AURI Syamsudin Noor Buka Layanan SMS Pengaduan

Banyaknya problema dan keluhan di masyarakat membuat sejumlah personli AURI Syamsudin Noor miris hari. Demi menampung aspirasi itu, pihak Lanud Syamsudin Noor pun membuka layanan sms pengaduan. Kapentak Lanud Sjamsudin Noor Lettu Lek Heru Jatmiko kepada MK menuturkan, sesuai dengan instruksi Danlanud SAM, pihaknya memberikan sosialisasi kepada seluruh personel Lanud Sjamsudin Noor tentang Layanan SMS Pengaduan Masyarakat.

“Hal itu sebagai tindaklanjut dari telegram Kadispenau Nomor T/10/2013 tanggal 31 Mei 2013 tentang pengaduan masyarakat terhadap TNI melalui layanan SMS Gateway dengan nomor akses 1978,” ujarnya saat sosialisasi di Lapangan Upacara, kemarin.

Dalam sosialisasi layanan SMS pengaduan masyarakat terhadap TNI tersebut, Kapentak Heru menyampaikan, telah dilaksanakan perjanjian kerja sama antara Irjen TNI dengan PT Telekomunikasi Indonesia dengan No 01/PKS/IV/2013 tanggal 30 April 2013, PT Telekomunikasi Seluler No 02/PKS/IV/2013 tanggal 30 April 2013, PT. XL AXIATA No. 03/IV/2013 dan PT. Indosat No. 04/IV/2013 tanggal 30 April 2013 tentang layanan SMS Gateway pengaduan masyarakat (Dumas) dengan kode akses 1978.

Layanan SMS pengaduan dengan kode akses 1978 tersebut merupakan upaya pelayanan pengaduan masyarakat tentang kinerja TNI. “Dengan adanya system tersebut diharapkan masyarakat dapat langsung turut berperan aktif untuk melaporkan setiap tindakan prajurit TNI yang melanggar ketentuan yang berlaku. Jadi sistem ini akan memantau setiap tindakan prajurit TNI yang melanggar ketentuan yang berlaku dari keempat provider yang akan mentransfer informasi dari masyarakat ke server milik TNI  yang diakses melalui internet,” bebernya.

Hal demikian dijelaskannya sebagai upaya TNI mencegah dan meminimalisir kemungkinan adanya penyimpangan/pelanggaran dalam penyelenggaraan tugas pokok TNI, serta realisasi komitmen TNI dalam upaya mewujudkan Transparasi  dan Birokrasi guna mendukung kebijakan pemerintah menuju pemerintahan yang bersih dan baik (Clean Government and Good Govermance).

Danlandu Esron SB Sinaga menuturkan, perihal tersebut diperhatian serius dan memberi instruksi agar seluruh prajurit Lanud SAM mengikuti laju perkembangan era komunikasi. “Kita ingin prajurit senantiasa meningkatkan serta berupaya bekerja dan menjadi prajurit yang professional,” ingatnya.

Wapres Pergi, Tinggal Fasum Diperbaiki

Suksesnya penyelenggaraan puncak Hari Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-10 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-41, Kamis (30/5) meninggalkan beberapa kerusakan yang direkayasa. Termasuk beberapa fasum yang sengaja dibongkar untuk jalur keluar sang Wakil Presiden Boediono. Rusak dan hancurnya beberapa fasilitas umum milik Pemko Banjarbaru seperti Lapangan rumput yang dijadikan tempat pameran dan gelar dagang, median jalan A Yani samping tugu Adipura, dan yang lainnya.

???????????????????????????????Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor mengaku telah mengkoordinasikan perihal tersebut dengan Pemprov Kalsel. Dikatanya, kerusakan yang telah dibuat atas alasan demi kelancaran acara tersebut sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Kalsel. “Pemprov yang bertanggung jawab atas kerusakan yang ada karena ini even nasional,” sahutnya saat diwawancarai sejumlah wartawan, Jumat, (31/5), kemarin.

Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli yang mendampingi walikota menuturkan, ada titik tempat yang dipilih guna gelaran even nasional. Yakni  Kantor Gubernur di Banjarmasin, Jl A Yani Km 18 di Komplek Citra dan Lapangan Murjani yang dipilih

Terpilihnya Lapangan Murjani sebagai salah satu titik penyelenggaraan diakuinya justru menjadi kebanggaan. Sebab dinilai banyak hal positif yang didapatkan. Semisal Bandara Syamsudin Noor walaupun dikatakan di Banjarmasin sebenarnya letaknya di Banjarbaru.

“Dan lagi kita diuntungkan dekat kantor walikota. Maka dari itu Wapres Boediono berkenan mampir dan istirahat di balaikota sekitar 20 menit. Ini jadi kebanggan. Tidak menyangka wapres mau mampir, kan,” jelasnya.

Menurutnya, kedatangan Wapres dampaknya sangat banyak. Orang-orang daerah banyak yang belanja karena asing dengan produk unggulan Kalsel. Terlebih tingkat hunian hotel penuh sampai ada yang tidak dapat kamar hotel.

Masih menurutnyam, dalam jangka waktu sepekan saja rumput lapangan sepakbola Murjani dipastikan akan tumbuh kembali. Lalu bagaimana nasib para pedagang yang disuruh libur? Menurutnya hal tersebut juga tidak terlalu merugikan. “Saya rasa masyarakat harus sama-sama memakluminya. Yam au bagaimana lagi. Secara nasional orang mau datang dan melihat Banjarbaru. Dan Alhamudulillah kegiatannya secara umum sudah berjalan sukses dan lancar,” pungkasnya.

Mencari Kunci Yang Hilang (Bagian 2)

???????????????????????????????Akhirnya dengan perlahan dan bergoyang-goyang, kami berhasil melewati jembatan gantung yang mengerikan. Sepeda motor terus lanjut ke jalan-kalan perkampungan yang lebarnya tak muat jika mobil lewat sini. Melewati rumah-rumah klasik dan sekolahan SD di perkampungan.

Langit berwarna biru yang luas terpampang di atas kepala kami. Dilanjutkan dengan pemandangan air yang terhampar di hadapan. Panasnya matahari mendadak sejuk saat aku menatap air.

“Sudah kita parkir di sini saja,” ujar Sisy. Kami memarkiran kendaraan di belokan jalan sebelum melewati jembatan yang lebih kuat. Bukan seperti jembatan sebelumnya yang bergoyang-goyang. Awalnya kami memarkirkan kendaraan berjejer di depan rumah orang-orang pribumi. Itu lantaran lebih teduh. Namun karena kurang enak, akhirnya beralih ke tempat di samping rumah orang, meskipun pana manggantang. Kecuali kendaraan Sisy yang lokasinya sudah strategis, agak teduh.

Kak Hari berfoto di Jembatan

Kak Hari berfoto di Jembatan

Masing-masing dari kami sudah melepaskan bebeberapa atribut perjalanan. Dari sarung tangan, jaket, tutup muka, dan yang paling utama, Helm. Di sepanjang jalan kami sempatkan untuk berfoto. Aku juga banyak sekali memoto aktivitas yang ada di sana. Anak-anak yang mandi timbul tenggelam di sungai. Yang menarik lagi adalah penampung yang mereka gunakan. Bukannya dari kulit ban dalam yang biasa di pakai di kota-kota. Melainkan dari kantong plastik yang ukurannya agak besar diisin dengan angin. Hasilnya, pelampung itu tampak transparan.

Kemudian perjalanan kami kami ber-12 (termasuk Gendhis yang paling kecil anaknya Kak Harie) melewati anak-anak tangga ke atas. Di tangga ini pun sempat berhenti untuk sekadar berfoto. Setelah itu maju menuju pagar yang terhalang. Awalnya kami ragi apakah jalur di sini memang terbuka untuk umum? Untung aja ada kenalan lama Sisy yang merupakan orang setempat menjamin aman. Jalur masuk tersebut sebenarnya talah di kandang dengan besi. Menyisakan sedikit ruang di ujungnya untuk dimasuki seorang manusia dengan memiringkan badan. Kebayang gak sih, bagaimana kalau si buncit yang melewati pintu gerbang ini? Untungnya semua dari kami adalah manusia bertipe tubuh ideal.

???????????????????????????????Di sebelah kiri dan kanan kami adalah tebing-tebing yang dihiasi pepohonan layaknya hutan belantara. Menurut informasi, tebing tersebut memang telah terbangun sejak jaman penjajahan Belanda. Dan akhirnya, kami sampai. Di tempat yang dimaksudkan. Sungguh, sangat-sangat tidak menarik bagiku pribadi.

“Ya sudah… kita sampai disini saja. Buka makanannya,” tutur Mama Gendhis.

Semua duduk manis. Ada yang jongkok ada pula yang sekadar bersila. Aku asih melihat-lihat ke sekililing. Di hadapan kami merupakan pintu masuk menuju kantor PLN yang menangani turbin bendungan waduk Riam Kanan terpampang kandang. Bukan kandang permanen, hanya kayu yang melintang. Di situ bertuliskan “Selain Petugas Dilarang Masuk”.

???????????????????????????????“Ayo, kak. Kita foto-foto dulu!” ujar Diah mengajakku. Bukan, tapi mengajak kami semua, siapa saja yang bawa kamera. Inilah resiko fotografer atau smartphone kameranya berkualitas. Selalu disuruh-suruh menjadi pelayang mereka orang-orang yang doyan narsis. Itu adalah kutukan kawan.

Beberapa rekan sudah berfoto di tebing yang tinggi dan curam itu. Saat itu pula Kak Hari dan Zian sudah meninggalkan kami. Dia mengeluarkan alat pancing. Katanya mau ngetes, ikan disini makannya apa. Begitu.

Beberapa dari kami sempat memikirkan, bagaimana bisa sebuah batu besar itu dibentuk rapi sedemikian rupa. Tapi ya sudahlah. Kita tidak ingin membicarakan sebuah filsafat atau sejarah. Tapi nikmati saja udara yang menyejukkan di sekitar lingkungan sekarang. Jauh dari hiruk pikuk lalu lintas. Dan terbebas dari polusi udara. Aku menarik nafas panjang. Menghirup udara segar pegunungan. Kemudian, datang seorang satpam.

Dari kiri ke kanan: Sisy, Diah, Lutfie

Dari kiri ke kanan: Sisy, Diah, Lutfie

“Mau masuk?” Katanya.

“Gak Om. Di sini saja. Piknik,” sahut seorang dari kami.

“Kalau mau masuk bisa aja. Di dalam lebih nyaman lihat pemandangan waduknya. Kalau berfoto disitu juga pasti bagus. Asal jangan langsung semua. Bergantian aja. Dua orang atau tiga orang,” kata Satpam itu mengakhiri.

Aku juga sempat memikirkannya. Nantilah setelah season foto-foto di sini usai. Salah satu di antara kami (ini sengaja kebanyakan salah satu salah satu dan salah satu. Karena aku lupa waktu itu siapa yang melakukannya) menelpon Syaukani dan Dillah yang katanya sedang dalam perjalanan. Sebentar lagi mereka tiba. Gumamku.

**

Ocha di Pinggir Jembatan

Ocha di Pinggir Jembatan

Syaukani dan Dillah datang membawa beberapa minuman botol. Namun tak sampai 5 menit, di belakang mereka menyusul sejumlah anak-anak yang tampaka dari pelajar sekolahan islam. Ternyata benar, mereka adalah rombongan Madrasah Ibtidaiyah. Aku mengetahui itu setelah bertanya-tanya ke salah seorang rekan yang juga teman Syaukani. Awalnya aku sangat bingung. Bahasa komunikasi yang dipakai bukanlah bahasa manusia. Eh, maksudnya bukan bahasa banjar yang dipergunakan kita-kita. Tapi, logat mirip-mirip bahasa Thailand. Seperti film-film Thailan yang sering kutonton. Swadikap. Phai tot. Rehe-rehe. Dan lain-lain. Ups, ternyata bahasa itu adalah bahasa Madura.

“Iya memang kebanyakan murid dan gurunya orang Madura. Sekolahannya itu di Pengaron,” jelas teman Syaukani setelah kita mengobrol banyak. Para murid yang jumlahnya hampir 60 orang itu pun juga membawa beberapa makanan ringan, minuman botol dan kaleng. Ini adalah momentum yang sangat aku sayangkan, semua sampah bekas makanan mereka di buang sembarangan di hamparan rumput hijau PLTA yang bersih. Mencolok sekali menjadi tak sedap di pandang. Semua murid juga menulis-nuliskan namanya di tebing-tebing batu. Mungkin karena memang sudah ada contoh yang mereka tiru. Kemudian pulang meninggalkan onggokan sampah-samapah tak bertuan.

Kak Harie memotret pemandangan dengan smartphonenya Samsung Wonder

Kak Harie memotret pemandangan dengan smartphonenya Samsung Wonder

Aku dan teman-teman lainnya sempat memunguti beberapa bungkusan makanan ringan tersebut. Tapi tak semuanya. Lebih kepada lingkungan di sekitar kami berhampar dan berkumpul. Dan aku mengkhawatirkan, kami akan ditegur satpam gara-gara sampah yang berserakan. Padahal… dan satpam itu pun mendatangi kami.

“Maaf Om…” aku mendahului pembicaraan.

“Tadi ada beberapa orang siswa dan siswi katanya dari MI berlibur di sini. Sayangnya mereka sudah pulang dan meninggalkan sejumlah sampah di wilayah itu,” aku sembari menunjukkan.

“Ya, saya cuma antisipasi. Gak enak aja. Di kira kami yang menghamburkan sampah sekian banyak itu. Bahkan di setiap sudutnya,” jelasku.

“Ya sudah.. tak apa-apa. Ini serius gak mau masuk. Mumpung sepi. Dan yang jaga saya, kalau yang lain bisa gak dibolehin,” ujarnya.

Diah, Sari, Ocha, dan Gendhis

Diah, Sari, Ocha, dan Gendhis

Aku menyampaikan maksud satpam itu kepada yang lainnya. Dan mereka mengangguk.

“Oke. Segera. Kami melihat-lihat di dalam,” tutupku.

Satpam itu menunggu dan beberapa dari kami berdiri untuk masuk beserta satpam tadi. Tinggal lagi Sari dan Diah tinggal untuk sementara menunggu beberapa perkakas dan makanan yang kami bawa.

Aku melihat dari beberapa yang kulihat. Kebun-kebun bunga yang terpotong dengan rapi. Kupu-kupu yang tak sempat terfoto. Juga Ular hijau yang melilit di pagar. Nah, kalau ular hijau yang ini sempat terfoto.

Aku juga sempat minta fotokan disamping plang yang berisi peringatan. Kini, semua sudah tak terkumpul, melainkan menyebar ke sana kemari. Ada yang di tengah bendungan. Juga menaiki bebatuan. Kami berfoto bersama-sama. Hanya Kak Harie yang tak sempat masuk ke sini. Sedangkan Zian telah datang menyusul kami.

**

???????????????????????????????Lama sekali kami di sini. Banyak pula obrolan serta percakapan yang saya tidak tuliskan. Apalagi foto, jangan ditanya. Hampir setiap deting. Ada yang bergaya pis, terbang, narsis, perkasa, sok imut, sok cantik, bahkan mengambil salah satu frame dalam film 5 Cm. Lihat saja fotonya yang saya tautkan dalam tulisan ini.

Demi mempersingkat waktu, cerita langsung ke kami keluar dari bendungan. Namun bergantian. Sekarang giliran Sari dan Diah yang masuk ke dalam dan berfoto-foto seadanya. Kami yang sudah keluar kembali ke titik tempat piknik membuka bungkusan nasi untuk makan. Selesai makan, kami bersiap pulang. Semua bersiap memakai perkakas dan atribut yang telah dipakai. Terlebih Gendhis yang sudah sangat ingin ketemu dengan bapakknya, Kak Harie. Sari dan Diah sudah dipanggil agar tak tertinggal. Dan kami kembali melewati medan yang sama. Hutan belantara. Anehnya, beberapa kali aku mengintip di tepi-tepian sungai aku tak melihat Kak Harie. Dimana dia? Apakah dimakan buaya?

Zian dan Pacarnya

Zian dan Pacarnya

Seketika Gendhis pun tampak khawatir. Dimana Bapak? Kok Gak Ada? Tanyanya. Kami menelusuri semak-semak belukar di balik pagar. Tapi tetap saja tidak ada. Sejumlah pagar besi yang robek kami lihati dan pandangi. Tidak ada seorang pun yang bertengger di tepian layaknya orang yang sedang memancing. Kami semakin cemas dan bingung, dimana Kak Harie sebenarnya berada? (bersambung)

???????????????????????????????

Anak-anak penduduku setempat yang berenang menggunakan pelampung dari kantong plastik transparan

Anak-anak penduduku setempat yang berenang menggunakan pelampung dari kantong plastik transparan

Kantor Pembakal/Kepala Desa

Kantor Pembakal/Kepala Desa

???????????????????????????????

Ocha

Ocha

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Lutfie

Lutfie

???????????????????????????????

Diah

Diah

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Sisy

Sisy

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Spiderman or Cicakman?

Spiderman or Cicakman?

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Saat Penulis Numpang Narsis

Saat Penulis Numpang Narsis

???????????????????????????????

Dillah seolah-olah sedang menikmati pemandangan

Dillah seolah-olah sedang menikmati pemandangan

???????????????????????????????

Terserah Anda Bagaimana Menjelaskannya

Terserah Anda Bagaimana Menjelaskannya

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Syaukani Saat Beraksi

Syaukani Saat Beraksi

???????????????????????????????

Ruang Turbin Generator/Dynamo

Ruang Turbin Generator/Dynamo

???????????????????????????????

55 Cm

55 Cm

?????????????????????????????????????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ???????????????????????????????

???????????????????????????????

Soal UN Yang Tiba Belum Lengkap

ananda_Soal UN Kalsel4Ketua Panitia Pelaksana UN Prov Kalsel yang juga sekretaris Dinas Pendidikan Prov Kalsel Dr Amka membenarkan, 19 koli soal yang tiba di Kantor Pos Regional IX belum sepenuhnya melainkan baru Kab Kota Baru saja. “Kepastian sampai sekitar pukul 14.00 Wita menggunakan pesawat Lion Air,” ujarnya yang ditemui wartawan MK di kantor Pos Indonesia Regional IX Kota Banjarbaru, Jumat, (12/4), kemarin petang.

Setelah melalui beberapa verivikasi dan pemeriksaan di bandara Syamsudin Noor soal dipastikan tiba kurang lebih pukul 16.00 Wita. Sayangya dari sejumlah soal yang tiba tersebut tidak disertakan 12 provinsi lainnya. Dalam paketan 19 Koli tersebut juga tersisipkan untuk SMKN 1 Banjarmasin 5 koli dan 14 koli lainnya khusus Kab Kota Baru.

ananda_Soal UN KalselDikatakan Amka, setelah dilakukan tanda terima dan berita acara dari pihak Kantor Pos disaskikan unsur Kepolisian, Perguruan Tinggi dan Dinas Pendidikan langsung didistribusikan ke Kota Baru khususnya di wilayah semisal Pulau Sembilan, Sungai Durian, Desa Pamukan, dan wilayah Pedalaman lainnya yang jarak tempuhnya labih jauh. “Sesampainya disana akan dicek kembali dan dipastikan semua lamat pengiriman sudah beres. Dari Polresta langsung ke Polsek-polsek di Kecamtan. Kemudian di Hari H nya baru pihak sekolahan yang mengambil di kepolisian setempat,” tambahnya.

Menurutnya, kedatangan itu pun telah molor dari kesepakatan yang seharusnya soal sudah tiba pada Rabu tanggal 10 April 2013 lalu dikirm dari Jakarta jadi tanggal 11 penngriman ke daerah-daerah sudah dilakukan. Ia juga tidak mengetahui dengan pasti keterlambatan tersebut karena dari percetakan sendiri sulit sekali untuk melakukan komunikasi palagi koordinasi.

ananda_Soal UN Kalsel8“Seharusnya H-5 sudah tiba. Dan pada tanggal 11 Ditribusi ke daerah-daerah sudah berlangsung. Namun ternyata 2 hari molornya. Kita terus mendesak agar dipercepat karena untuk 12 provinsi lain belum sepenuhnya datang. Menurut informasi dari percetakan malam ini, (tadi malam, red), dikirim dari Jakarta,” paparnya.

Sejumlah petugas dan panitia yang ada di lokasi juga sempat bingung karena ketika didata dilakukan verivikasi justru dari SMAN 1 Kotabaru tidak ada. Bahkan para petugas sempat gelagapan karena secara otomatis soal pihak yang mengawal harus kembali mengatrakan ke Kota Baru di waktu yang berbeda. “kenapa gak sekalian aja, kalau begini kan susah. Kita jadi dua kali ngantar,” cetus salah seorang petugas usai pendataan di Kantor Pos.

ananda_Soal UN Kalsel2Oleh karena sulitnya komunkasi dari Panitia ke percetakan, Kata Amka, pihaknya pun mengirimkan 6 orang yang ditugaskan untuk mengetahui kabar dari percetakan tersebut. “Padahal kita dari panitia sudah mengupayakan komunkasi. Tapi tidak tembus sampai ke dalam. Hanya sampai security saja dan disuruh titip pesan. Setelah kita 6 orang tenaga khsuusnya perwakilan Kalsel yakni 3 orang dari perguruan tinggi dan 3 orang dari Disdik provinsi. Jadi dari merekalah kita bisa tau informasi dimana kondisi barang sedang parking dimana, sudah sampai mana prosesnya, sudah dikirim atau belum. Jadi justru bukan dari jasa pengiriman apalagi percertakannya,” ungkapnya cemas.

Bahkan katanya, menurut kabar yang ia terima sempat ada pertemuan dari Wamendik Musdiar Kasim dan Dirjen Balitbang merpat ke percetakan Galia, di Jawi. “Ditongkrongin sama wamen,” cetusnya.

Menurutnya, keterlambatan tahun in lebih parah dari tahun sebelumnya. Sebab di tahun 2012 terlamabt satu hari yang saat ini 2 hari dan membuat panitia khususnya di daerah-daerah resah. “Sebab mereka panitia di daerah juga persiapan penyambutan distribusi, semakin pendek waktu semakin \susah mengatur jadwalnya. Kalau kita dari Prov ke 12 Kab/Kota. Kalau mereka ke setiap kecamatan, lebih banyak dan jadi lebih rumit lagi,” ungkapnya.

Dijelaskan Amka, proses pembuatan soal dari Percetakan tersebut berla njut ke ekspedisi hingga ke Bandara. Dari Bandara Syamsudin Noor barulah ke Kantor Pos dikawal dengan beberapa unsur dari Kepolisian. Kemudian perndaratan terakhri di Polsek-polsek. Dari situ para pihak sekolahan yang mengambil di hari H UN pada tanggal 15 April 2013.

ananda_Soal UN Kalsel5Kantor Pos Sulit Lakukan Koordinasi

Manager Penjualan Area Regional IX Kalimantan Kantor Pos Indonesia Adrian Kurniawan didampingi Asisten Operational Gusti Chairil Asyadi mengatakan, pihaknya mengakuin sulit sekali melakukan apalagi mengecek pengiriman sual UN tersebut dikarenakan keterlibatan Kantor Pos hanya saat soal sampai ke Kantor Pos.

“Ketika soal sampai di Kantor pos kemudian diantar ke Kabupaten-kabupaten/Kota. Maka dari itu sulit sekali kita melakukan koordinasi bahkan meminta informasi. Ekspedisinya juga tidak kami ketahui memakai apa. Berbeda denga daerah lain yang menggunakan jasa kantor pos untuk seluruh pengiriman,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan.

Bahkan pada akhirnya, karena tidak adanya penjemputan atau angkutan kendaraan yang menerima kedatangan di Bandara, maka pihaknya ambil kemudi untuk menjemput soal tersebut di bandara. “Daripada terkatung-katung tidak jelas,” katanya.

Pada intinya ia dari pihak Kantor Pos mengaku siap mengkoordinasikan soal Unyang datang. “Karena memang perlu proses yang cepat. Sebab waktunya sudah mepet sekali. Proses selesai kita siap berangkat. Sore ini, (kemarin, red) Soal sudah didistribusikan ke Kota Baru menggunakan mobil kecil saja berjenis Xenia atau grand max. Pokoknya tergantung situasi dan kondisi. Pokoknya kita ambil yang bisa akses secapat mungkin. Karena perjalanan saja dipastikan kurang lebih 6 jam tiba di lokasi dengan menggunakan jalur darat.

Satpol PP Sweeping Warnet Tak Berizin

ananda_sejumlah anggota Satpol PP Banjarbaru melakukan sweeping ke sejumlah titik warnet di Jln Panglima Batur Banjarbaru sebagai tindakan atas banyaknya warnet yang tidak memiliki izin yang jelas3Sebagai tindakan lapangan penegak perda yang telah diawasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru melakukan patroli ke sejumlah warnet yang ada di Banjarbaru. Khususnya di Sepanjang Jl Panglima Batur. Hal itu karena menurut data yang ada di BP2T Kota Banjarbaru masih banyak sekali keberadaan warnet tidak seimbang dengan berkas perizinan yang ada. Terlebih lagi, yang sudah berizin pun banyak yang tidak lagi memperpanjang izinnya padahal masih saja beroperasi.

Hasan salah seorang operatr di Warnet Dhimas Net mengaku kaget saat rombongan Satpol PP menyambanginya. Namun ia mengaku tidak tahu menahu persoalan izin karena dia sebagai karyawan shift saja. “Usaha warnet ini orang PNS kok Pak, di Pemko Banjarbaru,” katanya, Selasa, (9/4), kemarin.

ananda_sejumlah anggota Satpol PP Banjarbaru melakukan sweeping ke sejumlah titik warnet di Jln Panglima Batur Banjarbaru sebagai tindakan atas banyaknya warnet yang tidak memiliki izin yang jelas2Staf Operasional Satpol PP Kota Banjarbaru M Yusfiansyah S Didampingi Heru Suseno mengatakan, tujuan adanya patroli tersebut tak lain sebagai pengakan hukum dan peraturan tentang perizinan lingkungan terutama warnet yang ada di Kota Banjarbaru. “Ternyat, dari sekian banyak yang kita temui tidak sedikit warnet yang tida bisa menunjukkan berkas perzinan sebagaimana prosuder dari BP2T,” katanya kepada wartawan MK.

Di antara warnet yang telah meraka sambangi yakni Warnet Hoky gam Center, Winner Net, Dhimas Net, dan beberapa warnet lain sejak hari sebelumnya. “Parahnya lagi, yang katanya Dhimaz net ini sama sekali tidak ada plang nama di depannya. Ini suatu indikasi kesalahan. Operatornya bilang yang punya pegawai Pemko. Seharusnya justru karena da PNS lebih paham soal perizinan ini,” tegasnya.

ananda_sejumlah anggota Satpol PP Banjarbaru melakukan sweeping ke sejumlah titik warnet di Jln Panglima Batur Banjarbaru sebagai tindakan atas banyaknya warnet yang tidak memiliki izin yang jelasDitambahnkannya, dari sekian banyak warnet yang sebelumnya telah kena terguran dan berjanji akan memproses perpanjangan izin, ternyata ketika dicek kembali ke BP2T justru tidak ada berkas dari warnet yang bersangkutan mengurus perizinan. Padahal, kata Suseno, pengelola mengatakan berkas sudah berproses.

“Kebanyakan dari sejumlah warnet yang kita datangi tidak bertemu langsung dengan pemiliknyaa. Tetapi para karwayan operator sendiri sudah kita pesani agar bisa meminta berkasberkas perizinan dan ditinggal di operator sebab kita akan kembali mengecek kebenran berkas yang dimaksud. Jadi ketahuan ada kesalahan apa! Banyak sekali yang tidak mempunyai izin,” geramnya.

Yusfiansyah menjabarkan, dalam jangka waktu dekat ini pihaknya masih mendata warnet yang tidak punya izin. Pun jika memang sudah berizin juga tetap dicek kembali apakah masa izin warnet 2 tahun tersebut masih berlaku atau sudah jatuh tempo. Maka diperlukan kembali perpanjangan. Karena banyak sekali pengelola warnet yang hanya mengurus izin HO nya saja sedangkan izin lingkungan warnetnya tidak. Yang jelas ini masih dalam tahap pembinaan,” pungkasnya.

Wagub Resmi Buka Book Fair

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru3Banjarbaru Book Fair (BBF) resmi dibula oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Sabtu, (30/3), kemarin. Pameran buku terbesar se kalsel ini dilaksanakan dari tanggal 30 Maret 2013 sampai dengan 7 April 2013. Pembukaan tersebut juga dihadiri Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor, Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi, dan sejumlah took penulis Banjarbaru.

Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi mengatakan, adanya event buku terbesar yang diselenggarakan di Kalsel ini diharapkan mampu mengembangkan minta baca. Tak hanya itu, ia juga berharap keberadaan BBF bisa menjadi penghargaan tersendiri bagi pemerindah dan masyarkat yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru“Kegiatan yang meriah selain sebagai ajang untuk menambah wawasan juga sebagai perwujudan untuk mengembangkan minat baca serta wawasan. Saya berharap Banjarbaru mampu menjadi pioneer dan inspirasi bagi daerah lainnnya,” tutur Husni.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Banjarbaru Hj Nyuliani Dardie mengaku senang sekali kegiatan tersebut telah dibuka dengan meriah dan lancar. “Ini sebagai lanjutan darui kegiatan Banjarbaru Membaca yang menghadirkan Duta Baca Nasional Andy F Noya (Presenter Kick Andy!) tahun lalu. Di BBF 2013 ini juga digelar kegiatan hiburan seperti seni budaya dan lomba band,” ungkap Nunung, sapaan akrabnya.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru6Selain itu juga, BBF diselingi dengan kegiatan seperti seminar dan workshop tentang penulis dan buku. Jika tak ada aral melintang, sejumlah artis dan penulis ibukota juga akan dating di akhir-akhir kegiatan. Termasuk artis dan bintang sinetron Asmirandah.

SMAN 7 Banjarmasin Juara

Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2013 berakhir sudah. Beruntungnya, SMAN 7 Kabbanjar Banjarmasin berhasil memboyong gelar juara pertama dan berhak untuk kembali mengikuti pertandingan yang sama di tingkat Nasional di Jakarta.

Gelaran putaran final yang dilaksnakan pada Jumat, (30/3), kemarin, mempertemukan tiga sekolah terbaik yang menyingkirkan lawan dari sekolahan lain yakni SMAN Jorong, SMA Darul Hijrah Putri Martapura, dan SMAN 7 Banjarmasin. Ketiganya begitu antusias menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan dengan dinilai denganm seksama oleh 3 orang juri yakni Wakil Sekjend MPR RI Selvi Jaeni, Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dr Ir Hetifah MPP dan anggota DPD perwakilan Sulewesi Barat Saifullah Malonda.

A Naufal Hajiji ketua regu dari SMAN 7 Banjarmasin mengaku, persiapan menjelang lomba tersebut telah dilaksanakan sekolahannya sejak Oktober 2012 lalu. “Tentunya gugup sekali apalagi saat seleksi dengan 33 sekolah di Banjarmasin. Ketika sampai tingkat provinsi makin gorgi karena dari sekolah lain juga hebat apalagi saat melawan SMAN 1 Kandangan dan SMA Tanjung. Sedangkan di final barusan saya sangat bahagia dan merasa beruntung karena soal yang diberikan terkahir sebagai penentu poin pemenang adalah soal yang pernah kita jawab ketika latihan di sekolahan,” ingatnya.

Penanggung Jawab Kegiatan Kepala Dinas Pendidikan provinsi Ngadimun ketika membacakan sambutan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin berucap, para pelajar terutama siswa tingkat SLTA diharapkan sudah mampu menjaga, memahami dan mengamalkan isi dari 4 pilar kehiduypan berbangsa dan bernegara tersebut. “Ini adalah bukti para pekajar Kalsel cukup antusias terhadap 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Tidak hanya tekstual tetapi juga mendalam. Diharapkan dalam kegiatan lomba ini bisa terus terlaksana dan berkembang. Serta terus melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah” ujarnya.

Di samping itu ia juga mengharapkan sekolah yang mewakili Kalsel ke tingkat Nasional bisa bersaing dengan sehat dan juara.

Sedangkan Kasi Ketenagaan Pembelajaran dan Sistem Pengujian Dinas Pendidikan Prov Kalsel Drs H Thalmas yang juga sebagai ketua Panitia Pelaksana didampingi Hj Abdurrahim menuturkan, lomba yang telah berlangsung sejak 26 Maret 2013 itu merupakan program dari MPR RI guna membangun karakter bangsa. “Dari pemuda inilah tentunya lahir generasi penerus bangsa. Tentu keberadaan lomba ini diharapkan mampun mecetak jiwa ke pemimpinan sejati di masa yang akan datang,” katanya.

Wakil Sekjend MPR RI Selvi Zaini mengatakan, ketua MPR telah berpesan kepada bahwa begitu merindukan para pelajar tersebut untuk bertemu di Jakarta. “Ini tingkat seleksi yang ke 14 dari 33 provinsi di Indonesia. Sedangkan  Penyelenggaraan merupakan kali ke e6 oleh MPR RI. Sangat diharapkan generaasi muda siswa ini mampu menjadi pemimpin Kalsel di masa mendatang bahkan memimpin Indonesia nantinya. Karena di tangan kaum mudalah nasib sebuah bangsa ditentukan,” pungakasnya.