Lebih Dari Cukup dari Karimun Wagon R

Jalan-Jalan Karimun di Banjarbaru 

ananda_Lomba tarik tambang Mobil Suzuki Karimun Wagon R di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru5Memahami akan kebutuhan masyarakat perkotaan akan kendaraan yang nyaman dan memudahkan perjalanan masyarakat modern Indonesia saat melakukan aktifitas sehari-hari, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) melaksanakan kegiatan bertajuk Jalan-Jalan Karimun Wagon R dengan platform compact MPV yang diperkenalkan sebagai kendaraan kompak sekaligus multi purpose.

ananda_Jalan-jalan Suzuki Karimun Wagon R di Lapangan Murjani Kota BanjarbaruHal tersebut disampaikan MKT Production Development PT SIS R Aulia Semijie didampingi Manager Salse Area PT SIS Ichwan Ronaldo, Manager Operasional PT Motra Megah Profitamas Raymond RA, dan Branch Manager PT MMP Benny Agung Prasetyo, di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru, Sabtu, (14/6), kemarin.

ananda_Jalan-jalan Suzuki Karimun Wagon R di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru3Dikatakanya, Karimun Wagon R merupakan produk kendaraan bermotor roda empat hemat energy dengan harga terjangkau (KBH2), or Low Cost Green Car (LCGC)  diluncurkan pada tanggal 10 November 2013 lalu di Indonesia oleh PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS).

ananda_Jalan-jalan Suzuki Karimun Wagon R di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru5“Maka ini menjadi jawaban bagi masyarakat modern Indonesia dengan memiliki unsur SUPER (Spacious, Useful, Practical, Efficient, Reasonable). Dengan perpaduan harapan dan kebutuhan akan kendaraan yang dapat menyelaraskan antara kebutuhan transportasi yang multiguna, gaya hidup dengan kepedulian lingkungan hidup itulah yang dikembangkan dengan oleh Suzuki yang mengerti akan kebutuhan masyarakat Indonesia yang selaras dengan brand promise dari Karimun Wagon R, yaitu  ”Lebih dari cukup”,” ujarnya.

ananda_Lomba Mewarnai kaos Mobil Suzuki Karimun Wagon R di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru5Dijelaskan, PT SIS menyelenggarakan acara “Jalan – Jalan Karimun Wagon R 2014” sebagai program tahunan yang diperuntukkan khusus bagi pengguna Suzuki Karimun (Karimuners) baik dari Karimun keluaran awal atau Legend hingga Karimun Wagon R.

“Acara Jalan-Jalan Karimun Wagon R 2014 bertujuan membangun kebersamaan, meningkatkan kekeluargaan dan solidaritas para Karimuners, sekaligus mendekatkan kehadiran Karimun Wagon R sebagai anggota terbaru keluarga besar Karimun,” tambahnya.

Menurutnya, menyadari kebersamaan dan memperat tali silaturahim antara Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki sangat penting, baik itu dengan para pengguna serta atau pun konsumen mobil Karimun seluruh model baik dari generasi awal hingga teranyar.

“Maka dari itu kami dari PT SIS menggelar suatu acara Akbar dengan tajuk Jalan-Jalan Karimun Wagon R 2014. Acara Jalan-Jalan Karimun Wagon R (JJKWR) 2014 pertama diadakan pada tanggal 10 Mei 2014 di Taman Budaya, Sentul City, Jawa Barat. Dilatarbelakangi kesuksesan pelaksanaan  acara tersebut, maka JJKWR di 35 di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan di Lapangan murjani tersebut menyedot kurang lebih 200 pengguna Karimun lbaik Legend, Estilo dan Wagon yang berdomisili di Kalimantan Selatan.

“Yang menarik kegiatan diisi oleh berbagai lomba dan hiburan semisal, Family Games, Kids Corner, Test Drive, Entertainment, Awarding dan Door Prize. Sementara itu, calon pengguna Karimun Wagon R dapat datang dan test drive Karimun Wagon R. Bagi calon pengguna yang melakukan test drive berkesempatan memenangkan hadiah menarik.

Sejak diluncurkan, Suzuki Karimun telah berhasil mencapai angka penjualan sebesar 27.341 unit (whole sales) dan 26.012 (retail sales) pada periode penjualan tahun 1998 – 2007.  Pada tahun 2007, Suzuki memperkenalkan model baru dari Karimun yaitu Karimun ESTILO dan berhasil mencapai penjualan sebesar 21.216 (whole sales) dan 21.226 (retail sales) periode 2007 – 2013. “Kita berharap Karimun bisa terus eksis di pasa mobil di Indonesia dan menjadi pilihan keluarga,” pungkasnya.

 

Maret Pembangunan Perluasan Bandara

 Jika tak ada aral melintang, maka pada Maret mendatang pembangunan perluasan bandara Syamsudin Noor akan segera dilaksanakan. Sekdako Kota Banjarbaru yang mengetuai panitia pembebasan lahan bandara pada waktu itu menuturkan, perluasaan bandara yang akan menjadi bandara internasional akan dimulai pada Maret.

“Ini juga sekaligus sebagai jawaban atas keluhan tingginya jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang pesawat yang bertambah terus tiap tahunnya. Tentun saja membuat bandara Syamsudin Noor tak layak menjadi bandara internasional,” ungkapnya.

Meski pembebasan lahan guna perluasan bandara masih saja ada warga yang belum setuju dengan harga yang ditawarkan panitia pembebasan lahan, namun Syahriani meyakinkan kriteria 75 % telah tercapai sesuai dengan peraturan dari jumlah pembebasan lahan yang seratus hektar termaksud.

“Jadwal tersebut sesuai dengan persentasi yang sudah di atas 75 % sesuai aturan pembebasan lahan. Jadi untuk memulai pembangunan di bulan depan saya kira tidak masalah,” pungkasnya.

Hj Mariaty Jadi Ketua PHRI Kota Banjarbaru

 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Kota Banjarbaru telah memiliki ketua baru. Adalah Hj Mariaty SE. Kegiatan bertajuk Pelantikan Kepengurusan BPC PHRI Kota Banjarbaru itu berlangsung dengan santai di Ulin Ballrom, Novotel, (11/2), kemarin.

“Dengan adanya kepengurusan PHRI kami bermaksud mengumpulkan para pengeloloa atau pemilik hotel dan restoran berkumpul. Bisa mendiskusikan bersama perkembangan kota. Dan juga jika ada permasalahan di bidang perhotelan dan restoran bisa saling membantu. Termasuk juga kendala-kendala lainnya. Kita mengembangkannya sebagai usaha dibidang jasa agar bisa membangun dengan kreatif,” ujarnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com.

Menurutnya, keberadaan hunian di Kota Banjarbaru sendiri sudah semakin meningkat. Dan tak pelak Banjarbaru pun menjadi tempat yang sering masuk dalam daftar list kunjungan wisatawan.

“Dalam hal ini kita juga bersinergi dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Banjarbaru untuk saling berkerjasama baik itu dalam segi promosi atau peraturan-peraturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah dalam hal jasa. Kita juga bekerjasama di event-event tertentu,” ungkapnya.

Wakil Walikota Banjarbaru H Ogi Fajar Nuzuli yang juga menghadiri pelantikan pengurusan itu mengungkapkan, Pemerintah Kota Banjarbaru akan selalu berusaha untuk menyeimbangkan diri antara tuntutan masyarakat yang tergambar dalam peraturan.

“Kepada para pengurus yang tergabung dalam PHRI saya mengucapkan selamat. Kami mengharapkan adanya komunikasi yang baik terjalin. Sebab PHRI juga pentin peranannya dalam membangun ekoniomi kreatif menuju Kota Wisata,” tegasnya.

Dituturkan Ogi, keberadaan kepengurusan baru menjadi suatu pertanda meningkatnya perputaran ekonomi di Banjarbaru yang tentunya beregek pada kesejahteraan masyarakatnya.

“Pemerintah daerah tetap memberikan kesempatan bagi mereka yang mau berusaha secara baik. Yang berkembang berdasarkan aturan daerah. Bicara pertaruah dalam perhotelan, pemko dengan tegas dan mengimbau kepada hotel-hotel agar tidak membiarkan para tamu  penginap sepasang yang tidak menikah. Jadi pemerintah mencoba mendorong keinginan itu kepada pengelola hotel,” pungaksnya.

Karaoke di Banjarbaru Dibatasi

Wajar rasanya Kota Banjarbaru sebagai kota metropolitan berhamburan berabgai jenis tempat hiburan atau tongkrongan seperti café, mall, dan karaoke. Namun sayangnya, jenjang waktu ke depan jenis tempat hiburan karaoke tak akan mungkin lagi bertambah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) Drs Gusriansyah. Dikatakannya, Pemerintah Kota Banjarbaru dengan instansi terkait telah bersepakat untuk tidak lagi memberikan izin bagi tempat hiburan karaoke yang akan baru mulai dibangun. “Sebenarnya ini menjadi pembatasan terhadap bisnis hiburan seperti karaoke. Jumlah sudah terlalu besar. Dan dikhwatirkan angka kerawanan akan peredaran narkoba maupun minuma keras semakin bertambah,” katanya cemas.

Menurutnya, keberadaan bisnis hiburan Karaoke di Kota Banjarbaru sudah overloadalias penuh. Menurutnya untuk perkembangan sebuah kota, menjamurnya tempat hiburan tak akan menjamin pertumbuhan ekonomi yang layak. Justru perkembangan bisa menjadi tak sehat dan rawan akan penilaian negatif.

“Dalam jenjang 1 tahun terakhir terdata 12 unit tempat karaoke yang legal atau mendapatkan izin operasi di Kota Banjarbaru. Angka ini saya rasa sudah cukup tinggi lantaran didominasi oleh dua Kecamatan saja yaitu Kecamatan Banjarbaru Kota dan Kecamatan Banjarbaru selatan. Yang mana Banjarbaru hanya terbagi 4 kecamatan,” paparnya menjelaskan.

Meski terkesan membidik tempat hiburan baru, ia juga tak segan menyatakan aturan tersebut berlaku pula untuk TH karaoke yang telah lama beroperasi. Setiap waktu yang ditentukan TH yang ada di Banjarbaru biasanya akan dilkukan obsservasi dan evaluasi. “Makanya jangan heran jika dengan tiba-tiba satpol PP melakukan survey dan patroli. Ini sebagai upaya evaluasi kita terhadap hiburan di Kota Banjarbaru. Jika salah satu tempat hiburan didapati perilaku negatif dan tak wajar, maka izinnya terancam tidak akan diperpanjang,” tandasnya.

Ia mencontohkan penyalahgunaan tempat hiburan yang tak wajar semisal menjadi pusat pergerakan atau peredaran narkoba, minum-minuman keras, kegaduhan yang dilaporkan karena sudah menggangu penduduk di sekitar TH, apalagi sudah menjadi lokasi untuk melakukan perbuatan haram seperti mesum.

“Kita sudah banyak menerima laporan pelanggaran ketertiban umum dari beberapa element masyarkat. Nah, untuk menyikapi ini, pemko telah terapkan perizinan operasi TH sejenis Karaoke atau biliard dibatasi sampai pukul 00.00 Wita. Ditambah lagi dengan imbauan untuk tidak beroperasi di Malam Jumat. Budaya masyarakat yang beribadah lebih di malam Jumat menjadi acuan kita agar pihak pengelola hiburan memahami itu,” jelasnya.

Sebelumnya ia juga mengaku sempat diberi imbauan oleh MUI Kota Banjarbaur untuk menutup langsung TH yang beroperasi di Malam Jumat. Namun ia mengaku menutup satu bisnis yang telah mengantongi izin tak semudah membalikkan telapak tangan. Masih ada perturan yang berlaku dan berjalan sesuai prosedur.

“Kita berharap pembatasan izin TH yang sudah ada dalam Perda tersebut bisa menjadi landasan hukum mencegah penyalahgunaan. Boleh hiburan asal jangan kelewatan ke arah yang negatif. Sebagaimana tujuan awal TH Karoke diharapkan menjadi tujuan bagi keluarga, bukan pasangan mesum,” pungkasnya.

Dirikan Posko Percepatan

Demi menunjang percepatan pembebasan lahan, Panitia Pembebasan Lahan Bandar Syamsudiin Noor mendirikan Posko Pusat Informasi Percepatan Pembebasan Lahan perluasan bandara Syamsudin Noor di Desa Tegal Arum Keluarahan Syamsuddin Noor.

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor usai pemotongan tumpeng peresmian posko tersebut mengungkapkan, posko tersebut ditujukan kepada warga yang kapan pun bisa mengurus segalanya yang berkaitan dengan pembebasan kapan pun. Jadi, tak perlu lagi repot atau jauh ke kantor kelurahan atau kecamatan,

“Dan diharapkan proses bisa lebih cepat serta tidak memakan waktu banyak. Semua data tentang lahan ada disini. Kita berharap April ini sudah terselesaikan. Konsuekuensinya nanti jika mencapai 75 persen maka konsinyasi bisa dilakukan dan berkas sisanya di antar ke pengadilan,” terangnya.

Dalam pokso tersebut beberapa perangkat pemko seperti jenjang dari RT sampai Kecamatran terlibat. Bahkan juga jajaran PT Angkasa pura mengaku siap untuk setiap saat memberikan informasi apa-apa saja yang diinginkan. “Ini upaya kita melakukan pendekatan-pendekatan secara persuasif. Di satu sisi Pembangunan terminal bandara Syamsudin Noor sudah sangat diperlukan dan segera dibangun,” jelasnya

Ia mengaku sangat memerlukan dukungan semua pihak tertuama para pemilik lakan. Kalau pun nanti masih saja ada yang mempermasalahkan diharapkan segera menyelesaikannya.

Dalam kesempatan itu, Ketua P2T Dr Syahriani Syahran menuturkan, saat ini saja sudah ada sekitar 73, 18 persen lahan terbebaskan. Maka dari itu dengan berdirinya psoko tersebut sangat diharapkan dalam bulan April ini juga pembebasan bisa mencapai 75 persen dan kalau perlu keseleuruhan. Bahkamn kalau perlu pelayanannya dioptimalkan 1 x 24 jam.

“Terlebih, kita sangat ingin menyempatkan momentum kedatang Presiden SBY ke Kota Banjarbaru dalam acara PKK Nasional sekaligus peletakan batu pertama pengerajaan perluasan bandara oleh bapak presiden,” katanya dalam sambutan, Selasa, (2/4), kemarin.

Upaya tersebut dikatakannya sebagai jemput bola percepatan pembebasan lahan bandara. “Target kita di bulan april ini nminimal 75 persen. Makanya dipercepat. Jadi dengan adanya posko ini tidak adalagi yang beralasan tidak tau informasi. Saat ini yang belum terbebaskan kurang lebih 25 hektare,” pungkasnya.

Wagub Resmi Buka Book Fair

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru3Banjarbaru Book Fair (BBF) resmi dibula oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Sabtu, (30/3), kemarin. Pameran buku terbesar se kalsel ini dilaksanakan dari tanggal 30 Maret 2013 sampai dengan 7 April 2013. Pembukaan tersebut juga dihadiri Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor, Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi, dan sejumlah took penulis Banjarbaru.

Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi mengatakan, adanya event buku terbesar yang diselenggarakan di Kalsel ini diharapkan mampu mengembangkan minta baca. Tak hanya itu, ia juga berharap keberadaan BBF bisa menjadi penghargaan tersendiri bagi pemerindah dan masyarkat yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru“Kegiatan yang meriah selain sebagai ajang untuk menambah wawasan juga sebagai perwujudan untuk mengembangkan minat baca serta wawasan. Saya berharap Banjarbaru mampu menjadi pioneer dan inspirasi bagi daerah lainnnya,” tutur Husni.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Banjarbaru Hj Nyuliani Dardie mengaku senang sekali kegiatan tersebut telah dibuka dengan meriah dan lancar. “Ini sebagai lanjutan darui kegiatan Banjarbaru Membaca yang menghadirkan Duta Baca Nasional Andy F Noya (Presenter Kick Andy!) tahun lalu. Di BBF 2013 ini juga digelar kegiatan hiburan seperti seni budaya dan lomba band,” ungkap Nunung, sapaan akrabnya.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru6Selain itu juga, BBF diselingi dengan kegiatan seperti seminar dan workshop tentang penulis dan buku. Jika tak ada aral melintang, sejumlah artis dan penulis ibukota juga akan dating di akhir-akhir kegiatan. Termasuk artis dan bintang sinetron Asmirandah.

Teruskan Uji Coba CFN

Persoalan penataan Wisata Kuliner Lapangan Murjani atau yang lebih dikenal dengan Cae Free Night menuai banyak alasan. Sejumlah pedagang justru cenderung berkeluh kesah lantaran omset dagangan mereka merugi puluhan juta rupiah semenjak 2 minggu terakhir.

Namun tak hanya sampai disitu. Hampir 3 malam ini uji coba program Car Free Night yang dielu-elukan Pemko Banjarbaru malah stagnan. Tak lagi ada penjagaan dari petugas apalagi penutupan jalan. Sebagaimana biasa Lapangan Murjani pun ramai dengan kendaraan bermotor yang berseliweran tanpa banyak aturan.

Lalu apakah program uji coba hanya berhebti sampai disitu? Ternyata tidak. Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli menyampaikan, menurut beberapa pesan dan harapan sejumlah masyarakat umum yang sampai padanya baik via sms atau media lain justru mengharapkan program uji coba Car Free Night harus tetap dilanjutkan.

“Kalau keputusan tetap tergantung Walikota, tidak bisa mengganggu gugat itu. Dari sejumlah kritik dan saran yang telah sampai kepada saya menginginkan agar CFN bisa dilanjutkan dengan persiapan yang lebih matang lagi. Tetapi, pernyataan PKL Murjani justru ingin menyudahi. Inilah yang harus dipertemukan dan perlu pembicaraan lebih lanjut agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman,” ujarnya yang saat ini masih berada di Mekah melaksanakan ibadah umroh menghubungi penulis via telepon genggam, Kamis, (21/3), kemarin.

Dikatakannya, ia pun menerima usulan dari pemerhati sosial agar para pedagang itu diberikan penyulugan dan pemahaman tentang pentingnya berjualan dengan suasana yang nyaman baik itu terkait soal kesehatan maupun dipandang dari segi keramahan lingkungan.

“Secara pribadi saya mengharapkan agar bisa bersama-sama mengedepankan kepentingan umum. Supaya tidak terjadi keberpihakan. Sembari juga SKPD yang lain semisal Dinas Pariwisata bisa mematangkan program dengan mengadakan acara di Lapangan Murjani, mengajak beberapa komunitas yang berkecimpung di bidang hiburan, kesenian, dan lain sebagainya bisa tampil. Sebab terbukti setelah beberapa kali ada kegiatan di lapangan Murjani maka angka transaksi jual beli di sekitarnya pun ikut meningkat,” ungkapnya.

Dalam obrolan singkat ia memaparkan, momentum Hari Jadi Kota Banjarbaru yang tak lama lagi akan dilaksanakan kemungkinan bisa menjadi moment untuk menyemarakkan sekaligus mensosialisasikan secara gamblang program Car Free Night di lingkungan Lapangan Murjani. “Ini hanya pendapat pribadi. Semua keputusan di tangan Walikota,” tutupnya.