Kunjungi MK, Idis Pamit

OLYMPUS DIGITAL CAMERABupati Tapin Drs H Idis Nurdi Halidi berserta rombongan berkunjung ke Kantor Harian Umum Media Kalimantan di sambut langsung oleh Wakil Pemimpin  Umum  Fathrurrahan, Supervisor Iklan, Media Kalimantan Mufriwan , serta jajaran redaksi lainnya,  Kamis (14/2), kemarin.

Dalam kesempatan itu Bupati H Idis Nurdin Halidi yang didampingi oleh Sekda Kab Tapin Dr H Rahmadi dan jajaran pejabat Kab Tapin lainnya menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya kepada Media Kalimantan atas kerjasamanya di bidang publikasi dalam beberapa tahun terakhir.

WPU Media Kalimantan Fathurraham mengatakan, dalam jenjang waktu 3 tahun terakhir Media Kalimantan telah berkomitmen untuk meminimalkan bahkan nyaris tidak memuat sama sekali berita terlalu berbobot kriminal.

“Sesuai dengan keinginan owner, bahkan MK ini fungsinya untuk edukasi. karena itu tidak ada berita yang berdarah-darah maupun “maaf” bernuansa buka-bukaan aurat,” ungkapnya.

Di bagian lain, Atui–demikian Fathurahman akrab disapa–menyanjung Idis Nurdin Halidi sebagai pemimpin yang memiliki ketajaman dalam berpikir jauh ke masa depan.

“Salah satunya adalah ide dibangunya Tapin Baru. Di mana di sana sangat lengkap menyajikan konsep-konsep kota masa depan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Tapin Idis Nurdin Halidi yang kemarin didampingi Sekda Tapin DR H Rahmadi Msi dan sejumlah kepala dinasnya mengaku sangat bahagia bisa berkunjung ke kantor Media Kalimantan.

“Kita juga mengharapkan dukungan penuh dari Media Kalimantan terhadap pembangunan di Kab Tapin. Media ini sungguh luar biasa. Meski pun usianya relatif muda, namun sudah bisa sejajar dengan koran-koran lain,” tuturnya.

Salah satu yang membuat Nurdin merasa senang membaca MK karena di koran ini menyediakan seluruh informasi yang dibutuhkan. “Dari informasi politik, pendidikan, olahraga maupun berita-berita daerah,” terangnya.

Terus Genjot Pembebasan Lahan

OLYMPUS DIGITAL CAMERAWakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengatakan, Pemprov telah meminta laporan kendala permasalahan pembebasan lahan bandara. Hasilnya, panitia melaporkan bahwa lahan dari masyarakt yang berjumlah 92 hektare diplot 99 hektare. “Dalam 99 hektare itu sudah termasuk tanah AU, dan tanah Pemprov. hanya 62 hektare yang sudah dibayar dan dibebaskan. Kalau milik pemerintah tak perlulah kita hitung,” ujarnya kepad sejumlah wartawan di ruangannya Kantor Pemprov Kalsel Banjarbaru, Rabu, (9/1), kemarin.

Menurut Informasi dari panitia, kata Rudy, total keseluruhan sudah mencapai 70 hektare lebih dengan fasum, AURI, dan lainnya. “Kita mengupayakan tahun ini agar tetap dilanjutkan proses pembebeasan lahan itu. Hal demikian telah kita koordinasikan dengan pusat. Karena ini menjadi kepentingan masyarkat Kalsel, bukan terkhusus Banjarbru saja. Bakan wilayah Kalteng sebelah Utara mau tak mau menggunakan bandara Syamsudin Noor untuk keperluan keluar daerah,” jelasnya.

Ia mengimbau kepad pihak panitia pembebasan lahan untuk memfasilitasi sepenuhnya bagi tanah yang bermaslah seperti terlapis dan dilapisi. “Menurut Informasi, Angakasa Pura I talah mencairkan dana sebesar 190 miliar lebih guna pembayaran. Dan total dana anggaran keseluruhan sebesar 290 miliar. Berarti tinggal lagi 100 miliar dalam proses,” katanya.

Sebelumnya, ketua BP2T Pengembangan Lahan Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Dr Syahriani Syahran menuturkan, Laporan terkahir yang ia terima pembebasan sudah 71 hektare lebih. Dan ditambahkan dengan tanah milik provinsi menjadi 86 hetare termasuk fasum di dalamnya. “Kita terus jalan sampai selesai, kapan pun,” pugnkasnya Sekda Kota Banjarbaru

Ogi Dapat Kue Ulang Tahun Dari Musisi Mingguraya

Kelompok Kebersamaan dalam Mingguraya Live Music memberikan kejutan kepada Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli di hari ulang tahunnya ke 46

Kelompok Kebersamaan dalam Mingguraya Live Music memberikan kejutan kepada Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli di hari ulang tahunnya ke 46

Di malam yang sama usai ditutupnya acara Poetry in Action, Wakil Walikota Banjarbaru yang datang setelah pukul 00.00 Wita, Sabtu, (29/12), dini hari kemarin, mendapat kejutan dari sejumlah rekan musisi di Mingguraya Music Live. Tersebab hari ulang tahunnya ke-46, sebuah kue tart diserahkan dihadapan Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarbaru itu. “Kalau yang beli kue ini para kepala SKPD, ya biasa saja. Wajar gajih mereka sudah jutaan, hal begini kecil. Tapi kali ini yang memberi saya para pengamen yang mengabiskan waktunya menghibur pengunjung di Mingguraya, ini jadi menjadi penghargaan tersendiri bagi saya pribadi dan sungguh luar biasa,” ujarnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com dan rekan musisi yang berhadir malam itu.

???????????????????????????????Perwakilan dari Mingguraya Music Live, Amax, menungkapkan. Bagi mereka, Wakil Walikota sudah dianggap mereka sebagai bapak. “Beliau komandan kami yang juga kami anggap sebagai bapak sendiri. Dan diterimanya kami disini sebagai perjuangan. Berjuang mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan beliau dan masyarakat Banjarbaru pada umumnya,” ujar lelaki bernama asli Arif Rahman Hakim ini didampingi Rina, Istrinya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa musik yang mereka usung tak seperti yang selama ini dinilai sebagian orang dari luarnya saja. “Disinilah kita memberikan kebersamaan. Kadang dianggap sebagai guyonan. Tapi kita berusaha membuat sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. Perjuangan kami cuma satu. Merpertahankan kepercayaan. Itu yang membuat mereka stay disini. Selamat Ulang Tahun Bang Ogi. Sehatlah selalu” katanya.

Kelompok Kebersamaan dalam Mingguraya Live Music memberikan kejutan kepada Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli di hari ulang tahunnya ke 46

Kelompok Kebersamaan dalam Mingguraya Live Music memberikan kejutan kepada Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli di hari ulang tahunnya ke 46

4 hari, Untung 1 Juta, Kisah Penjual Terompet Yang Juga Mahasiswa Hukum

OLYMPUS DIGITAL CAMERASebagaimana biasanya, menjelang perayaan tahun baru akan banyak sekali para penjual terompet dengan berbagai macam jenis. Sebagaimana yang dilakoi Ahmad Rahim (25). Pemuda yang saat ini juga berstatus sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum STIH Sulktan Adam Banjarmasin ini mengaku sangat menikmati pekerjaannya sebagai penjual terompet tahunan kala menjelang pergantian tahun. “Sudah 7 tahun sejak saya lulus SMA. Uang hasilnya ya untuk kebutuhan hidup dan yar kuliah. Belajar mandiri untuk selalu minta uang ke orang tua,” tuturnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com saat melayani pembeli di Taman Air Mancur Kota Banjarbaru, Selasa, (25/12), kemarin sore.

Tak hanya terompet, ia juga meperdagangkan beberapa jenis mainan topeng berwajah jenis binatang seperti srigala, monyet, dan lainnya. Harganya pun bervariasi, dari 35 ribu rupiah sampai ratusan ribu. Tergantung bahan dan motfi yang digunakan. “Kalau terompet kita jual dengan harga yang paling murah dari 20 ribu rupiah sampai 200 ribu. Kalau bahannya kertas tentu agak murah. Resikonya tak tahan lama, mudah hancur. Kalau berbahan plastik biasanya lebih awt. Bahkwa suaranya pun bias diganti-gantinya. Bisa agak keras keras suaranya dan tak terlalu nyaring. Ada setingannya,” sahutnya.

Barang-barang tersebut didatangkan dari Pulau Jawa melalui kapal. Sepanjang 7 tahun karirnya menjadi penjual terompet, ia mengepalai atau mengkoordinir beberapa anak buah yang juga berprofesi sama di Banjarmasin. “Kita jualan mulai dari tanggal 22 Desember, 1 pekan sebelum tahun baru. Biasanya menjelang malam puncak pembeli tambah banyak. Dan bila menghabiskan semua barang dagangan sampai 1 Januari, maka ada komisi lebih dari bos yang lebih tinggi,” katanya.

Dalam satu hari pertama, keuntungan yang ia dapat pun cukup lumayan, yaitu 350 ribu rupiah. Hingga sampai hari kemarin, ia sudah mendapatkan untung uang sejumlah 1 juta dalam kurun waktu kurang lebih 4 hari. “Uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan tentunya bayar kuliah juga. Sekarang sudah menjelang tugas akhir. Sambil kerjakan skripsi kita terus berusaha, agar tak memberatkan orang tua,” paparnya yang saat ini sedang menjalani kuliah semester ke 7.

Sebagai kiat khusus, ia biasanya bersama rekan lain akan mengobral sejumlah terompet menjelang akhir tahun. Dan tak hanya di banjarbaru, bisnis berjalan terompet sudah ia jalani samapi ke Samarinda. “Saya jalan 7 tahun. Sudah. Banyuk makan hidup dari usaha ini jadi gak dilepaskan,” tandasnya.

Tak ada kendala, rasa malu, atau pun takut bersaing baginya dalam menjalani sebagaian hidup sebagai penjual terompet. Hal itu dilakukannya karena semangat yang ia miliki. “Banyak teman saya yang sudah lulus termasuk yang sarjana hukum tetapi tak berbuat apa-apa. Hanya duduk manis dirumah sembari menadah tangan kepada orang tua. Baginya pekerjaan sebagai penjual terompet justru sangat menjanjikan. Dari segi keuntungan pun besar,” terangnya sebari tersenyum ketika ditanya mengapa tidak kuliah di fakultas ekonomi saja.

Ia berkomitmen untuk meraih cita-cita sebagai pengacara. “Saya ingin jadi jaksa atau hakim. Tapi di bangku perkulihan saja, kita hanya dapatkan teori semata. Tidak ada pengalaman kalau tidak turun ke lapangan. Saya menganggap semua permasalahan itu gampang. Termasuk menjalani hidup. Berusaha mencari uang dengan berjualan terompet pun sebagai jalan hidup. Soal perdata atau pidana kita kita tak hanya membahasnya di bangku kuliah, tapi di kehidupan nyata seperti berjualan. Karena juga ada namanya hukum perusahaan, hukum tambang, dan hukum lainnya,” ungakapnya yang sempat bekerja di tambang sebagai supir ini.

Ia berharap rekannya yang lain terus semangat dalam menjalani hidup dengan belajar mandiri sejak muda. Artinya tak selalu mengharapkan pemberian orang tua. “Tak harus berjualan terompet. Banyak pekerjaan halal lain yang lebih menguntungkan. Daripada harus selalu berpenampilan borjuis dengan mobil mewah orang tua dan isi dompet 50 ribu saja. Apalagi yang sudah sarjana, hampir 3 tahun ijazah dijadikan bungkus kacang, mendingan kerja sampingan,” pungkasnya.

Hidup Harus Lebih Dari Sekadarnya

Dokumentasi Mapala FT Unlam Banjarbaru_Ekspedisi Gunung Mahameru2

Dokumentasi Mapala FT Unlam Banjarbaru_Ekspedisi Gunung Mahameru2

Mapala FT Unlam Banjarbaru

Sebagai organisasi kampus yang telah eksis selama 31 tahun, Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Teknik Unlam (Mapala FT Unlam) Banjarbaru tentu menjadi satu-satunya UKM yang menaungi kegiatan anggota dan membawa mereka bertualang kemana-mana.

Secara legalitas, Mapala FT unlam telah berdiri sejak 24 September 1981. Mapala FT Unlam yang hingga sekarang dipegang tegus para anggotanya. Yaitu, Hidup Harus Lebih Dari Sekadarnya.

Kordinator rockclimbing Mapala FT Unlam Syarifuddn kepada Media Kalimantan memaparkan, hingga di tahun 2012 ini, anggota mereka mencapa 286 yang tersebar di berbagai daerah. “Bahkan alumnus kampus pun sebagai senioritas tetap aktif jika tak ada kesbiukan untuk ikut berekspedisi dengan para juniornya,” tutur pemuda berambut gondrong ini.

Di tahun ini, mereka kembali merekrut dalam Latihan Dasar (Latdas) ke-30. “Saat ini kita masih menerima anggota baru hingga Ferburaru 2013. Beberapa waktu ini kami memang telah melaksanakan beberapa Latdas. Tapi bagi mereka yang baru belum dilantik untuk menjadi anggota,” tambahnya.

Dokumentasi Mapala FT Unlam Banjarbaru_Ekspedisi Gunung Mahameru

Dokumentasi Mapala FT Unlam Banjarbaru_Ekspedisi Gunung Mahameru

Sekretaris Mapala FT Unlam Banjarbaru Sasha menambahkan, Mapala FT Unlam yang saat ini diketuai oleh Bambang Priambodo bertekad untuk selalu maju dalam ekspedisi di dalam regional Kalimantan maupun diluar. “Acara besar yang baru-baru ini kita ikuti adalah Pertemuan Mapala Regional Kalimantan (PMRK) di Kalimantan Tengah. Event akbar tersebut kali pertama diadakan di Kalteng dan sangat beruntung yang kedua ini diselenggarakn di FT Unlam Banjarbaru, Oktober 2011 kemarin,” katanya.

Dijelaskannya, untuk beberapa bulan ke depan para anggota akan disibukkan dengan fokus dalam pelatihan autocat, pelatihan GPS, penggambaran peta, pembacaan arah mata angin, dan yang lainnya.

Mapala FT Unlam telah menaklukan beberapa ketinggian di antaranya, Gunung Semeru, Gua Batu Hapu, Camping, Gunung Rinjani Lombok, dan beberapa gunung di berau serta grogot.

Dokumentasi Mapala FT Unlam Banjarbaru_Ekspedisi dalam guaSasha dan rekan lain berharap, Mapala FT Unlam bisa terus maju dan eksis dalam menjaga nama baik organisasi dan berprestasi. Ketika ditanya Mapal identik dengan Mahasiswa Abadi alias para mahaiswa yang lama lulusnya, ia menganggapi dengan bijak bahwa tidak semua Mapala demikian. “Kalau aku menganggapinya sih sah aja ya. Namanya juga banyak kegiatan. Namun asat diketahui, banyak juga di antara mahasiswa lainnya tidak ikut organisasi apa-apa justru paling terlambat meraih gelar sarjananya. Yang jelas diliuhat dulu individunya. Tergantung pribadi masing-masing. Kalaupun lama tentu ada alasannya dong! Dan Mapala FT Unlam sendiri sangat menjada baik hubugan antar mahasiswa dengan,” pungkasnya

Sebuah Pembuktian, UKM Seni Tari STIKES Muhammadiyah Banjarmasin

Tidak benar jika berpendapat ‘anak kesehatan’ tidak bisa berkesenian dan peduli akan budaya. Barangkali itulah yang ingin dibuktikan Vieni Fitria dan teman-temannya yang tergabung di UKM Seni Tari STIKES Muhammadiyah Banjarmasin ini.
Ya, meski mereka adalah mahasiswa-mahasiswi STIKES Muhammadiyah Banjarmasin yang kesehariannya bergelut dengan hal-hal berbau kesehatan (keperawatan, farmasi, kebidanan), namun hal itu bukan penghalang bagi mereka untuk turut eksis di dunia tari. Terbukti dengan latihan rutin yang mereka adakan tiap Minggu sore di kampus mereka dan beberapa pementasan yang telah mereka adakan. Tidak tanggung-tanggung, mereka bahkan sampai pentas di Pulang Pisau beberapa kali pada acara adat.
Selain itu, mereka juga kerap tampil pada acara pensi, dan di acara yudisium. Pada bulan November 2011 lalu, mereka bahkan sukses menggelar Festival Tari Daerah yang diikuti beberapa grup tari dari kampus-kampus lain di Banjarmasin.
Halimah, sebagai salah satu anggota merasa sangat beruntung bergabung di UKM yang beranggotakan 19 orang ini. “Banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat, khususnya tentang tari-tari daerah. Selain itu juga untuk menyambung tali silaturrahmi dan melatih berorganisasi,” katanya menjelaskan.
Namun walau demikian, urusan kuliah tetap yang utama. Itulah mengapa UKM yang berdiri sejak tiga tahun yang lalu ini tak pernah mengikuti perlombaan. “Karena selalu terbentur masalah akademik, jadinya kami tidak pernah ikut kejuaraan,” terang ketua UKM ini, Vieni Fitria, atau yang akrab disapa Veni.

Bicara soal dukungan dari pihak kampus, gadis cantik asal Kapuas ini mengaku UKM yang ia pimpin sejak 2011 ini cukup mendapat dukungan, seperti dalam hal permohonan dana jika akan melaksanakan kegiatan atau untuk menggaji pelatih. Tetapi ia tetap berharap, agar pihak kampus lebih ‘mendukung’ lagi, seperti pengadaan sarana tempat berlatih, karena selama ini mereka terpaksa berlatih di ruang kelas yang kebetulan tidak digunakan pada Minggu sore. “Semoga saja ke depannya UKM Seni Tari bisa lebih maju, lebih sukses, dan lebih hidup lagi,” pungkasnya mengakhiri wawancara. Oke, keep dance UKM Seni Tari.

Eksis Ngejam Meski Puasa

Banyak yang dilakukan sobat kawula muda Spirit Ramadhan saat mengisi-mengisi waktu dikala berpuasa. Ada yang mengisinya dengan kegiatan positif ada negative. Ada yang bermain game, mengaji, bermain komputer, internetan seharian, jalan-jalan, ada pula yang hanya tidur sampai waktu berbuka.

Nah, lain lagi sobat Spirit Ramadhan yang satu ini. Juice Heart Noise atau yang akrab dikenal dengan JHN ini merupakan band lokal Banjarbaru yang belakangan eksis diranah industry musik Kalimantan Selatan. Band yang telah berdiri lebih dari dua tahun ini punya event dan pengalaman menarik saat bulan Ramadhan tiba. Yaitu ngejam atau latihan rutin di sore hari menjelang berbuka. “Latihan memang menjadi suatu yang sangat intim dalam JHN. Maka dari itu, tak sekadar keharusan, melainkan seperti kewajiban bagi kami,” ujar Oliel sang Vokalis Band kepada Spirit Ramadhan, Jumat, (27/7) kemarin.

Menurut pemuda yang bernama lengkap Kholilullah ini, ia telah rutin mengatur jadwal bermain musik bersama 4 rekannya, Ezha (Guitar), Reza (Bass), Arul (Drum), dan Kevin (Synthesizer) satu hari dalam sepekan. “Kita rutin latihan seminggu sekali tak hanya di bulan puasa. Tetapi juga bulan yang lainnya juga. Namun stamina kita rasanya lebih tertantang ketika ngejam kala berpuasa,” katanya.

Band yang telah dua kali lolos di gelaran Meet The Label salah satu vendor produk ini mengaku Ramadhan menjadi momentum untuk melatih eksistensi mereka dalama bermusik. “Selain ibadah yang juga kami tingkatkan selalu. Puasa tentu tidak menjadi penghalang untuk ngeband. Walaupun takb bisa dipungkiri, latihan saat puasa memang agak melelahkan. Namun, jangan sampai deh, membatalkan puasa hanya karena jingkrak-jingkrak bermain musik,” ingatnya.

Oliel mewakili rekan-rekannya di JHN berharap, Ramadhan yang penuh berkah ini tak hanya menjadi momentum dalam menambah kada ibadah. “Tetapi juga bisa menjadi eksistensi kita dan persiapan manggun di berbagai kota usai Ramadhan nanti. Insya Allah, beberapa jadwal sudah menunggu buat manggung. Selalu semangat,” pungkasnya.