Tak Berizin, Satpol Ancam Tutup Mutia Optik

???????????????????????????????Dewasan ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru sedang gencar-gencarnya melakukan penertiba. Kali ini giliran bangunan yang tak berizin dan sejumlah usaha yang tidak mempunyai izin operasi.

Anggota Satpol PP menyirisi sejumlah badan usaha termasuk usaha kacamata. Refraksionis Optisien Ahli Kacamata Mutia Optik yang terlektak di Jalan A Yani km 34 terdata tidak memiliki izin operasional dan surak rekomendasi dari Dinas Kesehatan yang mestinya berujung pada perizinan.

Mutia Optik sendiri pada awalnya sudah menerima peringatan pertama pada tanggal 5 Februari 2014. Namun tak digubris dan tak ada upaya untuk mengurus segala bentuk perizinan, akhirnya Dinas Kesehatan pun melayangkan surat peringatan kedua.

Pemilik Mutia Optik dalam obrolannya melalui telepon genggam dengan anggita Satpol PP mengaku sudah mempunyai izin resmi. Namun sayang surat yang ditunjukkan tersebut dari perizinan wilayah Kabupaten Banjar bukan dari Kota Banjarbaru

Seksi Operational Syukeri menuturkan, jika yang bersangkutan belum juga melakukan pengajuan untuk mengurusi izin operasinal dalam jangka waktu 14 hari waktu kerja, pihaknya akan melakukan pemanggilan resmi dan usaha tersebut dipastikan akan ditutup secara paksa. Maka si pemilik akan diproses secara hukum.

“Beberaoa waktu lalu sudah diberi peringatan. Pemilik mengatakan sudah mengurus pengajuan perizinan atas nama anaknya. Tapi nyatanya saat kita konfirmasi ke Dinas Kesehatan justru tidak ada sama sekali,” jelasnya.

Kepala Bidag Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehata (PSDMK) Zanak Arifin SSos MAp MMkes memastikan bahwa pihak Mutia Optik memang tidak ada mengajukan izin apa pun.

“Memang pada tanggal 5 Februari sudah kita berikan teguran untuk mengurus perizinan. Namun terakhir, hari ini, (kemrin, red) pihaknya BP2T memang belum mengantarkan berkas pengajuan oleh yang bersangkutan. Sebab sebagaimana pelayanan satu pintu. Setiap hari BP2T mengatar berkas untuk dilakukan survey cek ke kapangan yang berakhir pada rekomendasi, tempat yang dimaksud layak,” terangnya.

Ia juga menghubungi pihak Mutia Optik yang mengaku sudah mengurus perizinan beberapa waktu lalu. Namun kenyataannnya memang tidak ada pengajuan apa pun yang ia terima.

Berdsasarjkan syrat NO.503/030-PSDMK/Dinkes yakni pada tanggal 7 Januari 2014 sudah diberikan surat peringatan kedua.

“Dalam surat sudah jelas dimohon untuk menghentikan operasional/kegiatan optikal sampai diterbitkan izin. Hal ini mengacu pada menaati peraturean Mentri Kesehatan Nomor 1424/Menkes/SK/XI/2002 tentang pedoman penyelenggaraan Optikal Pasal 2 ayat 1 disebutkan bahwa setiap penyelenggara optikal wajib memiliki izin,” tambahnya. Di antaranya juga bermaksud untuk mentaati Peratudan Daerah (Perda) Kota Banjarbaru Nomor 17 tahun 2009 tentang izin Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta (SPKS).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: