Diterpa Angin Kencang, Tenda Mingguraya Hancur

DSC_0012Hanya gara-gara angin kencang, tenda yang berdiri tegak menaungi panggung bundar Pujasera Mingguraya Kota Banjarbaru pun robek besar dan mengganggu segala aktivitas yang berada di Mingguraya. Melihat persitiwa itu, sejumlah pelangga dan pengunjung pun gelagapan mencari tempat aman. Pecahan dari robekan tenda terbang kemana-mana dan menjadi debu yang membuat beberapa meja dan properti lainnya kotor. Para pedagang pun terpaksa harus membersihkan segala serpihan yang mengganggu. ananda_Tenda Mingguraya RobekSalah seorang pedagang Pujasera Mingguraya Acil Irus  kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com menuturkan, dirinya khawatir jika debu dan pecahan dari tenda tersebut mengenai segala jenis property dagangan dan alat makan lainnya. “Padahal sudah lama dilaporkan kalau tenda ini ada yang robek. Lama-kelamaan semakin lebar. Dan akhirnya ambruk kan, robek seluruhnya tidak bisa dimanfaatkan lagi,” ungkapnya. Begitu juga yang dikeluhkan Takin, salah seorang pengunjung tak menyangka bakal secepat kejadiannya. “Memang ini sudah agak lama rusak, tapi tak menyangka gara-gara angin kencang barusan membuat robek seluruhnya,” tambahnya. Dikonfirmasi perihal itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Drs Rustam Effendy pernah berpendapat, terkait pengelolaan DKP tak tahu menahu. Ia justru melimpahkan tanggungjawab tersebut kepada para pedangan. “Fasum itu kan digunakan para pedagan menggelar dagangannya di bawah tenda. Seharusnya pedagang andil dalam pajaknya. Ada income lah ke Pemerintah. Jangan asal pakai. Justru Dinas Perdagangan harusnya respek persoalan ini,” ungkapnya. Lain lagi pendapat Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Tambang, dan Energi (Disperindagtamben) Kota Banjarbaru Suriansyah. Ia malah melemparkan seharusnya menjadi tanggungjawab Dewan Kesenian Dareah Kota Banjarbaru karena sering memakai fasilitas tersebut. Anggota Dewan Kesenidan Daerah (DKD) Kota Banjarbaru HE Benyamine pada satu kesempatan pernah berucap kepada wartawan, keterangan itu justru aneh, tersebab, menurutnya, yang namanya Fasilitas Umum (fasum) justru digunakan untuk umum dan tak ada hubungannya dengan DKD. Menyikapi permasalah tenda itu, Wakil Walikota Banjarbaru H Ogi Fajar Nuzuli menerangkan, pihaknya sudah mengkoordinasikan hal itu dengan Dinas Pekerjaan Umum. “Karena persitiwa ini musibah maka tidak dapat diperbaiki sebelum ABT. Dari perhitungan yang dilakukan, penggantian seluruh tenda sekitar 400 sampai 500 juta rupiah. Dan ini harus dilelang tidak dapat melalui pemeliharaan dengan cara penunjukan langsung,” jelasnya. Dulunya, lanjut Ogi, yang membangun fasilitas tersebut adalah Dinas PU. Dan beberapa bulan yang lalu, ia sudah meminta Dinas PU untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan tenda yang awalnya masih kecil. “Dinas PU sudah diminta untuk memperbaiki. Tapi karena anggarannya besar jadinya harus di ABT-kan. Mengingat robeknya tenda ini adalah awal Januari lalu dan APBD diketok pada akhir Desember,” paparnya. Sebagai warga Banjarbaru yang hamper setiap hari duduk di Mingguraya, akunya, ia prihatin dan bersedih dengan kondisi tersebut. “Tapi mau bagaimana lagi. Daripada nanti buru-buru malam membuat anak buah terjerat persoalan hokum, Informasi terakhir yang saya daparkan dari Dinas PU akan dikerjakan pada APBD perubahan 2014 atau ABT tahun ini,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s