Lima Muda-Mudi Digrebek Warga

Lagi-lagi anak umuran belia atau yang akrab disebut Anak Baru Gede (ABG) tertangkap tangan melakukan perbuatan tercela. Peristiwa ini tak patut ditiru, lima ABG berinisial MPR (16), MZG (15), dan MR (21), serta dua remaja putri, NS (17) dan A (15) terancam dikenai sanksi tindak pidana ringan (Tipiring). Hal tersebut lantaran mereka diduga telah melakukan tindakan asusila, serta mengganggu ketentraman umum, Jumat, (16/5), kemarin. Kepala Satpol PP Kota Banjarbaru H Masjudin Noor menerima laporan warga perihal tersebut. Pihaknya pun langsung melakukan sidak dan mendapati sejumlah ABG termaksud. Tak hanya itu, pihak Satpol PP juga mendapati barang bukti (Barbuk) berupa bekas lem fox yang berada di dalam plastik dan bungkus obat daftar G jenis Code dari tempat kejadian perkara (TKP). Dikonfirmasi adanya barbuk tersebut Masjudin menjelaskan masih melakukan penelusuran siapa sebenarnya pemilik barang tersebut. Tersebab dari kelima terduga itu, tak ada yang mengaku memilikinya sama sekali. “Mereka dikenai sanksi sebagaimana telah diatur dalam Perda Banjarbaru No. 15 tahun 2001, tentang mengganggu ketentraman umum, jadi akan kami Tipiringkan. Terkait Barbuk Lem itu, karena tidak ada yang mengaku, kami akan memanggil temannya yang bernama Dodik,” jelasnya. Mereka dipergoki jajarang Satpol PP Kota Banjarbaru setelah sesudahnya digrebek warga di sebuah kontrakkan beralamat Komplek Perumahan Galuh Marindu II, persis di belakang BMKG Kalsel di Jalan Trikora, Banjarbaru Selatan. “Selain di-Tipiringkan, kami juga akan melakukan pembinaan dan memangggil orang tuanya masing-masing,” lanjutnya. Menurut informasi dan keterangan saksi yang didapat wartawan di lapangan, para pemuda sudah lama diintai warga sering berada dalam satu rumah. Warga pun curiga ada hal yang tidak semestinya. Dan pada akhirnya setelah penggerebekan terjadi pihak warga menyerahkan proses selanjutnya kepada Satpol PP. Menurut keterangan salah satu terduga, MR, mengaku tidak melakukan hubungan mesum sama sekali. “Kita singga ke rumah teman saja kok, Pak. Yang namanya Dodik itu setelah jogging di Murdjani. Ya rencananya mau bikin indomie saja. Tapu malah tiba-tiba ditangkap,” bebernya yang berprofesi sebagai tukang Warga Kelapang Gading Permai, Ratu Elok. Disebutkan, ia mengenal dua remaja putri tersebut karena dikenalkan oleh seorang temannya beberapa minggu yang lalu. Hal senada juga dibeberkan remaja putri, NS dan A. Keduanya berkilah tak melakukan tindakan mesum. “Tidak ngapa-ngapain, kita cuman mau bikin mie,” ungkapnya saat dimintai keterangan di ruang Pol PP Banjarbaru. NS dan A, adalah warga komplek Dinas perumahan Polri (Polres Tabalong), Kabupaten Tanjung. Keduanya datang ke Banjarbaru sekitar setengah bulan lalu, untuk bekerja sebagai pemandu karaoke panggilan.  “Hanyar setengah bulan di sini, kerja karaoke panggilan, biasa di Jelita Karaoke, Happy Pappy, tergantung yang manggil maunya di mana,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: