil dihadang petugas.

ananda_asksi penolakan kedatangan wapres oleh sejumlah organisasi mahasiswaNamun setelah dihadang petugas kelompok dari KAMMI ini merubah siasat menghindar dari petugas. Sayangnya aksi mereka terus dipantau intel dan saat mereka berpencar dan mengumpul di Jalan Kemuning samping Pasar Kemuning Banjarbaru. Aktivis KAMMI inipun terus berorasi dan mau menembus ke Jalan A Yani untuk menyeberang ke Lapangan Murjani. Tapi usaha tersebut kembali dihadang walaupun sempat terjadi dorong-dorongan dan mahasiswa ini kembali kalah jumlahnya.

Hampir 30 menit orasi dan dorong-dorongan yang ditonton warga Kemuning ini terjadi. Akhirnya, mahasiswa dipukul mundur secara teratur seiring acara di Lapangan Murjani berakhir.

Ahmad Saini Humas KAMMI Kalsel menegaskan, unjuk rasa mereka ini menolak kedatangan Boediono dan para koruptor lainnya di Banjarbaru. “Ganti pemerintahan rezim kapitalis, SBY-Boediono dan elit-elit politik penipu rakyat adalah Reformis Gadungan,” teriak mereka dalam orasi.

KAMMI mendesak KPK dan aparat penegak hukum menangkap dan mengadili Wapres Boediono sebagai aktor intelektual kasus Century dan dinonaktifkan dari jabatannya.

Selain itu, menuntut janji Ketua KPK Abraham Samad mundur dari jabatannya, jika gagal menuntaskan kasus Bank Century di Indonesia. “KPK tidak tebang pilih. Usut tuntas kasus Century, Hambalang dan korupsi besar lainnya yang kandas serta tangkap pelakunya,” teriaknya diamini mahasiswa lain sembari bertakbir.

Mereka juga menolak kenaikan harga BBM dan meminta transparansi penggunaan APBD Kalsel ‘eksekutif dan legislatif’ agar mereka tidak menghambur-hamburkan uang rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: