Jamaah Kab Banjar dilepas Pangeran, Jamaah Kloter 3 Masuk Asrama Sabtu

Jamaah calhaj kolter 2 asal Kabupaten Banjar Emberkasi Banjarmasin yang berjumlah sebanyak 316 orang ditambah 4 orang panitia pembimbingtelah diberangkatkan tadi malam, Rabu, (26/9) sekitar pukul 20.15 Wita menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 8102. Dan diperkirakan tiba dini hari tadi, Kamis, (27/9) pukul 03.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Para jamaah yang telah memasuki asrama Selasa malam telah melalui proses cek kesehatan. Dan terkahir sekitar pukul 17.00 Wita dilakukan cek barang menggunakan sensor di Asrama Haji, Landasan Ulin Banjarbaru. Jamaah dilepas langsung secara resmi oleh Bupati Banjar Haji Pangeran Khairul Saleh yang juga didampingi Sekda Kabupaten Banjar Ir H Nasrunsyah beserta perwakilan Dari Depag Kabupaten Banjar lainnya.

Kakanwil Kemenag Kalsel Haji Abdul Halim ketika memberikan sambutan dihadapan para jamaah sangat mengharapkan, seluruh jamaah bisa berangkat dengan sehat dan kembali dengan selamat. “Alhamdulillah 99% dan hampir 100% jamaah Kab Banjar dalam keadaan sehat waalafiat. Kita mengharapkan para jamaah mampu menjaga kesehatan sebaik-baiknya dan fisik jangan terlalu diporsir. Semoga semuanya bernagkat tidak ada ketinggalan dan tidak ada yang malas untuk melaksanakan ibadah arbain di mesjid Nabawi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar para jamaah bisa meningkatkan kesabaran dalam  dalam melaksanakan ibadah. Dan paling penting sabar dalam batatukar (berbelanja, red). “Baik itu di Madinah atau di Mekah. Karena sebagian securitu di arab pernah mengatakan, Orang Indonesia itu tidak hanya orangnya bisa betianan (hamil, red) tetapi tasnya juga bisa hamil. Jadi jangan sampai ada perselisihan paham apalagi suami istri ketika mengisi tas,” ujarnya diiringi tawa jamaah.

Bupati Banjar Pangeran Haji Khairul Saleh berpesan agart para jamaah calhaj betul-betul bisa memanfaatkan waktu ketika di mekah. “Karena pian-pian berataan orang pilihan. Soalnya banyak orang yang uangnya berlebihan namun justru tidak kepingin naik haji. Ada yang berani terhutang tapi tidak jadi berangkat karena memang tidak diundang. Aplagi yang tidak ada uang sama sekali. Maka para jamaah calhaj ini adalah tamu-tamu Allahj SWT,” ingatnya.

Ia juga berpesan agar para jamaah bisa menjaga nama baik daerah dan nama baik keluarga. “Jadi kalau ada persoalan dengan jamaah lain upayakan sabar. Sesama Sesama jamaah pasti ujiannya sama sesuai kadar kemampuannya. Tetapi tak ada balasan lain selain surge. Kita mendoakan selamat dan pulanng membawa semangat menjadi haji mabrur,” katanya.

Di samping itu, ia juga mengucapkan syukur atas bantuan H Pangeran Heriansyah yang menyumbang jamaah haji berupa beras 5 liter. “Itu inisiatif beliau yang kita ikuti karena meang tidak ada anggaran di pemerintah daerah. Semoga semua kabul hajat sehat dengan mengharapkan ridho Allah,” harapnya.

Salah seorang jamaah, Rusmawardi (60) mengaku sangat bersyikur. “Alhamdulillah. Saya menunggu 5 tahun pemberangkatan ini. Dan ketika cek kesehatan saya sehat. Mudah-mudahan sampai,” ungakpnya.

Menurut jadwal Pemberangkatan dari PPIH, para jamaah calhaj koloter 3 Kota Banjarmasin akan check in ke Asrama Haji pada Sabtu, (29/9) pukul 10.00 Wita dan akan diberangkatkan pada Minggu, (30/9), pukul 09.45 Wita.

Kloter 1 Mendarat Di Jeddah

Diiringi haru dan tangis para keluarga yang mengantarakan, 320 orang jemaah calhaj kloter pertama embarkasi Banjarmasin ditambah plus lima orang petugas haji Kalsel telah diberangkatkan kemarin, Selasa, (25/9) siang kemarin sekitar pukul 14.00 Wita dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Jamaah calhaj yang berasal dari Kab. Tabalong ini dilepas secara langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Suhardjo. Pelepasan tersebut juga dihadiri oleh beberapa anggota DPRD komisi 8 didampingi Wakil Bupati Tabalong H Mchlis SH.

Menurut data yang berhasil dihimpun oleh tim MK, ada sejumlah 5.051 orang jamaah yan berangkat dari emberkasi Banjarmasin. Terbagi 3.811 berasal dari Kalsel dan 1.160 dari Kalteng atas 14 kloter.

General Manager Garuda Indonesia Banjarmasin Nandung Wijaya saat ditemui MK di asarama haji menuturkan, pihaknya selalu berusaha agar pesawat take off atau landing dengan on time. “Kita berusaha siap on time atau before. Hal ini terkait dengan rifle pesawat. Maka dari itu jika rifle pesawat on time maka kami harus bisa memenuhi itu,” katanya.

Dijelaskannya, usaha tersebut seperti yang terjadi Selasa kemarin. “Hari ini, (kemarin, red) kita memenuhi ketepatan waktu tersebut karena pesawat untuk kloter pertama sudah mendarat pukul 09.15 Wita. Sedangkan take off/berangkat ada jam 14.00 wita. Masih ada jeda waktu kurang lebih 3 jam,” tuturnya.

Lalu bagaimana jika terjadi sesuatu semisal keterlambatan datangnya pesawat? “Semisal pesawat datangnya terlambat. Kami akan berusaha secepat mungkin untuk memberangkatnyakan dengan quick endling dan preparation. Bauk yang ada di asarma haji maupun di bandara. Contohnya sudah dipersiapkannya bus sbelum masuk aula. Jadi begitu pesawat sudah siap datang mereka sudah pada kondisi siap diberangkatkan,” paparnya.

Menurut Nandung, kloter pertama ini cukup efektif terkaitsoal pemberangkatan. “Memang agak enak dan lapang karena pesawat sudah stand by dari pukul 9 pagi. Maka masih ada speed waktu yang cukup. Minimal ada jeda waktui sekitar 3 jam antara kedatangan dan pemberangkatan. Jamaah haji menggunakan Boeing 767 dengan kapasitas 325 site. Pesawat ini bergantian dengan emberkasi Banda Aceh,” bebernya.

Untuk sklus, Nandung menerangkan, pesawat akan transit ke Banda Aceh untuk mengisi bahan bakar. Ketka ditanya apa yang dilakuakn pihak Garuda Indonesia jika kedapatan ada pesawat yang rusak? Ia menjawab harus diganti. “Kalau memang ada peswawat yang rusak tentu harus diganti. Nanti bagian pusat yang menentukan pesawat mana yang memang memungkinkan harus diganti,” pungkasnya.

Calhaj Kloter 1 Berangkat Besok

Kloter 1 Tabalong emberkasi Banjarmasin rencananya akan berangkatkan hari ini, Selasa, (25/9) dari Asrama Haji, Landasan Ulin Pada pukul 14.00 Wita, seluruh jemaah diberangkatkan melalui Bandara Syamsudin Noor menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 8101 menuju Bandara King Abdul Azis, Jeddah.

Kepada Bidang Akomodasi PPIH Daerah Kab Tabalong Drs H Said Muhdari MM menuturkan, persiapan dan syaraat kelenngkapan sudah dikondisikan sedemikian rupa sejak cehk in di asarma haji pada Senin, (24/9), tadi  siang.

“Jumlah jamaah sekitar 325 orang berserta pembimbing dan petugas. Kita mengharapkan tidak ada ketertinggalan surat-menyurat untuk para jamaah, karena sebelumnya kita sudah sosialisasikan dengan teliti. Seluruh calhaj wajib menjalani dan mengikuti rangkaian kegiatan yang disiapkan PPIH embarkasi setempat,” ujarnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com.

sejumlah calhaj pemeriksaanm keseheatan sebelum memasuki kamar asarma haji, Landasan Ulin Kota Banjarbaru

sejumlah calhaj pemeriksaanm keseheatan sebelum memasuki kamar asarma haji, Landasan Ulin Kota Banjarbaru

Di samping itu, persiapan dari ketersediaan air, makanan, dan fasilitas lainnya dikatakan dalam kondisi sisga. “Yang pastinya kita tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjada saat para jamaah menginap disini sebelum keberangkatannya,” jelas Said.

Sebelum memasuki asrama, para calon jamaah haji terlebih dahulu harus melalui pemeriksaan kesehatan ketiga sebelum menginap di kamar yang telah disediakan pihak asrama.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin Syukeriansyah menuturkan, seluruh jemaah dijadwalkan tiba di Bandara King Abdul Azis, Jeddah pada Selasa malam, sekitar pukul 21.30 waktu Arab Saudi dan menempati maktab atau pemondokan 42 wilayah Syari’i Mansur.

Jika tak ada aral melintang, para calhaj akan dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin hingga masuk ke dalam kabin pesawat sebelum lepas landas,” ungkapnnya.

Kepala seksi bidang kesehatan yang juga sebagai tim PPIH Yohani Rafa Patari menjelaskan, anggotanya dari tim kesehatannya telah siap berjaga dan mengatisipasi ketersediatan jenis obat-obatan. “Anggota kita juga banyak dari Rumah Sakit seperti RSUD Ratu Zalecha Maetapura, RSUD Ulin, Puskesmas, dan lain-lain. Disini kita lakukan pemeriksaan akhir yang mana bersifat pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya,” jelas Yohani.

Menurutnya, berbagai obat semisal mengatasi pegal-pegal, masker, dan obat praktids lainnya hanyan berjaga-jaga kalau memang ada yang memerlukan. “Karena diri pribadi si calhaj tentu lebih tau apa keluhan fisiknya. Nah, persoalan tes urine memang ada untuk mendapatkan jumlah risti (resiko tinggi, red) yang fungsinya mengetahui seseorang itu memang tidak dalam keadaan hamil,” katanya.

Lalu, bagaimana jika ditemukan ada yang hamil? Ia mengaku ada batasan. “Ada batasan yang boleh dan tidak untuk diberangkatkan. Yaitu sebelum 14 Minggu atau sesudah 26 Minggu maka tidak diperkenankan untuk diberangkatkan,” katanya.

Mengenai perbandingan dengan system tahun kemarin, ia mengaku tidak bias menjelaskan. “Kita belum melihat perbedaan spesifik dibandingkan yang lalu. Lagian ini juga baru kloter pertama jadi belum bias dibandingkan. Ristinya bertambah atau belum diketahui,” paparnya.

Di sisi lain, dari persoalan makanan pihaknya sudah mengawasi makanan dari catering yang disediakan. “Setiap hari kita memeriksa airnya, jenis makanan dan bahannya. Nah, perlu diketahui juga fungsi dari gelang jamaah yang ditandai. Hal itu agar memudahkan atau supaya mendapat lebih diperhatikan oleh petugas kesehatan nantinya. Bukannya gara-gara ditandai terancam tidak berangkat. Tetapi, yang bertanda ini lo yang perlu diawasi lebih ekstra. Kadang banyak calhaj yang salah persepsi,” bebernya.

Diharapkannya, pihak PPIH bisa komitmen berugas dengan sebaik mungkin. “Kami yang juda dari PPIH berharap, berusaha, dan berupaya sebaik mungkin agar jangan ada satupun jamaah yang batal berangkat. Pun jikalau batal, berarti memang alasan yang spesifik seperti hamil mengidap penyakit menular. Semisal kita emnemukan calhaj yang mengidap TBC, awalnya kita akan lakukan suntik meningitis. Jika memang positif, maka keberangkatannya akan ditunda. Mungkin tahun depan,” pungkasnya.