Materi Caving

Tentang Caving

Disusun Oleh: Ananda Perdana Anwar

 

Susur gua atau jelajah gua (Inggris caving) adalah olah raga rekreasi menjelajahi gua. Tantangan dari olah raga ini tergantung dari gua yang dikunjungi, tapi seringkali termasuk negosiasi lubang, kelebaran, dan air. Pemanjatan atau perangkakan sering dilakukan dan tali juga diguanakan di banyak tempat.

Caving kadangkala dilakukan hanya untuk kenikmatan melakukan aktivitas tersebut atau untuk latihan fisik, tetap awal penjelajahan, atau ilmu fisik dan biologi juga memegang peranan penting. Sistem gua yang belum dijelajahi terdiri dari beberapa daerah di bumi dan banyak usaha dilakukan untuk mencari dan menjelajahi mereka. Di wilayah yang telah dijelajahi (seperti banyak negara dunia pertama), kebanyakan gua telah dijelajahi, dan menemukan gua baru seringkali memerlukan penggalian gua atau penyelaman gua.

Gua telah dijelajahi karena kebutuhan manusia untuk beberapa ribu tahun, namun hanya dalam beberapa abad terakhir aktivitas ini menjadi sebuah olah raga. Dalam dekade terakhir caving telah berubah karena adanya peralatan dan baju perlindungan modern.

Banyak keahlian dalam caving dapat digunakan di olahraga lain seperti penjelajahan tambang dan penjelajah perkotaan. Yakni SRT: single rope tachnic.

  1. 1 Gaya-gaya yang dipakai dalam SRT meliputi:
  2. Froglit Style: Style yang biasa dipakai oleh caver unakan satu tali. dengan satu kaki sebagai tumpuhannya serta satu kaki satunnya lagi menginjak footloop.
  3. Texas Style: Style yang dipakai dengan dua buah tali dengan bantuan alat pulley.
  4. Bisel : tehnik ini jarang dipakai oleh caver.

 

Satu set srt terdiri dari :

-2 Buah langkahbiner snap.

-3 Buah langkahbiner scru.

-1buah mr (million rapid).

-1buah autostop atau descender.

-2 Buah autostop simple.

-1buah jumar.

-1buah croll.

-2 Buah cowstell (terdiri dari cowstell pendek serta cowstell panjang).

 

  1. 2 Langkah-cara menempatkan alat-alat SRT:
  2. pakai harness terlebih dulu, upayakan catatan danger tertuput.
  3. masukan mr ( million rappid ).
  4. masukan croll upayakan croll dibagian yang sangat kanan.
  5. masukan costill serta upayakan cowstel terdapat dibagian yang sangat kiri.
  6. masukan 2 buah langkahbiner snap serta lagi scru.
  7. masukan otostop di langkahbiner scru serta upayakan letak otostop di dalam.
  8. pasang chess harness pada croll.
  9. pasang jumar pada cowstell yang panjang.
  10. pasang karabiner scru pada jumar yang dipakai untuk footlup.

 

Untuk jadi seorang caver mesti menguasai tekhnik-teckhik basic serta pengetahuan perihal caving itu sendiri, salah satunya yaitu :

Rigging: rigging yaitu langkah pemasangan dalam gua bergantung dengan ornamen serta type gua yang dapat di masuki.

SRT: srt yaitu langkah atau tehknik yang dipakai untuk menaiki statu gua dengan langkah spesifik di dalam srt itu sendiri juga ada beberaa langkah agar orang yang dapat menaiki senantiasa aman perumpamaan inter mediet, debíais, serta halangan.

Mapping: mapping yaitu pemetaan, di mana pemetaan ini yaitu statu langkah untuk tahu apa saja yang ada pada gua serta berapakah kedalaman gua dan tahu vegetasi apa saja yang ada pad agua tersebut.

Holling : holing yaitu statu langkah etahui type lubang yang ada pada ornamen gua tersebut dengan mengaplikasikan langkah apakah yang dapat digunakan.

  1. 3 Cara-Cara Pembuatan Angcor

Di dalam caving ada langkah atau cara-cara pembuatan angcor, angkor itu sendiri ada 3 angchor emas, perunggu, perak. ( standar angkor yang biasa dipakai 3 buah angckor ).

Langkah pemasangan angckor:

  1. menggunakan simpul playboy
  2. kemiringan verikal diusahakan 90-1300, namun standarnya 1100.
  3. back up belakang minimal ½ mtr..

Di dalam intermediat umumnya menggunakan simpul ½ delapan. di dalam srt pengaman minimal mesti ii buah pengaman. perumpamaan pengaman.

  1. cowstell pendek diletakan pada hanger.
  2. jumar mesti senantiasa menenpel jika croll dapat dilepaskan.
  3. autostop mesti terkunci jika jumar dapat dilepaskan.

 

Langkah mengunci autostop :

  1. jempol memegang tali karamentel statis dengan bentuk huruf c.
  2. lantas masukan tali karmentel sesuai dengan panduan yang ada pada autostop tersebut.
  3. masukan karamentel ke karabinel snap.
  4. lantas lingkarkan karamentel hingga terkunci tuasnya,
  5. masukan karamentel ke dua buah karabiner serta lantas lingkarakan kembali sehinga mengunci pada tuas kunciannya.

 

 

  1. 1 Deviasi

Didalam caving ada juga sebutan yang diberi nama dengan deviasi, deviasi itu sendiri yaitu satu langkah untuk meringankan caver agar tidak berlangsung benturan segera dengan tebing pada gua. langkah lakukan deviasi:

  1. pasang cowstil pendek pada ronga tali pada deviasi.
  2. copot langkahbiner debíais serta lantas pindahkan langkahbiner debíais pada tali karmentel di bawah croll.
  3. pasang jumar di bagian atas croll.
  4. lantas terlepas cowsil.

Yang menjadi tidak kalah penting dalam hal ini:

“janganlah dulu senang jadi orang yang terlatih, jadilah orang yang senantiasa berlatih”.

 

  1. 2 Pengertian dan Sejarah Penelusuran Gua ‘Caving’

Pengertian dan Sejarah Penelusuran Gua ‘Caving’ yakni Caving berasal dari kata Cave= Gua. Sedangkan orang yang menelusuri gua disebut caver. Jadi caving bisa diartikan sebagai kegiatan penelusuran gua yang mana merupakan salan satu bentuk kegiatan dari Speleologi. Sedangkan Speleologi secara morfologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu : Spalion = Gua dan Logos = ilmu. Jadi, secara harfiah Speleologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang gua, tetapi karena perkembangan speleologi itu sendiri, spleologi juga mempelajari tentang lingkungan disekitar gua.

Ada Beberapa Pengertian Penelusuran Gua “Caving’ menurut para ahli Penemu mamupun para Caver, yakni :

Menurut IUS (International Union of Speleology) anggota komisi X UNESCO PBB : “Gua adalah setiap ruang bawah tanah yang dapat dimasuki orang”.

Menurut R.K.T.ko (Speleologiawan) : “Setiap ruang bawah tanah baik terang maupun gelap, luas maupun sempit, yang terbentuk melalui system percelahan, rekahan atau aliran sungai yang membentuk suatu lintasan aliran sungai dibawah tanah.”

Adapun Sejarah Penelusuran Gua ‘Caving’, yang dimulai dari tahun ke tahun, yakni :

Penelusuran Gua dimulai oleh John Beaumont, ahli bedah dari Somerset, England (1674) ia seorang ahli tambang dan geologi amatir.

Orang yang paling berjasa mendeskripsikan gua-gua antara tahun 1670-1680 adalah Baron Johann Valsavor dari Slovenia. Ia mengunjungi 70 goa, membuat peta, sketsa dan melahirkan buku setebal 2800 halaman.

Joseph Nagel, pada tahun 1747 berhasil memetakan system perguaan di kerajaan Astro-Hongaria.

Stephen Bishop, pemandu wisata gua yang paling berjasa dan membawa gua Mammoth diterima UNICEF sebagai warisan dunia.

  1. 3 Etika, Moral dan Kewajiban Penelusuran Goa

Etika, Moral dan Kewajiban Penelusuran Goa tentunya hal yang sangt penting diketahui terlebihi dahulu oleh para Penelusur Goa. Mengapa hal tersebut dianjurkan dan sangat diutamakan, disebabkan banyaknya hal-hal yang belum diketahui dalam Kegiatan Caving ini. Apalagi bagi para penelusur Goa yang baru mengenal situasi saat Caving.

Ada beberpa hal yang perlu ditinjau dan diperhatikan dalam Etika, Moral dan Kewajiban Penelusuran Goa sebelum melakukan Caving, Ddisetiapa kegiatan Penelusuran Goa, dimanapun, Kapanpun dan siapapun itu, Yakni :

Kode etik penelusur goa  dibuat karena goa merupakan lingkungan yang sangat sensitif dan mudah tercemar. Kode etik ini antara lain :

TAKE NOTHING BUT PICTURE (Jangan Mengambil Apapun Kecuali Gambar)

LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINT (Jangan Meninggalkan Sesuatu Kecuali Jejak)

KILL NOTHING BUT TIME (Jangan Membunuh/Memotong Sesuatu Kecuali Waktu)

CAVE SOFTLY

Setiap penelusur gua sadar bahwa setiap bentukan alam di dalam goa dibentuk dalam kurun waktu ribuan tahun.

Setiap menelusuri gua dan menelitinya dilakukan oleh penelusur gua dengan penuh respek tanpa mengganggu dan mengusir kehidupan biota di dalam gua.

Setiap penelusur menyadari bahwa kegiatan speleologi dari segi olah raga maupun ilmiah bukan merupakan usaha yang perlu dipertontonkan dan tidak butuh penonton.

Para penelusur tidak memandang rendah diantara sesama penelusur, begitu juga sebaliknya penelusur akan dianggap melanggar etika apabila memaksakan kehendaknya padahal persiapan kurang.

Respek terhadap sesama penelusur gua ditunjukkan dengan cara

Tidak menggunakan bahan / peralatan, yang ditinggalkan rombongan lain, tanpa izin mereka.

Tidak membahayakan lainnya, seperti melempar suatu benda ke dalam goa bila ada orang di dalam gua.

Tidak menghasut penduduk untuk menghalangi rombongan penelusur

Jangan melakukan penelitian yang sama, apabila diketahui ada rombongan lain melakukan penelitian yang sama tapi belum dipublikasikan.

Jangan menganggap anda penemu sesuatu apabila anda belum melakukan mencari informasi.

Setiap usaha penelusuran merupakan usaha bersama. (jangan menonjolkan kemampuan pribadi dan ingat bahwa penelusur adalah tim)

Jangan menjelekkan nama sesama penelusur.

  1. 1 Kewajiban penelusur goa

Menjaga lingkungan baik kebersihan, kelestariannya, dan kemurniannya menjadi hal wajib. Termasuk konservasi lingkungan gua merupakan tujuan utama penelusur goa. Maka dari itu wajib bagi para penelusur memberi pertolongan kepada penelusur lain apabila membutuhkan pertolongan sesuai dengan kemampuan. Yang terutama menjaga sopan santun dengan penduduk sekitar.

3.2 Izin Resmi

Wajib memberitahukan kondisi berbahaya pada penelusur lain tentang kondisi sekitar lingkungan goa atau di dalam goa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: