Jadikan Festival Nasional

 Gelaran Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur se-Kalsel dan se-Kota Banjarbaru berlangsung begitu meriah. Walikota Banjarbaru Tanglong HM Ruzaidin Noor membuka secara resmi pegelaran yang diikuti oleh 139 Peserta. “Acara seperti ini, tidak akan menutup kemungkinan menjadi event Nasiona. Bahkan, kita juga akan mengungdan negri tetangga untuk berpartisipasi,” ujarnya, Sabtu, (4/8) kemarin malam.

Ada dua di antaranya peserta berasal dari luar Kalsel. Ada Kab. Bogor dan Kota Samarinda dan juga dihadiri beberapa.

Kepala Dinas Budparpora Banjarbaru Hj Mahrina mengaku festival yang sudah rutin dilaksanakan setahun sekali ini bisa menjadi event nasional dan menjadio potensi wisata. “Semoga saja, terlebih dngan adanya perhatian dari Kemendikbud,” pungkasnya.

Menikmati Suasana Adem di Tahura Sultan Adam

Air Terjun di Tahura Sultan Adam Mandiangin Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan

Air Terjun di Tahura Sultan Adam Mandiangin Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan

Sisa-sisa embun masih terlihat jelas di dedaunan pepohonan yang mulai membesar. Sementara pemandangan ngarai yang ditumbuhi semak belukar memanjakan mata kami ketika menginjakkan kaki di kawasan kolam pemandian Belanda Mandiangin—demikian biasa masyarakat setempat menyebut kawasan tersebut.

Tidak banyak wisatawan yang datang ke sana. Ditambah lagi sebagian besar fasilitas yang telah rusak tanpa perbaikan. Namun kawasan Wisata Mandiangin tetap saja menyajikan kenyaman bagi mereka yang berkunjung.

Kawasan Wisata Mandiangin berada di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Kawasan tersebut semula merupakan kawasan hutan pendidikan yang digunakan F-Hutan Unlam praktik. Puncaknya die rah alhir tahun 1980-an Presiden Soeharto melakukan penghijaun di sana. Sejak itulah Wisata Mandiangan menjadi salah satu kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal, domestik maupun manca negara.

Terkadang ramai dijadikan sebagai daerah hunting foto oleh komunitas fotografi

Terkadang ramai dijadikan sebagai daerah hunting foto oleh komunitas fotografi

Kini pengunjungnya mulai memudar. Hanya komunitas tertentu yang masih akrab berkunjung ke sana. Utamanya komunitas fotografer.

Salah seorang pengunjung dari Banjarmasin Rasid Ridho berpendapat, Tahura Sultan Adam merupakan objek wisata bentang alam yang paling sering dikunjungi orang-orang. Hanya dengan membayar karcis Rp2500 maka pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai pesona alam. “Ditambah lagi, para pemuda Pecinta Alam dari berbagai UKM Internal Kampus, atai eksternal lainnya,” Tutur Rasid pada satu kesempatan.

Para pengunjung tidak hanya masuk sekadar untuk melihat pemandangan indah dari atas gunung  Mandiangin, tetapi juga banyak dari mereka yang menggelar kegiata Organisasi seperti berkemah. Kemudahan akses serta minimnya jarak yang ditempuh dari pusat Kota Banjarbaru sangat menarik minat dan menunjang angka berkunjung kian berkembang setiap tahunnya.

 

Terkadang ramai dijadikan sebagai daerah hunting foto oleh komunitas fotografi

Terkadang ramai dijadikan sebagai daerah hunting foto oleh komunitas fotografi

Tak Hanya Satu Objek Wisata

Di antara Objek Wisata yang terdapat dalam Tahura Mandiangin yaitu Air Terjun Mandiangin, Pemandian Kolam Belanda, dan pemandangan indah perbukitan yang hijau membentang. Untungnya, akses menuju air terjun mandiangin dipermudah dengan adanya tanah berpetak di sisi nsebelah kanan air terjun dan tangga yang terbuat dari semen sepanjang 400 meter. Jadi, pengunjung diberikan alternatif untuk merasakan sensai berpetualang naik gunung dengan meniti tanah berpetak. Atau merasakan kemudahan sebagaimana menaiki tangga bangunan yang bertingkat-tingkat.

Diawal November 2011, pembenahan demi pembenahaan Tahura Sultan Adam kian dikembangkan. Seperti wahana Flying Fox dan Kandang Rusa. Jarak akses Tahura Sultan Adam dari Kota Banjarbaru sekitar 15 Kilometer atau 45 kilometer dari Kota Banjarmasin.

Hunting foto Human Interest juga bisa jadi kesan menarik

Hunting foto Human Interest juga bisa jadi kesan menarik

Jika pengunjung rela bermalam dan naik ke lereng gunuung Mandiangin yang lebih tinggi, maka pengunjung akan menemukan tempat yang asik untuk menyaksikan tengger tahura. Bagi para pengedara motor tidak akan bisa sampai ke tempat ini. Karena roda dua hanya bisa melewati jalan yang tak terlalu jauh dari Kolam Pemandian Belanda. Jarak tempuh engan berjalan kaki mendaki sekita 2 sampai 3 jam. Dikala waktu fajar menyingsing, maka tengger Tahura akan terlihat begitu indah dengan hiasan embun yang menutupi perbukitan. Layaknya negeri di atas awan. Dan pengunjung pun akan suguhkan proses mataharin terbit (sunrise) karunia Tuhan yang sungguh mengagumkan.

Pemandangan dari atas gunung Mandiangin`
Pemandangan dari atas gunung Mandiangin 2

 

Untuk menuju air terjun harus menaiki tanjakan yang penuh dengan pepohonan