Laporan Dana Kampanye Sudah Lewat batas Akhir

Usai sudah batas akhir penyampaian laporan dana kampanye bagi seluruh partai politik peserta Pemilihan Umum 2014, termasuk di Kota Banjarbaru, Minggu, (2/3), kemarin.

Namun sangat disayangkan, hingga saat ini belum seluruh partai politik peserta Pemilu 2014 di Kota Banjarbaru yang menyampaikan laporannya betul-betul.

Komisioner KPU Kota Banjarbaru yang membawahi Divisi Hukum dan Pengawasan Romzi Fahmi menuturkan, KPU masih menunggu bagi parpol yang memang betul-betul ingin memenuhi syarat.

“Padahal sosialisasi sendiri sudah dilaksananan sejak November 2013 dan laporan tahap pertama telah rampung pada 3 Februari lalu yang juga dihadiri langsung oleh KPU Provinsi Heriansyah,” katanya.

Ia meyakinkan sejumlah ketua dan bendahara parpol untuk mentaati aturan yang telah ditetapkan oleh KPU.

“Nah, kita sudah jelaskan kembali bahwa nanti pada tanggal 2 Maret 2014 kemarin laporan harus sudah diterima KPU. Memang sudah ada tapi belum semuanya,” jelasnya.

Ia mengimbau agar sekalian caleg dan parpol bisa melaporkan dengan baik-baik ke KPU Kota Banjarbaru. Sebab, tambahnya, KPU bias saja membatalkan keikutsertaan parpol yang seharusnya betul-betul terlibat di Banjarbaru.

Sementara itu, dipandang dari efek yang ditimbulkan akibat keterlambatan, katanya, bisa saja berimbas pada pra pemilu, juga pasca pemilu yakni pada 9 April 2014 mendatang.

“Pun jika parpol atau caleg termaksud menang dalam pemilihan suara maka sudah barang tentu si caleg dibatalakan sebagai pemenang. Sebab ini sudah termasuk syarat dan tolak ukur untuk mensukseskan pemilu 2014 itu sendiri,” jelasnya.

Dirinya tak menampik jika laporan tahap pertama yang telah diumumkan pada 27 Desember 2013 lalu masih banyak terdapat kesalahan dan keterlambatan.

“Dan sangat disayangkan juga pada saat sosialisasi awal pekan kemarin salah sati parpol tidak baik itu ketua atau pun perwakilannya tak berhadir. Karena dari pertemuan menurutnya para parlpol dan calegnya bisa mempertibangkan suatu partai layak atau tidaknya melaju ke babak pemilihan saya berharap tidak ada keluputan yang fatal karena satu suara sangat menentukan kelangsungan bangsa dan negara ini,” pungaksnya.

Pengembangan Ditunda Sampai April

Sekdako Banjarbaru Drs Syahriani Syahran menuturkan, kemungkinan untuk memulai groundbreaking Pengembangan Bandara Syamsudin Noor tertunda. Pasalanya, pihak PT Angkasa Pura I masih menunggu dana 67 Miliar dari pusat. “Perlu diketahui AP belum menyiapkan dana, jadi perkiraan sementara pada 13 Maret ditunda. Ya, minimal akhir Maret lah. Kita lihat saja nanti. Insya Allah jika tidak ada halangan groundbreaking/peletakkan batu pertama itu dilakukan dalam bulan April. Yang jelas saat minggu tenang,” ungkapnya. Alasan tertunda tersebut, akunya, tidak menjadi pesimistis proses pembangunan. Termasuk penyerahan berkas ke pengadilan yang juga masih berproses. “Sekitar 140 berkas yang sisa itu disereahkan ke Pengadilan Negri. Segera dan secepatnya,” pungkasnya.

Lagi, Pedagang Keluhkan Los Ikan

???????????????????????????????Sejumlah pedagang los ikan pasar bauntung berulah lagi. Setelah aksi protes terhadap jam berlaku bagi pedagang pasar subuh, kini pihaknya membongkar sejumlah beton yang menjadi penghalang dan mempersulit mereka.

Salah seorang pedagang Abdul Salim menuturkan, ia bersama rekan pedangannya sepakat untuk menghancurkan sebagian beton yang membuat mereka tak nyaman berjualan.

“Kita kesal karena memang sudah siang seperti ini dagangan sepi. Sebab pedagang subuh yang seharusnya sudah minggat pukul 09.00 Wita ini malah masih berjualan sampai jam 12.00 Wita,” ujarnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com, Senin, (24/2), kemarin.

Kesepatakan tersebut, katanya sudah sering di bahas namun tidak ada respon positif dari Pemerintah Kota. Alhasil fasilitas los ikan yang sudah melewati 6 bulan masa pemeliharaan dihancurkan guna lebih nyaman meletakkan bak ikan.

Tak hanya sampai disitu, para pedagang juga mengkhawatirkan lantai yang terlalu licin. Dikarenakan rembesnya saluran air yang seharusnya bisa menampung dalam bak air.

“Sebenarnya fasilitas ini tidak sesuai dengan sarana. Kita berharap hal ini bisa kembali disikapi dan ditertibkan. Kalau memang sulit samakan saja tempat berjualanya, jangan dipisah-pisah,” pungkasnya.

 

Karaoke Di Guntung Paring Tak Berizin

Sejumlah warga yang tinggal di kawasan Guntung Paring Kelurahan Guntung Manggis melakukan aksi protes terhadap operasi salon yang menyalahi fungsinya. Lokasi salon yang dinilai plus karaoke tersebut berada di RT 18 RW 3. Karaoke dan salon tersebut diduga setelah satu tahun beroperasi tanpa izin resmi dari pemerintahan.

Sejumlah warga berencana akan melakukan aksi tersebut ke Kantor Kelurahan Guntung Manggis dan Kantor Kecamatan Landasan Ulin guna pengajuan surat keberatan atas beroperasinya penyalahagunaan fungsui salon dan karaoke tersebut.

Ketua 18 RW 3 Kelurahan Guntung Manggis Yani mengaku awalnya tidak terlalu respect dengan keinginan warganya. Tersebab tak ada warga yang melapor terkait ketidakterimaan atas keberadaan tempat yang dimaksud.

Meski demikian, ia mengetahui ada info adanya warga yang melapor ke kantor Kelurahan.

“Tapi, kan, sesuai prosedur harus ke RT dulu. Sebab kalau bisa dirembukkan bersama bisa lebih enak. Bisa dibicarakan dulu dengan duduk bersama tanpa harus melapor ke atasan yang lebih tinggi. Agar bisa diselesaikan baik-baik,” katanya.

Lurah Guntung Manggis Indra Putera SSTP MM mengakui bangunan yang dimaksudkan statusnya belum resmi dan sama sekali tidak ada izin.

“Karena kita mengetahui adanya keberatan maka sudah barang tentu kelurahan maupun kecamatan menunda rekomendasi yang bakal dikeluarkan. Kecuali jika keberatan dari warga sudah dicabut dan tidak ada permasalahan maka urusan perizinan bisa dilanjutkan,” katanya.

Resmikan Bank Sampah Cempaka Putih

 Wakil Walikota Banjarbaru H Ogi Fajar Nuzuli melakukan peresmian Bank Sampah Cempaka Putih, didampingi Camat Banjarbaru Utara Drs H Abdul Basid beserta Lurah Sei Ulin Sabtu, (22/2), di Taman Komplek Bukit Permata Indah Rt 17 Rw 04 Kelurahan Sei Ulin.

Ketua Bank Sampah Cempaka Putih Subahan menyampaikan terimakasih atas kedatangan Wakil Walikota beserta jajarannya di Taman Komplek Bukit Permata Indah guna meresmikan Bank Sampah Cempaka Putih.

“Bank Sampah Cempaka ini persis berada di dalam taman Komplek Bukit Permata Indah. Taman ini juga dilengkapi dengan lampu penerangan untuk malam hari sehingga akan menambah keindahan taman Komplek Bukit Permata Indah ini,” ujarnya berpromosi.

Wakil Walikota Banjarbaru H Ogi Fajar Nuzuli mengatakan, hal tersebut menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Banjarbaru melihat animo masyarakat Banjarbaru yang begitu besar terhadap pengelolaan sampah.
“Semakin banyaknya bank sampah yang berdiri, baik di lingkungan sekolah, perkantoran maupun di lingkungan perumahan merupakan bukti nyata akan hal ini. Kedepannya Banjarbaru Go Green And Clean, tentu dapat segera terwujud,” katanya.

Berdasarkan data dari badan lingkungan hidup, saat ini di Kota Banjarbaru telah berdiri 32 bank sampah.

“Hal ini berarti di Banjarbaru telah banyak masyarakat yang sadar jika sampah adalah tanggung jawab bersama dan merupakan ‘lahan emas’ yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup,” tambahnya.

Selain itu, Ogi juga menilai keberadaan Bank Sampah Cempaka Putih bisa melayani penabungan sampah dari Rt-Rt yang ada di Kelurahan Sungai Ulin.

“Tak kalah penting, seluruh warga khususnya di kelurahan sungai ulin harus bisa menjadi nasabah bank sampah ini. Supaya masyarakat di Kelurahan Sungai Ulin dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan Bank Sampah Cempaka Putih. Tidak hanya dari sisi ekonomi, namun juga dari sisi pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat,” pesannya.

Sosialisasi mengenai keberadaan bank sampah pun menjadi dinilai Ogi sebagai hal yang penting untuk dilakukan. Menurutnya, dua hal yang sering menjadi kendala dalam perjalanan sebuah bank sampah yaitu dalam pengolahan sampah itu sendiri dan dalam memasarkan hasil pengolahan sampah.

“Untuk masalah pengolahan sampah, intinya adalah pada kreativitas. hal ini bisa kita atasi dengan mengadakan workshop tentang pengolahan sampah, browsing di internet, atau melihat langsung hasil kreativitas dari bank-bank sampah yang telah lebih dulu berdiri,” paparnya.

Sedangkan untuk masalah pemasaran, kita bisa memanfaatkan program CSR (Coorporate Social Responsibility) dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Banjarbaru.

“Semisal melalui program kemitraan. Terlebih lagi dewasa ini pembahasan raperda tentang CSR sudah dirampungkan oleh anggota dewan.  Karena itulah, untuk mengatasi segala permasalahan yang ada, semua elemen harus saling bersinergi. DPRD, pemerintah, semua SKPD, Camat, Lurah, Rt/Rw, LPM,  dunia usaha, dan masyarakat, semuanya harus saling bekerjasama,” singgungnya.

Sebab, kata Ogi, dengan kerjasama tidak ada masalah yang sulit untuk dipecahkan.

“Semoga bank sampah cempaka putih ini dapat menjadi perwujudan pembangunan yang mengentaskan kemiskinan (Pro Poor), pembangunan yang mampu menciptakan peluang kerja (Pro Job), dan pembangunan yang melindungi dan melestarikan lingkungan hidup (Pro Environment), khususnya di Kota Banjarbaru,” pungkasnya.

Satresnarkoba Tangkap Dua Kurir Sabu

Satuan Narkotika dan Obat-Obatan Berbahaya Kepolisian Resor Banjarbaru, menangkap dua orang kurir atau pengantar narkotika jenis sabu-sabu.

 

Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Riko Sunarko, Sabtu, mengatakan kedua tersangka diamankan Sabtu (22/2) dinihari di depan Kompleks Citra Raya Syamsudin Noor bersama barang bukti satu paket sabu-sabu.

“Dua tersangka yang diamankan bersama barang bukti sabu-sabu satu paket seberat 0,25 gram berinisial FR dan WY, keduanya masih berusia 19 tahun,” ujar Kapolres didampingi Kasat Resnarkoba AKP Tukiman.

Ia mengatakan, kedua tersangka merupakan kurir atau pengantar sabu-sabu yang diduga sudah cukup lama menjalankan aktivitasnya sehingga petugas Satresnarkoba berupaya menangkap melalui penyamaran.

Dijelaskan Tukiman, penangkapan keduanya setelah petugas menyamar dan berpura-pura memesan sabu-sabu kepada dua tersangka dan disepakati transaksi dilakukan di depan Kompleks Citra Kelurahan Syamsudin Noor.

“Penyamaran petugas sebagai pembeli sabu-sabu berhasil karena kedua tersangka menyanggupi mengantar barang itu di titik pertemuan. Begitu yakin keduanya kurir, langsung digeledah dan ditemukan sabu-sabu,” ucapnya.

Dikatakannya, kedua tersangka yang tinggal di lingkungan yang sama Jalan Sempati Tegal Arum RT 44 Kelurahan Syamsudin Noor melanggar UU Nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara di atas 4 tahun.

“Kedua tersangka terbukti sudah menyimpan dan memiliki narkotika jenis sabu-sabu sehingga perbuatan itu melanggar UU Nomor 35 tentang narkotika dengan ancaman diatas 4 tahun,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya masih mengembangkan peredaran sabu-sabu yang melibatkan kedua tersangka, terutama jaringan diatasnya sebagai pemasok barang haram dan dilarang peredaran dan penyalahgunaannya.

“Kasusnya masih dikembangkan dan biasanya memang sulit membuka jaringan diatasnya, tetapi kami akan berusaha agar pengedarnya bisa ditangkap sehingga jaringannya terungkap,” pungkasnya. (antara)

Penutupan Bintara Babinsa

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor didampingi lurah Cempaka, serta Kepala Badan SAR Provinsi Kalsel, dan segenap jajaran pimpinan Polri dan TNI AD menghadiri upacara penutupan Pendidikan Pembentukan  Bintara Khusus Babinsa TNI AD TT 2014, Sabtu, (22/2), di Lapangan Kesatriaan Secaba Rindam VI / Mulawarman Jalan H Mistar Cokrokosumo Gunung Kupang Kecamatan Cempaka, kemarin.

Pelatihan tersebut diharapkan agar para Tamtama yang segera akan menjadi Bintara untuk Babinsa meningkatkan kualitas dalam bersosialisasi dengan masyarakat yang akan dibina.

Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut maka para Babinsa harus menguasai 5 (lima) Kemampuan Teritorial yang harus dipedomani. Babinsa tetap menjaga pencitraan prajurit yang baik dengan berdisiplin tinggi, profesional, dan berprestasi di bidang kewilayahan dan berusaha untuk dicintai rakyat, mampu berkomunikasi dengan masyarakat, tokoh masyarakat, Mitra Kerja seperti Kepala Desa dan Polri.

Selain itu, para prajurit TNI AD juga diminta netral dalam pelaksanaan Pemilu yang akan dihadapi pada 9 April tahun 2014 mendatang.