Mujani Berdzikir

Sekitar 100 ribu manusia dengan pakaian serba putih tampak memadati Lapangan Murjani Banjarbaru. Mereka yang datang dari berbagai Kabupaten/Kota ini berbondong-bondong menghadiri tTablighy Akbar bersama Ust Haryono dari Jakarta yang terkenal dengan Majelis Dzikirnya, Sabtu, (11/8), kemarin malam.

Sejak pukul 20.00 wita Lapangan Murjani sudah dipenuhi jamaah. Hingga pukul 23.00 Ust Haryono yang telah lama ditunggu datang menyapa jamaah didampingin oleh Walikota Banajarbaru HM Ruzaidin Noor.

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor dalam sambutannya mengatakan, ia tentunya bersama masyarakat Banjarbaru sangat bersyukur sekali bisa kedatangan Ustd Haryono dari Jakarta. “Mudah-mudahan pertemuan kita ini menjadi silaturahmi yang barokah dan tentunya membawa Kota Banajrbaru dalam kedamaian,” ingkapnya.

Ustadz Haryono memimpin langsung zikir yan diiringi dengan doa. Ia juga mengharapkan tak hanyas sekali bisa mampir ke kota Banjarbaru. “Zikir dan doa sesungguh menjadi obat segala jenis penyakit hati,” ingatnya.

Ini Lebaranku, apa lebaranmu?

Menyambut kedatangan 1 Syawal alias Hari Raya Idul Fitri memang terkadang mendapat perlakuan yang berbeda-beda bagi sebagian umat manusia yang ada di Indonesia. Tak terkecuali Indonesia yang kaya akan budaya.

Meski berbeda-beda, namun tetap satu juga. Itulah pedoman yang sering dikumandangkan. Sebagian masyarkat banyak juga yang mewujudkan dengan festival bedug atau rempag bedug. Dilanjutkan dengan takbiran keliling kampong di malam harinya.

Terkadang Sbiat Spirit Ramadhan juga melihat sejumlah rombongan masjid atau mushola yang menghiasi motor dan mobil angkutan menjadi sangat unuik sehingga menarik perhatian semisal replika masjid, ketupat, kapal laut, bahkan gajah, bahkanada pila bentuk-bentuk setan seperti pocong dan lain sebagainya.

Konvoi itu biasa diiringi dengan gema takbir dengan alat-alat drumband, kentongan, bedug, dihiasi cahaya lampion dan lampoon hias lain. Tidak sedikit pula kembang api yang dinyalakan dari berbagai kampung membuat malam itu sungguh meriah seakan perbedaan waktu Idul Fitri melupakan segala perpecahan yang terjadi sebelumnya. Begitulah sebgaian tradisi dan budaya masyarakat kita Indonesia dalam menyambut lebaran.

Disisi lain, ada pula yang merindukan berbagai jenis kue lebaran yang siap tersaji seusai pulang dari sholat Ied. Misalnya, Kastengel, Nastar, cookis, Sagu, Putri Salju, dan lain sebagainya. Masih banyak tradisi lain jeleang lebaran di Indonesia seperti Mudik, belanja baju baru, THR, dan lain-lain.

Namun terlepas dari semua itu, kita harus ingat hakikat hari raya yang sebenarnya tak hanya diwujudkan dengan segala tradisi turun temurun, tetapi rasa syukur kita masih dipanjangkan umur sehingga kembali bertemu sanak keluarga dan bulan Ramadhan selanjutnya.

Eksistensi Seniman Dipertaruhkan

Akhirnya kepengurusan Dewan Kesenian Kota Banjarbaru periode 2012-2017 resmi dilantik oleh Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor, Jumat, (10/8), di Aula Gawi Sabarataan, kemarin. Ketua Dewan Kesenian Kota Masih dilanjutkan oleh Ogi Fajar Nuzuli yang juga Wakil Walikota Banjarbaru.

Walikota Banjarbaru dalam sambutannya menuturkan, Pelantikan Pengurus Dewan Kesenian Kota Banjarbaru tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota kepada para seniman untuk mengapresiasi segala bentuk dan usaha dalam kekaryaan di Kota Banjarbaru. “Diharapkan lima tahun ke depan DKD Kota Banjarbaru bias eksis penuh tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi tinggi untuk menggapai visi misi yang ditetapkan,” kata walikota.

Menurutnya, perlu adanya semangat dan pembaharuan dalam berkesenian.
“Karena kesenian juga menggambarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Keberadaan DKD bias menjadi mitra pemerintah dalam memajukan kesenian dan kebudayaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Harian Dewan Kesenian Provinsi M Syarifuddin R menyampaikan, otorisasi dan tujuan Dewan Kesenian Provinsi sendiri mempunyai kesamaan dengan visi dan misi tidak terkecuali para apresiasi kepada par seniman. “Hal ini sebagai upaya pembinaan dan pengembangan dalam pertumbuhan budaya masyarakat. Semooga dapat dirasakan manfaatnya. Tak hanya Banjarbaru tetapi juga Kalsel, Mari berkarya dan bekerja dalam ranah kesenian,” pungkasnya.

Pasar Murah Untuk Palam

Maraknya gelaran pasar murah di saat bulan Ramadhan ini juga diikuti oleh pihak Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Banjarbaru. Hal itu disampaikan Ketua Dekopinda Banjarbaru Suparno, Rabu tadi, di kelurahan Tradisional Palam.

Kurang lebih 300 paket sembako murah diperuntukkan kepada mereka warga Kelurahan Palam yang kurang mampu sebagai bentuk kepedulian Dekopinda dengan sesama.

Sebanyak kyrang lebih 300 paketr sembako murah digelar di kios-kios tradisional pasar tradisional kelurahan palam.

Ketua Dekopinda banjarbaru Suparno menuturkan, apket tersebut di antaranya berisi dua kilogram gula pasir, satu liter minyak goreng, dan belasan mie instan. “Menurut harga pasaran paket senilai 60 ribu rupiah. Namun dalam gelaran pasar murah ini hanya kita jual seharaga 40 ribu rupiuah saja,” jelasnya kepada MK.

Gelaran pasar murah tersebut, kata Suparno, memang menjadi program Dekopinda Banjarbaru dalam menghormati bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah. “Alhamdulillah semua masyarkat sangat antusias. Terlihat dengan serbuan warga yang sebelumnya telah mendapatkan kupon sesuai dengan dara penerima raskin,” katanya.

Tidak hanya itu, Dekopinda juga berencana akan menggelar buka puasa bersama anak-anak panti asuhan di Kota Banajrbaru banjarbaru bersama dengan Koperasi Wanita Purnama dan Iwapi Kalsel. “Kita akan memberikan beberapa bingkisan sebagai tali asih buat mereka nanti,” pungkasnya.

Duh, Siap-siap mudik, nih!

Ramadhan sudah memasuki 10 hari yang terakhir. Selain maknanya lebih dalam, banyak juga Sobat Spirit Ramadhan yang telah packing barang bersiap mudik alias pulang kampung.

Mudik juga kerap kali menjadi salah satu tradisi lebaran yang tak pernah ditinggalkan orang Indonesia. Tak hanya berniat mengunjungi sanak keluarga, tetapi juga kembali mempererat silaturahmi sekaligus meminta tuntunan doa pada Orang tua. Lalu, bagaimana dengan sobat Spirit Ramadhan yang sudah siap ber-mudik-ria?

Jangan heran, mudik bisa juga menjadi aktivitas terparah yang harus kita waspadai dan berhati-hati. Hari paling sibuk pagi Pak Polisi  yang mengatur lalu lintas, terutama dirjen perhubungan. Menjelang H-7 sudah harus bisa memastikan jalanan mulus, arus kapal laut lancar, antisipasi kecelakaan, melancarkan arus penerbangan, dan mencukupkan jalur serta ruang kereta api menjelang hari raya tiba.

Kalau sobat Spirit Ramadhan termasuk orang yang sering melototin televisi menjelang suasana lebaran, tentu merasa seru karena tidak terlibat di dalamnya. Semisal Reporter-reporter cantik disebar di berbagai titik agar bisa memberikan laporan arus lalu lintas kepada pemirsa. Mereka bicara soal macet, lancar, prediksi puncak arus mudik, alternatif jalan, sambil tersenyum walau menghirup asap knalpot. Ya, gitu deh!

Dan si pemudik, telah bersiap mengepak barang, menyiapkan segala yang diperlukan saat lebaran. Berjalan pulang ke rumah, ke tempat asal, tempat dimana menghabiskan waktu bersama orang tua dan masa-masa bermain saat kecil, belajar, dan mungkin mengalami cinta pertama. Sejenak kembali ke akar, mungkin kembali memahami kenapa kita ada di dunia dan darimana kita berasal. Jadi, siapkah sobat mudik di lebaran kali ini?

Melek Alquran

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor mengimbau agar masyrakatnnya memperbanyak membaca Al-Quran.  “Ramadhan bulan yang mulia dibanding bulan yang lain. Dan sebab pada Ramadhan pula Alquran diturunkan. Alqur-an sebagai paradigma peradaban umat manusia dari kesesatan menuju kebenaran dan kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada peringatan malam Nuzulul Quran, Minggu, (5/8) di Mesjid Agung Al-Munawwarah, Jl Trikora Banjarbaru, kemarin malam.

Menurutnya, momentum peringatan Nuzulul Quran tersebut sangat tepat digunakan untuk membiasakan kehidupan dan keluarga mengamalkan Alquran dalam keseharian. “Alquran merupakan sumber hukum dan ilmu agar kita dapat menjalani kehidupan bermasyarakat dengan benar dan sesuai ajaran agama. Maka perlu diamalkan setiap harinya,” pungkasnya.

Peringatan itu juga diisi dengan ceramah agama oleh Pimpinan Ponpes Yasin Banjarbaru KH Ahmad Fahmi Zamzam MA.

Eratkan Silaturahmi Dengan Bukber

Ketua Umum Sanggar Ar-Rumi Rajudin menurutrkan, perhelatan bukber dengan para anggota memang sudah tradisi sejak pertama Ar-Rumi berdiri. “Dan ini menjaadi agenda kita setiap tiba bulan Ramadhan,” ungkapnya kepad Spirit Ramadhan.

Selain itu, ia mengharapakan pertemuan tersebut tak hanya menjadi ajang silatranhmi. “Tetapi juga mengeratkan rasa persaudaraan kita dalam berteater dan berkegiatan seni budaya di Kabupaten Banjar. Ya mudahan saja, usai Ramadhan ini banyak job yang sudah menunggu kita,” pungkasnya.