10 Koperasi Non Aktif di Kota Banjarbaru Segera Dibubarkan

 Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Banjarbaru Muhammad Fachruddin di Banjarbaru menargetkan pembubaran 10 koperasi tidak aktif di Kota Banjarabru paling lambat akhir 2013 ini.

“Pembubarannya dilakukan sesuai prosedur dan tahapan pembubaran sebuah lembaga koperasi. Sepuluh koperasi yang akan dibubarkan merupakan bagian dari 41 koperasi tidak aktif yang nama dan nomor induk beserta kepengurusannya masih terdaftar di Kementerian Koperasi dan UKM,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Sekadar diketahui, jumlah koperasi yang terdata di Banjarbaru sebanyak 151 buah namun hanya 110 koperasi yang masih aktif sedangkan 41 koperasi baik secara kelembagaan maupun kepengurusannya sudah tidak aktif lagi.

Kabid Koperasi Fathur Rahman menjelaskan, pembubaran koperasi yang tidak aktif tidak serta merta bisa dilakukan karena harus melalui prosedur dan tahapan sesuai aturan yang berlaku. Prosedur dan tahapan pembubaran koperasi dimulai dengan penelitian terhadap penyebab tidak aktifnya koperasi dilanjutkan pengumuman pembubaran melalui media massa maupun papan pemberitahuan umum.

“Penelitian memerlukan waktu cukup lama sehingga tahun targetnya hanya sepuluh koperasi yang dibubarkan tahun ini, menyusul koperasi tidak aktif lainnya yang dibubarkan bertahap tahun berikutnya. Upaya itu memang harus dilakukan karena jika tidak maka nama dan nomor induk koperasi masih terdaftar sehingga pemerintah kota dinilai kurang membina koperasi bersangkutan,” tegasnya.

 

Ia menambahkan pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap koperasi aktif cukup baik termasuk dana yang dialokasikan untuk pengembangan usaha perkoperasian melalui APBD kota setempat.

Diskantanhut Kota Banjarbaru Juga Layani Benih Ikan

Kepala Distankanhut Kota Banjarbaru Muhammad Rustam mengatakan, Balai Benih Ikan yang dikelola Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Banjarbaru tak sekadar memberikan pelayanan pendataan melainkan juga penyediaan benih bagi Usaha Pembenihan Rakyat (UPR).”

“Benih ikan yang berhasil dikembangkan BBI diprioritaskan melayani petani ikan yang tergabung dalam Usaha Pembenihan Rakyat,” ujarnya belum lama tadi.

Balai Benih Ikan Banjarbaru yang terletak di Jalan Pinus Kelurahan Mentaos dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Distankanhut dan memiliki luas mencapai satu hektar dilengkapi kolam-kolam pembenihan.

Dikatakannya, UPR yang tersebar pada lima kecamatan bisa memesan bibit dalam bentuk larva yang berhasil dikembangkan di BBI baik melalui pembelian maupun pola kerja sama yang saling menguntungkan. Pola kerja tersebut menurutnya sama dengan penyerahan benih ikan dalam bentuk larva dari BBI kepada petani yang menyiapkan kolam pemeliharaan dan setelah bibit memenuhi ukuran standar bisa dijual ke Pasar Benih Ikan (PBI).

“Jadi petani diuntungkan karena mereka hanya menyiapkan kolam pemeliharaan, sedangkan benihnya dari BBI dan setelah menjadi bibit, bisa dijual ke PBI dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan,” terangnya.

Ditambahkannya lagi, BBI yang mulai dioperasionalkan sejak 4 bulan lalu sudah berhasil mengembangkan pembenihan empat jenis ikan yakni Nila, Mas, Lele dan Betok atau dikenal masyarakat Banjar sebagai ikan Papuyu.

“Induk ikan ada yang diseleksi langsung di BBI seperti induk ikan Mas dan Nila serta induk ikan Betok yang diambil dari seleksi alam kecuali induk Lele yang didatangkan dari Sukabumi,” katanya.

Selain itu juga jumlah benih ikan yang dihasilkan dari sejumlah induk mencapai ribuan bahkan jutaan ekor dan masih dalam bentuk larva sehingga siap disebarkan baik ke UPR maupun kelompok masyarakat lainnya. “Kita juga melayani anggota masyarakat baik secara individu maupun kelompok petani yang menginginkan pasokan benih ikan dari BBI atau bibit ikan dari empat jenis ikan yang dikembangkan melalui PBI,” pungkasnya.

311 Caleg Banjarbaru Rebutkan 30 Kursi Menjadi Wakil Rakyat

Sebanyak 311 calon anggota legislatif yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Kota Banjarbaru akan memperebutkan 30 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat. Anggota KPU Kota Banjarbaru Fasih Wibowo mengatakan, dari jumlah caleg dan jumlah kursi DPRD, sepuluh caleg mungkin akan memperebutkan satu kursi

Dijelaskan Ketua Pokja Pencalonan KPU, peluang caleg memperebutkan kursi DPRD melalui pemilu legislatif bulan April 2014 cukup besar karena masa kampanye yang relatif panjang. “Peluang setiap caleg cukup besar, tinggal bagaimana meraih simpati masyarakat dengan memanfaatkan masa kampanye yang relatif panjang,” ujar anggota KPU dua periode itu.

Selain itu lanjutnya, setiap caleg bisa memanfaatkan masa kampanye melalui pemasangan iklan pribadi baik dalam bentuk baliho maupun spanduk yang dipasang di lokas-lokasi strategis.

Meski demkian pemasangan baliho atau spanduk caleg harus diletakkan di tempat yang dibolehkan. Jika tidak maka alat peraga kampanye itu bisa dicabut atau dibongkar.

“Kita sudah memasang iklan caleg yang masuk dalam daftar calon tetap (DCT) pada salah satu media cetak lokal sebagai bentuk pemberitahuan caleg yang akan dipilih dalam pemilu mendatang. Dan kita harapkan masyarakat mau mencermati caleg yang diumumkan melalui media massa itu sehingga dapat memilih caleg yang diinginkan pada pemilu legislatif nanti,” ucapnya.

Ditambahkan Fasih Wibowo yang juga menjabat Ketua Divisi Teknis Kepemilihan, penetapan DCT bersifat mengikat dan merupakan dokumen yang akan digunakan dalam surat suara pada pemilu legislatif. Yakni setiap caleg yang sudah masuk dalam susunan DCT tidak bisa digantikan oleh orang lain kecuali yang bersangkutan berhalangan tetap atau meninggal dunia.

“Surat edaran KPU yang baru menyebutkan bahwa caleg bisa digantikan jika berhalangan tetap, namun jika ada yang mengundurkan diri maka namanya tetap tertera dalam surat suara,” pungkasnya.

Kab Tala Gelar Grand Final Nanang Galuh

Wakil Bupatin Sukamta menghadiri malam Grand Final nanag Galuh Kabupaten Tanah laut yang diikuti oleh 35 orang peserta. Dari 35 peserta tersebut terdiri dari 14 Nanang dan 21 Orang Galuh. Telah terseleksi 6 orang pasang Nanang Galuh yang menyabet gelar juara yang diadakan Sabtu malam, (24/8), kemarin.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati H Sukamta beserta isteri Nurul Hikmah, Sekretaris Daerah Drs Abdullah MM beserta isteri Ahlia Abdullah, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olah raga  Drs H Danial Kifli, MAP beserta istri dan beberapa Kepala SKPD.

Grand Final Nanag Galuh tersebut dijuri oleh sebanyak 5 yakni Drs Agus= Ahmadi dari Banjarmasin, Surya Hidayat dari Banjarmasin, Thaufikur rahman, Erni dan Maysuci Ramadhani.

Kepala Dinas Budparpora Drs H Danial Kifli MAP menuturkan, tujuan di selenggarakan pemilihan Nanang Galuh Banjar 2013 Kabupaten Tanah Laut dalam rangka memberi kesempatan pada generasi muda Tanah Laut Agar dapat berpartisipasi dalam melestarikan budaya daerah.

“Dan sekaligus mempromosikan potensi-potensi wisata khususnya di Kabupaten Tanah Laut. Untuk para finalis mendapatkan hadiah dan tropy dan untuk para pemenamg nanang dan Galuh dan runer up akan diikut sertakan pada ajang pemilihan Nanang dan Galuh Tingkat Provinsi, Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Wakil Bupati Tala Sukamta dalam sambutannya mengatakan, ajang pemilihan Nanag Galuh Kab Tala menjadi salah satu bentuk perhatian dalam rangka melestarikan budaya lantas melahirkan kader muda para duta wisata yang dapat meningkatkan pelayanan pariwisata di bumi Tuntung Pandang.

“Melalui ajang ini pula langkah awal membangun masa depan Tanah Laut akan semakin diperhitungkan baik itu masa depan masyarakatnya maupun masa depan generasi mudanya guna terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. Di samping menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi juga memiliki keimanan dan ketaqwaan,” pungkasnya. (ananda)

 

 

Ruzaidin Harap Keuntungan Dari Penyertaan Modal ke Bank Kalsel

Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor mengharpkan ada keuntungan dalam pembagian atau dividen dari Bank Kalsel melalui penyertaan modal untuk menambah penerimaan daerah. “Tujuan penyertaan modal adalah mencari keuntungan sehingga melalui modal yang dikembangkan dapat menambah pendapatan daerah,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu tadi.

Dikatakannya, Pemko Banjarbaru terus menambah penyertaan modal untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui pembagian keuntungan dari hasil pengembangan modal tersebut. Pemko kembali menambah penyertaan modal dalam bentuk setoran modal tunai kepada Bank Kalsel sebesar Rp34,5 miliar selama tiga tahun anggaran sejak 2013 hingga 2015.

“Penyertaan modal tahun 2013 semula direncanakan Rp3 miliar tetapi ditambah menjadi Rp23 miliar dengan harapan pembagian hasil bisa lebih besar. Sedangkan tahun anggaran 2014 ditambah sebesar Rp8 miliar dan 2015 sebesar Rp3,5 miliar sehingga selama tiga tahun anggaran tambahan penyertaan modal Rp34,5 miliar,” paparnya.

Dikatakan Ruzaidin, penyertaan modal pemkot ke Bank Kalsel sebesar Rp34,5 miliar dituangkan dalam rancangan peraturan daerah tentang perubahan kedua atas Perda nomor 6 tahun 2009 tentang Penambahan Penyertaan Modal.

Ia mengakui sudah menyampaikan raperda penambahan penyertaan modal kepada DPRD setempat, Senin (19/8), kemarin diharapkan raperda itu disetujui sehingga tujuan menambah pendapatan daerah bisa terealisasi.

Total penyertaan modal yang sudah ditanamkan Pemkot Banjarbaru ke Bank Kalsel hingga tahun anggaran 2012 sebesar Rp15,8 miliar. Jika tambahan penyertaan modal yang diusulkan selama tiga tahun anggaran disetujui maka penyertaan modal keseluruhan hingga tahun 2015 sebesar Rp50,3 miliar.

 

PT Nindya Karya Banjarbaru Janji Lakukan Negosiasi Dengan Ahli Waris Lahan Yang Bersengketa

Kepala Cabang Pemasaran Kantor BUMN Kalselteng PT Nindya Karya Sugeng Irianto pastikan akan melakukan negosiasi secara kekeluargaan guna mencari solusi terbaik terhadap kasus sengketa lahan. Hal tersebut dikatakannya setelah marak tersiar kabar pemberitaan bahwa penguasaan lahan bermasalah yang sejak lama sepeninggal ayah daro ahli waris, Mahar pada tahun 2006 silam yang mana sampai sekarang tak ada langkah konkrit dari perusahaan BUMN termaksud.

Eksekusi lahan, pemagaran dan spanduk terhadap Kantor BUMN PT Nindya Karya di Jalan A Yani km 29,800 tersebut termaktub dalam sengketa lahan seluas 6.929 meter persegi. Hal demikian merupakan berawal dari peminjaman lahan oleh ahli waris kepada perusahaan PT Nindia Karya sejak 1996.

Dari beberapa sumber disebutkan, negosiasi yang di lakukan tersebut merupakan kali ke delapan sejak tahun 2006. Lantaran tidak direspon oleh perusahaan maka pihak Ahli Waris Alm Sakran melakukan pemagaran seng di kantor PT Nindya Karya.

“Lahan yang di gunakan PT Nindya Karya semenjak tahun 1996 hingga sekarang memang tidak pernah dijual atau diserahkan kepada perusahaan. Karena lahan seluas 6.929 meter persegi itu merupakan milik keluarga ahli waris,” kata kuasa hukum keluarga Ahli Waris Andin Sofyannor SH.

Dikatakannya, permasalahan penguasaan lahan tersebut sudah lama yakni sepeninggal pemilik tanah Alm Sakran tahun 2006 silam. Namun sampai sekarang belum ada titik temu setelah lakukan 7 kali negosiasi. Pemasangan seng dan spanduk tersebut berjalan lancar tanpa halangan dari pihak PT Nindya Karya yang turut menyaksikan kepala cabang PT Nindya Karya Sugeng Irianto didampingi aparat kepolisian.

Pemko Banjarbaru Modali PDAM Banjarbaru Rp20 Miliar

Pemerintah Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan menambah dana penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah Air Minum Intan Banjar sebesar Rp20 miliar. Penambahan penyertaan modal sebesar Rp20 miliar tersebut berbentuk setoran modal tunai.

Walikota Banjarbaru terkait perihal tersebut menjelaskan, penambahan dana penyertaan modal tersebut dalam rangka penguatan modal yang digunakan guna pengembangan sarana maupun peningkatan pelayanan kepada para pelanggan khususnya di Banjarbaru.

“Penambahan modal tunai dilakukan bertahap selama empat tahun anggaran yakni tahun 2014 dan 2015 masing-masing sebesar Rp6,5 miliar. Tahun anggaran 2016 dan 2017 penambahan modal tunai yang disetor kepada perusahaan daerah itu masing-masing sebesar Rp3,5 miliar,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu, (21/8), kemarin.

Menurutnya, pihaknya telah sudah menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang penyertaan modal kepada perusahaan daerah yang dikelola bersama dengan Pemkab Banjar kepada DPRD setempat dituangkan dalam raperda yang disampaikan ke DPRD, Senin lalu yang diharapkan raperda itu disetujui DPRD Kota Banjarbaru.

Ditambahkannya, jika raperda tersebut disetujui maka total penyertaan modal Pemkot Banjarbaru kepada PDAM Intan Banjar sebesar Rp52,6 miliar baik dalam bentuk modal dana tunai maupun modal aset.

“Aset pmerintah Kota Banjarbaru pada PDAM Intan Banjar sejak tahun 2007 hingga 2012 yang akan dicatat sebagai penambahan penyertaan modal sebesar Rp6,9 miliar. Sementara, total dana penyertaan modal hingga tahun 2013 sebesar Rp25,7 miliar berupa modal dana tunai maupun modal aset,” paparnya.

Oleh karena itu ia berkesimpulan penyertaan modal Pemko Banjarbaru sejak 2007 hingga 2013 ditambah penyertaan modal bertahap hingga tahun 2017 sebesar Rp52,6 miliar. (ananda/ant)