Terus Waspada

Meski belakangan ini kondisi cuaca di sekitar wilayah Banjarbaru selalu berseling antara hujan dan panas, namun masyarakat tetap harus waspada. Pasalnya, hujan yang bercurah tinggi berkemungkinan masih terjadi.

Kepala Stasiun Klimatologi 1 BMKG Kota Banjarbaru Purwanto menuturkan, dalam data prakiraan cuaca per Maret hingga April mendatang, angka curah hujan berkutat di angka 110 mm hingga 414 mm. “Hujan ini diperkirakan disertai angin ribut dan petir,” katanya.

Hujan yang turun sudah masuk dalam kategori hujan ekstrim dikarenakan, dalam kurun waktu 60 menit saja, genangan dan banjir terlihat dimana-mana. “Bisa dipastikan cuaca akan terus begini sampai peralihan musim di awal-awal Mei,” pungkasnya.

Musim Duren Jamah Banjarbaru

OLYMPUS DIGITAL CAMERAJangan heran jika melihat beberapa pedagan durian musiman semakin bertebaran di sudut-sudut Kota Banjarbaru. Mereka para penjual durian ini sudah beroperasi kurang lebih 1 bulan terkahir. “Kita jual dari harga 25 ribu yang terkecil sampai yang agar besar seharga 95 ribu rupiah,” ujar Syamsu, penjual durian yang disinggahi penulis hirangputihhabang.wordpress.com di Jl Panglima Batur Kota Banjarbaru, Kamis, (10/9), kemarin.

Dikatakannya, sejumlah durian yang dia dagangkan tersebut berasal dari daerah Pengaron. “Kita bawa satu mobil kesini dan bagi-bagi tempat. Kalau rekan yang lain lebih banyak berjualan di pinggiran Jl A yani dan Pal 20 sekitar Landasan Ulin dan Liang Anggang,” akunya.

Sebagaimana pantauan MK di lapangan, para penjual durian dadakan ini bisa ditemui di sepanjang Jl PM Noor menuju Kelurahan Sungai Ulin, sepanjang jalan Mistar Cokrokusumo, dan Jl Panglima Batur. “Kita tetap berjualan sampai malam. Kalau memang cepat habis, kita pulang lebih awal,” ingatnya.

Pohon Timpa Kios dan Sekolahan

OAkibat dihantam angin ribut dan hujan lebat, sejumlah pohon dan baliho di beberapa titik Kota Banjarbaru tumbang. Salah satunya yang menimpa Maimunah. Ibu satu orang anak yang kesehariannya berjualan di salah satu rombong kios terkejut saat menidurkan anak di siang hari tersebut. “Karena hujannya memang sangat lebat. Kita bertahan saja dalam kios. Tiba dentuman keras sekali. Setelah saya melihat keluar ternyata pohon yang tumbang menimpa kios saya,” katanya kepad penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Rabu, (9/1), kemarin.

Diceritakan Maimunah, kejadian tersebut cepat sekali berlangsungnya. Ia berserta tetangga yang membantu terpaksa harus membersihkan sendiri dan menggergaji beberapa dahan serta ranting pohon. “Yang penting pohonnya sudah disingkirkan. Kalau pembersihan katanya dari Dinas Kebersihan yang mau mengangkut,” ceritanya.

Di lain tempat, sebuah pohon tumbang menimpa sepeda anak-anak yang parkir di halaman sekolah SD Alam Muhammadiyah Jl Golf Kecamatan Landasan Ulin. “Beberapa orang anak menangis melihat kejadian itu. Bahkan ada juga yang diam tak berkutik. Hanya memandang dengan tatapan kosong. Seperti syok,” tutur Zurriyati Rosyidah, salah seorang guru yang mengajar di SD Alam tersebut.

Dikatakannya, saat itu pula para siswa dievakuasi ke ruang guru dan perpustakaan. “Sebagian siswa banyak yang menangis dengan waktu lama karena takut. Dn sebagian bapak guru menggergaji beberapa dahan dan ranting yang menutupi jalan pintu masuk ruang kelas. Menjelang waktu pelajaran berakhir,” bebernya.

 

Angin Ribut Sapu Banjarbaru

OPohon Tumbang dan Baliho Roboh

Sejumlah pohon dan baliho di beberapa titik wilayah Kota Banjarbaru tumbang akibat dihantam angin kencang berkekuatan 34 knot. Kepala Stasiun BMKG Bandara Syamsudin Noor mengatakan, telah dipastikan angin tersebut bukanlah angin puting beliung. “Bentuknya justru mengepul seperti awan dan menyapu rata dari arah barat,” ujarnya kepada hirangputihabang.wordpress.com, Rabu, (9/1), kemarin.

Sementar itu, forecaster BMKG Bandrasa Syamsudin Noor Uli Mahanani dan Sugianti menginformasikan, pergerakan awan disertai angin ribut tersebut sudah terlihat di radar dari pukul 11.00 Wita. “Kejadiannya cepat sekali. Padahal kita sudah berikan waring kepada beberapa media serta penrbangan. Namun tak disangka, angin tersebut telah menghantam wilayah perkotan dengan skala kecepatan 24 knot arah barat. Kejadiannya itu berlangsung sekitar pukul 11.00 sampai jam 12.10 khususnya wilayah Banjarbaru, Banjarmasin, dan Martapura. Angin tersebut perlahan menghilang ketika sampai wilayah Hulu Sungai tepatnya ke pegungungan meratus,” jelasnya.

Menurutnya, fenomena rentetan angin ribut yang menyapu perkotaan tersebut baru kali pertama terjadi dan cepat gerakannya. “Kumpulan angin disertai hujan tersebut menuimbulkan jarak minimal pandan manusia 700m. Untungnya saat realtime kejadian berlangsung tidak ada pesawt landing atau take off. Jadi tidak mengganggu penerbangan,” paparnya.

Dari pantauan hirangputihhabang.worpress.com di lapangan, sejumlah pohon tumbang yang menghalangi akses Jalan Utama terdapat di Jl A Yani Km 35 Depan Unlam Banjarbaru, Jl Pangeran Suriansyah depan Bappeda dan Kantor Samsat Kota Banjarbaru, Jl Pangeran Hidayatulah depan PDAM Intan Banjar, Jl Wijaya Kusuma seberang Polresta Banjarbaru, dan sejumlah pohon yang juga menimpa sebuah rumah di Jl PM Noor, seberang kantor Telkom Kota Banjarbru.

Menyikapi persitiwa itu, sejumlah personil dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Dinas Tata Kota langsung dikerahkan ke sejumlah titik lokasi untuk melakukan evakuasi mendampingi Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli yang juga langsung turun ke lapangan. “Semua kemampuan kita kerahkan sejumlah truk dan bobcat untuk mengevakuasi pohon dan ranting yang tumbang. Terutama yang patah dan menghalangi akses lalu lintas,” ucap Ogi.

Di sisi lain, Kabid Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum Disberteman Kota Banjarbaru Yurlani memaparkan, sementara ini ada sekitar 10 buah pohon yang tumbang di beberapa titik. “Wilayah JL A yani, Kemuningm, serta ranting dan dahan yang berhamburan di Taman Van der Pijl, dan sekitar 7 titik yang sudah tertangani,” katanya.

Pihaknya mengaku langsung merespon dengan cepat supaya pepohonan yang tumbang tersebut tidak menghalangi jalan. “Hampir semua dikerahkan baik itu di bidang kebersiham, pertamanan, PJU, dan intansi terkait. Sementara akibat yang kita temui di lapangan, banyak kabel telkom dan kabel penerangan jalan umum yang putus. Secepatnya akan kita tangani ini. Kita memprioritaskan yang benar-benar mengganggi lalu lintas. Yang memang pohonnya jatuh langsung ke jalan. Kalau sisa ranting dan dahan mungkin akan kita lanjutkan pembersihan besok,” pungkasnya.

Waspada Puncak Musim Hujan

O Desember tak hanya menjadi penutup tahun, tetapi juga sebagai pembuka musim hujan. Tak sedikit pula hujan yang turun diselingi angin ribut dan petir. Bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banjarbaru telah menetapkan curah hujan terkhusus di Banjarbaru akan terus meningkat hingga bulan kedua awal tahun.

Kepala BMKG Banjarbaru Ir Purwanto menjelaskan bentuk awan comulunimbus yang aktif. Dalam artian pembentukan awan tersebut terlihat prosesnya dari pagi siang, hingga sore hari. “maka jangan heran kalau belakangan hujan selalu turun di sore hari karena proses tersebut. Kalau memang penguapan air dari siang sangat efektif, hujan bisa saja berlangsung dari malam sampai pagi,” jelasnya kepada wartawan, akhir pekan tadi.

Menurut prediksi dan data prakiraan cuaca, puncak dari musim hujan ini akan berada di Januari hingga Februari 2014 hingga berlanjut el nino yaitu masa pengurangan hujan atau sebagai permulaan dari waktu memasuki musin kemarau. “Tidak menutup kemungkinan akan adanya badai dadakan yang disebabkan oleh Trofical Ciclone (TC). Kemungkinan terjadinya TC bisa mencapai angka 30 persen. Gelombang laut, banjir dan longsor merupakan hal yang patut diwaspadai. Curah hujan untuk bulan desember mencapai 151-200 mm atau 200 juta liter setiap harinya,” ingatnya.

Mengatisipaasi hal tersebut, Kepala dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Ir Hj Puspa Kencana MP mengaku melakukan pengecekan sejumlah pohon besar di pingiran ruas jalan A Yani Banjarbaru dan menebang pohon yang sudah dinilai rapuh. “Karena belakangan memang banyak pohon yang tumbang akibat bencana alam. Maka sangat perlu melakukan pemeriksaan sejumlah pohon besar yang untuk mencegah munculnya korban jiwa dan hal kerugian lainnya,” katanya.

Untuk sementara, pihaknya melakukan pendataan terhadap pohon yang sudah sudah tua dan rapuh dan melakukan pengkajian lebih mendalam terkait jenis pohon yang kuat terhadap terpaan angin gua ditanam dipinggir jalan raya. “Rencananya akan menanam pohon pengganti sebelum pohon yang ada mengalami kerapuhan,” pungkasnya.