Dana Sertifikasi Guru Segera Cair

Kabar gembira bagi para guru yang bersertifikasi di Banjarbaru. Pasalnya dalam waktu dekat ini dana sertifikasi akan segera dicairkan. Hal tersebut terkuak setelah ditimpa banyak keluhan keterlambatan yang terjadi.

Kepala DPPKAD Kota Banjarbaru Drs Thalmie Hasani menuturkan, dana sertifikasi guru yang terlambat selama ini di Kota Banjarbaru akan dibayar setelah perubahan APBD Banjarbaru di akhir bulan Sepetember mendatang.

“Kita memang menerima informasi banyaknya keluhan para guru tentang dana sertifikasi mereka yang selalu kurang dari rata-rata dalam 14 bulan belakangan yang belum dicairkan,” katanya. Meski demikian pencairan danan segera cair usai disetujui oleh dewan pada APBD perubahan.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru Drs H Arie Sophian MSi, memaparkan pihaknya bersama pemkot sepakat menyiapkan anggaran yang dibutuhkan untuk membayar kekurangan tunjangan bagi tenaga pendidik tersebut.

“Dananya dialokasikan dalam APBD Perubahan 2013 dan disepakati akan dibayar jika sudah ada persetujuan APBD Perubahan secara keseluruhan,” ujar Arie kepada sejumlah wartawan, Selasa, kemarin.

Dikatakannya, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 8 miliar untuk membayar kekurangan tunjangan sertifikasi bagi 1.270 guru yang tersebar di sekolah-sekolah kota itu. “Sebagaimana yang diketahui kita dari pemerintah dan dewan cukup banyak menerima keluhan dari para guru yang sudah mengantongi sertifikasi karena tidak menerima tunjangan selama satu tahun penuh,” katanya.

Keluhan tersebut seputar tunjangan yang tidak dibayar penuh sejak 2010. Bahkan ada pula yang mengatakan tertinggal satu hingga dua bulan sehingga mengadukan permasalahan tersebut ke DPRD. Keluhan tersebut juga disampaikan kepada Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Pemko Banjarbaru telah menyampaikan perihal tersebit yang segera kita bahasa bersama DPRD mengalokasikan tambahan dana ke Kementerian Keuangan untuk membayar kekurangan tunjangan sertifikasi tersebut,” tambahnya.

Lantas tambahan dana sertifikasi nantinya disetujui Kemenkeu sehingga dana bisa bisa dialokasikan dalam APBD perubahan dan dijadwalkan bulan Oktober sudah bisa dicairkan.

“Ditekankan Arie, tidak dibayarnya dana tunjangan sertifikasi secara penuh itu bukan kesalahan pemkot tetapi karena masalah teknis yang berhubungan dengan Kementerian Keuangan.

Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKKAD) Banjarbaru Thalmi Hasani mengatakan, pihaknya menyiapkan dana untuk membayar sertifikasi guru sebesar Rp56 miliar termasuk kekurangan sejak 2010.

Ditambahkan, kekurangan dana tunjangan sertifikasi terjadi karena dana yang dikucurkan Kemenkeu tidak cukup bagi guru penerima sertifikasi yang jumlahnya bertambah setelah dana tunjangan dicairkan.

“Awalnya jumlah guru penerima sertifikasi diajukan ke Kemenkeu. Namun begitu dananya dicairkan, ternyata ada tambahan guru bersertifikasi yang harus dibayarkan. Oleh karena dana kurang sehingga dana yang sudah tersedia dibayarkan tetapi tidak bisa penuh satu tahun. Maka ada kekurangan satu hingga dua bulan yang tidak dibayar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: