Soal UN Yang Tiba Belum Lengkap

ananda_Soal UN Kalsel4Ketua Panitia Pelaksana UN Prov Kalsel yang juga sekretaris Dinas Pendidikan Prov Kalsel Dr Amka membenarkan, 19 koli soal yang tiba di Kantor Pos Regional IX belum sepenuhnya melainkan baru Kab Kota Baru saja. “Kepastian sampai sekitar pukul 14.00 Wita menggunakan pesawat Lion Air,” ujarnya yang ditemui wartawan MK di kantor Pos Indonesia Regional IX Kota Banjarbaru, Jumat, (12/4), kemarin petang.

Setelah melalui beberapa verivikasi dan pemeriksaan di bandara Syamsudin Noor soal dipastikan tiba kurang lebih pukul 16.00 Wita. Sayangya dari sejumlah soal yang tiba tersebut tidak disertakan 12 provinsi lainnya. Dalam paketan 19 Koli tersebut juga tersisipkan untuk SMKN 1 Banjarmasin 5 koli dan 14 koli lainnya khusus Kab Kota Baru.

ananda_Soal UN KalselDikatakan Amka, setelah dilakukan tanda terima dan berita acara dari pihak Kantor Pos disaskikan unsur Kepolisian, Perguruan Tinggi dan Dinas Pendidikan langsung didistribusikan ke Kota Baru khususnya di wilayah semisal Pulau Sembilan, Sungai Durian, Desa Pamukan, dan wilayah Pedalaman lainnya yang jarak tempuhnya labih jauh. “Sesampainya disana akan dicek kembali dan dipastikan semua lamat pengiriman sudah beres. Dari Polresta langsung ke Polsek-polsek di Kecamtan. Kemudian di Hari H nya baru pihak sekolahan yang mengambil di kepolisian setempat,” tambahnya.

Menurutnya, kedatangan itu pun telah molor dari kesepakatan yang seharusnya soal sudah tiba pada Rabu tanggal 10 April 2013 lalu dikirm dari Jakarta jadi tanggal 11 penngriman ke daerah-daerah sudah dilakukan. Ia juga tidak mengetahui dengan pasti keterlambatan tersebut karena dari percetakan sendiri sulit sekali untuk melakukan komunikasi palagi koordinasi.

ananda_Soal UN Kalsel8“Seharusnya H-5 sudah tiba. Dan pada tanggal 11 Ditribusi ke daerah-daerah sudah berlangsung. Namun ternyata 2 hari molornya. Kita terus mendesak agar dipercepat karena untuk 12 provinsi lain belum sepenuhnya datang. Menurut informasi dari percetakan malam ini, (tadi malam, red), dikirim dari Jakarta,” paparnya.

Sejumlah petugas dan panitia yang ada di lokasi juga sempat bingung karena ketika didata dilakukan verivikasi justru dari SMAN 1 Kotabaru tidak ada. Bahkan para petugas sempat gelagapan karena secara otomatis soal pihak yang mengawal harus kembali mengatrakan ke Kota Baru di waktu yang berbeda. “kenapa gak sekalian aja, kalau begini kan susah. Kita jadi dua kali ngantar,” cetus salah seorang petugas usai pendataan di Kantor Pos.

ananda_Soal UN Kalsel2Oleh karena sulitnya komunkasi dari Panitia ke percetakan, Kata Amka, pihaknya pun mengirimkan 6 orang yang ditugaskan untuk mengetahui kabar dari percetakan tersebut. “Padahal kita dari panitia sudah mengupayakan komunkasi. Tapi tidak tembus sampai ke dalam. Hanya sampai security saja dan disuruh titip pesan. Setelah kita 6 orang tenaga khsuusnya perwakilan Kalsel yakni 3 orang dari perguruan tinggi dan 3 orang dari Disdik provinsi. Jadi dari merekalah kita bisa tau informasi dimana kondisi barang sedang parking dimana, sudah sampai mana prosesnya, sudah dikirim atau belum. Jadi justru bukan dari jasa pengiriman apalagi percertakannya,” ungkapnya cemas.

Bahkan katanya, menurut kabar yang ia terima sempat ada pertemuan dari Wamendik Musdiar Kasim dan Dirjen Balitbang merpat ke percetakan Galia, di Jawi. “Ditongkrongin sama wamen,” cetusnya.

Menurutnya, keterlambatan tahun in lebih parah dari tahun sebelumnya. Sebab di tahun 2012 terlamabt satu hari yang saat ini 2 hari dan membuat panitia khususnya di daerah-daerah resah. “Sebab mereka panitia di daerah juga persiapan penyambutan distribusi, semakin pendek waktu semakin \susah mengatur jadwalnya. Kalau kita dari Prov ke 12 Kab/Kota. Kalau mereka ke setiap kecamatan, lebih banyak dan jadi lebih rumit lagi,” ungkapnya.

Dijelaskan Amka, proses pembuatan soal dari Percetakan tersebut berla njut ke ekspedisi hingga ke Bandara. Dari Bandara Syamsudin Noor barulah ke Kantor Pos dikawal dengan beberapa unsur dari Kepolisian. Kemudian perndaratan terakhri di Polsek-polsek. Dari situ para pihak sekolahan yang mengambil di hari H UN pada tanggal 15 April 2013.

ananda_Soal UN Kalsel5Kantor Pos Sulit Lakukan Koordinasi

Manager Penjualan Area Regional IX Kalimantan Kantor Pos Indonesia Adrian Kurniawan didampingi Asisten Operational Gusti Chairil Asyadi mengatakan, pihaknya mengakuin sulit sekali melakukan apalagi mengecek pengiriman sual UN tersebut dikarenakan keterlibatan Kantor Pos hanya saat soal sampai ke Kantor Pos.

“Ketika soal sampai di Kantor pos kemudian diantar ke Kabupaten-kabupaten/Kota. Maka dari itu sulit sekali kita melakukan koordinasi bahkan meminta informasi. Ekspedisinya juga tidak kami ketahui memakai apa. Berbeda denga daerah lain yang menggunakan jasa kantor pos untuk seluruh pengiriman,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan.

Bahkan pada akhirnya, karena tidak adanya penjemputan atau angkutan kendaraan yang menerima kedatangan di Bandara, maka pihaknya ambil kemudi untuk menjemput soal tersebut di bandara. “Daripada terkatung-katung tidak jelas,” katanya.

Pada intinya ia dari pihak Kantor Pos mengaku siap mengkoordinasikan soal Unyang datang. “Karena memang perlu proses yang cepat. Sebab waktunya sudah mepet sekali. Proses selesai kita siap berangkat. Sore ini, (kemarin, red) Soal sudah didistribusikan ke Kota Baru menggunakan mobil kecil saja berjenis Xenia atau grand max. Pokoknya tergantung situasi dan kondisi. Pokoknya kita ambil yang bisa akses secapat mungkin. Karena perjalanan saja dipastikan kurang lebih 6 jam tiba di lokasi dengan menggunakan jalur darat.

Wagub Resmi Buka Book Fair

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru3Banjarbaru Book Fair (BBF) resmi dibula oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Sabtu, (30/3), kemarin. Pameran buku terbesar se kalsel ini dilaksanakan dari tanggal 30 Maret 2013 sampai dengan 7 April 2013. Pembukaan tersebut juga dihadiri Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor, Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi, dan sejumlah took penulis Banjarbaru.

Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Husni Syawi mengatakan, adanya event buku terbesar yang diselenggarakan di Kalsel ini diharapkan mampu mengembangkan minta baca. Tak hanya itu, ia juga berharap keberadaan BBF bisa menjadi penghargaan tersendiri bagi pemerindah dan masyarkat yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru“Kegiatan yang meriah selain sebagai ajang untuk menambah wawasan juga sebagai perwujudan untuk mengembangkan minat baca serta wawasan. Saya berharap Banjarbaru mampu menjadi pioneer dan inspirasi bagi daerah lainnnya,” tutur Husni.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Banjarbaru Hj Nyuliani Dardie mengaku senang sekali kegiatan tersebut telah dibuka dengan meriah dan lancar. “Ini sebagai lanjutan darui kegiatan Banjarbaru Membaca yang menghadirkan Duta Baca Nasional Andy F Noya (Presenter Kick Andy!) tahun lalu. Di BBF 2013 ini juga digelar kegiatan hiburan seperti seni budaya dan lomba band,” ungkap Nunung, sapaan akrabnya.

ananda_suasana book fair di lapangan urjani banjarbaru6Selain itu juga, BBF diselingi dengan kegiatan seperti seminar dan workshop tentang penulis dan buku. Jika tak ada aral melintang, sejumlah artis dan penulis ibukota juga akan dating di akhir-akhir kegiatan. Termasuk artis dan bintang sinetron Asmirandah.

Komitmen Turunkan Angka Pengguna Narkoba

Ketua Badan Nakotika Nasiona Kota (BNNK) Banjarbaru Nor Fadillah S Sos mengatakan komitmennya lembaga yang diketuainya untuk menurunkan angka tinggi pengguna narkoba di Banjarbaru di tahun 2013 ini. “Sebagaimana tahun lalu, kita komitmen untuk menjalankan program semisal sosialisasi di Intansi Pemerintahan, kampus-kampus, bahkan sekolahan. Terutama pelajar karena mereka merupakan generasi penerus bangsa sebagai pembentuk karakter pemerintahan kita,” ujarnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com, Senin, (14/1), kemarin.

Pada tahun ini juga, katanya, pihak BNNK Kota Bnajarbaru akan membentuk kader penyuluhan anti narkoba. Serta melakukan pendeteksian dini seperti test urine rehabilitas pecandu secara bertahap sebagaimana jadwal atau timeline yang sidah dibuat di tahun 2013 ini. “Kita sudah lakukan tes urine sekitar 600 PNS di lingkungan Pemko Banjarbaru, sebagaimana implementasi dari Instruksi Presiden No 12 tahun 2011 tentang Jantranas atau Kebijakan Strategis Nasional Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaan Gelap Narkotika. Kemudian tak hanya pejabat eksekutif, tapi juga legislative,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga kembali akan melakukan pengambilan urine ke beberapa Markas Polres dan Polsek di Kota berjuluk Idaman ini. “Sesuai inpres terkait pelaksanaan advokasi Penyuluhan, Penanggulangan, Pemberantasan dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN). Kita melakukan koordinasi dan MoU sebelumnya. Meski demikian kita tak bisa melakukan penindakan, karena itu lebih kepada pihak yang berwenang. Kita memaksunalkan kinerja untuk melakukan pencegahan. Semoga tahun ini terealisasi semua program BNNK dan bisa menurunkan angka penggua di Banjarbaru bahkan Kalsel pada umumnya,” pungkas Fadil.

Banjarbaru Terlampau Padat

Arus lalu lintas Jl A Yani sudah terlampau padat. Akses utama untuk menuju ke Bandara, dan antar kota kini tak lagi bisa dilalui dengan mulus. Terlebih banyaknya truk yang juga sering parkir alias antre di beberapa SPBU di Banjarbaru.

Muhammad Saifudin, salah seorang PNS yang tinggal di sisi Jl A Yani Kelurahan Loktabat Banjarbaru begitu mengeluhkan banyaknya truk yang justru membuat rusak jalanan. “Seharusnya ada jalan khusus semisal outer ring road yang berfungsi truk dan alat berat tanpa harus masuk Kota,” ujarnya penulis hirangputhhabang.wordpress.com, Senin, (14/1), kemarin.

Di samping itu, ia juga menyayangkan kemacetan lantaran antrean SPBU di Loktabat. Yang pernah suatu waktu justru menghalangi ambulance membawa korban gawat darurat menuju RS Ulin Banjarmasin. “Di tambah lagi lampu traffic yang mati. Untunglah perbaikan jembatan di wilayah yang longsor di Guntung Manggis sudah rampung dan arus mulai lancar,” bebernya.

Di sisi lain, Jl Trikora yang justru dialihkan sebagai pengalihan arus kepadatan lalu lintas belum betul-betul mulus. Sebagaimana pantauan MK di lapangan, beberapa titik masih banyak lubang dan kubangan yang terndam air masih dibiarkan di tengah jalan.

Menurut Widodo, seorang warga yang rumahnya persis di pinggir Jl A Yani menilai, masyarkat sekarang seakan-akan diharuskan bersai dengan truk batubara. “Untung juga sekarang sudah ada Perda yang mengatur. Tapi kita menjadi miris hati juga kalau yang melanggar Perda itu lebih banyak daripada yang mentaati. Sedangkan Masterplan ringroad dari kecamatan Mataraman 20 Km dari Martapura arah Tanjung dilanjutkan kekawasan Indrasari-Sei Ulin-Trikora-Liang Anggang belum rampung. Entah pihak mana yang bertanggung jawab saya kurang mengerti,” bebernya.

Berikut titik terpadat wilayah Banjarbaru, yakni Batas Kota hingga SPBU Simpang 4 yang menjadi antrean SPBU dalam jalan yang sempit, SPBU Coco hingga depan Hotel Permata Inn. Hal ini dikarenakan antrean SPBU juga berada di jalan yang sempit dan U Turn yang justru terlalu dekat dengan SPBU, ditambah area parkir Bank persis di sebelah SBPU teerlampau kecil dari sejumlah roda 2 dsan 4 yang parkir.

Kemdian, SPBU loktabat, disebabkan dengan alasan yang sama ditambah dengan trafict light yang sering mati. Pasar Ulin dan SPBU Landasan Ulin di arus keluar masuk area pasar serta antrean SPBU yang menyebabkan jalan semakin kecil.

Kabid Manjamen Rekayasa Lalu-Lintas Kota Banjarbaru Sirajoni mengatakan, kajian tersebut diakuinya telah lama dilakukan sejak tahun 2011. “Memang dari penyebab itu, kemaceta yang paling fatak di sejumlah antrean SPBU. Kita tidak tahu sampai kapan berakhir. Namun dalam hal ini Dishub Kota, Provinsi, dan Satlantas setempat telah berulang kali melakukan koordinasi guna kelancaran dan pengamanan. Artinya, kita tidak tinggal diam. Namun salah satu faktor yang menjadi penyebab utama adalah sempitnya ruas jalan. Mau bagaimana lagi, ruas jalan A Yani di Banjarbaru sudah terlanjur sempit,” terangnya.

Meski demikian, ia melakukan rekayasa sebagai antisipasi yakni 3 lajur untuk mengalihkan rute angkutan umum ke Jl Trikora tekecuali AKDP Hijau dan Orange dan Kuning. “Kita masih mengharapkan kehati-hati-hatian dan kesabaran bagi seluruh pengguna jalan tertuama pengguna kendaraan bermotor. Puncak kepadatan di Banjarbaru biasanya makin terasa saat akhir pekat. Sedangkan pelebaran jelan mungkin agak sulit diterapkan di tengah kota. Tapi untuk Jl Trikora, tentu sangat memungkinkan,” pungkasnya.

Arie: Mutu Pendidikan Biar Masyarkat Yang Menilai

Terkait Keputusan MK Hapuskan RSBI
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menjadi dasar pembentukan RSBI dan SBI, artinya keberadaan RSBI dan SBI dihapuskan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Pencabutan atau penghapusan RSBI menimbulkan reaksi pro dan kontra di berbagai pihak yang berkaitan. Tak luput juga, sebagaimana keterangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Drs Ahmadi Arsyad yang justru menyiapkan RSBI menjadi SBI di tahun 2014 harus kandas di awal tahun ini.
Menyikapi keputusan itu, Kadisdik Kota Banjarbaru Drs Ahmadi Arsyad mengaku tak mempersoalkannya. “Keputusan itu memang sudah dari pusat. Tapi kita di daerah tentu harus menindak lanjuti lagi. Namun, untuk peningkatan mutu dan kualitas tentu sudah kita antisipasi,” ujarnya ketika dihubungi penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Kamis, (10/1), kemarin.
Menurutnya, dihapuskannya sistem RSBI tidak masalah, asalkan peningkatan mutu di tiap sekolahan tetap dijaga sebagaimana juga yang terjadi di RSBI Idaman yang terletak di Jalan RO Ulin Kota Banjarbaru. “Penginkatan kualitas dan mutu saja yang kita lanjutkan tapi status sekolahan biasa. Bukan lagi RSBI,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Drs H Arie sophian Msi menganggap RSBI Idaman tersebut memang telah gagal dari tahun-tahun sebelumnya. “Makanya anak saya yang awalnya memang bersekolah di RSBI Idaman saya pindahkan. Saya yakin saat hal ini terjadi karena diaunlis sebagai diskriminasi sosial dan pendidikan. Maka benar saja, seiring dengan keputusan MK di pusat bahwa RSBi dihentikan,” jelasnya.
Menurut Arie, efek dari keputusan penghapusan atau pemberhentian RSBI tersebut kemungkinan akan memuinculkan pro dan kontra dari orang tua siswa atau bahkan dari siswanya. “Karena ada yang mengatakan RSBI memang baik dalam segala hal. Tetapi ada juga yang mengatakan buruk. Niat pemerintah untuk mengingkatkan kualitas penidikan melalui RSBI itu bagus. Hanya caranya yang salah. Caranya mengadakan membentuk sebuah sekolah yang dalam pelaksanaannya justru menimbulkan diskriminasi baik terhadap siswa, guru, fasilitas, dan lainnya justru tak berjaln baik,” paparnya.
Selain itu, ia berasumsi peraturan perundang-undangan bermaksud agar di daerah tidak boleh melahirkan sesuatu yang bersifat diskriminasi. “Nah ini kan UU yang melahirkan RSBI/SBI dianggap diskrimuinatif. Itu yang tidak boleh. Suka tidak suka kita harus terima,” tegasnya.
Ia berharap nantinya akan ada eks RSBI tetapi mekanisme rekurtmen siswa,  sarana pra sarana, tidak sebagaimana sistem RSBI. “Ya mungkin menjadikan sekolah unggulan semisal siswa-siswa dengan nilai terbaik dikumpulkan di sekolahan itu. Soal penilaian bagus atau tidaknya biarlah masyarakat yang menilai, katanya.
Artinya, kata Arie, pasca keputusan dari MK tersebut diterima maka pemerintah tak lagi berhak mencap lebel sekolahan itu baik atau tidak. Tersebab penilaian yang terbaik adalah dari masyarakat. “Kalau orang tua siswa yakin anaknya memiliki kuialitas di atas rata-rata, bisa saja orang tuanya yang mengarahkan tanpa unsur paksaan. Atau untuk menunjang mutu dan kualitas pendidikan khususnya wilayah kita Kota Banjarbaru, bisa saja para guru dan tenaga pengajar yang berkompeten S2 linier disebar didrop ke SD lainnya,” imbaunya.
Ia berharap, justru dari sinilah akan munccuk kompetisi peningkatan mutu yang fair. “Tidak yang terjadi belakangan, pemerintah justru mendikte RSBI yang terbaik dan kompetisi peningkatan mutu pun tak jalan. Penilaian mutu sekolahan itu biar masyarakat yang menilai,” pungkasnya.

Provinsi Akan Bentuk Tim Baru

Provinsi Akan Bentuk Tim Baru

Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan

Adanya polemik soal penetapan pryek sport center di Kota Banjarbaru ditanggapi langsung oleh Wakil Gubernur Rudy Resnawan. Menurutnya, titik kordinat yang telah ditetapkan sebelumnya memang dibatalkan. “Apakah nantinya bergeser atau berpindah kita jelas belum tahu pasti,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Dikatakan Rudy, Gubernur Rudy Ariffin sudah memberikan arahan akan membentuk tim baru yang melibatkan berbagai kalangan dai pengamat teknis lapangan, tokoh olahraga dan akedimisi lainnya. “Pemprov juga melibatkan masyarakat olahrga dan akademisi untuk melihat kondisi tanah itu. Ibaratnya, kita akan bisa lebih menelaah layak dan tidak layaknya kondisi itu,” katanya.
Ia pun mengharapkan pembangunan sport center yang rencananya menggunakan lahan 150 hektare itu masih di wilayah Kota Banjarbaru. “Sebenarnya kalau kita ingin, dilaut pun kita bangun jikalau memang tidak ada alternatif. Sedangkan kita punya alternatis, masa kita harus bangun dikondisi bermasalah kalau memang jelas ada kondisi lahan yang tidak bermasalah. Untuk penetapan lokasi dan pembebasan lahan, insya Allah kita targetkan tahun ini juga sudah harus selesai,” ingatnya.

Terus Genjot Pembebasan Lahan

OLYMPUS DIGITAL CAMERAWakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengatakan, Pemprov telah meminta laporan kendala permasalahan pembebasan lahan bandara. Hasilnya, panitia melaporkan bahwa lahan dari masyarakt yang berjumlah 92 hektare diplot 99 hektare. “Dalam 99 hektare itu sudah termasuk tanah AU, dan tanah Pemprov. hanya 62 hektare yang sudah dibayar dan dibebaskan. Kalau milik pemerintah tak perlulah kita hitung,” ujarnya kepad sejumlah wartawan di ruangannya Kantor Pemprov Kalsel Banjarbaru, Rabu, (9/1), kemarin.

Menurut Informasi dari panitia, kata Rudy, total keseluruhan sudah mencapai 70 hektare lebih dengan fasum, AURI, dan lainnya. “Kita mengupayakan tahun ini agar tetap dilanjutkan proses pembebeasan lahan itu. Hal demikian telah kita koordinasikan dengan pusat. Karena ini menjadi kepentingan masyarkat Kalsel, bukan terkhusus Banjarbru saja. Bakan wilayah Kalteng sebelah Utara mau tak mau menggunakan bandara Syamsudin Noor untuk keperluan keluar daerah,” jelasnya.

Ia mengimbau kepad pihak panitia pembebasan lahan untuk memfasilitasi sepenuhnya bagi tanah yang bermaslah seperti terlapis dan dilapisi. “Menurut Informasi, Angakasa Pura I talah mencairkan dana sebesar 190 miliar lebih guna pembayaran. Dan total dana anggaran keseluruhan sebesar 290 miliar. Berarti tinggal lagi 100 miliar dalam proses,” katanya.

Sebelumnya, ketua BP2T Pengembangan Lahan Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Dr Syahriani Syahran menuturkan, Laporan terkahir yang ia terima pembebasan sudah 71 hektare lebih. Dan ditambahkan dengan tanah milik provinsi menjadi 86 hetare termasuk fasum di dalamnya. “Kita terus jalan sampai selesai, kapan pun,” pugnkasnya Sekda Kota Banjarbaru