Telat Terapkan UU NO 18 Tahun 2008

Kepala Dinas Kebersihan, Tata Ruang, dan Pertamanan (Disberteman) Kota Banjarbaru Drs Rustam Effendy menuturkan, perihal  Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPA) sesegera mungkin akan disikapi dengan bijak. “Salah satunya menetapkan system Control Landfill. Nah, system tersebut kan sudah sesuai dengan ketentuan UU Nomor 18 Tahun 2008 tahun 2013. Lokasinya tak lain di Hutan Panjang, wilayah Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru,” ujarnya, kamis kemarin.

Dikatakan Rustam, pada pertengahan bulan Juni 2013 ini proses lelang umum untuk penerapan sistem itu mulai berjalan. “Kalau tak ada aral melintang Insya Allah akhir Agustus atau awal September sudah rampung dan beroperasi,” bebernya.

Kabid kebersihan Diseberteman Banjarbaru Sirajoni menjelaskan bahwa selama ini sistem yang dipakai masih pengolahan sampah basah dan sampah kering. Sedangkan untuk sistem pada UU Nomor 18 Tahun 2008 Banjarbaru diakuinya terlambat untuk penerapan.

“Tentang Pengelolaan Sampah (UU PS) yang rancangannya disetujui oleh DPR pada 9 April 2008 dan telah ditandatangani Presiden pada tanggal 7 Mei 2008. Nah, Pembentukan undang-undang ini, sebagaimana dinyatakan dalam Penjelasan Umum UU PS memang diperlukan dalam rangka kepastian hukum bagi rakyat mendapatkan pelayanan pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan. Kemudian mengenai larangan memasukkan atau mengimpor sampah ke dalam wilayah NKRI. Selanjutnya ketertiban dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah. Ini yang segera kita realisasikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: