Catatan Yang Tercecer di Haul Abah Guru Sekumpul ke-11

Catatan Yang Tercecer di Haul Abah Guru Sekumpul ke-11

Foto Muhammad Nizar Khalifatullah Mukminin

Foto diambil dari Grup Facebook Para Pecinta Abah Guru Sekumpul hasil karya Muhammad Nizar Kalifatullah Mukminin

Pada akhirnya, kita dipanjangkan umur kembali untuk terus belajar dan memahami makna kehidupan di tiap kali hembusan napas. Tak sekadar bekerja untuk mencari uang, terkadang bekerja untuk mendapatkan berkah termasuk bagian dari pembelajaran. Apa yang didapatkan dari sebuah pengabdian kepada seorang guru yang sosoknya “Bukan Guru Biasa”.

Alhamdulillah, saya mensyukuri diberi kepribadian sebagaimana adanya sekarang ini. Belajar kala beliau masih hidup di tahun 2002, melawat dan mengatar di hari wafat tahun 2005. Diberikan umur, kekuatan, dan keinginan kuat untuk terus terhubung (tidak menginggalkan jauh Kota Martapura) dan hadir di setiap peringatan haul pertama sampai ke-11. Segala puji bagi Allah, kita manusia diberikan kebebasan memilih oleh Sang Maha Pemilik semesta alam , mau jadi apa kita di dunia, dan apa yang kita pertanggungjawabkan di hadapan nantinya.

Dear pembaca, pernahkah terpikirkan bahwa Tuhan tak memaksa kita untuk mentaati segala perintahnya. Adakah anda terpikir bahwa sebagai manusia kita tak serta merta mendapatkan siksa ketika salah atau langsung dimatikannya dalam kehidupan saat berbuat dosa? Jika hal tersebut terjadi, niscaya tidak ada lagi manusia yang hidup di bumi ini.

Sebagai intermezzo tulisan, mungkin itu satu dari sekian sebab mengapa saya memilih untuk menjadi “Pelayan” dalam konteks panitia di Haul Guru Sekumpul ke-11  tahun 2016 ini. Pasca menulis Catatan haul ke-8, tulisan tersebut terputus karena kesibukan dan tugas saya sebagai Jurnalis semakin menumpuk menimpa segala waktu pribadi yang semestinya mampu saya bagi  mengelola blog yang kurang lebih 3 tahun terbengkalai.

Tahun ini, saya tidak membagikan foto jepretan saya pribadi ketika berjubel di tengah para jamaah. Di catatan kali ini juga, saya tidak mengulang betapa beratnya menjadi seorang fotografer jurnalis pada haul Abah Guru yang mengharus mendapat foto bagus untuk tampil di halaman terdepan. Saya akan berbagi, betapa barokahnya lingkungan di sekitar Haul saat perayaan berlangsung.

12986968_10201690935670745_4669914976919452149_n2

Foto drone diambil dari Grup Facebook Para Pecinta Abah Guru Sekumpul hasil karya M Iriwin Nurhasnan.

Sedari pagi Minggu, (10/4), saya memilih untuk tidak mendapatkan kesempatan memotret ke Sekumpul, cukup di luar saja. Menjadi jamaah, alhasil saya  satu dari sekian banyak panitia petugas yang melayani para jamaah luar daerah baik dari pelayanan parkir atau pun pembagian konsumsi. Posko 45 STAI menjadi titik saya dan sepuluh teman-teman lainnya melayani para jamaah yang berdatangan. Dear pembaca, tidak ada iming-iming rupiah, hanya kenyamanan hati dan keinginan pribadi untuk mengabdi dan melayani sebuah keberkahan yang saya kira, wilayah lain pun seolah iri dengan Martapura.

Saya terharu ketika menerima sejumlah Broadcast BBM yang menyatakan setiap pribadi bersedia rumahnya masing-masing  dijadikan tempat penginapan para jamaah yang berdatangan, 500 ribu jamaah yang berhadir dari sejumlah daerah ke Sekumpul, mengorbankan segala bentuk harta waktu dan aktifitas mereka untuk datang. Dear pembaca, tidak ada feedback rupiah atas apa yang sudah mereka korbankan. Bahkan kabar yang tersiar, ada perumahan di sekumpul yang sampai disewa pendatang satu pekan sejak H-7 untuk mengumpulkan keluarga mereka di momentum haul dan beribadah di wilayah Ar-Raudhah.

Sebagai masyarakat awam, dalam artian saya tidak bermukim di Martapura, namun sempat mondok dan mendapat link untuk menjadi panitia di haul, saya merasa sangat berbeda. Gedung-gedung dikosongkan untuk para jemaah bermalam, termasuk kampus STAI Darussalam, kasur-kasur disediakan untuk mereka. Ada yang dari Amuntai, Kandangan, Sampit, Barabai, Tapin, dan daerah Hulu Sungai lainnya. Tentu saja untuk daerah lain seperti Palangkaraya, Samarinda, Jakarta, Bali, bahkan Lombok pun datang dan menempati kantong-kantong penginapan yang telah tersebar di beberapa wilayah Martapura. Saya membaca  headline koran lokal, terlepas penginapan gratis, penginapan berbayar berkelas losmen sampai hotel berbintang di wilayah kisaran Martapura dan Banjarbaru pun tercatat hasil transaksi 6 miliar rupiah. Ada lonjakan transaksi ekonomi yang luar biasa dalam satu hari itu. Bukankan ini satu dari berkah.

Kemacetan serta hiruk-pikuk Sekumpul adalah hal lumrah, wajib, dan sudah “dihakuni” para jamaah yang datang dari penjuru daerah. Posko Induk Sekumpul adalah panitia paling sabar menerima segala bentuk keluhan dan masalah yang terjadi kala pengaturan lalu lintas pra haul sebelum Magrib, dan pasca amalam sesudah Isya berjamaah. “Ramai lancar”, “padat merayap”, sampai “macet total” Jalan Ahmad Yani kode-kode HT yang tersiar. Semua adalah warna-warni haul, dalam konteks ramai lebih ramai daripada perayaan Hari Raya Idul Fitri di tempat yang sama.

Bendera-bendera berwarna-warni sebagai tanda adanya perayaan akbar tertancap di sudut-sudut kelurahan Kota Martapura. Saya melihat kelapangan para anak-murid Abah Guru yang rela mengeluarkan semua yang bisa diberikan kepada para jamaah pendatang, tempat, rumah, makanan, harta, benda, sembako, air minum, semua. Pembagian air gratis, penginapan grats, gratis makan, paman pentol yang mengratiskan dagangan, paman bakso yang menggratiskan, kopi, diskon besar-besaran produk keislaman, seakan semua manusia di sana sedang dihanyutkan dalam kecintaan abadi yang tak pernah mati. Sebab apa-apa yang sudah diberikan Anak Murid para jamaah belum ada apa-apanya dibandingkan apa-apa yang sudah diberikan Abah Guru Sekumpul kepada jamaah. Tak akan pernah terbalaskan. Seakan semua ingin turut terhanyut dalam kecintaan, kerinduan, dan mengkorbankan apa yang yang ada untuk menyamankan para jamaah dari seantero dunia. Dunia? Realy?

Sayyid Prof Fadhil Al Jailani, seorang cicit keturunan Syech Abdul Qadir Jailani dari garis keturunan Sayyid Abdurrozaq Ra dari Turki turut serta dalam pelaksanaan haul, belum lagi para ulama-ulama dan habaib-habaib hadramaut, jamaah dari negri jiran Malaysia.Tentu saja dua permata Sekumpul Muhammad Amin Badaly dan Ahmad Hafy Badali masih menjadi magnet tersendiri  para jamaah yang menyaksikannya langsung di dalam Musholla Ar-Raudhah atau pun tv-tv kabel se-Martapura. Banyak juga yang menyediakan LCD-LCD di tanah lapang luas bahkan Gedung Kuliah sebagai layar raksasa. Seperti di Posko 45 STAI.

Kantong-kantong parkir sedini mungkin disediakan para panitia agar tumpukan para jamaah bisa dikondisikan baik saat penyambutan mau pun ketika pulang dari Sekumpul. Saya bersama-sama kawan baru bisa merasakan arus ramai lancar lalu lintas pukul 01.00 dini hari Senin, (11/4).

12986968_10201690935670745_4669914976919452149_n.jpg

Foto drone diambil dari Grup Facebook Para Pecinta Abah Guru Sekumpul hasil karya M Iriwin Nurhasnan.

Aku bersyukur atas pilihan yang telah diberikan. Ada rasa yang tak selalu sama di setiap tahunnya. Pun seandainya aku memilih untuk terus menulis kisah ini sedetail kehadiran ulama-ulama dalam Ar-Raudhan sekumpul, amalan Ratibul Hadad, Nasyid Zikir sampai Isya berjamaahnya, serta dialog-dialog yang kami lakukan saat mengatur para jamaah, mungkin tak akan cukup untuk sekali posting. Hari mulai hujan, ada catatan tercecer lainnya yang harus kurampungkan. Sudah kubilang, ini hanyalah catatan tercecer saja. Semoga kita, para pembaca, juga penulis dipanjangkan umur dalam berkat, dan merasakan dari sudut pandang berbeda lainnya pada Haul Abah Guru Sekumpul ke-12 mendatang. Shollu Alannabiy. Dan sebagai penutup, saya mengutip status RU dari sahabat saya M Zainal Ilmi a.k.a Elmonk di akun BBM nya:

“Inilah Martapura dengan Berjuta Cinta”

 

Tanam Pohon Untuk Masa Depan

Peringati HKGB ke-62 dan HUT Bhayangkara ke-68 

ananda_LISTRI KAPOLDA_latihan menembak dari sejumlah Jajaran Polda Kalsel disertai istri usai penanaman bibit pohon di SPN Sungai Ulin Banjarbaru2Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon melaksanakan penanaman bibit pohon dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-62, Sabtu, (14/6), di SPN, Sungai Ulin Kota Banjarbaru, kemarin. Kegiatan itu juga sekaligus menjadi perayaan HUT Bhayangkara yang ke-68 yang dihadiri Kapolda Kalsel Brigadir Jendral Polisi Machfud Ariffin.

Ketua Bhayangkari Lita Machfud kepada sejumlah wartawan mengkritisi  lingkungan di Kalsel yang rusak akibat eksplorasi tambang namun minimnya upaya reklamasi atau penghijauan kembali. “Maka dari itu dengan dengan penanaman pohon ini diharapkan mampu menggerakkan semua elemen warga sebagai budaya penanaman pohon,” ujarnya.

ananda_Latihan menembak dari sejumlah Jajaran Polda Kalsel disertai istri usai penanaman bibi pohon di SPN Sungai Ulin BanjarbaruMenurutnya, tak pernah ada hal yang sia-sia terkait menanam pohon. Karena, katanya, efek dari penghijauan atau reklamasi merupakan jangka panjang yang akan dirasakan oleh generasi mendatang.

“Terlebih untuk anak cucu kita nantinya. Karena kita tak ingin di 10 hingga 20 tahun mendatang daerah yang kita cintai ini sudah tidak ada pepohonan yang menopang ekosistem dan mensterilkan udara. Hal ini sebagai upaya kita menyayangi bumi dan anak-cucu kita nanti,” ingatnya.

Tak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan hiburan dan latihan menembak sejumlah jajaran Polda Kalsel. Dalam momentum tersebut Ketua Bhayangkari Lita Machfud dan jajaran lainnya berkesempatan berlatih memegang pistol, menarik pelatuk, dan membidik sasaran. Kegiatan juga dilanjutkan dengan kegiatan yang sama di GOR Rudy Resnawan Jl Trikora Kota Banjarbaru.

Sosialisasikan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat

 Wakil Walikota Banjarbaru H Ogi Fajar Nuzuli mengatakan, satu faktor pendorong perubahan baik perubahan bidang ekonomi maupun sosial budaya masyarakat yakni peralihan teknologi ke masyarakat.

“Hal ini erat hubungannya dalam rangka percepatan pembangunan. Dan mempunyai peran penting di mana masyarakat baik pedesaan kelurahan bisa menciptakan gagasan dan teknologi yang berdaya guna untuk itu Badan Pemberdayaan Masyarakat Pelayanan Perempuan dan KB,” ungkapnya saat Sosialisasi Pos Pelayanan Teknologi di kota Banjarbaru, Selasa, (11/2), di Aula Trisakti Kota Banjarbaru, kemarin.

Kegiatan itu dinarasumberi Ir H Arief Bijaksana MP sebagai Pemerhati posyantek dosen UNLAM, Dr Ir H Arief Akbar sebagai Pemerhati posyantek, Ketua Prodi Teknologi Pertanian UNLAM, dan Kepala BPMP&KB Kota Banjarbaru Ir Hj Puspa Kecana seelaku, dan dosen pertanian UNLAM Ir Hj Nuri Dewiyanti Msc Phd, dan diikuti peserta pelajar mahasiswa serta masyarakat kelurahan se- Kota Banjarbaru.

Menurutnya, proses alih teknologi ke masyarakat selama ini berjalan secara alamiah. Pemerintah Kota Banjarbaru dalam hal ini sangat mengapresiasi dilaksanakannya workshop sekaligus sosialisasi pembentukan Pos Pelayanan Teknologi (Pos Yantek) Tepat Guna tahun anggaran 2014 oleh BPMP&KB kota Banjarbaru.

“Sebab dengan diterapkannya penggunaan teknologi tepat guna, diharapkan akan mampu memacu dan memicu peningkatan ekonomi masyarakat, lebih-lebih masyarakat pelaku usaha. Oleh karena itu, hendaknya kegiatan ini diikuti dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Ditegaskan pula hal tersebut bertujuan antara lain memberikan motivasi terutama bagi masyarakat pelaku usaha untuk dapat memanfaatkan penggunaan teknologi tepat guna.

“Karena selain hemat waktu, penggunaan teknologi tepat guna juga akan mampu meningkatkan produk/hasil yang ditekuninya. Pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) akan optimal jika ada alih teknologi dari sumber kemasyarakat,” tuturnya.

Dinilainya, masyarakat pun perlu dikondisikan untuk dapat memanfaatkan kemajuan teknologi. Karena teknologi tepat guna sangat bermanfaat,” pungkasnya.

BPN Perlu Musyawarah Mufakat

Carut marut persoalan lahan Sukamaju membuat sejumlah masyarkat setempat tak terima. Ketua RT 4 RW 1 Suparman memaparkan sejak Desember 2012, pihaknya menenumkan izin mendirikan bangunan (IMB) guna aktivitas pemagaran lahan yang mereka garap. “IMB untuk pemagaran lahan itu dari dinas tata ruang dan perumahan,” ujarnya kepada wartawan MK, kemarin.

Dikatakannnya, warga sudah menyampaikan surat keberatan mengenai hal tersebut kepada pimpinan daerah Kota Banjarbaru. Pada kesempatan itu, warga juga mempertanyakan adanya sertifikat sementara yang dikeluarkan BPN.

Menyikapi perihal itu, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Drs H Arie Sophian menegaskan, dewan serius dalam menanggapinya. Namun tidak bisa dengan instan melainkan dengan tahapan. “BPN harus dihadirkan agar jelas dan berdasarkan azas legalitas, kalau perlu dibentuk tim ahli untuk mempelajari masalah ini,” ujarnya.

Ia juga meminta agar untuk semenata IMB pagar tersebut dihentikan untuk selama proses pencarian solusi didapat.

Kepala BPN Kota Banjarbaru Sulaiman Kurdi yang turut hadir dalam pertemuan,  menjelaskan amanat BPN Pusat agar masalah tanah di daerah-daerah dapat diselesaikan dengan baik.

Mengenai sertifikat sementara, Sulaiman mengatakan, adanya sertifikat sementara itu karena di daerah itu tidak ada peta desa. “Sertifikat sementara itu memang ada dan statusnya hukumnya sama dengan sertifikatnya,” kata Sulaiman.

Petugas Teknis Pengukuran BPN Kota Banjarbaru Darmawan menambahkan, adanya permohona  batas itu sesuai dengan aturan dan syarat, sehingga pengukuran dilakukan berdasarkan data di lapangan.“BPN menawarkan musyawarah untuk mufakat kalau ada warga yang keberatan,” katanya.

Lahan Bersengketa, Petani Demo ke DPRD

???????????????????????????????Sejumlah petani sayur mayur bermukim di Jl Sukamaju Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang berdemo meluapkan aspirasi keDPRD Banjarbaru, Kamis, (18/4) kemarin pagi. Mereka meminta penyelesaian kasus pemagaran lahan pertanian mereka yang dinilai merka dari oknum yang merugikan mata pencaharian mereka.

Para pendemo ini melakukan longmas dan berteriak-teriak meminta hak merka. Juga memohon kepada anggota dewan agar membuat pansus untuk menyelesaikan persoalan lahan yang tak pernah padam di Kota Idaman. Sembari melakukan teaterikal di halaman gedung, para pendemo juga melakukan orasi dengan membawa spanduk yang berutlisan tujuan agar para mafia pajak di Kota Banjarbaru dimusnahkan.

Awalnya ratusan pendemo ini dilarang masuk oleh petugas keamanan baik itu dari Kepolisan Sektor Banjarbaru Kota maupun dari Satpo PP. Namun setelah bersepakat, pihak dewan mampu menerima 10 orang dari pendemo dan sisianya diperbolhkan masuk hanya sampai halaman gedung saja.

Dalam forum dewan yang dihadapi sejumlah anggota DPRD yakni Ketua DPRD Kota Banjarbaru Drs H Arie Sophian, Wakil Ketua Joko Triono, dan beberapa anggota dewan lainnya dari sejumlah fraksi, Koordinator sekaligus juru bicara para petani Hengki Irawan menuturkan, jika kasus tersebut masih berlarut-larut, mereka akan menuntuk untuk diselesaikan secara hukum perdata maupun pidana. “Tolong hentikan pemagaran-pemagaran dari pihak luar. Kalau dewan tidak tegas maka akan bertindak,” katanya.

Ia memaparkan pada waktu 1990 saat ia masuk ke wilayah tersebut masih lahan tidur. Maka ia bersama rekan petani lainnya menggarap lahan tersebut. Untuk saat ini ia hanya mengantongi sertifikat sementara. Masaalah petani tidak terima oknum preman masuk ke wilayah tersebut dan perlahan menggusur lahan mereka yang juga mata pencaharian.

“Kegiatan menguruk tanah dan menggusur masih saja dilakukan oknum yang tidak kita kenal. Bahkan sudah ada penganiayaan warga dari developer,” katanya.

Ketua RT 4 RW 1 Suparman menambahkan, pada awalnya ia menemui empat orang dari pegawa Dinas Perumahan dan Tata Ruang yang mengajukan persetujuan untuk persyaratan IMB. “Sebagai masyarakat adat kami tidak ingin perkara perdata ini jadi perkara pidana,” ujarnya dalam forum dewan.

Dipaparkan Suparman, ada 52 sertfikat ditanah yang dipersoalkan saat ini. Di Kampung Baru misalnya, ada sporadik segel dan surat garapan. Tapi surat yang datang ke mereka hanya sertifikat sementara. Sementara jarak ukur yang diterima selalu tidak jelas. “Satu lahan sertifikatnya hingga 4 lapis, yang statusnya sertifikat sementara,” tandasnya.

Selain itu, kata Suparman, panggilan Polda Kalsel sudah 4 kali atas tuduhan penyerobotan tanah. Padahal pihaknya mulai tahun 1990 bertani di lahan tersebut dan baru tahun sekarang dinyatakan menyerobot. “Kenapa tidak dari dulu,” kesalnya.

Menjawab persoalan tersebut, Kepala BPN Kota Banjarbaru Sulaiman Kurdi yang diminta datang oleh Ketua DPRD Banjarbaru Arie Shopian menyatakan, di wilayah yang termaksud belum ada peta desa maka dibuat lah sertifikat sementara sampai ada peta-peta pendaftaran peta desa yang ada disana.

Tempo itu katanya, lahan tersebut dianggap diterlantarkan namun seiring perkembangan Banjarbaru dan nilai tanah meningkat maka dikuasai oleh penduduk setempat. “Dan untuk mengetahui tanahnya kembali, pemilik tanah meminta pengembalian batas dengan teknis dan data yang ada pada kami. Nah, pemindahan berkas ada yang tertinggal sehingga pengembalian batas sangat-sangat perlu kehatian-hatian dimana lokasi itu berada,” bebernya.

Donor Darah Peringati Hari Jadi AURI

Lanud Syamsudin Noor merayakan rangkaian acara untuk memperingati HUT TNI AU ke-67. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Donor Darah, Rabu, (3/4), di Rumah Sakit AURI, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, kemarin.

Danlanud Syamsudin Noor Letkol Pnb M Mukshon langsung melihat-lihat ke TKP donor darah sambil mengawasi bersama jajaran AURI lainnya. Ketua Panitia Pelaksananaan HUT TNI AU Lanud Syamsudin Noor Mayor Lektro Petrus PS menuturkan, peringatan HUT TNI AU pada 9 April itu juga nantinya diselkingi dengan kegiatan penanaman pohonb yang bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Prov Kalsel, Ziara Tanam makam Pahlawan, dan pada acara puncak nantinya digelarlah Upacara HUT TNI AU di Lapangan Upacara Lanud Syamsudin Noor.

“Kegiatan Donor darah diikuti setidaknya dari 12 intansiyang telah kita undang. Yakni, Denzipur 8 GM, Kasat Brimobda Kalsel, PPAD, Kodim 1006 Martapura,  Yonif 623, SPN Banjarbaru, Polresta Banjarbaru, Dekan FK Unlam, Akbid Borneo, Basarnas, Rindam VI Mulawarman, Lanud Syansudin Noor, PT Angkasa Pura Bandara Syamsudin Noor, Yapkesbi, PPAU, SMUN 1 Banjarbaru, SMUN 2 Banjarbaru, sera para Lurah dan Camat setempat,” katanya kepada watawan MK.

Terselenggaranya kegiatan sosial donor darah itu berkat kerjasama AURI Lanud Syamsudin Noor dengan PMI Kab Banjar. Kegiatan donor darah tersebut, kata Petrus, diharapkan mampu menjadi ikatan sosial yang kuat sebagai militer yang berjiwa kemanusiaan. Serta bisa memberikan manfaat bagi kalangan luas. “Kita optimis bisa memperoleh lebih dari 200 kantong darah. Sebab semua yang kita undang dating ditambah lagi masyarkat umum,” katanya.

Dijelaskanya, kegiatan donor darah itu telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan AURI Lanuds Syamsudin Noor 2 kali dalam setahun. Adalah saat peringatan hari jadi TNI dan Hari Bhakti. “Saya berharap hasil donor darah disini menjadi tambahan stok darah di PMI yang tak lain manfaatnya untuk membantu masyarkat membutuhkan darah demi menyelamatkan nyawa. Sembari kita membangun solidaritas sesame penjaga keamanan, baik itu TNI, Polisi dan masyarakat sipiil,” pungkasnya. 

Wagub Resmi Buka Book Fair

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru3Banjarbaru Book Fair (BBF) resmi dibula oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Sabtu, (30/3), kemarin. Pameran buku terbesar se kalsel ini dilaksanakan dari tanggal 30 Maret 2013 sampai dengan 7 April 2013. Pembukaan tersebut juga dihadiri Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor, Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi, dan sejumlah took penulis Banjarbaru.

Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi mengatakan, adanya event buku terbesar yang diselenggarakan di Kalsel ini diharapkan mampu mengembangkan minta baca. Tak hanya itu, ia juga berharap keberadaan BBF bisa menjadi penghargaan tersendiri bagi pemerindah dan masyarkat yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru“Kegiatan yang meriah selain sebagai ajang untuk menambah wawasan juga sebagai perwujudan untuk mengembangkan minat baca serta wawasan. Saya berharap Banjarbaru mampu menjadi pioneer dan inspirasi bagi daerah lainnnya,” tutur Husni.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Banjarbaru Hj Nyuliani Dardie mengaku senang sekali kegiatan tersebut telah dibuka dengan meriah dan lancar. “Ini sebagai lanjutan darui kegiatan Banjarbaru Membaca yang menghadirkan Duta Baca Nasional Andy F Noya (Presenter Kick Andy!) tahun lalu. Di BBF 2013 ini juga digelar kegiatan hiburan seperti seni budaya dan lomba band,” ungkap Nunung, sapaan akrabnya.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru6Selain itu juga, BBF diselingi dengan kegiatan seperti seminar dan workshop tentang penulis dan buku. Jika tak ada aral melintang, sejumlah artis dan penulis ibukota juga akan dating di akhir-akhir kegiatan. Termasuk artis dan bintang sinetron Asmirandah.