Jangan Gembosi KPK-Polri

???????????????????????????????Sejumlah masyarakat sipil yang mengatasnamakan Koalisis Masyarakat Sipil Borneo Selatan (KMSBS) melakukan aksi damai dan berorasi untuk menyatakan dukungan terhadap KPK, Minggu, (25/1), di Bundaran Simpang Empat Kota Banjarbaru, kemarin sore.

Mereka yang terdiri dari sejumlah Mahasiswa Pencinta Alam, Organisasi Pencinta Alam, Forum Masyarakat Dayak Kalsel, Himpunan Mahasiswa Indonesia, dan beberapa organisasi lainnya berorasi sembari membawa kertas bertuliskan #SaveKPK.

Koordinator KMSBS Kisworo didampingi Koorlap aksi damai #SaveKPK Rudy Fahrianor menuturkan, aksi damai tersebut terlaksana semata-mata karena hati nurani sebagai anak negeri, generasi penerus bangsa yang melek atas permasalahan yang terjadi di Negara ini.

“Selamatkan KPK, Selamatkan Borneo, Selamatkan Indonesia! Hidup polisi bersih! Harus kita buktikan bersama. Hukum di negara kita masih kokoh dan tidak dinodai oleh penjahat negara,” teriak mereka.

Tak cuma dukungan kepada KPK, aktivis juga sempat meneriakkan untuk mengajak menyelamatkan Polri, yang disebut sudah kacau dengan ulah sejumlah oknumnya, dengan mengkriminalisasi pimpinan KPK.

??????????????????????????????? ???????????????????????????????“Kami menyatakan ketidak relaan atas diskredut KPK. Karena kita semua tahu KPK digembosi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang semestinya tidak pantas dicap sebagai penegak hukum. Kami semua, turun ke jalan sebagai bentui kepedulian, sebagai bentuk awal dukungan kami sebagai masyarakat borneo terhadap keberadaan KPK. Karena borneo masih memerlukan KPK untuk menangkap para koruptor-koruptor agrarian. Indonesia butuh KPK untuk mengangkap para koruptor yang masih merajalela,” tegasnya.

Menurutnya, selama ini masih banyak kasus-kasus bekas galian tambang yang tidak teratasi, belum lagi lahan sawit yang semakin tahun semakin melebar tanpa memerhatikan dampak lingkungan yang terjadi oleh karena korup terhadap aturan yang berlaku.

“Karena bagi kami, sudah nampak jelas, para pengusaha itu rumahnya bagus-bagus, sedangkan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat masih banyak jauh dari normal,” tegasnya.

Pernyataan tersebut juga, sebutnya, menjadi petisi yang telah disampaikan kepada KPK agar keberadaannya terus ada. Dan sebagaimana yang telah dilakukan KPK melakukan kunjungan ke Kalsel beberapa waktu lalu.

“Kita ingin KPK untuk terus melingkupi sektor korupsi terhadap masalah agrarian, tidak hanya anggaran pemerintah saja. Pernyataan ini kita tegaskan sebagai bentuk upaya menyelamatkan borneo,” paparnya.

Ia juga menyatakan agar polisi bersih terus ada untuk rakyat. Polisi bersih, diharapkannya agar terus bersih dan polisi kotor bisa segera mungkin bertobat.

Aksi tersebut juga dijadikan sebagai jawaban terhadap Menkopulhukam yang menyatakan bahwa hanya masyarakat yang tidak jelas yang mendukung KPK. Mereka para aktivits aksi damai ini melakukan orasi #SaveKPK sembari berjalan mengelilingi bundaran Simpang Empat Banjarbaru sambil menenteng Kartu Tanda Penduduk (KTP).

PPP Sepi Pendaftar

DPD PPP Kota Banjarbaru yang terletak di Jl A Yani Km 34 tampak sepi. Padahal kemarin adalah hari terakhir pendaftaran bakal calon Walikota Banjarbaru.

Tak satupun nama pelamar bakal calon Walikota Banjarbaru datang mengajukan berkas lamarannya ke pengurus DPD PPP Banjarbaru.

Petugas sekretariat DPD Kota Banjarbaru Purba Sari mengatakan, sejak pembukaan pendaftaran bakal calon Wali Kota Banjarbaru mulai Senin (19/1) hingga Jumat (23/1), kemarin, belum ada satu pun nama pendaftar bakal calon yang masuk.

“Hari ini penutupan waktu pendaftaran gelombang kedua bakal calon wali kota dan belum ada satu pun nama bakal calon yang mendaftarkan diri,” katanya. Ia mengaku belum tahu apakah nantinya pihak pengurus partai akan membuka kembali atau membiarkan tanpa ada calon dari PPP.

Kampanye Neraka

Baru saja saya menyaksikan sebuah program yang memang saya jadikan sebagai program talkshow terfavorit. Memang subjektif kesannya. Tak apa. Sang bintang tamu mengatakan, kita sedang berada dalam undangan promosi lokasi prostitusi moral. Yakni, kampanye Neraka.

Ibarat promosi, kita adalah manusia polos tanpa ilmu yang tidak mengetahui apa-apa, sedang dibawa oleh para malaikat menuju surga dan neraka. Di surgalah, kita diperlihatkan kedamaian, kesejahteraan, penuh ketenangan dan tentram. Lantas dibawalah kita untuk melihat neraka yang didalamnya dipertontonkan kegembiraan, pesta pora, kesenangan dan sejumlah hiburan. Yang diisi para pesohor-pesohor bintang dunia, cantik-cantik, glamaour dan penuh gairah. Sang malaikat pun bertanya. “Jika diminta memilih, anda pilih yang mana?” maka kita pun menjawab. “Neraka. Karena menggembirakan dan menyenangkan.” Lantas kembalilah kita di kehidupan nyata.

Singkatnya, tiba masa pemilihan tersebut. Sebagaimana yang telah dijanjikan, maka dimasukkanlah kita ke dalam neraka. Tapi, alangkah terkejutnya kita dengan keadaan dan gambaran yang terjadi. Di dalam neraka, penuh dengan siksaan, orang-orang dibantai dan dibakar. Mereka yang memang tak bermolar digantung rambutnya. Disetrika punggungnya. Sampai mati dan dihidupkan lagi untuk disiksa. Mereka yang mengingkari janji dipotong lidahnya. Dipulihkan, lantas dipotong untuk ke sekian kalinya. Sampai mereka berucap tobat dan insyaf, namun apa daya. Sudah di dalam neraka. Maka kita pun melakukan pembelaan dengan bertanya kepada malaikat.

“Tuan Malaikat, bukankah neraka kemarin yang diperlihatkan tidak seperti ini?” lantas malaikat pun menjawab. “Kamu ini bagaimana. Kemarin, kan lagi kampanye. Promosi!”. Dan, apa lagi yang bisa kita perbuat.

Sebuah kelompok persaudaraan terbesar dunia pernah berucap, kebenaran yang kau dengar hari ini belum tentu menjadi kebenaran besok hari. Lantas, apa yang bisa kita percaya. Semua kembali kepada iman. Kepercayaan di dalam diri. Sebelum masuk neraka dan menyesal, alangkah baiknya kita bertafakur. Memikirkan baik dan buruk itu boleh, tapi terlalu membedakan bisa menjadi perpecahan. Alhasil, apa-apa yang kita janjikan tak semua bisa ditepati. Maka, berjanjilah sedikit saja, tapi berbuatlah kebaikan sebanyak-banyaknya. Tanpa harus menebar janji. Apalagi menjanjikan neraka.

KPU Banjarbaru Ikuti Bimbingan Teknis KPU Provinsi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata cara pemungutan, penghitungan dan Rekapitulasi Suara Pemilu Presiden dan wakil presiden tahun 2014 pada Jumat, (13/6) hingga Sabtu, (14/6) kemarin yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan Bimtek dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Kalimantan Selatan DR Samahuddin Muharram. Di hari pertama pelaksanaan dipaparkan terkait potensi permasalahan hukum yang ada pada penyelenggaraan Pilpres 2014. materi tersebut disampaikan oleh Komisioner KPU Prov Kalsel dari Divisi Hukum dan Pengawasan Hairiansyah MH.

“Dalam forum ini kita bahas mengenai sosialisasi Pilpres 2014 dan Sumber Daya Manusia (SDM) Penyelenggara Pemilu oleh Masyitah Umar, Penganggung jawab Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM KPU Provinsi Kalimantan Selatan. Bimtek Pemungutan, Perhitungan, dan Rekapitulasi Suara,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Sedangkan di hari kedua, pelaksanaan Bimtek disampaikan materi Pengisian formulir C1 dan D serta materi Simulasi Tata Cara Pengisian Formulir C1 yang masing-masing dibawakan oleh Riza Zihadi Sag MAP sebagai Komisioner KPU Prov Kalsel dan Muhammad Husni SIP dari Sekretariat KPU Provinsi Kalimantan Selatan.

Pasca pelaksanaan Bimtek Pemungutan, Perhitungan dan Rekapitulasi Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 tersebut, Ketua KPU Kota Banjarbaru Husein Abdurahman menyampaikan bahwa KPU Kota Banjarbaru menyambut baik dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Bimtek tersebut.

“Bimbingan teknis ini akan meningkatkan kompetensi penyelenggara pemilu tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Potensi-potensi kesalahan yang mungkin terjadi pada sisi teknis penyelenggaraan pemilu, khususnya perhitungan dan rekapitulasi sudah dapat dikenali dan diantisipasi secara dini,” ingatnya.

Kejaksaan Musnahkan Barbuk Miras dan Narkotik

??????????????????????????????? Kejaksaan Tinggi Negri Kota Banjarbaru melaksanakan Pemusnahan Barang Bukti Miras dan Narkotika, Kamis, (13/2), di halaman Kejari Kota Banjarbaru, kemarin.

Kegiatan itu dihadiri juga oleh Wakil Walikota Banjarbaru H Ogi Fajar Nuzuli, Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Perwakilan MUI Kota Banjarbaru KH Nafiah Muza MUI, perwakilan Departemen Agama Kota Banjarbaru dan sejumlah aparat kepolisian.

???????????????????????????????Seksi Tindak Pidana Umum (Tipidum) Ajun Jaksa Idham Kholid SH MH kepada wartawan menyebutkan, pihaknya melakukan pemusnahan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2006 pasal 7 yakni melarang setiap orang memiliki dan atau menyimpan minum keras.

“Kita melakukan pemusnahan barang bukti miras dan obat-obatan dengan rincian Narkotika Gol I jenis sabut-sabu seberat 110,153 gram, Ganja seberat 35,69 gram, Minukan keras aneka merek 2.828 botol, Tuak 962 liter, obat-obatan jenis Carminophen 3.670 butir, dan bbat warna pink merk love 20 butir,” paparnya.

ananda_masih segelPihaknya mengakui bahwa tahun 2014 ini mengalami pengingkatan dibandingkan pemeriksaan 6 bulan sebelumnya pada tanggal 29 Agustus 2013 yakni untuk jenis sabu 45,43 gram, miras aneka merek 342 botol, dan inex dua butir.

???????????????????????????????“Secara kuantitas memang meningkat tajam terlebih narkotik jenis sabut-sabut. Dengan ini kita juga meyakini bahwa Kota Banjarbaru masih menjadi tujuan peredaran gelap narkotika,” ungkapnya.

Wakil Walikota Banjarbaru H Ogi Fajar Nuzuli menuturkan, pemusnahan barbuk yang sudah didapat dalam proses 6 bulan terakhir tentu menjadi upaya untuk memberantas minuman haram tersebut.

“Dan ini menjadi satu proses pencegahan. Namun dilihat dari kuantitas tentu menjadi miris hati karena tingkat kejahatannya juga semakin meningkat. Pemakai dan konsumen pun meningkat. Kita berharap semoda di waktu ke depan ini dapan melakukan sweeping lebih intens dua kali lipat dari sebelumnya. Dan mendapatkan hasil yang jauh lebih sedikit, mudah-mudahan,” katanya.

Dikatakan Ogi, semakin meningkatnya produksi tentu ada kecendrungan tingkat kejahatan juga semakin tinggi. Terlebih Narkoba yang termasuk daftar G sangat mengganggu kesehatan.

???????????????????????????????

“Tidak normal dalam berpikirnya. Ada kemungkinan saat memakai kendaraan menabrak atau jatuh sendiri. Kan, ini yang kita hindari bersama. Upaya untuk mengurangi resiko kecelakaan. Maka Pemko Banjarbaru beserta Kejaksaan dan Pengadilamn, Polresta juga selalu giat melaksanakan pemeriksaan di berbagai tempat yang sudh di investugasi.  Jadi kalau razia tanpa investigasi sebelumnya juga tidak dibenarkan menurut undang-undang. Dalam 6 bulan akan ditargetkan dua kali,” pungkasnya.

8 Anggota Dewan Tak Hadir

Rapat Paripurna Istimewa HUT Banjarbaru ke-14

Sebanyak 8 orang anggota dewan tak andil dalam rapat paripurna istimewa peringatan HUT ke 14 Kota Banjarbaru pada Sabtu (20/4) kemarin. Adalah H Fauzan Noor, Wakil Ketua Komis I H Bambang S Ronie, Gusriani, AR Iwansyah, Mahfudz, Ir H Agus Mulya Musin, Tafsir SPd, dan Joko Triono SH sebagai wakil ketua II di DPRD Kota Banjarbaru.

Dikonfirmasi perihal itu, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Drs H Arie Sophian Msi menjelaskan, sejumlah anggota dewan yang tak hadir dikarenakan sedang mengalami kegalauan dalam berpolitik apalagi menjelang pemilu ini. “Kita maklumi ini dan juga sejumlah anggota dewan sudah lapor ke saya atas ketidakhadirannya,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Disebutkannya, perihal tersebut erat kaitannya dengan isu dan kabar pindahnya beberapa kader partai ke partai yang lain. Ia juga menganalisis akan ada 5 orang anggota dewan yang berkemungkinan besar indah partai. “Namun kita jamin peristiwa ini tidak akan mengganggu kinerja dewan ke depan. Itu, kan hak masing-masing anggota dewan,” pungkasnya.

Dicari 30 Orang Panwaslu

Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Banjarbaru membuka kesempatan bagi semua pihak yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai calon Panwaslu Kecamatan di Kota Banjarbaru.

Ketua Panitia Penerimaan Calon Anggota Panwaslu Kecamatan Kota Banjarbaru Normadina SHut mengatakan, pandaftaran calon anggota Panwaslu Kecamatan berlaku di seluruh Kota Banjarbaru. “Waktu penerimaan pendaftaran dari tanggal 22 April sampai 27 April 2013 dari pukul 09.00 Wita dan ditutup pada 27 April 2013 pukul 13.00 Wita. Pendaftar langsung mengantarkan berkas pendaftaran di Sekretariat Panwaslu Kota Banjarbaru,” katanya, Sabtu (20/4) kemarin siang.

Menurutnya, setelah menerima berkas pendaftaran pihak panitia langsung melakukan pemeriksaan terhadap berkas tersebut, dan satu minggu kemudian diumumkan kelulusan administrasi para pendaftar calon Panwaslu Kecamatan.

“Pada tanggal 6 Mei 2013 dilaksanakan ujian tertulis, untuk tempat ujian memang belum ditetapkan,” terangnya.

Normadina menjelaskan, dari tes tertulis akan diambil enam orang di setiap kecamatan, karena di Kota Banjarbaru ada lima kecamatan maka total calon yang akan diambil dari tes tulis untuk mengikuti wawancara ini sebanyak 30 orang. “Dari wawancara diambil tiga orang di tiap kecamatan sehingga totalnya menjadi 15 orang,” katanya.

Adapun syarat untuk menjadi calon anggota Panwaslu Kecamatan sebut Normadina, antara lain, warga negara Indonesia, berusia paling rendah 25 tahun, mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur, dan adil. Memiliki kemampuan dana keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu dan Pengawas Pemilu, berpendidikan paling rendah lulus SLTA/sederajat.

“Untuk lebih jelasnya para pendaftar bisa langsung mendatangi Kantor Panwaslu Kota Banjarbaru di Jalan Trikora,” ujar Normadina yang juga sebagai Anggota Panwaslu Kota Banjarbaru