Hj Mariaty Jadi Ketua PHRI Kota Banjarbaru

 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Kota Banjarbaru telah memiliki ketua baru. Adalah Hj Mariaty SE. Kegiatan bertajuk Pelantikan Kepengurusan BPC PHRI Kota Banjarbaru itu berlangsung dengan santai di Ulin Ballrom, Novotel, (11/2), kemarin.

“Dengan adanya kepengurusan PHRI kami bermaksud mengumpulkan para pengeloloa atau pemilik hotel dan restoran berkumpul. Bisa mendiskusikan bersama perkembangan kota. Dan juga jika ada permasalahan di bidang perhotelan dan restoran bisa saling membantu. Termasuk juga kendala-kendala lainnya. Kita mengembangkannya sebagai usaha dibidang jasa agar bisa membangun dengan kreatif,” ujarnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com.

Menurutnya, keberadaan hunian di Kota Banjarbaru sendiri sudah semakin meningkat. Dan tak pelak Banjarbaru pun menjadi tempat yang sering masuk dalam daftar list kunjungan wisatawan.

“Dalam hal ini kita juga bersinergi dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Banjarbaru untuk saling berkerjasama baik itu dalam segi promosi atau peraturan-peraturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah dalam hal jasa. Kita juga bekerjasama di event-event tertentu,” ungkapnya.

Wakil Walikota Banjarbaru H Ogi Fajar Nuzuli yang juga menghadiri pelantikan pengurusan itu mengungkapkan, Pemerintah Kota Banjarbaru akan selalu berusaha untuk menyeimbangkan diri antara tuntutan masyarakat yang tergambar dalam peraturan.

“Kepada para pengurus yang tergabung dalam PHRI saya mengucapkan selamat. Kami mengharapkan adanya komunikasi yang baik terjalin. Sebab PHRI juga pentin peranannya dalam membangun ekoniomi kreatif menuju Kota Wisata,” tegasnya.

Dituturkan Ogi, keberadaan kepengurusan baru menjadi suatu pertanda meningkatnya perputaran ekonomi di Banjarbaru yang tentunya beregek pada kesejahteraan masyarakatnya.

“Pemerintah daerah tetap memberikan kesempatan bagi mereka yang mau berusaha secara baik. Yang berkembang berdasarkan aturan daerah. Bicara pertaruah dalam perhotelan, pemko dengan tegas dan mengimbau kepada hotel-hotel agar tidak membiarkan para tamu  penginap sepasang yang tidak menikah. Jadi pemerintah mencoba mendorong keinginan itu kepada pengelola hotel,” pungaksnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: