Ar-Rumi Rayakan Harlah di 2 Lokasi

Brosur Harlah 13 cx6.jpgMARTAPURA, hirangputihhabang Jika tak ada aral melintang, Sanggar Ar-Rumi STAI Darussalam Martapura akan melaksanakan perayaan hari lahir yang ke- 13 di dua lokasi yakni Q Mall Kota Banjarbaru dan Aula Kampus STAI Darussalam Martapura di Jalan Perwira, Tanjung Rema.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana Rajuk Rahman kepada penulis hirangputihahabang.wordpress.com. Dikatakannya, saat ini sedang menyiapkan berbagai macam persiapan tampilan di Q Mall yang dimulai pada sore Sabtu, (23/4), pukul 14.00 Wita hingga malamnya pukul 22.00 Wita.

“Jika pada perayaan harlah seblumnya kami menggelar sejumlah lomba, maka perayaan tahun ini sedikit berbeda. Dalam perayaan tersebut juga melibatkan sejumlah komunitas teater kampus dan pelajar andil dalam pementasan dan penampilan di panggung gratis. Dan juga acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Maka dari itu saya mengharapkan segala kalangan baik itu undangan fisik maupun undangan berantai bisa turut meramaikan perayaan ini,” ucapnya.

Sedangkan pada Rabu malam, (27/4), akan dilaksanakan perayaan puncak yang menampilkan sejumlah kesenian dari Ar-Rumi, Teaterikal Puisi, Hajir Marawis, Madihin Kontemporer, dan Teater Surealis berjudul Huda yang disutradarai oleh H Muhammad Ihsan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan pertunjukan terbaik. Tak lupa kami turut mengundang semua pelaku dan penikmat seni se-Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Catatan Yang Tercecer di Haul Abah Guru Sekumpul ke-11

Catatan Yang Tercecer di Haul Abah Guru Sekumpul ke-11

Foto Muhammad Nizar Khalifatullah Mukminin

Foto diambil dari Grup Facebook Para Pecinta Abah Guru Sekumpul hasil karya Muhammad Nizar Kalifatullah Mukminin

Pada akhirnya, kita dipanjangkan umur kembali untuk terus belajar dan memahami makna kehidupan di tiap kali hembusan napas. Tak sekadar bekerja untuk mencari uang, terkadang bekerja untuk mendapatkan berkah termasuk bagian dari pembelajaran. Apa yang didapatkan dari sebuah pengabdian kepada seorang guru yang sosoknya “Bukan Guru Biasa”.

Alhamdulillah, saya mensyukuri diberi kepribadian sebagaimana adanya sekarang ini. Belajar kala beliau masih hidup di tahun 2002, melawat dan mengatar di hari wafat tahun 2005. Diberikan umur, kekuatan, dan keinginan kuat untuk terus terhubung (tidak menginggalkan jauh Kota Martapura) dan hadir di setiap peringatan haul pertama sampai ke-11. Segala puji bagi Allah, kita manusia diberikan kebebasan memilih oleh Sang Maha Pemilik semesta alam , mau jadi apa kita di dunia, dan apa yang kita pertanggungjawabkan di hadapan nantinya.

Dear pembaca, pernahkah terpikirkan bahwa Tuhan tak memaksa kita untuk mentaati segala perintahnya. Adakah anda terpikir bahwa sebagai manusia kita tak serta merta mendapatkan siksa ketika salah atau langsung dimatikannya dalam kehidupan saat berbuat dosa? Jika hal tersebut terjadi, niscaya tidak ada lagi manusia yang hidup di bumi ini.

Sebagai intermezzo tulisan, mungkin itu satu dari sekian sebab mengapa saya memilih untuk menjadi “Pelayan” dalam konteks panitia di Haul Guru Sekumpul ke-11  tahun 2016 ini. Pasca menulis Catatan haul ke-8, tulisan tersebut terputus karena kesibukan dan tugas saya sebagai Jurnalis semakin menumpuk menimpa segala waktu pribadi yang semestinya mampu saya bagi  mengelola blog yang kurang lebih 3 tahun terbengkalai.

Tahun ini, saya tidak membagikan foto jepretan saya pribadi ketika berjubel di tengah para jamaah. Di catatan kali ini juga, saya tidak mengulang betapa beratnya menjadi seorang fotografer jurnalis pada haul Abah Guru yang mengharus mendapat foto bagus untuk tampil di halaman terdepan. Saya akan berbagi, betapa barokahnya lingkungan di sekitar Haul saat perayaan berlangsung.

12986968_10201690935670745_4669914976919452149_n2

Foto drone diambil dari Grup Facebook Para Pecinta Abah Guru Sekumpul hasil karya M Iriwin Nurhasnan.

Sedari pagi Minggu, (10/4), saya memilih untuk tidak mendapatkan kesempatan memotret ke Sekumpul, cukup di luar saja. Menjadi jamaah, alhasil saya  satu dari sekian banyak panitia petugas yang melayani para jamaah luar daerah baik dari pelayanan parkir atau pun pembagian konsumsi. Posko 45 STAI menjadi titik saya dan sepuluh teman-teman lainnya melayani para jamaah yang berdatangan. Dear pembaca, tidak ada iming-iming rupiah, hanya kenyamanan hati dan keinginan pribadi untuk mengabdi dan melayani sebuah keberkahan yang saya kira, wilayah lain pun seolah iri dengan Martapura.

Saya terharu ketika menerima sejumlah Broadcast BBM yang menyatakan setiap pribadi bersedia rumahnya masing-masing  dijadikan tempat penginapan para jamaah yang berdatangan, 500 ribu jamaah yang berhadir dari sejumlah daerah ke Sekumpul, mengorbankan segala bentuk harta waktu dan aktifitas mereka untuk datang. Dear pembaca, tidak ada feedback rupiah atas apa yang sudah mereka korbankan. Bahkan kabar yang tersiar, ada perumahan di sekumpul yang sampai disewa pendatang satu pekan sejak H-7 untuk mengumpulkan keluarga mereka di momentum haul dan beribadah di wilayah Ar-Raudhah.

Sebagai masyarakat awam, dalam artian saya tidak bermukim di Martapura, namun sempat mondok dan mendapat link untuk menjadi panitia di haul, saya merasa sangat berbeda. Gedung-gedung dikosongkan untuk para jemaah bermalam, termasuk kampus STAI Darussalam, kasur-kasur disediakan untuk mereka. Ada yang dari Amuntai, Kandangan, Sampit, Barabai, Tapin, dan daerah Hulu Sungai lainnya. Tentu saja untuk daerah lain seperti Palangkaraya, Samarinda, Jakarta, Bali, bahkan Lombok pun datang dan menempati kantong-kantong penginapan yang telah tersebar di beberapa wilayah Martapura. Saya membaca  headline koran lokal, terlepas penginapan gratis, penginapan berbayar berkelas losmen sampai hotel berbintang di wilayah kisaran Martapura dan Banjarbaru pun tercatat hasil transaksi 6 miliar rupiah. Ada lonjakan transaksi ekonomi yang luar biasa dalam satu hari itu. Bukankan ini satu dari berkah.

Kemacetan serta hiruk-pikuk Sekumpul adalah hal lumrah, wajib, dan sudah “dihakuni” para jamaah yang datang dari penjuru daerah. Posko Induk Sekumpul adalah panitia paling sabar menerima segala bentuk keluhan dan masalah yang terjadi kala pengaturan lalu lintas pra haul sebelum Magrib, dan pasca amalam sesudah Isya berjamaah. “Ramai lancar”, “padat merayap”, sampai “macet total” Jalan Ahmad Yani kode-kode HT yang tersiar. Semua adalah warna-warni haul, dalam konteks ramai lebih ramai daripada perayaan Hari Raya Idul Fitri di tempat yang sama.

Bendera-bendera berwarna-warni sebagai tanda adanya perayaan akbar tertancap di sudut-sudut kelurahan Kota Martapura. Saya melihat kelapangan para anak-murid Abah Guru yang rela mengeluarkan semua yang bisa diberikan kepada para jamaah pendatang, tempat, rumah, makanan, harta, benda, sembako, air minum, semua. Pembagian air gratis, penginapan grats, gratis makan, paman pentol yang mengratiskan dagangan, paman bakso yang menggratiskan, kopi, diskon besar-besaran produk keislaman, seakan semua manusia di sana sedang dihanyutkan dalam kecintaan abadi yang tak pernah mati. Sebab apa-apa yang sudah diberikan Anak Murid para jamaah belum ada apa-apanya dibandingkan apa-apa yang sudah diberikan Abah Guru Sekumpul kepada jamaah. Tak akan pernah terbalaskan. Seakan semua ingin turut terhanyut dalam kecintaan, kerinduan, dan mengkorbankan apa yang yang ada untuk menyamankan para jamaah dari seantero dunia. Dunia? Realy?

Sayyid Prof Fadhil Al Jailani, seorang cicit keturunan Syech Abdul Qadir Jailani dari garis keturunan Sayyid Abdurrozaq Ra dari Turki turut serta dalam pelaksanaan haul, belum lagi para ulama-ulama dan habaib-habaib hadramaut, jamaah dari negri jiran Malaysia.Tentu saja dua permata Sekumpul Muhammad Amin Badaly dan Ahmad Hafy Badali masih menjadi magnet tersendiri  para jamaah yang menyaksikannya langsung di dalam Musholla Ar-Raudhah atau pun tv-tv kabel se-Martapura. Banyak juga yang menyediakan LCD-LCD di tanah lapang luas bahkan Gedung Kuliah sebagai layar raksasa. Seperti di Posko 45 STAI.

Kantong-kantong parkir sedini mungkin disediakan para panitia agar tumpukan para jamaah bisa dikondisikan baik saat penyambutan mau pun ketika pulang dari Sekumpul. Saya bersama-sama kawan baru bisa merasakan arus ramai lancar lalu lintas pukul 01.00 dini hari Senin, (11/4).

12986968_10201690935670745_4669914976919452149_n.jpg

Foto drone diambil dari Grup Facebook Para Pecinta Abah Guru Sekumpul hasil karya M Iriwin Nurhasnan.

Aku bersyukur atas pilihan yang telah diberikan. Ada rasa yang tak selalu sama di setiap tahunnya. Pun seandainya aku memilih untuk terus menulis kisah ini sedetail kehadiran ulama-ulama dalam Ar-Raudhan sekumpul, amalan Ratibul Hadad, Nasyid Zikir sampai Isya berjamaahnya, serta dialog-dialog yang kami lakukan saat mengatur para jamaah, mungkin tak akan cukup untuk sekali posting. Hari mulai hujan, ada catatan tercecer lainnya yang harus kurampungkan. Sudah kubilang, ini hanyalah catatan tercecer saja. Semoga kita, para pembaca, juga penulis dipanjangkan umur dalam berkat, dan merasakan dari sudut pandang berbeda lainnya pada Haul Abah Guru Sekumpul ke-12 mendatang. Shollu Alannabiy. Dan sebagai penutup, saya mengutip status RU dari sahabat saya M Zainal Ilmi a.k.a Elmonk di akun BBM nya:

“Inilah Martapura dengan Berjuta Cinta”

 

Jangan Gembosi KPK-Polri

???????????????????????????????Sejumlah masyarakat sipil yang mengatasnamakan Koalisis Masyarakat Sipil Borneo Selatan (KMSBS) melakukan aksi damai dan berorasi untuk menyatakan dukungan terhadap KPK, Minggu, (25/1), di Bundaran Simpang Empat Kota Banjarbaru, kemarin sore.

Mereka yang terdiri dari sejumlah Mahasiswa Pencinta Alam, Organisasi Pencinta Alam, Forum Masyarakat Dayak Kalsel, Himpunan Mahasiswa Indonesia, dan beberapa organisasi lainnya berorasi sembari membawa kertas bertuliskan #SaveKPK.

Koordinator KMSBS Kisworo didampingi Koorlap aksi damai #SaveKPK Rudy Fahrianor menuturkan, aksi damai tersebut terlaksana semata-mata karena hati nurani sebagai anak negeri, generasi penerus bangsa yang melek atas permasalahan yang terjadi di Negara ini.

“Selamatkan KPK, Selamatkan Borneo, Selamatkan Indonesia! Hidup polisi bersih! Harus kita buktikan bersama. Hukum di negara kita masih kokoh dan tidak dinodai oleh penjahat negara,” teriak mereka.

Tak cuma dukungan kepada KPK, aktivis juga sempat meneriakkan untuk mengajak menyelamatkan Polri, yang disebut sudah kacau dengan ulah sejumlah oknumnya, dengan mengkriminalisasi pimpinan KPK.

??????????????????????????????? ???????????????????????????????“Kami menyatakan ketidak relaan atas diskredut KPK. Karena kita semua tahu KPK digembosi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang semestinya tidak pantas dicap sebagai penegak hukum. Kami semua, turun ke jalan sebagai bentui kepedulian, sebagai bentuk awal dukungan kami sebagai masyarakat borneo terhadap keberadaan KPK. Karena borneo masih memerlukan KPK untuk menangkap para koruptor-koruptor agrarian. Indonesia butuh KPK untuk mengangkap para koruptor yang masih merajalela,” tegasnya.

Menurutnya, selama ini masih banyak kasus-kasus bekas galian tambang yang tidak teratasi, belum lagi lahan sawit yang semakin tahun semakin melebar tanpa memerhatikan dampak lingkungan yang terjadi oleh karena korup terhadap aturan yang berlaku.

“Karena bagi kami, sudah nampak jelas, para pengusaha itu rumahnya bagus-bagus, sedangkan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat masih banyak jauh dari normal,” tegasnya.

Pernyataan tersebut juga, sebutnya, menjadi petisi yang telah disampaikan kepada KPK agar keberadaannya terus ada. Dan sebagaimana yang telah dilakukan KPK melakukan kunjungan ke Kalsel beberapa waktu lalu.

“Kita ingin KPK untuk terus melingkupi sektor korupsi terhadap masalah agrarian, tidak hanya anggaran pemerintah saja. Pernyataan ini kita tegaskan sebagai bentuk upaya menyelamatkan borneo,” paparnya.

Ia juga menyatakan agar polisi bersih terus ada untuk rakyat. Polisi bersih, diharapkannya agar terus bersih dan polisi kotor bisa segera mungkin bertobat.

Aksi tersebut juga dijadikan sebagai jawaban terhadap Menkopulhukam yang menyatakan bahwa hanya masyarakat yang tidak jelas yang mendukung KPK. Mereka para aktivits aksi damai ini melakukan orasi #SaveKPK sembari berjalan mengelilingi bundaran Simpang Empat Banjarbaru sambil menenteng Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Capai 108,01 Persen

Realisasi penerimaan perizinan yang ditangani Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Banjarbaru sepanjang 2014 mampu melampaui target.

Kepala BP2T dan PM Banjarbaru Gusriansyah menuturkan, realisasi penerimaan tiga perizinan yang ditangani mencapai 108,01 persen.

“Realisasi penerimaan Rp5,404 miliar, dan target yang ditetapkan sebesar Rp5,003 miliar sehingga terlampaui 108,01 persen dengan kelebihan Rp400 juta,” katanya.

Dikatakannya, penerimaan dari sektor perizinan itu berasal dari tiga perizinan yang ditangani BP2T dan PM yakni Izin Reklame, Izin Gangguan (HO) dan Izin Mendirikan Bangunan.

Disebutkan, penerimaan tiga perizinan di atas 100 persen seperti Izin Reklame dengan penerimaan sebesar Rp596,1 juta atau 125,98 persen dari target Rp473,1 juta.

“Penerimaan Izin Gangguan sebesar Rp947,3 juta dari target Rp882 juta atau 107,41 persen dan penerimaan IMB Rp3,8 miliar dari target Rp3,6 miliar atau 105,82 persen,” tuturnya.

Menurutnya, dari puluhan perizinan yang ditangani BP2T dan PM, hanya tiga perizinan yang diperbolehkan dikenakan biaya sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Perizinan yang ditangani memang ada puluhan buah, tetapi hanya tiga perizinan yang dibolehkan dikenakan biaya yang besarannya sesuai aturan dan ketentuan,” ujar dia.

Dikatakan, penerimaan tiga buah perizinan lebih besar dibanding tahun lalu dengan realisasi sebesar Rp4,93 miliar dari target Rp4,27 miliar atau tercapai 115,48 persen.

“Penerimaan terus meningkat dan melampaui target yang ditetapkan sehingga kami menjadi penyetor pendapatan nomor dua paling banyak setelah DPPKAD,” pungkasnya.

Tanam Pohon Untuk Masa Depan

Peringati HKGB ke-62 dan HUT Bhayangkara ke-68 

ananda_LISTRI KAPOLDA_latihan menembak dari sejumlah Jajaran Polda Kalsel disertai istri usai penanaman bibit pohon di SPN Sungai Ulin Banjarbaru2Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon melaksanakan penanaman bibit pohon dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-62, Sabtu, (14/6), di SPN, Sungai Ulin Kota Banjarbaru, kemarin. Kegiatan itu juga sekaligus menjadi perayaan HUT Bhayangkara yang ke-68 yang dihadiri Kapolda Kalsel Brigadir Jendral Polisi Machfud Ariffin.

Ketua Bhayangkari Lita Machfud kepada sejumlah wartawan mengkritisi  lingkungan di Kalsel yang rusak akibat eksplorasi tambang namun minimnya upaya reklamasi atau penghijauan kembali. “Maka dari itu dengan dengan penanaman pohon ini diharapkan mampu menggerakkan semua elemen warga sebagai budaya penanaman pohon,” ujarnya.

ananda_Latihan menembak dari sejumlah Jajaran Polda Kalsel disertai istri usai penanaman bibi pohon di SPN Sungai Ulin BanjarbaruMenurutnya, tak pernah ada hal yang sia-sia terkait menanam pohon. Karena, katanya, efek dari penghijauan atau reklamasi merupakan jangka panjang yang akan dirasakan oleh generasi mendatang.

“Terlebih untuk anak cucu kita nantinya. Karena kita tak ingin di 10 hingga 20 tahun mendatang daerah yang kita cintai ini sudah tidak ada pepohonan yang menopang ekosistem dan mensterilkan udara. Hal ini sebagai upaya kita menyayangi bumi dan anak-cucu kita nanti,” ingatnya.

Tak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan hiburan dan latihan menembak sejumlah jajaran Polda Kalsel. Dalam momentum tersebut Ketua Bhayangkari Lita Machfud dan jajaran lainnya berkesempatan berlatih memegang pistol, menarik pelatuk, dan membidik sasaran. Kegiatan juga dilanjutkan dengan kegiatan yang sama di GOR Rudy Resnawan Jl Trikora Kota Banjarbaru.

Konvoi Di Lapangan Murjani Dibubarkan Satpol PP

???????????????????????????????Meski hujan lebat membasahi wilayah Kota Banjarbaru, tak menyurutkan ratusan siswa/siswi SMA sederajat merayakan kelulusan mereka dengan berkonvoi ria sembari mewarnai seragam mereka dengan pilok.

Layaknya geng motor, para lulusan ini berkelompok-kelompok menggunakan bendera kebanggaan masing-masing sekolah membuat perkumpulan besar di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru, Selasa, (20/5), kemarin.

???????????????????????????????Sejumlah aksi ditampilkan seperti standing on the street, kebut-kebutan, dan saling tukar tandatangan antar sekolah.

Abdullah salah seorang siswa dari SMK Bhakti Bangsa mengaku bangga sekali telah lulus. Maka dari itu, ia meluapkan kesenangannya dengan berhura-hura bersama rekan-rekannya.

“Sudah tiga tahun kita momentum ini. Kemarin sudah menyelenggarakan. Pengukuhan secara bersama-sama. Tapi kan, gak bisa begini-begini. Jadi mumpung. Bela-belain hujan basah-basahan demi merayakan ini,” ungkapnya bangga.

???????????????????????????????Melina siswi lain dari SMK Swadaya Farmasi mengaku bersyukur bisa lulus. Meski tak ikut berkonvoi, ia setia menonton rekan-rekannya yang merayakan dengan mencorat-coret baju.

“Sebenarnya SOP aja sih, Mas. Tradisi gitu. Jadi ikut seru-seruan aja. Mumpung masih ada waktu. Kalau sudah besok-besok kan, gak asik lagi,” tandasnya.

Meski tak lama, aksi kumpul-kumpul mendadak bubar saat Satuan Pol PP mengharu perkumpulan mereka. Ratusan motor yang dikendarai para siswa pun kalang kabut mendari arah untuk melarikan diri hingga Lapangan Murjani kosong melompong. Jeda beberapa menit, para siswa kembali lagi berkumpul dari sejumlah sekolah. Dan kembali dibubarkan oleh Satpol PP sampai bersih. Namun tak lama, mereka kembali lagi memadati Lapangan Murjani berkonvoi. Kondisi tersebut terjadi berulang-ulang sampai lalu-lintas Lapangan Murjani ditutup karena ada penyelenggaraan sepak bola.

Rayakan Kelulusan, Dewan Guru SMADA Ajak Siswa Berbakti Sosial

Sekitar 200-an siswa dan siswi SMAN 2 Banjarbaru melakukan bakti sosial merayakan kelulusannya sejak pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Meski sejak berangkat para siswa belum mengantongi hasil pengumuman dari pihak sekolah. Hal tersebut disengaja pihak dewan guru untuk mengalihkan perhatian para siswa dari kegiatan negatif seperti berkonvoi dan mencorat-coret seragam.

Pembina OSIS SMA Negri 2 Banjarbaru Nor Viyawati kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com menuturkan, apapun hasilnya nanti yang penting pihak sekolah mengupayakan agar siswa bisa mengarah ke kegiatan positif.

“Kita tidak bisa mengontrol apa yang akan mereka lakukan sampai petang nanti, yang jelas sejak pagi kita menglihkan mereka ke hal-hal yang lebih bermanfaat. Ada dua panti asuhan dan sati panti jompo yang kita santuni. Bentuknya sembako. Para orangtua siswa sengaja kita panggil untuk mengambil langsung amplop pengumuman jadi biarlah siswa mengetahui langsung dari orangtua masing-masing,” ungkapnya.

Ia berharap tindakan tersebut meminimalisir aksi konvoi yang kerap sudah menjadi budaya tahunan saat kelulusan tiba. Tak hanya itu, pihak sekolah juga masih menyediakan kain putih sepanjang untuk melampiaskan keinginan siswa atau menaruh tandatangannya.

“Sepulang dari aksi bakti sosial kita harapkan anak-anak tidak terlibat dalam perayaan yang membahayakan. Yang terpenting bajunya tetap bersih. Meski tidak semua yang iktu bakti sosial, setidaknya kita sudah mengupayakan. Semoga para siswa lulusan mendapatkan nilai yang bagus dan lulus semuanya. Setelah ini mereka bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” harapnya.

Pimpinan Yayasan Al Aqso Ustadz Salim didampingi Sekretaris sekaligus pengasuh Yayasa Al Aqso Imam mengungkapkan rasa bangga dengan apa yang dilakukan pihak SMA Negri 2 Banjarbaru.

“Mudah-mudahan dengan ini mendapatkan berkat. Selain kelulusan para siswa juga mereka akan menjadi pemimpin yang bermanfaat di waktu mendatang. Kami mengucapkan terima kasih mewakili para pengurus yayasan. Sejumlah sembako seperti minyak, beras, dan sebagainya tentu sangat berguna untuk 22 anak-anak panti yang ada di sini,” ungkapnya.

Ada tiga tempat yang dikunjungi pihak SMAN 2 Banjarbaru yakni Panti Asuhan Al Aqso di Jalan Palam, Panti Asuhan Akhlakul Karimah Landasan Ulin, dan Panti Jompo di Liang Anggang. Sebagaimana yang diketahui, hingga berita ini dituliskan, 230 siswa yang terbagi 97 orang program IPA dan 135 program IPS SMA Negri 2 Banjarbaru lulus 100 persen.