Catatan Perjalanan, Palangkaraya-Banjarmasin (5/5)

Mungkin belum terlalu malam di Palangkaraya, jika waktu di arloji saya menunjukkan pukul 21.15, suasana Palangkaraya masih jam 8 malam. Bungker, Obol dan Haji Udin menyempatkan “menyucuk” pentol yang sudah tersandar lama di tempatnya. Kecuali saya yang masih memeriksa notifikasi dan mencheck keadaan memori. Faktanya adalah, SD Card yang saya gunakan sudah tinggal lagi puluhan MB saja dari 16 GB.

Sekitar 20 menit kami duduk dan berdiskusi, terbitlah maklumat rute perjalanan yang dimulai dari mengisi premium di SPBU, (karena antrian panjang kami mengisi pertamax), lanjut membeli beberapa kebutuhan akan cemilan di retel 24 jam, lanjut memberi jatah cacing perut yang mulai menggeliat.

Adalah metropolitan bergelar Kota Cantik ini, memang cantik, terlebih malam hari. Setelah mengelilingi bundaran besar, melewati jalan raya utama yang di samping jalannya tertata taman-taman kota untuk masyrakat yang bersantai, tak sedikit pula jajanan dan tempat bermain juga tongkrongan anak muda di sekitar UNPAR.

Kami berhenti di seberangnya, sekedar makan malam yang ternyata lumayan memangkas penghitungan keuangan. Sebenarnya malam belum terlalu larut, mungkin karena fisik yang sudah terlampau lelah, kami secepatnya mencari teduhan menghindari kalau-kalau hujan tanpa permisi, dan kami belum mendapati tempat tidur sama sekali.

Akhirnya diskusi alot berakhir, dari banyaknya usulan kami sepakati bersama untuk tidur di masjid. Beberapa masjid besar kami lewati namun tak bisa masuk karena pagar besar yang terkunci, beberapa lagi memang tidak diperbolehkan ada orang asing yang menginap, sebagian lagi karena memang sudah sangat tertutup, sebagian lagi jauh dari keramaian kota.

Dan sah sudah, kami putuskan untuk menginap di Masjid Shalahuddin, Universitas Palangkaraya. Karena terlalu gelap untuk foto selfie, sebagai tanda kepada pemantau/follower saya di IG, maka saya fotolah tangan saya dengan arloji yang sudah akrab di mata kawan-kawan dengan background plang masjidnya. Check Point 6.

Screenshot_2016-07-21-22-07-22_com.instagram.android

Kami berempat mulai observasi lingkungan. Tampaknya ada beberapa musafir juga yang tidur di pelataran masjid. Ketika mereka bertiga mendatangi merbot/kaum Masjid untuk pemberitahuan sekaligus perizinan, ada seorang yang musafir yang mendatangi saya untuk menanyakan 5W1H. Saya jawab sebagaimana adanya dan dia mulai menjauh untuk kembali ke tempat peristirahatannya.

Masjid Pancasila yang diresmikan Soeharto ini cukup nyaman, dengan desain arsitektur Standart Nasional Indonesia, kami mulai meghamparkan segala isi ransel. Yang perlunya saja. Akhirnya kami berempat tidur di outdoor, yang mana ketika membuka mata langsung melihat langit. Tak sia-sia juga saya bawa Sleeping Bag (SB) untuk difungsikan di malam ini. Usai melakukan semua keperluan manusiawi, kami beranjak tidur.

Mungkin sekitar pukul 03.00, saya terbangun karena kegerahan. Ketika membuka mata, hujan begitu derasnya. Usai melepaskan T-Shirt dan langsung dibungkus kantung tidur, saya lanjutkan pelayaran dalam mimpit. Sempat kutengok teman-teman yang tidur dengan gayanya masing-masing. Gaya Udang, Gaya Sakit Kepala, dan juga Gaya Kupu-Kupu.

Adzan subuh berkumandang, berani tak bangun bisa-bisa kami ditendang. Usai shalat berjamaah, Haji Udin menyalakan kompor lapangan untuk sekadar memanaskan perut dengan air. Sembari banyak obrolan yang terjadi, kami sempatkan selfie.

IMG_20160713_064204-01

kiri ke kanan: Haji Udin, Bungker, Obol, dan Saya tentunya

Strategi diatur, kami menyiapkan diri melanjutkan perjalanan. Sayang cuaca pagi ini, Rabu, (13/7), tidaklah cerah, sedikit gerimis malah. Melihat kondisi micro SD yang sudah tidak memadai, padahal Obol meyakinkan masih banyak tempat asik untuk berfoto, maka saya putuskan untuk menggantinya ke Micro SD Back Up 8GB. Inilah saat yang tidak saya sangka, terakhir untuk melihatnya berfungsi di layar IPS. (Flashback ke catatan perjalanan yang pertama. Saya sadar kehilangan 16GB semua file di dalamnya ketika sudah sampai di Banjarmasin).

Kami sempatkan mengunjungi tugu 0 km yang dibangun Sang Proklamator. Dilanjutkan menikmati matahari pagi yang malu-malu di dermaga pemandangan Jembatan Kahayan. Ketika ini Obol juga menyempatkan mendatangkan sepupu perempuannya untuk nimbrung seadanya. Setelah dirasa cukup, perjalanan dilanjutkan dengan silaturahmi ke beberapa keluarga Obol, dan berhenti lama di rumah sepupunya, atau acilnya, yang mana adik dari ibunya, yang tinggal di Palangkaraya. Begitu adanya.

Screenshot_2016-07-21-22-07-34_com.instagram.android

Check Point 7. Tempat peristrahatan yang cukup lama, jarum pendek jam dinding baru saja melewati dari angka 8 sedikit saja. Setelah bersopan santun layaknya tamu hari raya, kami dipersilakan menikmati hidangan yang sudah tersedia.

IMG_20160713_080823-01

Di rasa waktu masih cukup lumayan, dan menghindari keterburu-buruan saat pulang, maka saya putuskan untuk membuka laptop dan mulai mengetik di rumah ini. Sembari memanfaatkan jaringan yang masih kuat di wilayah perkotaan.

Singkatnya, kami disuguhi bakso special di sini, asli buatan rumah, makan sepuasnya, tambah pentol semaunya, tuang kuah kapan pun mau. Puas sepuas-puasnya. Terasa nikmat sekali, menulis berita pun semakin lancar, sampai jarum pendek jam dinding hampir menempel di angka 11.

Screenshot_2016-07-21-22-07-54_com.instagram.android

Sementara itu, saya tengok Bungker dan Haji Udin yang terlelap lagi. Obol yang asik dengam hapenya. Dan saya menatap layar sembari mulut tak hentinya ngemil.

Laptop shutdown, Bungker dan Haji Udin bangun, kami berempat berkemas. Hampir saja kami makan siang lagi dengan menu berbeda khas rumahan, diminta untuk bertahan karena sebentar lagi siang, tapi nurani saya rasanya sudah terlalu merepotkan, cukup sekali waktu makan saja. Dan ketika sudah siap, hujan pun turun.

IMG_20160713_081136-01

Tugu 0 Km yang berseberangan dengan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Kota Palangkaraya

Untuk menghindari kerepotan tuan rumah, kami menunggu teduh di beranda saja. Sudah pakai sepatu dan membungkus ransel seerat mungkin. Bungker dan Haji Udin tertidur kembali. Bukan, tapi sengaja melanjutkan tidur yang sebelumnya. Belum cukup, Boi?

IMG_20160713_083902-01

Jembatan Kahayan

Hujan reda. Kami berpamitan, melanjutkan perjalanan menuju Kota Banjarmasin. Saya kira tidak terlalu istimewa perjalnan ini. Namun akan saya beberkan beberapa. Kutatap arloji masih lewati tengah hari sedikit. Perjalanan damai lancar dengan cuaca cerah. Melewati beberapa Kampung yang banyak pura. Melalui beberapa SPBU, dan berakhir di Pelabuhan untuk penyebrangan motor, Kapuas, Kota Air.

Kami menggunakan jalur, yang katanya, bisa menghemat jarak perjalanan sampai 10 Km jauhnya jika melalui darat. Dan ini pertama kali. Kami sempatkan untuk makan siang nasi sop di samping pelabuhan sembari menunggu bongkar muat. Check Point 8. Semangat mengabadikan moment saya berakhir di sini, ketika di atas kapal motor dan menikmati hembusan angin sungai yang membelah daratan Kalsel-Kalteng.

Screenshot_2016-07-21-22-08-13_com.instagram.android

Saya rasa perjalnan menuju Banjarmasin cukup singkat, atau karena kami memang sudah terlalu banyak melalui ratusan kilometer jadi terasa dekat saja. Usai melewati perbatasan Kalsel-Kalteng, mendapati Jembatan Barito, yang menandakan kami sudah di sekitaran Wilayah Kota Banjarmasin, mengakhiri Jalan Trans Kalimantan, memasuki Jalan Birg Jend Hasan Basri. Selamat Datang di Kota Seribu Sungai.

Screenshot_2016-07-27-22-35-37_com.instagram.android

Tidak ada persinggahan lagi selain di rumah nenek, ibu dari bapak saya wilayah Jl Pangeran Antasari. Kamin berisitrahat sore. Check Point 8. Sekadar bercengkrama dan menikmati lelah yang menyenangkan. Sebagaimana kesepakatan yang kami rahasiakan sebelumnya, dengan dana konsumsi yang masih tersisa, dengan pembalasan khas orang desa ketika sampai di kota, kami sedikit menyegarkan otak agar bersemangat kembali ke Martapura. Menghabiskan waktu di Kota Banjarmasin dari sore sampai tengah malam. Pulang dan istirahat sampai pagi di rumah.

Kamis, (14/7). Matahari terik menghangatkan kami. Cuaca cerah. Semua bersiap. Setelah sarapan ala kadarnya khas anak kos-kosan, kami berpamitan dan kembali ke Kota Intan. Pukul 14.00 kami sudah mendaratkan kaki di Martapura. Finish Point. Mengecheck SD Card 16GB yang memang sudah tidak terbaca sejak di Banjarmasin. Saya terus melakukan upaya penyelamatan, namun hasilnya nihil. Yang terselamatkan hanyalah foto-foto yang sempat saya posting di Instagram pribadi @anandarumi2 sebelum sampai Kota Palangkaraya.

IMG_20160713_185839-01

Menghabiskan Malam di Kota Banjarmasin

Alhasil, perjalanan ini membuahkan kerinduan kami dengan orang-orang yang tertinggalkan, baik itu keluarga, sahabat, lingkungan pergaulan, dan tentunya suasana kerja yang membosankan. Entahlah, apakah kami akan kembali melanjutkan perjalanan yang sama di seputaran pulau Kalimantan lainnya, mungkin ke Balikpapan? Derawan? Brunei Darussalam, atau Pontianak? Siapa tahu. []

3030, Pertunjukan Holografik dari Tri

P3 - Dewi Drupadi dengan Teknologi Holografik

 

PT Hutchinson 3 Indonesia telah meluncurkan pertunjukan spektakuler bertajuk 3030 Show di Kota Banjarbaru, Jumat, (13/6), di Lapangan sepakbola Unlam Jl A Yani km 34, Simpang Empat Banjarbaru, kemarin. Setiap hari, pertunjukkan ini mampu menjaring 1000 orang pengunjung.

Head of Brand Communication Andi Djoewarsa menuturkan, kegiatan masih bisa dinikmati sebagai pengalam menarik bagi masyarakat Kalsel hingga 18 Juni 2014 mendatang.

“Tak hanya itu, saat ini Tri sedang Gelar Uji Coba Teknologi LTE di Frekuensi 1800 Mhz, Tri memantapkan posisinya sebagai salah satu raksasa provider data di Indonesia. Uji coba ini berlangsung selama tiga bulan sejak 1 Mei hingga 31 Juli 2014 di DI Yogyakarta dan Bali,” katanya.

P2 - Arena Pertunjukan 3030Dijelaskannya, produk bertajuk AlwaysOn dari Tri telah dinobatkan sebagai The Best Data Plan pengakuan atas layanan data bergeraknya. Hal tersebut diberikan pada gelaran Indonesia Cellular Award 2014 (ICA 2014) pada tanggal 8 Juni 2014 lalu.

“Ajang tahunan penganugerahan kepada pelaku industri telekomunikasi Indonesia ini digelar oleh Tabloid SINYAL, dan Majalah FORSEL bekerjasama dengan Dyandra Promosindo dan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI). Tentu saja penghargaan diberikan berdasarkan pilihan konsumen Indonesia secara online melalui situs resmi Gramedia Majalah, Kompas Gramedia Group atau lewat situs Yahoo Indonesia,” terangnya.

P1 - Tokoh Punakawan SemarDiakuinya, menjadi suatu kehormatan bagi atas penghargaan yang diberikan oleh Tablod SINYAL, dan Majalah FORSEL dalam ajang Indonesia Cellular Award 2014.

ananda_pertunjukan panggung laser man dance dan teater komedi provider tri memberikan produknya2“Apresiasi yang tinggi kami berikan bagi masyarakat atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, tetapi menghadirkan layanan telekomunikasi inovatif terbaik kepada para pelanggan merupakan landasan utama kami,” ungkapnya.

Penganugerahan tersebut, jelasnya, diberikan melalui tiga tahap diawali dengan usulan dan seleksi untuk menentukan nominee dari 18 kategori dari dewan juri. Disusul dengan tahap rekonfirmasi data nominee pada setiap kategori.

ananda_pertunjukan panggung laser man dance dan teater komedi provider tri memberikan produknya“Tahap terakhir adalah proses voting yang berlangsung selama dua minggu. Konsumen dapat menentukan pilihannya melalui microsite yang tersedia di lebih dari tujuh website yang berada di bawah naungan Gramedia Majalah, Kompas Gramedia Group atau lewat situs Yahoo Indonesia. Mekanisme voting adalah satu orang untuk satu suara,” katanya.

Hingga batas akhir, terkumpul 13.208 vote yang selanjutnya diteruskan dengan sidang paripurna dewan juri untuk memastikan keabsahan pemenang yang merupakan murni hasil voting dari konsumen Indonesia.

“Oleh sebab itu, ICA 2014 merupakan satu-satunya ajang penghargaan yang melibatkan 100 persen konsumen dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Tri telah menghadirkan beragam layanan berbasis data yang memberikan pengalaman baru dalam berinternet. AlwyasOn merupakan salah satu layanan mobile internet yang telah dinikmati para pelanggan setia Tri sejak tahun 2012 hingga saat ini,” jelasnya.

AlwaysOn memberikan fleksibilitas karena memiliki masa berlaku sampai 12 bulan, sehingga pelanggan Tri tidak perlu khawatir kuota tidak dapat dipakai atau hangus sia-sia.

“Pelanggan mendapatkan bonus kuota 50 MB per bulan dan gratis akes ke 11 situs popular tanpa memotong pulsa maupun kuota. Pelanggan juga tidak perlu khawatir mengalami penurunan speed ketika kuota habis,” tambahnya.

Tri berkomitmen untuk menghadirkan kebebasan berinternet bagi Indonesia, mengkombinasikan akses cepat dan layanan yang lebih mudah digunakan. Ditambahkannya, Tri telah memperluas jangkauannya hingga mencakup sebagian besar wilayah kepulauan Indonesia dengan jumlah pelanggan sebanyak 40 juta (per Q1 2014).

“Jaringan Tri diperkuat oleh 33.219 BTS, 14.512 diantaranya adalah BTS 3G yang terbentang di pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Cakupan layanan HSDPA Tri telah melayani lebih dari 86% populasi penduduk Indonesia dengan sinyal di 278 kabupaten/kotamadya di 25 provinsi. Tri terus mengembangkan berbagai inovasi dan terobosan yang memaksimalkan keseluruhan pengalaman pengguna dalam menikmati layanan mobile internet,” pungkasnya.

Karaoke di Banjarbaru Dibatasi

Wajar rasanya Kota Banjarbaru sebagai kota metropolitan berhamburan berabgai jenis tempat hiburan atau tongkrongan seperti café, mall, dan karaoke. Namun sayangnya, jenjang waktu ke depan jenis tempat hiburan karaoke tak akan mungkin lagi bertambah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) Drs Gusriansyah. Dikatakannya, Pemerintah Kota Banjarbaru dengan instansi terkait telah bersepakat untuk tidak lagi memberikan izin bagi tempat hiburan karaoke yang akan baru mulai dibangun. “Sebenarnya ini menjadi pembatasan terhadap bisnis hiburan seperti karaoke. Jumlah sudah terlalu besar. Dan dikhwatirkan angka kerawanan akan peredaran narkoba maupun minuma keras semakin bertambah,” katanya cemas.

Menurutnya, keberadaan bisnis hiburan Karaoke di Kota Banjarbaru sudah overloadalias penuh. Menurutnya untuk perkembangan sebuah kota, menjamurnya tempat hiburan tak akan menjamin pertumbuhan ekonomi yang layak. Justru perkembangan bisa menjadi tak sehat dan rawan akan penilaian negatif.

“Dalam jenjang 1 tahun terakhir terdata 12 unit tempat karaoke yang legal atau mendapatkan izin operasi di Kota Banjarbaru. Angka ini saya rasa sudah cukup tinggi lantaran didominasi oleh dua Kecamatan saja yaitu Kecamatan Banjarbaru Kota dan Kecamatan Banjarbaru selatan. Yang mana Banjarbaru hanya terbagi 4 kecamatan,” paparnya menjelaskan.

Meski terkesan membidik tempat hiburan baru, ia juga tak segan menyatakan aturan tersebut berlaku pula untuk TH karaoke yang telah lama beroperasi. Setiap waktu yang ditentukan TH yang ada di Banjarbaru biasanya akan dilkukan obsservasi dan evaluasi. “Makanya jangan heran jika dengan tiba-tiba satpol PP melakukan survey dan patroli. Ini sebagai upaya evaluasi kita terhadap hiburan di Kota Banjarbaru. Jika salah satu tempat hiburan didapati perilaku negatif dan tak wajar, maka izinnya terancam tidak akan diperpanjang,” tandasnya.

Ia mencontohkan penyalahgunaan tempat hiburan yang tak wajar semisal menjadi pusat pergerakan atau peredaran narkoba, minum-minuman keras, kegaduhan yang dilaporkan karena sudah menggangu penduduk di sekitar TH, apalagi sudah menjadi lokasi untuk melakukan perbuatan haram seperti mesum.

“Kita sudah banyak menerima laporan pelanggaran ketertiban umum dari beberapa element masyarkat. Nah, untuk menyikapi ini, pemko telah terapkan perizinan operasi TH sejenis Karaoke atau biliard dibatasi sampai pukul 00.00 Wita. Ditambah lagi dengan imbauan untuk tidak beroperasi di Malam Jumat. Budaya masyarakat yang beribadah lebih di malam Jumat menjadi acuan kita agar pihak pengelola hiburan memahami itu,” jelasnya.

Sebelumnya ia juga mengaku sempat diberi imbauan oleh MUI Kota Banjarbaur untuk menutup langsung TH yang beroperasi di Malam Jumat. Namun ia mengaku menutup satu bisnis yang telah mengantongi izin tak semudah membalikkan telapak tangan. Masih ada perturan yang berlaku dan berjalan sesuai prosedur.

“Kita berharap pembatasan izin TH yang sudah ada dalam Perda tersebut bisa menjadi landasan hukum mencegah penyalahgunaan. Boleh hiburan asal jangan kelewatan ke arah yang negatif. Sebagaimana tujuan awal TH Karoke diharapkan menjadi tujuan bagi keluarga, bukan pasangan mesum,” pungkasnya.

Rhoma Doakan Banjarbaru Sukses

OLYMPUS DIGITAL CAMERARibuan masyarkat berdendang bersama dengan hentakan irama dangdut oleh Raja Dangdut Indonesia H Rhoma Irama di Lapangan Murjani Banjarbaru, (27/4) bersama bersama Soneta Group dan Soneta Femina lainnya.

Rhoma Irama menbuka konser yang bertajuk Nada dan Dakwah tersebut sejumlah lagu andalannya seperti Selamat Malam, Menunggu, Azza, Gali Lobang Tutup Lobang, Terjana, dan diakhiri dengan Lagu Stop yang membuat para penonton berdendendan dan bergoyang bersama.

Di pertengahan konser itu pula Rhoma Irama yang terkenal dengan dakwahnya tersebut sembari memuji-muji Kota Banjarbaru yang mana warganya ramah dengan siapa saja. “Saya yakin disini tidak ada yang minum-minuman keras dan narkoba. Dan berani jamin acara akan aman dan tertib,” ujarnya dilanjutkan dengan lagu Mirasantika.

Dalam konser tersebut juga Rhoma Irama mengharapkan di Hari Jadi yang ke 14 tersebut menjadi kota yang kian pesat pembangunannya dan sukses pemerintahannya. Sembari berceramah, Rhoma Irama yang juga membawakan lagu “Ibu” berpesan agar setiap manusia yang curhat lebgih afdolnya curhat kepada Allah.

Konser yang juga dihadiri pejabat Pemko seperti Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor, Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli, Sekdako Banjarbaru Dr Syahriani Syahran, sejumlah staf Ahli, Kapolresta Banjarbaru, Dandrem, Danlanud Syamsudin Noor dan para tokoh lainnya.

Sebelum Rhoma tampil, terlebih dahulu dimulai dengan imbauan kepada masyarakat agar tertib. Panitia telah mewanti-wanti agar membatasi penonton supaya tidak terlalu dekat panggung.

Ketua Panitia Hari Jadi Kota Banjarbaru ke-14 Darmawan Jaya Setiawan mengungkapkan, Ia berharap dukungan dan kerjasama yang baik sehingga seluruh rangkaian Hari Jadi bisa berjalan dengan baik dan lancar termasuk kepada masyarakat dan ulama.

Istri Pejabat Latihan Outbond

Istri Pejabat Latihan Outbond

BANJRBARU, MK- Sejumlah istri pejabat ruang lingkup di SKPD Kalsel mengikuti outbond ladies program Diklat PIM III, Sabtu, (13/4), di Halaman Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi di Jalan Ambulung Banjarbaru.

Panitia Pelaksana Galuh Iriani Suyanto mengatakan, outbond ini sebagai wadah ibu-ibu dari berbagai daerah untuk menjalin kebersamaan. “Kita ingin mengasah kemampuan sekaligus sebagai bentuk kebersamaan bagi kaum hawa dari berbagai daerah,” ujarnya kepada wartawan.

Dikatakannya program tersebut sebagai agenda rutin tahunan yang diselenggarakan Dillatpim III. Katanya, sebagai peserta, para istri diundang khusus untuk mengikuti ladies program yang diikuti oleh 30 orang istri peserta yang antara lain berasal dari 13 Kabupaten/Kota se Kalsel.

Tak hanya outdoor, kegiatan juga dilaksanakan di dalam ruangan. Dari yang memacu adrenalin hingga berbagai game. Di antaranya game yang mengasah daya ingat dan ketrampilan.

Salah seorang peserta outbond Ida Sri Wahyuni dari Kabpaten Balanngan mengaku sangat bahagia mengikuti kegiatan tersebut. “Kami merasa termotivasi dan sangat membangkitkan semangat maupun disiplin dengan mengikuti outbond ladies program Diklatpim III.

Selain itu, ia menilai banyak ilmu dan manfaat yang di dapat menjadi peserta ladies program ini dan nantinya bisa berbagi dengan masyarakat di daerahnya. “Kegiatan dilaksanakan empat hari diharapkan bisa diapliikasikan ibu-ibu peserta di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

Wagub Resmi Buka Book Fair

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru3Banjarbaru Book Fair (BBF) resmi dibula oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Sabtu, (30/3), kemarin. Pameran buku terbesar se kalsel ini dilaksanakan dari tanggal 30 Maret 2013 sampai dengan 7 April 2013. Pembukaan tersebut juga dihadiri Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor, Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi, dan sejumlah took penulis Banjarbaru.

Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi mengatakan, adanya event buku terbesar yang diselenggarakan di Kalsel ini diharapkan mampu mengembangkan minta baca. Tak hanya itu, ia juga berharap keberadaan BBF bisa menjadi penghargaan tersendiri bagi pemerindah dan masyarkat yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru“Kegiatan yang meriah selain sebagai ajang untuk menambah wawasan juga sebagai perwujudan untuk mengembangkan minat baca serta wawasan. Saya berharap Banjarbaru mampu menjadi pioneer dan inspirasi bagi daerah lainnnya,” tutur Husni.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Banjarbaru Hj Nyuliani Dardie mengaku senang sekali kegiatan tersebut telah dibuka dengan meriah dan lancar. “Ini sebagai lanjutan darui kegiatan Banjarbaru Membaca yang menghadirkan Duta Baca Nasional Andy F Noya (Presenter Kick Andy!) tahun lalu. Di BBF 2013 ini juga digelar kegiatan hiburan seperti seni budaya dan lomba band,” ungkap Nunung, sapaan akrabnya.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru6Selain itu juga, BBF diselingi dengan kegiatan seperti seminar dan workshop tentang penulis dan buku. Jika tak ada aral melintang, sejumlah artis dan penulis ibukota juga akan dating di akhir-akhir kegiatan. Termasuk artis dan bintang sinetron Asmirandah.

Teruskan Uji Coba CFN

Persoalan penataan Wisata Kuliner Lapangan Murjani atau yang lebih dikenal dengan Cae Free Night menuai banyak alasan. Sejumlah pedagang justru cenderung berkeluh kesah lantaran omset dagangan mereka merugi puluhan juta rupiah semenjak 2 minggu terakhir.

Namun tak hanya sampai disitu. Hampir 3 malam ini uji coba program Car Free Night yang dielu-elukan Pemko Banjarbaru malah stagnan. Tak lagi ada penjagaan dari petugas apalagi penutupan jalan. Sebagaimana biasa Lapangan Murjani pun ramai dengan kendaraan bermotor yang berseliweran tanpa banyak aturan.

Lalu apakah program uji coba hanya berhebti sampai disitu? Ternyata tidak. Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli menyampaikan, menurut beberapa pesan dan harapan sejumlah masyarakat umum yang sampai padanya baik via sms atau media lain justru mengharapkan program uji coba Car Free Night harus tetap dilanjutkan.

“Kalau keputusan tetap tergantung Walikota, tidak bisa mengganggu gugat itu. Dari sejumlah kritik dan saran yang telah sampai kepada saya menginginkan agar CFN bisa dilanjutkan dengan persiapan yang lebih matang lagi. Tetapi, pernyataan PKL Murjani justru ingin menyudahi. Inilah yang harus dipertemukan dan perlu pembicaraan lebih lanjut agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman,” ujarnya yang saat ini masih berada di Mekah melaksanakan ibadah umroh menghubungi penulis via telepon genggam, Kamis, (21/3), kemarin.

Dikatakannya, ia pun menerima usulan dari pemerhati sosial agar para pedagang itu diberikan penyulugan dan pemahaman tentang pentingnya berjualan dengan suasana yang nyaman baik itu terkait soal kesehatan maupun dipandang dari segi keramahan lingkungan.

“Secara pribadi saya mengharapkan agar bisa bersama-sama mengedepankan kepentingan umum. Supaya tidak terjadi keberpihakan. Sembari juga SKPD yang lain semisal Dinas Pariwisata bisa mematangkan program dengan mengadakan acara di Lapangan Murjani, mengajak beberapa komunitas yang berkecimpung di bidang hiburan, kesenian, dan lain sebagainya bisa tampil. Sebab terbukti setelah beberapa kali ada kegiatan di lapangan Murjani maka angka transaksi jual beli di sekitarnya pun ikut meningkat,” ungkapnya.

Dalam obrolan singkat ia memaparkan, momentum Hari Jadi Kota Banjarbaru yang tak lama lagi akan dilaksanakan kemungkinan bisa menjadi moment untuk menyemarakkan sekaligus mensosialisasikan secara gamblang program Car Free Night di lingkungan Lapangan Murjani. “Ini hanya pendapat pribadi. Semua keputusan di tangan Walikota,” tutupnya.