Pesiapan Ujicoba Dimaksimalkan

ananda_kembali ramai_kondisi Lapangan Murjani kembali ramai belakangan ini karena ujicoba Car Free Night untuk sementara tidak diberlakukan kembaliKetua Tim Pelaksanaan Wisata Kuliner Murjani atau Car Free Night Banjarbaru Drs H Suriansyah menerangkan, sementara ini setelah ujicoba selama kurang lenbih 2 minggu, pihak kembali melakukan evaluasi menentukan titik kelemahannya. “Konsep penataan wisata kuliner malam di Lapangan Murjani akan tetap kami laksanakan. Tetapi sebelum dimulai tentu kita diskusikan kembali agar betul-betul siap,” ujarnya kepada MK, Kamis, (21/3), kemarin.

Dikatakan Suriansyah, dalam jangka beberapa hari kedepan sosialisasi diupayakan betul-betul maksimal. Termasuk sarana dan prasarana yang sangat mendukung lancarnya kegiatan ujicoba wiata kuliner malam Lapangan Murjani. “Mungkin Care Free Night nya tidak setiap malam seperti ujicoba. Nanti cukup 1 atau 2 malam saja. Tentang kapan waktu pelaksanaan tentu setelah ada kebijakan baik berupa Perwali dan ada tim pengelolanya,” tuturnya.

Sebelumnya, Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor mengaku belum bisa berkomentar banyak menyikapi persoalan yang dimaksudkan. Tersebab belum sampainya laporan kepadanya meskipun sebelumnya ia telah mengetahui kondisi tersebut.

Perda Rumah Kost Tak Harus Idealis

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru Joko Triono mengatakan, raperda rumah kost yang saat ini masih dalam proses penggarapan terkendala pembahasan status. Salah satunya yakni pengalihan fungsi semisal rumah tinggal yang mana disewakan dan si penyewa menjadikannya bisnis kost-kostan.

“Raperda ini nantinya diharapkan fleksibel. Sejauh mana pemilik menyebutnya sebagai rumah kost maka wajib mentaati peraturan ini. Terlebih yang benar-benar bentuk bangunannya perkamar yang memang sebagai bisnis usaha si pemilik,” ujarnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Selasa, (19/3), kemarim.

Di samping itu, pemilik rumah kost nantinya diharuskan tinggal di lokasi rumah kost atau paling tidak meletakkan seorang penanggung jawab atau keamanan. “Sebenarnya, jangan pula terlalu idealis semisal harus ada ruang tamu. Yang penting harus ada penanggung jawab dan keamanannya. Karena yang dikhwatirkan tak hanya penyalahan fungsi semisal menjadi tempat berkumpul yang tidak wajar, tetapi juga kerawanan akan barang-barang berharga semisal kecurian kendaraan bermotor dan peralatan elektronik,” katanya.

Rancangan raperda rumah kost nantinya diharapkan menjadi payung hukum atas keberadaannya disesuaikan dengan kondisi dan dinamika masyarakat Kota Banjarbaru. Sistem peraturan di rumah kost-kostaan itu terus dibahas secara spesifik bersama anggota DPRD Kota Banjarbaru dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Rumaha Makan Ijo Dua Launching di Landasan Ulin

Sebagai kota perekonomiannya tumbuh melesat, Kota Banjaarbaru kita didatangi oleh pengusaha-pengusaha dari berbagai bidang. Termasuk bisnis rumah makan. Dan satu lagi rumah makan yang berdiri di Jl A Yani Km 19 Kecamatan Landasan Ulin yang baru saja mengadakan soft opening kemarin, Kamis, (18/10) kemarin.

Adalah Rumaha Makan Lombok Ijo. Owner Rumah Makan Lombok Ijo Indriati Budi Itoyo mengatakan, rumah makan Lombok Ijo yang baru tersebut memang yang kedua. “Karena yang pertama sudah berdiri di Kota Banjarbaru. Dan disini adalah cabangnya. Mungkin sebagian yang berhadir juga pernah mencicipi dan mak dan di sana,” ujarnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com.

Ia yang juga anggota dari Korps Wanita Angkatan Darat beralasan mendirikan rumah makan tersebut diiringi dengan respon masyarkat yang bagus di Rumah Makan Lombik Ijo pertama. “Kita menginginkan kehadiran rumah makan Lombok Ijo yang kedua ini bisa diterima oleh masyarakat serta dapat berkembang dengan bagus. Siapa tahu kalau memang ada rejeki ke depannya kami akan membuka cabang juga di daerah-daerah seperti Tapin dan Hulu Sungai. Atau bisa juga nanti di Banjarmasin,” katanya.

Dijelaskan Indriati, yang berkunjung ke rumahnya tak hanya dari masyarakat Jwa tetapi juga dari orang Banjar sendiri. “Karenanya kita menyediakan dua jenis nasi yaitu nasi Jawa dan Banjar. Umumnya masakan jawa yang mungkin saja sehari-hari ada di rumah. Tapi kita membuatnya menjadi menu rumah makan dengan konsep prasmanan,” tambahnya.

Ia mengatakan kalau ide ide membangun rumah makan Lombok Ijo yang kedua tersebut berasal dari suaminya Letkol inf Budi Itoyo dan berdiri tepat di hadapan Koperasi Angakatan Darat yang mana Budi Itoyo sendiri adalah ketua Koperasi Angkatan Darat tersebut. “Dan bangunan rumah makan ini kami serahkan sebagai asset dari Koperasi,” pungaksnya.

Acara opening itu juga dihadiri beberapa jajaran dari TNI di antaranya Danrindam VI Mulawarman Letkol Inf Orief Sekotjo, Pemilik CV Baitul Makmur Saiful Bahri, Komandan batalyon 623, kapolsek, Danramil, Camat, dan sejumlah Dandodik bela negara, serta beberapa dari pengusaha. Ia mengaku mencoba banting stir peruntungan di bidang kuliner karena suka dengan dunia masak-memasak dan semuanya masakan tradsional.