Satpol PP Sweeping Warnet Tak Berizin

ananda_sejumlah anggota Satpol PP Banjarbaru melakukan sweeping ke sejumlah titik warnet di Jln Panglima Batur Banjarbaru sebagai tindakan atas banyaknya warnet yang tidak memiliki izin yang jelas3Sebagai tindakan lapangan penegak perda yang telah diawasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru melakukan patroli ke sejumlah warnet yang ada di Banjarbaru. Khususnya di Sepanjang Jl Panglima Batur. Hal itu karena menurut data yang ada di BP2T Kota Banjarbaru masih banyak sekali keberadaan warnet tidak seimbang dengan berkas perizinan yang ada. Terlebih lagi, yang sudah berizin pun banyak yang tidak lagi memperpanjang izinnya padahal masih saja beroperasi.

Hasan salah seorang operatr di Warnet Dhimas Net mengaku kaget saat rombongan Satpol PP menyambanginya. Namun ia mengaku tidak tahu menahu persoalan izin karena dia sebagai karyawan shift saja. “Usaha warnet ini orang PNS kok Pak, di Pemko Banjarbaru,” katanya, Selasa, (9/4), kemarin.

ananda_sejumlah anggota Satpol PP Banjarbaru melakukan sweeping ke sejumlah titik warnet di Jln Panglima Batur Banjarbaru sebagai tindakan atas banyaknya warnet yang tidak memiliki izin yang jelas2Staf Operasional Satpol PP Kota Banjarbaru M Yusfiansyah S Didampingi Heru Suseno mengatakan, tujuan adanya patroli tersebut tak lain sebagai pengakan hukum dan peraturan tentang perizinan lingkungan terutama warnet yang ada di Kota Banjarbaru. “Ternyat, dari sekian banyak yang kita temui tidak sedikit warnet yang tida bisa menunjukkan berkas perzinan sebagaimana prosuder dari BP2T,” katanya kepada wartawan MK.

Di antara warnet yang telah meraka sambangi yakni Warnet Hoky gam Center, Winner Net, Dhimas Net, dan beberapa warnet lain sejak hari sebelumnya. “Parahnya lagi, yang katanya Dhimaz net ini sama sekali tidak ada plang nama di depannya. Ini suatu indikasi kesalahan. Operatornya bilang yang punya pegawai Pemko. Seharusnya justru karena da PNS lebih paham soal perizinan ini,” tegasnya.

ananda_sejumlah anggota Satpol PP Banjarbaru melakukan sweeping ke sejumlah titik warnet di Jln Panglima Batur Banjarbaru sebagai tindakan atas banyaknya warnet yang tidak memiliki izin yang jelasDitambahnkannya, dari sekian banyak warnet yang sebelumnya telah kena terguran dan berjanji akan memproses perpanjangan izin, ternyata ketika dicek kembali ke BP2T justru tidak ada berkas dari warnet yang bersangkutan mengurus perizinan. Padahal, kata Suseno, pengelola mengatakan berkas sudah berproses.

“Kebanyakan dari sejumlah warnet yang kita datangi tidak bertemu langsung dengan pemiliknyaa. Tetapi para karwayan operator sendiri sudah kita pesani agar bisa meminta berkasberkas perizinan dan ditinggal di operator sebab kita akan kembali mengecek kebenran berkas yang dimaksud. Jadi ketahuan ada kesalahan apa! Banyak sekali yang tidak mempunyai izin,” geramnya.

Yusfiansyah menjabarkan, dalam jangka waktu dekat ini pihaknya masih mendata warnet yang tidak punya izin. Pun jika memang sudah berizin juga tetap dicek kembali apakah masa izin warnet 2 tahun tersebut masih berlaku atau sudah jatuh tempo. Maka diperlukan kembali perpanjangan. Karena banyak sekali pengelola warnet yang hanya mengurus izin HO nya saja sedangkan izin lingkungan warnetnya tidak. Yang jelas ini masih dalam tahap pembinaan,” pungkasnya.

Wagub Resmi Buka Book Fair

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru3Banjarbaru Book Fair (BBF) resmi dibula oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Sabtu, (30/3), kemarin. Pameran buku terbesar se kalsel ini dilaksanakan dari tanggal 30 Maret 2013 sampai dengan 7 April 2013. Pembukaan tersebut juga dihadiri Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor, Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi, dan sejumlah took penulis Banjarbaru.

Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi mengatakan, adanya event buku terbesar yang diselenggarakan di Kalsel ini diharapkan mampu mengembangkan minta baca. Tak hanya itu, ia juga berharap keberadaan BBF bisa menjadi penghargaan tersendiri bagi pemerindah dan masyarkat yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru“Kegiatan yang meriah selain sebagai ajang untuk menambah wawasan juga sebagai perwujudan untuk mengembangkan minat baca serta wawasan. Saya berharap Banjarbaru mampu menjadi pioneer dan inspirasi bagi daerah lainnnya,” tutur Husni.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Banjarbaru Hj Nyuliani Dardie mengaku senang sekali kegiatan tersebut telah dibuka dengan meriah dan lancar. “Ini sebagai lanjutan darui kegiatan Banjarbaru Membaca yang menghadirkan Duta Baca Nasional Andy F Noya (Presenter Kick Andy!) tahun lalu. Di BBF 2013 ini juga digelar kegiatan hiburan seperti seni budaya dan lomba band,” ungkap Nunung, sapaan akrabnya.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru6Selain itu juga, BBF diselingi dengan kegiatan seperti seminar dan workshop tentang penulis dan buku. Jika tak ada aral melintang, sejumlah artis dan penulis ibukota juga akan dating di akhir-akhir kegiatan. Termasuk artis dan bintang sinetron Asmirandah.

Teruskan Uji Coba CFN

Persoalan penataan Wisata Kuliner Lapangan Murjani atau yang lebih dikenal dengan Cae Free Night menuai banyak alasan. Sejumlah pedagang justru cenderung berkeluh kesah lantaran omset dagangan mereka merugi puluhan juta rupiah semenjak 2 minggu terakhir.

Namun tak hanya sampai disitu. Hampir 3 malam ini uji coba program Car Free Night yang dielu-elukan Pemko Banjarbaru malah stagnan. Tak lagi ada penjagaan dari petugas apalagi penutupan jalan. Sebagaimana biasa Lapangan Murjani pun ramai dengan kendaraan bermotor yang berseliweran tanpa banyak aturan.

Lalu apakah program uji coba hanya berhebti sampai disitu? Ternyata tidak. Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli menyampaikan, menurut beberapa pesan dan harapan sejumlah masyarakat umum yang sampai padanya baik via sms atau media lain justru mengharapkan program uji coba Car Free Night harus tetap dilanjutkan.

“Kalau keputusan tetap tergantung Walikota, tidak bisa mengganggu gugat itu. Dari sejumlah kritik dan saran yang telah sampai kepada saya menginginkan agar CFN bisa dilanjutkan dengan persiapan yang lebih matang lagi. Tetapi, pernyataan PKL Murjani justru ingin menyudahi. Inilah yang harus dipertemukan dan perlu pembicaraan lebih lanjut agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman,” ujarnya yang saat ini masih berada di Mekah melaksanakan ibadah umroh menghubungi penulis via telepon genggam, Kamis, (21/3), kemarin.

Dikatakannya, ia pun menerima usulan dari pemerhati sosial agar para pedagang itu diberikan penyulugan dan pemahaman tentang pentingnya berjualan dengan suasana yang nyaman baik itu terkait soal kesehatan maupun dipandang dari segi keramahan lingkungan.

“Secara pribadi saya mengharapkan agar bisa bersama-sama mengedepankan kepentingan umum. Supaya tidak terjadi keberpihakan. Sembari juga SKPD yang lain semisal Dinas Pariwisata bisa mematangkan program dengan mengadakan acara di Lapangan Murjani, mengajak beberapa komunitas yang berkecimpung di bidang hiburan, kesenian, dan lain sebagainya bisa tampil. Sebab terbukti setelah beberapa kali ada kegiatan di lapangan Murjani maka angka transaksi jual beli di sekitarnya pun ikut meningkat,” ungkapnya.

Dalam obrolan singkat ia memaparkan, momentum Hari Jadi Kota Banjarbaru yang tak lama lagi akan dilaksanakan kemungkinan bisa menjadi moment untuk menyemarakkan sekaligus mensosialisasikan secara gamblang program Car Free Night di lingkungan Lapangan Murjani. “Ini hanya pendapat pribadi. Semua keputusan di tangan Walikota,” tutupnya.

Perda Rumah Kost Tak Harus Idealis

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru Joko Triono mengatakan, raperda rumah kost yang saat ini masih dalam proses penggarapan terkendala pembahasan status. Salah satunya yakni pengalihan fungsi semisal rumah tinggal yang mana disewakan dan si penyewa menjadikannya bisnis kost-kostan.

“Raperda ini nantinya diharapkan fleksibel. Sejauh mana pemilik menyebutnya sebagai rumah kost maka wajib mentaati peraturan ini. Terlebih yang benar-benar bentuk bangunannya perkamar yang memang sebagai bisnis usaha si pemilik,” ujarnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Selasa, (19/3), kemarim.

Di samping itu, pemilik rumah kost nantinya diharuskan tinggal di lokasi rumah kost atau paling tidak meletakkan seorang penanggung jawab atau keamanan. “Sebenarnya, jangan pula terlalu idealis semisal harus ada ruang tamu. Yang penting harus ada penanggung jawab dan keamanannya. Karena yang dikhwatirkan tak hanya penyalahan fungsi semisal menjadi tempat berkumpul yang tidak wajar, tetapi juga kerawanan akan barang-barang berharga semisal kecurian kendaraan bermotor dan peralatan elektronik,” katanya.

Rancangan raperda rumah kost nantinya diharapkan menjadi payung hukum atas keberadaannya disesuaikan dengan kondisi dan dinamika masyarakat Kota Banjarbaru. Sistem peraturan di rumah kost-kostaan itu terus dibahas secara spesifik bersama anggota DPRD Kota Banjarbaru dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Syahriani: Sport Center Hanya Digeser

Kabar dibatalkannya penetapan lokasi Sport Center di Banjarbaru dibantah langsung oleh Ketua Tim Panitian Pembebasan Lahan Dr Syahriani Syahran. Dikatanya, tim panitia telah menerima surat yang ditanda Asisten III atas nama Gubernur Kalsel. Dan isi dari surat tersebut bukan pembatalan melainkan pergeseran dari titik awal ke titik lain di arah Jl Trikora.

“Tidak dibatalkan, tapi hanya bergeser. Titik terluar geseran berjauh dari lokasi awal sekitar 100 hektare. Tapi tetap beradar dalam kawasan itu. Saat ini kita masih menunggu taksiran tim appraisal sebelum dilakukan pembayaran pada akhir tahun nanti,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Menurutnya, ada sekitar 200 orang pemilik lahan yang nantinya harus melalui proses agar mendapatkan ganti rugi lahan untuk pembangunan sport center di Kecamatan Landasan Ulin itu yang luasnya kurang 400 hektare.

Meski demikian, ia mengaku belum menerima secara resmi pernyataan tentang letak titik lokasinya. “Tentunya kita tidak bisa mengcu apa yang sudah dipolemikkan di media-media. Harus ada keputusan resmi. Maka dari itu proses pembebasan lahan masih berlanjut selama tim belum menerima surat resmi pembatalan,” tuturnya.

Majelis Ta’lim Keluhkan Sikap PDAM

Sejumlah jamaah majelis Ta’lim Zawiyatul Hikmah yang terletak di Jl Kendedes Blok E, Komplek Balitan 3, Banjarbaru merasa tak terima dengan tuduhan PDAM yang mengatakan mereka mencuri air. Seperti yang disampaikan Pembina Majelis Ta’lim Arie Sophian yang juga sebagai Ketua DPRD Kota Banjarabaru mengaku tak habis piker dengan perlakuan pihak petugas PDAM itu.

“itu terjadi sekitar 10 hari yang lalu. Kami dengan Ni ID 051434 biasanya bayar paling tinggi Rp. 100.000. Tiba-tiba ada tagihan dari PDAM hamperir 4,5 juta rupiah. Tentu kita terkejut. Setelah kita periksa memang ada kebocoran di selang bagian bawah yang mengarah ke tanah. Tidak tampak terlihat jika sambil lewat. Nah, Dalam kapasitas Pembina majelis ta’lim, bukan lantaran nggota dewan, dan juga pimpinan majelis KH Husni Thamrin Al Jufri meminta keringanan dan kebijakan,” ujarnya kepada wartawan penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Kamis, (17/1), kemarin.

Namun ia sangat menyayangkan surat yang datang kepada piak majelis tetap saja tidak berubah dan tidak mengurangi sedikit pun. “Apakah kebocoran yang mengarah kepada ke rumah pelanggan tanpa diketahui itu dibebani kepada pelanggan manakala ketika ada kebocoran tanpa diketahui,” tuturnya mempertanyakan.

Bahkan yang ia paling tidak bisa diterima diprasangkai yang tidak bagus oleh direktur PDAM Rifky Basri. “Yakni, kami dikira memasukkan air tersebut ke dalam sumur. Naaudzubillahimindzalik. Itu diceritakan salah seorang anggota majelis ta’lim kami saat menghadap direktur PDAM sekaligus menyampaikan surat permohonan keringanan itu,” tambahnya.

Menurutnya, pernyataan tersebut sangat tidak mengenakan. Ia menilai pernyataan itu sama saja mengatakan pihak majelis ta’lim mencuri air pemerintah. “Ini, kan menyakitkan hati. Itu fitnah. Mestinya dilihat dulu, ada complain permasalahan barulah membuat statement. Ini termasuk perlakuan yang tidak menyenangkan dan fitnah. Kalau hal ini kami laporkan kepada pihak yang berwajib mungkin ada sanksi hukum,” tegasnya.

Di samping itu, pihaknya atas nama majelis melakukan musyawarah secara berjamaah. “Untuk pembayaran tidak mungkin dilakukan sendiri. Karena uang dengan jumlah segitu sama dengan separuh gajih anggota DPR. Tapi saya tekankan lagi, Apakah mekanisme seperti itu mejadi beban pelanggan. Sebagai pembina maupun anggota majelis kami berharap ke depan jangan sampai asalbuast statement. Periksa dulu baru buat stetment,” tandasnya.

Dikonfrimasi perihal tersebut, Humas PDAM Intan Banjar Dedy Rahmat Setiawan menjelaskan, tanggungjawab PDAM dalam pembiyaan dalam hal kebocoran yakni dari meteran air ke pipa. “Tetapi kebocoran yang terjadi setelah meteran air ke dalam rumah maka itu menjadi tanggunjawab pelanggan,” ujarnya kepada penulis.

Ia menjelaskan, keluhan tersebut sering ia temui dan kenyataan yang terjadi saat tagihan pembayaran tinggi. Namun ketika cek di lapangan ternyata kebocoran yang terjadi instalasi dari meteran ke dalam rumah. “padahal pelanggan mengaku memang pemakai tidak sesuai dengan kadar meteran tersebut namun volume air yang digunakan masyarkat,” katanya.

Lalu bagaimana kebijakan PDAM mengenai surat permohonan keringanan dari pelanggan? Ia menegaskan untuk mengurangi pembiayaan tetap tidak bisa. “Tapi PDAM bisa memberikan upaya keringanan dengan kemungkinan pelanggan membayar dengan cicilan atau diangsur beberapa kali. Tapi kalau untuk mengurangi angka tersebut secara aturan tidak diperbolehkn. Dan masalah ini menjadi tanggunjawab pelanggan. Jika dibiarkan tentu tingkat kehilangsn air kita akan semakin tinggi,” pungkasnya.

 

Book Fair Tingkat Nasional Maret

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Banjarbaru Hj Nurlianie Dardie mengaku, saai ini ia sudah pegang rekomendasi Nomor 030/0237-DPPKAD/2013 untuk pemakaian Lapangan Murjani dalam kegiatan Book Fair Tingkat Nasional Maret mendatang. “Semoga tidak ada perubahan atau halangan lagi. Makanya rekomendasi ini sangat saya pegang agar semua konsisten dari pendukung baik masyarakat maupun Pemerintah Kota Banjarbaru,” tuturnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Rabu, (16/1), kemarin.

Kegiatan berskala Nasional itu kata Bunda Nunung, sapaan akrabnya, bakal menjadi kegiatan terbesar dan pertama kali di Kalsel pada 30 Maret hingga 7 April 2013. Berlokasi di Lapangan Murjani dengan menggunakan tenda roder built up ukuran 20m x 50m (1000 m2). Dan stand maksimal 60 buah dengan ukuran 3m x 3m.

“Kita sudah melakukan MoU oleh Wakil Walikota Ogi Fajar Nuzuli dengan IKAPI. Kemudian melakukan launching kegiatan tersebut tanggal 11 januari di Istora Senayan Jakarta pada acara Pesta Buku Murah dihadapan ratusan penerbit pada pesta buku murah. Alahamdulillah sudah 50 penerbit yang menyatakan keikutsertaannya. Nah, kita mengusahakan semua ini agar jangan sampai kosong. Semua tim bekerja,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan tersebut katanya telah mendapat sambutan positif dari rekan dan para sahabatnya ketiga memposting di jejaring sosial facebook. Dan kemarin juga, ia telah melakukan sosialisasi saat menghadiri undangan rutin Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA-MA se-Kota Banjarbaru sekaligus mensosialisasikan minat baca serta keikutsertaan dalam Book Fair Tingkat Nasional.

“Saya ingin merubah paradigma bahwa perpustakaan itu membosankan. Saya ingin menjadikan perpustakaan tak hanya sebagai tempat buku-buku tetapi tempat berkumpulnya, para pemikir, para intelektual untuk mendiskusikan berbagaui keperluan. Dan ini sebagai upaya pendukung. Pada Jumat malam nanti, kita sudah persilakan para seniman maupun pemerhati sosial memakai aula Pustarda untuk melakukan diskusi,” paparnya.

Senada dengan Bunda Nunung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Drs Ahmadi Arsyad mengaku sangat mendukung kegaitan Book Fair Tingkat Nasional itu. Tersebab, nantinya yang akan banyak buku-buku yang ditampilkan para penerbit senusantara. “Dunia buku dengan pendidikan itu sangat berkaitan erat. Yang mana Disdik tak hanya menaungi sekolah formal, tetapi non-formal juga,” katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat umum bisa suport. “Ini akan sangat membantu memperluas wawasan dan hiburan berbeda. Mungkin kali kita akan banyak dapat segala jenis buku yang bahkan tidak pernah kita temukan di perpustakaan. Segala jenis buku pengayaan, fiksi dan non fiksi, dan tentunya langsung dari sang penerbitnya,” pungkasnya.