Catatan Yang Tercecer di Haul Abah Guru Sekumpul ke-11

Catatan Yang Tercecer di Haul Abah Guru Sekumpul ke-11

Foto Muhammad Nizar Khalifatullah Mukminin

Foto diambil dari Grup Facebook Para Pecinta Abah Guru Sekumpul hasil karya Muhammad Nizar Kalifatullah Mukminin

Pada akhirnya, kita dipanjangkan umur kembali untuk terus belajar dan memahami makna kehidupan di tiap kali hembusan napas. Tak sekadar bekerja untuk mencari uang, terkadang bekerja untuk mendapatkan berkah termasuk bagian dari pembelajaran. Apa yang didapatkan dari sebuah pengabdian kepada seorang guru yang sosoknya “Bukan Guru Biasa”.

Alhamdulillah, saya mensyukuri diberi kepribadian sebagaimana adanya sekarang ini. Belajar kala beliau masih hidup di tahun 2002, melawat dan mengatar di hari wafat tahun 2005. Diberikan umur, kekuatan, dan keinginan kuat untuk terus terhubung (tidak menginggalkan jauh Kota Martapura) dan hadir di setiap peringatan haul pertama sampai ke-11. Segala puji bagi Allah, kita manusia diberikan kebebasan memilih oleh Sang Maha Pemilik semesta alam , mau jadi apa kita di dunia, dan apa yang kita pertanggungjawabkan di hadapan nantinya.

Dear pembaca, pernahkah terpikirkan bahwa Tuhan tak memaksa kita untuk mentaati segala perintahnya. Adakah anda terpikir bahwa sebagai manusia kita tak serta merta mendapatkan siksa ketika salah atau langsung dimatikannya dalam kehidupan saat berbuat dosa? Jika hal tersebut terjadi, niscaya tidak ada lagi manusia yang hidup di bumi ini.

Sebagai intermezzo tulisan, mungkin itu satu dari sekian sebab mengapa saya memilih untuk menjadi “Pelayan” dalam konteks panitia di Haul Guru Sekumpul ke-11  tahun 2016 ini. Pasca menulis Catatan haul ke-8, tulisan tersebut terputus karena kesibukan dan tugas saya sebagai Jurnalis semakin menumpuk menimpa segala waktu pribadi yang semestinya mampu saya bagi  mengelola blog yang kurang lebih 3 tahun terbengkalai.

Tahun ini, saya tidak membagikan foto jepretan saya pribadi ketika berjubel di tengah para jamaah. Di catatan kali ini juga, saya tidak mengulang betapa beratnya menjadi seorang fotografer jurnalis pada haul Abah Guru yang mengharus mendapat foto bagus untuk tampil di halaman terdepan. Saya akan berbagi, betapa barokahnya lingkungan di sekitar Haul saat perayaan berlangsung.

12986968_10201690935670745_4669914976919452149_n2

Foto drone diambil dari Grup Facebook Para Pecinta Abah Guru Sekumpul hasil karya M Iriwin Nurhasnan.

Sedari pagi Minggu, (10/4), saya memilih untuk tidak mendapatkan kesempatan memotret ke Sekumpul, cukup di luar saja. Menjadi jamaah, alhasil saya  satu dari sekian banyak panitia petugas yang melayani para jamaah luar daerah baik dari pelayanan parkir atau pun pembagian konsumsi. Posko 45 STAI menjadi titik saya dan sepuluh teman-teman lainnya melayani para jamaah yang berdatangan. Dear pembaca, tidak ada iming-iming rupiah, hanya kenyamanan hati dan keinginan pribadi untuk mengabdi dan melayani sebuah keberkahan yang saya kira, wilayah lain pun seolah iri dengan Martapura.

Saya terharu ketika menerima sejumlah Broadcast BBM yang menyatakan setiap pribadi bersedia rumahnya masing-masing  dijadikan tempat penginapan para jamaah yang berdatangan, 500 ribu jamaah yang berhadir dari sejumlah daerah ke Sekumpul, mengorbankan segala bentuk harta waktu dan aktifitas mereka untuk datang. Dear pembaca, tidak ada feedback rupiah atas apa yang sudah mereka korbankan. Bahkan kabar yang tersiar, ada perumahan di sekumpul yang sampai disewa pendatang satu pekan sejak H-7 untuk mengumpulkan keluarga mereka di momentum haul dan beribadah di wilayah Ar-Raudhah.

Sebagai masyarakat awam, dalam artian saya tidak bermukim di Martapura, namun sempat mondok dan mendapat link untuk menjadi panitia di haul, saya merasa sangat berbeda. Gedung-gedung dikosongkan untuk para jemaah bermalam, termasuk kampus STAI Darussalam, kasur-kasur disediakan untuk mereka. Ada yang dari Amuntai, Kandangan, Sampit, Barabai, Tapin, dan daerah Hulu Sungai lainnya. Tentu saja untuk daerah lain seperti Palangkaraya, Samarinda, Jakarta, Bali, bahkan Lombok pun datang dan menempati kantong-kantong penginapan yang telah tersebar di beberapa wilayah Martapura. Saya membaca  headline koran lokal, terlepas penginapan gratis, penginapan berbayar berkelas losmen sampai hotel berbintang di wilayah kisaran Martapura dan Banjarbaru pun tercatat hasil transaksi 6 miliar rupiah. Ada lonjakan transaksi ekonomi yang luar biasa dalam satu hari itu. Bukankan ini satu dari berkah.

Kemacetan serta hiruk-pikuk Sekumpul adalah hal lumrah, wajib, dan sudah “dihakuni” para jamaah yang datang dari penjuru daerah. Posko Induk Sekumpul adalah panitia paling sabar menerima segala bentuk keluhan dan masalah yang terjadi kala pengaturan lalu lintas pra haul sebelum Magrib, dan pasca amalam sesudah Isya berjamaah. “Ramai lancar”, “padat merayap”, sampai “macet total” Jalan Ahmad Yani kode-kode HT yang tersiar. Semua adalah warna-warni haul, dalam konteks ramai lebih ramai daripada perayaan Hari Raya Idul Fitri di tempat yang sama.

Bendera-bendera berwarna-warni sebagai tanda adanya perayaan akbar tertancap di sudut-sudut kelurahan Kota Martapura. Saya melihat kelapangan para anak-murid Abah Guru yang rela mengeluarkan semua yang bisa diberikan kepada para jamaah pendatang, tempat, rumah, makanan, harta, benda, sembako, air minum, semua. Pembagian air gratis, penginapan grats, gratis makan, paman pentol yang mengratiskan dagangan, paman bakso yang menggratiskan, kopi, diskon besar-besaran produk keislaman, seakan semua manusia di sana sedang dihanyutkan dalam kecintaan abadi yang tak pernah mati. Sebab apa-apa yang sudah diberikan Anak Murid para jamaah belum ada apa-apanya dibandingkan apa-apa yang sudah diberikan Abah Guru Sekumpul kepada jamaah. Tak akan pernah terbalaskan. Seakan semua ingin turut terhanyut dalam kecintaan, kerinduan, dan mengkorbankan apa yang yang ada untuk menyamankan para jamaah dari seantero dunia. Dunia? Realy?

Sayyid Prof Fadhil Al Jailani, seorang cicit keturunan Syech Abdul Qadir Jailani dari garis keturunan Sayyid Abdurrozaq Ra dari Turki turut serta dalam pelaksanaan haul, belum lagi para ulama-ulama dan habaib-habaib hadramaut, jamaah dari negri jiran Malaysia.Tentu saja dua permata Sekumpul Muhammad Amin Badaly dan Ahmad Hafy Badali masih menjadi magnet tersendiri  para jamaah yang menyaksikannya langsung di dalam Musholla Ar-Raudhah atau pun tv-tv kabel se-Martapura. Banyak juga yang menyediakan LCD-LCD di tanah lapang luas bahkan Gedung Kuliah sebagai layar raksasa. Seperti di Posko 45 STAI.

Kantong-kantong parkir sedini mungkin disediakan para panitia agar tumpukan para jamaah bisa dikondisikan baik saat penyambutan mau pun ketika pulang dari Sekumpul. Saya bersama-sama kawan baru bisa merasakan arus ramai lancar lalu lintas pukul 01.00 dini hari Senin, (11/4).

12986968_10201690935670745_4669914976919452149_n.jpg

Foto drone diambil dari Grup Facebook Para Pecinta Abah Guru Sekumpul hasil karya M Iriwin Nurhasnan.

Aku bersyukur atas pilihan yang telah diberikan. Ada rasa yang tak selalu sama di setiap tahunnya. Pun seandainya aku memilih untuk terus menulis kisah ini sedetail kehadiran ulama-ulama dalam Ar-Raudhan sekumpul, amalan Ratibul Hadad, Nasyid Zikir sampai Isya berjamaahnya, serta dialog-dialog yang kami lakukan saat mengatur para jamaah, mungkin tak akan cukup untuk sekali posting. Hari mulai hujan, ada catatan tercecer lainnya yang harus kurampungkan. Sudah kubilang, ini hanyalah catatan tercecer saja. Semoga kita, para pembaca, juga penulis dipanjangkan umur dalam berkat, dan merasakan dari sudut pandang berbeda lainnya pada Haul Abah Guru Sekumpul ke-12 mendatang. Shollu Alannabiy. Dan sebagai penutup, saya mengutip status RU dari sahabat saya M Zainal Ilmi a.k.a Elmonk di akun BBM nya:

“Inilah Martapura dengan Berjuta Cinta”

 

Tanam Pohon Untuk Masa Depan

Peringati HKGB ke-62 dan HUT Bhayangkara ke-68 

ananda_LISTRI KAPOLDA_latihan menembak dari sejumlah Jajaran Polda Kalsel disertai istri usai penanaman bibit pohon di SPN Sungai Ulin Banjarbaru2Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon melaksanakan penanaman bibit pohon dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-62, Sabtu, (14/6), di SPN, Sungai Ulin Kota Banjarbaru, kemarin. Kegiatan itu juga sekaligus menjadi perayaan HUT Bhayangkara yang ke-68 yang dihadiri Kapolda Kalsel Brigadir Jendral Polisi Machfud Ariffin.

Ketua Bhayangkari Lita Machfud kepada sejumlah wartawan mengkritisi  lingkungan di Kalsel yang rusak akibat eksplorasi tambang namun minimnya upaya reklamasi atau penghijauan kembali. “Maka dari itu dengan dengan penanaman pohon ini diharapkan mampu menggerakkan semua elemen warga sebagai budaya penanaman pohon,” ujarnya.

ananda_Latihan menembak dari sejumlah Jajaran Polda Kalsel disertai istri usai penanaman bibi pohon di SPN Sungai Ulin BanjarbaruMenurutnya, tak pernah ada hal yang sia-sia terkait menanam pohon. Karena, katanya, efek dari penghijauan atau reklamasi merupakan jangka panjang yang akan dirasakan oleh generasi mendatang.

“Terlebih untuk anak cucu kita nantinya. Karena kita tak ingin di 10 hingga 20 tahun mendatang daerah yang kita cintai ini sudah tidak ada pepohonan yang menopang ekosistem dan mensterilkan udara. Hal ini sebagai upaya kita menyayangi bumi dan anak-cucu kita nanti,” ingatnya.

Tak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan hiburan dan latihan menembak sejumlah jajaran Polda Kalsel. Dalam momentum tersebut Ketua Bhayangkari Lita Machfud dan jajaran lainnya berkesempatan berlatih memegang pistol, menarik pelatuk, dan membidik sasaran. Kegiatan juga dilanjutkan dengan kegiatan yang sama di GOR Rudy Resnawan Jl Trikora Kota Banjarbaru.

Proyeksi Pekerjaan Kegiatan Pembangunan Jembatan Jalan Zam Zam Jaelani, Kelurahan Kemuning Paket 1, Kecamatan Banjarbaru Selatan,

OLYMPUS DIGITAL CAMERADinas Pekerjaan Umum Kota Banjarbaru Bidang Bina Marga melaksankan proyeksi pekerjaan kegiatan pembangunan Jembatan Jalan Zam Zam Jaelani, Kelurahan Kemuning Paket 1, Kecamatan Banjarbaru Selatan, dengan volume jembatan 11 Meter. Pembangunan atau perbaikan jembatan tersebut didanai melalui APBD Pemko Banjarbaru Tahun Anggaran 2013 dengan nilai kontrak sebesar Rp 742.740.000.

Proyek bernomor kontrak 62/02/SP/BANG.JB-/DPU/2013 itu sudah mulai dikerjakan tanggal 28 Juni 2013 lalu oleh kontraktor CV Azhar Attoya Perkasa dengan Wakutu pelaksanaan 150 hari kalender dan 180 hari kalender disertai konsultan pengawas CV Presmatek Consultant.

Bimtek Diharapkan Mampu Tingkatkan Sasaran Kerja Pegawai Pemko Banjarbaru

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor didampingi Kepala BKD dan Diklat Drs Firdaus Hazairin serta perwakilan dari BKN menghadiri acara pembukaan Bimbingan Teknis sasaran kerja Pegawai Angkatan I tahun 2013 di Aula Linggangan Intan DPRD Kota Banjarbaru, Selasa, (20/8), kemarin.

Pelaksanaan bimbingan teknis dimaksudkan sebagai pemberian bekal pengetahuan dan wawasan bagi PNS dalam menyusun dan memberikan penilaian sasaran  kerja pegawai.

“Sedangkan tujuannya diharapakan Peserta mampu memahami prosedur penyusunan kerja pegawai, mampu memberikan penilaian sasaran kerja pegawai yang obyektif, terciptanya standar yang sama dalam penyusunan maupun penilaian sasaran kerja pegawai,” ujar kepala BKD Kota Banjarbaru Drs Firdaus Hazairin.

Dijelaskannya, materi yang disampaikan kepada peserta Bimtek angkatan I yaitu seputar Kebijakan umum tentang prestasi kerja pegawai, peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang penilaian prestasi kerja PNS, Perka BKN Nomor I Tahun 2013 tentang ketentuan pelaksanaan Peraturan pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 dan praktek.

“Peserta bimtek ini sebanyak 60 orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru selama dua hari. Pelaksanaan bimtek sasaran kerja Pegawai ini dilakukan dalam 7 angkatan,” tambahnya.

Ruzaidin dalam sambutannya mengatakan, dengan semakin kritisnya masyarakat dan sejalan dengan reformasi birokrasi sekarang, kinerja aparatur negara sedang dan akan terus menjadi sorotan masyarakat, sehingga aparatur negara tidak bisa lagi bertindak dan bersikap sekehendaknya tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat.

“Mereka akan terus dituntut untuk meningkatkan pelayanannya baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Semoga melalui kegiatan bimtek ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual pegawai dan organisasi secara utuh, meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas, menciptakan standar kinerja dan memastikan pelaksanaan tugas penyelenggara pemerintahan,” punkasnya. (ananda)

Pembebasan Lahan Capai 75%, Panitia Tunggu Keputusan BPN

Sebagai seorang ketua Panitia Pembebasan Lahan Bandara, Sekdako Banjarbaru Dr Syahriani Syahran tampaknya tak mau muluk-muluk memastikan kapan dilaksanakan konsinyasi yang telah nyata memenuhi syarat. Dikatakannya, sebagai panitia pembebasan lahan perluasan Bandara Syamsudin Noor pihaknya telah selesai. Namun untuk pelaksanaan konsinyasi pihaknya masih menunggu keputusan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banjarabru.

“Meski sudah mencukup yakni lebih dari 75 persen namun tak bisa dipungkiri kubu yang setuju dan belum setuju itu mash ada. Padahal persoalan harga sudah dipastikan tidak bisa diganggugugat dan tidak ada perubahan sama sekali. Nah saat ini kita masih menunggu keputusan dari BPN sebagai Sekretaris pantia pembebasan lahan bandara kapan waktu konsinyasi tersebut dilaksanakan,” tegasnya.

Terkait masih adanya warga yang masih belum setuju tersebut ia mewakili panitia masih terus melakukan sosialisasi sebelum dilaksanakan konsinyasi. “Sebelum nantinya konsinyasi dilaksanakan maka kita pihak panitia sepenuhnya akan mengumumkan. Jadi tidak dadaka, diawali juga dengan sosialisasi di kelurahan-kelurahan. Boleh dikatakan aksi ini sebagai pengumuman agar warga bisa mengetahui dengan jelas,” pungkasnya.

PPDB Online Akan Dimulai 13 Juni

Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Edy Juana Pribadi menuturkan, PPDB Oline tahun ajaran 2013/2014 akan dimulai 3 hari dari tanggal 13 Juni 2013 sampai dengan 15 Juni 2013. “Berbeda dari tahun kemarin. Untuk tempat pendaftaraan dengan mobil Mplik mungkin akan tersebar di delapan sekolahan. Sedangkan untuk halaman Disdik Fokus kepada penyelenggaraan pameran masing-masing sekola,” ujarnya kepada hirangputihabang.wordpress.com, Kamis, (30/5), kemarin.

Dijelaskannya, setiap peserta PPDB dari tingkat SMP/Mts sederajat ke jenjang SMA/Ma memerulkan standar nilai yang cukup dari penggabunan Nilai UN ditambah piagam kejuaraan minimal juara 1 se Kabupatem Kota. “Tapi angkanya belum ditentukan. Kan nilai belum keluar lagi. Tapi untuk edaran PPDB mulai besok, (hari ini, red), mulai kita sebar,” tambahnya.

PPDB tersebut katanya akan dibagi dua kelompok. Kelompok pertama yakni siswa yang akan mendaftar ke SMA atau MA. Sedangkan kelompok kedua nantinya khusus bagi siswa yang akan mendaftar ke SMK. “Untuk lokasi akan tersedia internet yang melyani di delapan sekolahan Negri yakni SMAN 1 Banjarbaru, SMAN 2 Banjarbaru, SMAN 3 Banjarbaru, SMAN 4 Banjarbaru, SMKN 1 Banjarbaru, SMKN 2 Banjarbaru, dan SMKN 3 Banjarbaru, serta MAN 1 Banjarbaru. Meskipun sebenarnya PPDB juga bisa mereka lakukan di rumah atau di warnet asalh terhubung dengan internet. Tapi bagi yang ingin datang langsung tentu akan terlayani dan mudah bertanya-tanya serta mencari informasi lain yang diperlukan calon siswa baru,” paparnya.

Maka dari itu, ia juga mengimbau kepada sekalian orang tua agar bisa menemani siswanya. “Kita mengharapkan para orang tua bisa menemani anak-anaknya agar bisa memberi masukan atau memberikan persetujuan pendidikan anaknya mau dilanjutkan kemana. Dan pula jika memang nilai mereka nantinya tidak mencukupi untuk masuk ke sekolahan yang ditentukan, supaya orang tua bisa tidak memaksakan, bisa memberi masukan yang baik dan positif kepada anak,” pungkasnya. 

Pespampres Dikeluhkan, Aksi Demo Pun Tak Tembus

 Meski acara Bulan Bhakti Gotong Royong di Lapangan Murjani terbilang lancar, namun tak sedikit kelompok yang menuai protes. Misalnya demo dari gabungan puluhan mahasiswa di Jalan Kemuning Banjarbaru. Aksi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi KAMMI menolak kedatangan Boediono lantaraan dinilai sebagai aktor intelektual kasus Century Gate merugikan negara sampai Rp 6,7 triliun.

“Dia maling berdasi. Mencuri uang rakyat. Terlebih lagi sangat disayangkan % miliar rupiah APBD Kalsel dikeluarkan hanya untuk menyambut kedatangannya,” Ujar orator yang juga Koorlap KAMMI Ahmad Husaini kepada wartawan.

Namun aksi dari Kammi tersebut hanya terbatas di ring 3 pespampres yakni dari jajaran Pemko Banjarbaru. Ring 2 diamankan oleh kemanan pemprov provinsi. Sedangkan ring satu titik lokasi acara digelar lebih diawasi keamanannya oleh Pespampres Pusat RI 2.

Mereka dihadang oleh Polisi Brimob yang telah berjaga dengan ketat. Selain di Jalan kemungin, sejumlah mahasiswa juga didapati di Jl A Yani depan Hotel Batung Batulis Banjarbaru. Sejumlah anggota Brimob juga berjaga-jaga sehingga aksi mereka tak bisa menembus sampai ke sekiat Lapangan Murjani.

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Taufik Ansorie mengatakan sejumlah aksi demo tersebut tak ada satu pun yang berizin. “Kita tidak melarang kalau memang dilengkapi izin. Supaya mereka tetap terkontrol. Kedatangan RI 2 pada peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke-41 dan Hari Gerakan PKK ke-10 seharusnya menjadi kebanggaan dan saling dukung. Bukannya di demo,”

Kedatangan RI 2 membuat jalur dari Jl A Yani km 24 bundaran Bandara Syamsudin Noor ditutup sampai pusat Kota Banjarbaru yang menyebabkan kemacetan panjang. Kemacetan tersebut sampai membuat sejumlah pengendara bingung tidak mengetahui siapa yang datang.

“Siapa sih yang datang. Sampai ditutup lama begini. Kalau perlu tutup aja sekalian sampai Tanjung,” ungkap Sani jengkel, pengendara dari Batola yang akan menuju Tanjung. Ia pun terpaksa memutar dan mencari jalur lain. Di Jl A Yani km 33 terlihat siswa-siswi SD yang menyambut rombongan Wapres tersebut dengan lambaian bendera merah putih kecil ditangannya sambil meneriakan yel-yel kegembiraan.