Kejaksaan Musnahkan Barbuk Miras dan Narkotik

??????????????????????????????? Kejaksaan Tinggi Negri Kota Banjarbaru melaksanakan Pemusnahan Barang Bukti Miras dan Narkotika, Kamis, (13/2), di halaman Kejari Kota Banjarbaru, kemarin.

Kegiatan itu dihadiri juga oleh Wakil Walikota Banjarbaru H Ogi Fajar Nuzuli, Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Perwakilan MUI Kota Banjarbaru KH Nafiah Muza MUI, perwakilan Departemen Agama Kota Banjarbaru dan sejumlah aparat kepolisian.

???????????????????????????????Seksi Tindak Pidana Umum (Tipidum) Ajun Jaksa Idham Kholid SH MH kepada wartawan menyebutkan, pihaknya melakukan pemusnahan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2006 pasal 7 yakni melarang setiap orang memiliki dan atau menyimpan minum keras.

“Kita melakukan pemusnahan barang bukti miras dan obat-obatan dengan rincian Narkotika Gol I jenis sabut-sabu seberat 110,153 gram, Ganja seberat 35,69 gram, Minukan keras aneka merek 2.828 botol, Tuak 962 liter, obat-obatan jenis Carminophen 3.670 butir, dan bbat warna pink merk love 20 butir,” paparnya.

ananda_masih segelPihaknya mengakui bahwa tahun 2014 ini mengalami pengingkatan dibandingkan pemeriksaan 6 bulan sebelumnya pada tanggal 29 Agustus 2013 yakni untuk jenis sabu 45,43 gram, miras aneka merek 342 botol, dan inex dua butir.

???????????????????????????????“Secara kuantitas memang meningkat tajam terlebih narkotik jenis sabut-sabut. Dengan ini kita juga meyakini bahwa Kota Banjarbaru masih menjadi tujuan peredaran gelap narkotika,” ungkapnya.

Wakil Walikota Banjarbaru H Ogi Fajar Nuzuli menuturkan, pemusnahan barbuk yang sudah didapat dalam proses 6 bulan terakhir tentu menjadi upaya untuk memberantas minuman haram tersebut.

“Dan ini menjadi satu proses pencegahan. Namun dilihat dari kuantitas tentu menjadi miris hati karena tingkat kejahatannya juga semakin meningkat. Pemakai dan konsumen pun meningkat. Kita berharap semoda di waktu ke depan ini dapan melakukan sweeping lebih intens dua kali lipat dari sebelumnya. Dan mendapatkan hasil yang jauh lebih sedikit, mudah-mudahan,” katanya.

Dikatakan Ogi, semakin meningkatnya produksi tentu ada kecendrungan tingkat kejahatan juga semakin tinggi. Terlebih Narkoba yang termasuk daftar G sangat mengganggu kesehatan.

???????????????????????????????

“Tidak normal dalam berpikirnya. Ada kemungkinan saat memakai kendaraan menabrak atau jatuh sendiri. Kan, ini yang kita hindari bersama. Upaya untuk mengurangi resiko kecelakaan. Maka Pemko Banjarbaru beserta Kejaksaan dan Pengadilamn, Polresta juga selalu giat melaksanakan pemeriksaan di berbagai tempat yang sudh di investugasi.  Jadi kalau razia tanpa investigasi sebelumnya juga tidak dibenarkan menurut undang-undang. Dalam 6 bulan akan ditargetkan dua kali,” pungkasnya.

Pembebasan Lahan Capai 75%, Panitia Tunggu Keputusan BPN

Sebagai seorang ketua Panitia Pembebasan Lahan Bandara, Sekdako Banjarbaru Dr Syahriani Syahran tampaknya tak mau muluk-muluk memastikan kapan dilaksanakan konsinyasi yang telah nyata memenuhi syarat. Dikatakannya, sebagai panitia pembebasan lahan perluasan Bandara Syamsudin Noor pihaknya telah selesai. Namun untuk pelaksanaan konsinyasi pihaknya masih menunggu keputusan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banjarabru.

“Meski sudah mencukup yakni lebih dari 75 persen namun tak bisa dipungkiri kubu yang setuju dan belum setuju itu mash ada. Padahal persoalan harga sudah dipastikan tidak bisa diganggugugat dan tidak ada perubahan sama sekali. Nah saat ini kita masih menunggu keputusan dari BPN sebagai Sekretaris pantia pembebasan lahan bandara kapan waktu konsinyasi tersebut dilaksanakan,” tegasnya.

Terkait masih adanya warga yang masih belum setuju tersebut ia mewakili panitia masih terus melakukan sosialisasi sebelum dilaksanakan konsinyasi. “Sebelum nantinya konsinyasi dilaksanakan maka kita pihak panitia sepenuhnya akan mengumumkan. Jadi tidak dadaka, diawali juga dengan sosialisasi di kelurahan-kelurahan. Boleh dikatakan aksi ini sebagai pengumuman agar warga bisa mengetahui dengan jelas,” pungkasnya.

Mendesak Pembebasan

Ketua Tim Panitia Pembebasan Tanah (TP2T) Kota Banjarbaru Syahriani Syahran mengaku, hingga kini masih adapersoalan kepemilikan tanah berlapis atau tumpang tindih kepemilikan lahan yang belum diselesaikan dengan pihak pemilik tanah uhntuk pelebaran bandara. “Pihak PT Angkasa Pura I bisa saja melakukan pembangunan karena pembebeasan tinggal kurang lebih 6 hektare,” katanya.

Selain itu, beberapa lahan yang tadinya tumpang tindih pun menurutnya sebagian sudah dirampungkan. “Proses yang memakan waktu ini lantaran pemilik lahan yang tumpang tindih bermusyawarah. Kalau sudah sepakat trentu tidak masalah,” tuturnya.

Sementara itu, Komisi XI DPR RI begitu pembebasan lahan bandara Syamsudin Noor agar segera dituntaskan. Sebab jika dibandingkan dengan pembebasan lahan yang lain, proses pembebasan lahan bandara Syamsudin Noor tergolong sudah cukup lama. “PT Angkasa Pura I sudah menganggarkan untuk pembangunan fisik terminal tak kurang dari Rp860 miliar. Karena kondisi Bandara Syamsudin Noor merupakan bandara terburuk di Indonesia,” ungkap Anggota DPR RI Komisi XI BAKN Prof DR Ir Ismet Ahmad MSc beberapa waktu lalu kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, hingga kini kondisi bandara kian memprihatinkan lantaran sudah sulit ditata karena kapasitasnya tak mencukupi dibanding jumlah penumpang pesawat. Ia juga memaparkan, pembebasan lahan bandara yang sudah dimulai sejak 2011 ini telah dianggarkan pihak BUMN PT Angkasa Pura di tahun ini guna untuk pembangunan fisik terminal Bandara.

Dijelaskan Ismet pula, Direksi Angkasa Pura I saat memaparkan tentang rencana pembangunan terminal yang mana bandara nantinya didesain seperti belalai. Oleh akrenanya ia mendesak Panitia Pembabasan agar segera merampungkan.

Sekadar diketahui pengembangan Bandara sudah dimulai pada 2012 lalu dan ditargetkan selesai pada 2014 dengan anggaran multi years sebesar Rp540 Millar. Dana setengah triliun lebih itu dialokasikan untuk pembebasan lahan Rp290 millar untuk pembebasan dan Rp250 millar untuk pembangunan konstruksi. Terkait rencana pengembangan bandara, Pemprov Kalsel juga akan menjual aset daerah berupa apron, taxi way dan sebagian landasan pacu kepada Angkasa Pura.