Tanam Pohon Untuk Masa Depan

Peringati HKGB ke-62 dan HUT Bhayangkara ke-68 

ananda_LISTRI KAPOLDA_latihan menembak dari sejumlah Jajaran Polda Kalsel disertai istri usai penanaman bibit pohon di SPN Sungai Ulin Banjarbaru2Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon melaksanakan penanaman bibit pohon dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-62, Sabtu, (14/6), di SPN, Sungai Ulin Kota Banjarbaru, kemarin. Kegiatan itu juga sekaligus menjadi perayaan HUT Bhayangkara yang ke-68 yang dihadiri Kapolda Kalsel Brigadir Jendral Polisi Machfud Ariffin.

Ketua Bhayangkari Lita Machfud kepada sejumlah wartawan mengkritisi  lingkungan di Kalsel yang rusak akibat eksplorasi tambang namun minimnya upaya reklamasi atau penghijauan kembali. “Maka dari itu dengan dengan penanaman pohon ini diharapkan mampu menggerakkan semua elemen warga sebagai budaya penanaman pohon,” ujarnya.

ananda_Latihan menembak dari sejumlah Jajaran Polda Kalsel disertai istri usai penanaman bibi pohon di SPN Sungai Ulin BanjarbaruMenurutnya, tak pernah ada hal yang sia-sia terkait menanam pohon. Karena, katanya, efek dari penghijauan atau reklamasi merupakan jangka panjang yang akan dirasakan oleh generasi mendatang.

“Terlebih untuk anak cucu kita nantinya. Karena kita tak ingin di 10 hingga 20 tahun mendatang daerah yang kita cintai ini sudah tidak ada pepohonan yang menopang ekosistem dan mensterilkan udara. Hal ini sebagai upaya kita menyayangi bumi dan anak-cucu kita nanti,” ingatnya.

Tak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan hiburan dan latihan menembak sejumlah jajaran Polda Kalsel. Dalam momentum tersebut Ketua Bhayangkari Lita Machfud dan jajaran lainnya berkesempatan berlatih memegang pistol, menarik pelatuk, dan membidik sasaran. Kegiatan juga dilanjutkan dengan kegiatan yang sama di GOR Rudy Resnawan Jl Trikora Kota Banjarbaru.

Lahan Bersengketa, Petani Demo ke DPRD

???????????????????????????????Sejumlah petani sayur mayur bermukim di Jl Sukamaju Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang berdemo meluapkan aspirasi keDPRD Banjarbaru, Kamis, (18/4) kemarin pagi. Mereka meminta penyelesaian kasus pemagaran lahan pertanian mereka yang dinilai merka dari oknum yang merugikan mata pencaharian mereka.

Para pendemo ini melakukan longmas dan berteriak-teriak meminta hak merka. Juga memohon kepada anggota dewan agar membuat pansus untuk menyelesaikan persoalan lahan yang tak pernah padam di Kota Idaman. Sembari melakukan teaterikal di halaman gedung, para pendemo juga melakukan orasi dengan membawa spanduk yang berutlisan tujuan agar para mafia pajak di Kota Banjarbaru dimusnahkan.

Awalnya ratusan pendemo ini dilarang masuk oleh petugas keamanan baik itu dari Kepolisan Sektor Banjarbaru Kota maupun dari Satpo PP. Namun setelah bersepakat, pihak dewan mampu menerima 10 orang dari pendemo dan sisianya diperbolhkan masuk hanya sampai halaman gedung saja.

Dalam forum dewan yang dihadapi sejumlah anggota DPRD yakni Ketua DPRD Kota Banjarbaru Drs H Arie Sophian, Wakil Ketua Joko Triono, dan beberapa anggota dewan lainnya dari sejumlah fraksi, Koordinator sekaligus juru bicara para petani Hengki Irawan menuturkan, jika kasus tersebut masih berlarut-larut, mereka akan menuntuk untuk diselesaikan secara hukum perdata maupun pidana. “Tolong hentikan pemagaran-pemagaran dari pihak luar. Kalau dewan tidak tegas maka akan bertindak,” katanya.

Ia memaparkan pada waktu 1990 saat ia masuk ke wilayah tersebut masih lahan tidur. Maka ia bersama rekan petani lainnya menggarap lahan tersebut. Untuk saat ini ia hanya mengantongi sertifikat sementara. Masaalah petani tidak terima oknum preman masuk ke wilayah tersebut dan perlahan menggusur lahan mereka yang juga mata pencaharian.

“Kegiatan menguruk tanah dan menggusur masih saja dilakukan oknum yang tidak kita kenal. Bahkan sudah ada penganiayaan warga dari developer,” katanya.

Ketua RT 4 RW 1 Suparman menambahkan, pada awalnya ia menemui empat orang dari pegawa Dinas Perumahan dan Tata Ruang yang mengajukan persetujuan untuk persyaratan IMB. “Sebagai masyarakat adat kami tidak ingin perkara perdata ini jadi perkara pidana,” ujarnya dalam forum dewan.

Dipaparkan Suparman, ada 52 sertfikat ditanah yang dipersoalkan saat ini. Di Kampung Baru misalnya, ada sporadik segel dan surat garapan. Tapi surat yang datang ke mereka hanya sertifikat sementara. Sementara jarak ukur yang diterima selalu tidak jelas. “Satu lahan sertifikatnya hingga 4 lapis, yang statusnya sertifikat sementara,” tandasnya.

Selain itu, kata Suparman, panggilan Polda Kalsel sudah 4 kali atas tuduhan penyerobotan tanah. Padahal pihaknya mulai tahun 1990 bertani di lahan tersebut dan baru tahun sekarang dinyatakan menyerobot. “Kenapa tidak dari dulu,” kesalnya.

Menjawab persoalan tersebut, Kepala BPN Kota Banjarbaru Sulaiman Kurdi yang diminta datang oleh Ketua DPRD Banjarbaru Arie Shopian menyatakan, di wilayah yang termaksud belum ada peta desa maka dibuat lah sertifikat sementara sampai ada peta-peta pendaftaran peta desa yang ada disana.

Tempo itu katanya, lahan tersebut dianggap diterlantarkan namun seiring perkembangan Banjarbaru dan nilai tanah meningkat maka dikuasai oleh penduduk setempat. “Dan untuk mengetahui tanahnya kembali, pemilik tanah meminta pengembalian batas dengan teknis dan data yang ada pada kami. Nah, pemindahan berkas ada yang tertinggal sehingga pengembalian batas sangat-sangat perlu kehatian-hatian dimana lokasi itu berada,” bebernya.

Donor Darah Peringati Hari Jadi AURI

Lanud Syamsudin Noor merayakan rangkaian acara untuk memperingati HUT TNI AU ke-67. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Donor Darah, Rabu, (3/4), di Rumah Sakit AURI, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, kemarin.

Danlanud Syamsudin Noor Letkol Pnb M Mukshon langsung melihat-lihat ke TKP donor darah sambil mengawasi bersama jajaran AURI lainnya. Ketua Panitia Pelaksananaan HUT TNI AU Lanud Syamsudin Noor Mayor Lektro Petrus PS menuturkan, peringatan HUT TNI AU pada 9 April itu juga nantinya diselkingi dengan kegiatan penanaman pohonb yang bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Prov Kalsel, Ziara Tanam makam Pahlawan, dan pada acara puncak nantinya digelarlah Upacara HUT TNI AU di Lapangan Upacara Lanud Syamsudin Noor.

“Kegiatan Donor darah diikuti setidaknya dari 12 intansiyang telah kita undang. Yakni, Denzipur 8 GM, Kasat Brimobda Kalsel, PPAD, Kodim 1006 Martapura,  Yonif 623, SPN Banjarbaru, Polresta Banjarbaru, Dekan FK Unlam, Akbid Borneo, Basarnas, Rindam VI Mulawarman, Lanud Syansudin Noor, PT Angkasa Pura Bandara Syamsudin Noor, Yapkesbi, PPAU, SMUN 1 Banjarbaru, SMUN 2 Banjarbaru, sera para Lurah dan Camat setempat,” katanya kepada watawan MK.

Terselenggaranya kegiatan sosial donor darah itu berkat kerjasama AURI Lanud Syamsudin Noor dengan PMI Kab Banjar. Kegiatan donor darah tersebut, kata Petrus, diharapkan mampu menjadi ikatan sosial yang kuat sebagai militer yang berjiwa kemanusiaan. Serta bisa memberikan manfaat bagi kalangan luas. “Kita optimis bisa memperoleh lebih dari 200 kantong darah. Sebab semua yang kita undang dating ditambah lagi masyarkat umum,” katanya.

Dijelaskanya, kegiatan donor darah itu telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan AURI Lanuds Syamsudin Noor 2 kali dalam setahun. Adalah saat peringatan hari jadi TNI dan Hari Bhakti. “Saya berharap hasil donor darah disini menjadi tambahan stok darah di PMI yang tak lain manfaatnya untuk membantu masyarkat membutuhkan darah demi menyelamatkan nyawa. Sembari kita membangun solidaritas sesame penjaga keamanan, baik itu TNI, Polisi dan masyarakat sipiil,” pungkasnya. 

Dukung RS Baru

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru Drs Syahriani Syahran mengungkapkan, besarnya biaya yang dibutuhkan guna membangun rumah sakit baru nantinya setara dengan pelayanan. Sebab rumah sakit yang baru itu merupakah rumah sakit representratif bagi seluruh masyarakat.

“Pun jikalau ke depan nanti biaya yang telah dianggarkan sebesar 217 miliar rupiah itu tidak mencukupi maka kita mengharapkan kembali bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Pemko Banjarbaru, katanya, baru saja meminta dukungan kepada anggota DPD RI guna mewujudkan mega proyek tersebut. “Pemko juga sudah sampaikan kepada anggota DPD RI dapil Kalsel Sofwat Hadi. Dan tentunya juga dukungan dari masyarakat agar bisa teruwujud dengan lancar,” ungkapnya.

Ia mengatakan untuk lokasi pembangunan rumah sakit yang sudah ditentukan yakni di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin. Dengan luas tanah enam hektare.

Menyikapi pernyataan itu, Anggota DPD RI Sofwat Hadi mengaku siap memperjuangkan permohonan bantuan pembangunan rumah sakit yang direncanakan pemko Banjarbaru. “Kita usahakan untuk menyampaikan langsung ke pemerintah maupun Kementerian Kesehatan. Jadi pembangunan rumah sakit teralisasi disertai pelayanan yang baik,” katanya.

Majelis Ta’lim Keluhkan Sikap PDAM

Sejumlah jamaah majelis Ta’lim Zawiyatul Hikmah yang terletak di Jl Kendedes Blok E, Komplek Balitan 3, Banjarbaru merasa tak terima dengan tuduhan PDAM yang mengatakan mereka mencuri air. Seperti yang disampaikan Pembina Majelis Ta’lim Arie Sophian yang juga sebagai Ketua DPRD Kota Banjarabaru mengaku tak habis piker dengan perlakuan pihak petugas PDAM itu.

“itu terjadi sekitar 10 hari yang lalu. Kami dengan Ni ID 051434 biasanya bayar paling tinggi Rp. 100.000. Tiba-tiba ada tagihan dari PDAM hamperir 4,5 juta rupiah. Tentu kita terkejut. Setelah kita periksa memang ada kebocoran di selang bagian bawah yang mengarah ke tanah. Tidak tampak terlihat jika sambil lewat. Nah, Dalam kapasitas Pembina majelis ta’lim, bukan lantaran nggota dewan, dan juga pimpinan majelis KH Husni Thamrin Al Jufri meminta keringanan dan kebijakan,” ujarnya kepada wartawan penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Kamis, (17/1), kemarin.

Namun ia sangat menyayangkan surat yang datang kepada piak majelis tetap saja tidak berubah dan tidak mengurangi sedikit pun. “Apakah kebocoran yang mengarah kepada ke rumah pelanggan tanpa diketahui itu dibebani kepada pelanggan manakala ketika ada kebocoran tanpa diketahui,” tuturnya mempertanyakan.

Bahkan yang ia paling tidak bisa diterima diprasangkai yang tidak bagus oleh direktur PDAM Rifky Basri. “Yakni, kami dikira memasukkan air tersebut ke dalam sumur. Naaudzubillahimindzalik. Itu diceritakan salah seorang anggota majelis ta’lim kami saat menghadap direktur PDAM sekaligus menyampaikan surat permohonan keringanan itu,” tambahnya.

Menurutnya, pernyataan tersebut sangat tidak mengenakan. Ia menilai pernyataan itu sama saja mengatakan pihak majelis ta’lim mencuri air pemerintah. “Ini, kan menyakitkan hati. Itu fitnah. Mestinya dilihat dulu, ada complain permasalahan barulah membuat statement. Ini termasuk perlakuan yang tidak menyenangkan dan fitnah. Kalau hal ini kami laporkan kepada pihak yang berwajib mungkin ada sanksi hukum,” tegasnya.

Di samping itu, pihaknya atas nama majelis melakukan musyawarah secara berjamaah. “Untuk pembayaran tidak mungkin dilakukan sendiri. Karena uang dengan jumlah segitu sama dengan separuh gajih anggota DPR. Tapi saya tekankan lagi, Apakah mekanisme seperti itu mejadi beban pelanggan. Sebagai pembina maupun anggota majelis kami berharap ke depan jangan sampai asalbuast statement. Periksa dulu baru buat stetment,” tandasnya.

Dikonfrimasi perihal tersebut, Humas PDAM Intan Banjar Dedy Rahmat Setiawan menjelaskan, tanggungjawab PDAM dalam pembiyaan dalam hal kebocoran yakni dari meteran air ke pipa. “Tetapi kebocoran yang terjadi setelah meteran air ke dalam rumah maka itu menjadi tanggunjawab pelanggan,” ujarnya kepada penulis.

Ia menjelaskan, keluhan tersebut sering ia temui dan kenyataan yang terjadi saat tagihan pembayaran tinggi. Namun ketika cek di lapangan ternyata kebocoran yang terjadi instalasi dari meteran ke dalam rumah. “padahal pelanggan mengaku memang pemakai tidak sesuai dengan kadar meteran tersebut namun volume air yang digunakan masyarkat,” katanya.

Lalu bagaimana kebijakan PDAM mengenai surat permohonan keringanan dari pelanggan? Ia menegaskan untuk mengurangi pembiayaan tetap tidak bisa. “Tapi PDAM bisa memberikan upaya keringanan dengan kemungkinan pelanggan membayar dengan cicilan atau diangsur beberapa kali. Tapi kalau untuk mengurangi angka tersebut secara aturan tidak diperbolehkn. Dan masalah ini menjadi tanggunjawab pelanggan. Jika dibiarkan tentu tingkat kehilangsn air kita akan semakin tinggi,” pungkasnya.

 

Angin Ribut Sapu Banjarbaru

OPohon Tumbang dan Baliho Roboh

Sejumlah pohon dan baliho di beberapa titik wilayah Kota Banjarbaru tumbang akibat dihantam angin kencang berkekuatan 34 knot. Kepala Stasiun BMKG Bandara Syamsudin Noor mengatakan, telah dipastikan angin tersebut bukanlah angin puting beliung. “Bentuknya justru mengepul seperti awan dan menyapu rata dari arah barat,” ujarnya kepada hirangputihabang.wordpress.com, Rabu, (9/1), kemarin.

Sementar itu, forecaster BMKG Bandrasa Syamsudin Noor Uli Mahanani dan Sugianti menginformasikan, pergerakan awan disertai angin ribut tersebut sudah terlihat di radar dari pukul 11.00 Wita. “Kejadiannya cepat sekali. Padahal kita sudah berikan waring kepada beberapa media serta penrbangan. Namun tak disangka, angin tersebut telah menghantam wilayah perkotan dengan skala kecepatan 24 knot arah barat. Kejadiannya itu berlangsung sekitar pukul 11.00 sampai jam 12.10 khususnya wilayah Banjarbaru, Banjarmasin, dan Martapura. Angin tersebut perlahan menghilang ketika sampai wilayah Hulu Sungai tepatnya ke pegungungan meratus,” jelasnya.

Menurutnya, fenomena rentetan angin ribut yang menyapu perkotaan tersebut baru kali pertama terjadi dan cepat gerakannya. “Kumpulan angin disertai hujan tersebut menuimbulkan jarak minimal pandan manusia 700m. Untungnya saat realtime kejadian berlangsung tidak ada pesawt landing atau take off. Jadi tidak mengganggu penerbangan,” paparnya.

Dari pantauan hirangputihhabang.worpress.com di lapangan, sejumlah pohon tumbang yang menghalangi akses Jalan Utama terdapat di Jl A Yani Km 35 Depan Unlam Banjarbaru, Jl Pangeran Suriansyah depan Bappeda dan Kantor Samsat Kota Banjarbaru, Jl Pangeran Hidayatulah depan PDAM Intan Banjar, Jl Wijaya Kusuma seberang Polresta Banjarbaru, dan sejumlah pohon yang juga menimpa sebuah rumah di Jl PM Noor, seberang kantor Telkom Kota Banjarbru.

Menyikapi persitiwa itu, sejumlah personil dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Dinas Tata Kota langsung dikerahkan ke sejumlah titik lokasi untuk melakukan evakuasi mendampingi Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli yang juga langsung turun ke lapangan. “Semua kemampuan kita kerahkan sejumlah truk dan bobcat untuk mengevakuasi pohon dan ranting yang tumbang. Terutama yang patah dan menghalangi akses lalu lintas,” ucap Ogi.

Di sisi lain, Kabid Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum Disberteman Kota Banjarbaru Yurlani memaparkan, sementara ini ada sekitar 10 buah pohon yang tumbang di beberapa titik. “Wilayah JL A yani, Kemuningm, serta ranting dan dahan yang berhamburan di Taman Van der Pijl, dan sekitar 7 titik yang sudah tertangani,” katanya.

Pihaknya mengaku langsung merespon dengan cepat supaya pepohonan yang tumbang tersebut tidak menghalangi jalan. “Hampir semua dikerahkan baik itu di bidang kebersiham, pertamanan, PJU, dan intansi terkait. Sementara akibat yang kita temui di lapangan, banyak kabel telkom dan kabel penerangan jalan umum yang putus. Secepatnya akan kita tangani ini. Kita memprioritaskan yang benar-benar mengganggi lalu lintas. Yang memang pohonnya jatuh langsung ke jalan. Kalau sisa ranting dan dahan mungkin akan kita lanjutkan pembersihan besok,” pungkasnya.

Warnet Pun Sering Jadi Tempat Mesum

OLYMPUS DIGITAL CAMERATak hanya kamar kost yang rawan akan perbuatan pasangan mesum. Tapi sejumlah warnet juga disinyalir sebagai penyalahgunaan tempat atas perbuatan yang tidak patut ditiruini.

Rhajudin salah seorang pemilik warnet di Jalan Panglima Batur Banjarbaru kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com menuturkan,sejak akhir tahun lalu, pihaknya bersama pengelola telah memakai CCTV guna menghindari perlakuan yangtidak pantas bagi si pengguna warnet. “Kita meletakkan CCTV itu di sudut ruangan. Jadi tidak melihat langsung apa yang mereka akses. Hanya gerak-gerik para pengguna saja. Jadi menurut saya, demi keamanan itu hal yang wajar,” katanya, Selasa, (8/1), kemarin.

Sementara itu di lain tempat, tidak sedikit juga warnet yang justru sangat tertutup. Pengelola warnet mengaku hanya untuk memaksimalkan tempat yang sempit. “Memang sengaja desainnya seperti itu agar bisa buat box lebih banyak. Kalau untuk antisipasi keamanan kita sudah memasang peringatan di dinding-dinding dan memberikan ancaman. Kalau memang ketahuan dan ke pergok berbuat mesum di box, maka kita tak segan mengusir bahkan melaporkan ke pihak yang berwajib,” tegasnya Andi, yang bekerja sebagai opertor di salah satu warnet Jl A Yani Km 35.