Suka-Suka Nan Cozy

Pintu utama yang dihiasi kain bundar mirip kelambu unik nan menarik

Pintu utama yang dihiasi kain bundar mirip kelambu unik nan menarik

“Selamat Siang!”

“Mari. Silahkan Masuk!” ujar tuan rumah sembari menawarkan kami beberapa minuman. Siapa yang menyangka, rumah yang dari luar terlihat biasa. Ternyata perabotan di dalamnya berisi sangat luar biasa. Ya, itulah rumah Keluarga Kardsujono yang terletak di Jalan Semarang Komplek Perumahan Klausreppe Loktabat Banjarbaru.

Melihat rumahnya ini dari luar, sebenarnya kita sudah melihat hal yang menarik. Seperti pintu utama yang dihiasi kelambu sekeliling pintunya. Nah, apalagi jika menengok ke dalamnya, berbagai macam perabotan jadul terpampang di setiap sudutnya. “Ya, hobinya memang koleksi barang-barang antik. Jadi hampir semua isinya barang antik. Hehehehe” ujar Maureene, pemilik rumah No 118 ini. Ia yang tinggal bersama 3 orang anaknya sering sekali melakukan bongkar pasang perabotan dan properti rumahnya. “Kami disini cepat bosan. Kalau nggak tiga bulan sekali, bisa juga setengah tahun sekali posisi letak perabotan udah dibongkar pasang aja,” tuturnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, pada satu kesempatan.

Kami diajak untuk melihat hal-hal yang sangat memberikan kesan klasik, sederhana, namun menarik rasa. “Lalu, bergaya konsep apa rumah ini?” kata kami menanyakannya. “Konsep rumah dari hati aja. Gak terinspirasi dari apa-apa. Suka-suka nan cozy, lah. Nggak ngikutin siapa-siapa,” sahut Maureene.

Telepon kabel hasil lelang dari kantor Hitler di Australia

Telepon kabel hasil lelang dari kantor Hitler di Australia

Banyak Perabotan Antik

Diantara perabotan dalam rumah itu, terdapat sejumlah barang-barang klasik alias jadul. Seperti pemutar piringan hitam yang biasa dipakai orang-orang mendengarkan musik di masa 80 an, telepon kabel jaman dahulu, berbagai macam koleksi setrika besi yang memakai arang pada jaman dulu, dan koleksi lainnya datang dari berbagai negara di seluruh dunia. Oleh sebab itulah, ia mempunyai almari yang special untuk souvenir dari beberapa negara seperti Roma, Amerika, China, Jepang, Eropa, Mesir, dan lain-lain. “Cuma dari Afrika aja yang belum punya,” sahut Maureene. Di meja yang terletak di beberapa sudut ruangan, tampak mesin tik jaman dulu yang dibeli langsung ketika lelang di Wina Austria. Kata Maureene, salah satu mesin tiknya adalah dari kantornya Hitler. Wuih, mantap!

Ruang Tengah Tanpa Atap

Ruang berkumpul yang special di desain untuk bisa langsung merasakan dinginnya suasana hujan dan panasnya terik matahari

Ruang berkumpul yang special di desain untuk bisa langsung merasakan dinginnya suasana hujan dan panasnya terik matahari

Pabila masuk ke ruang tengah, maka akan menemui tangga yang berputar melilit tiang untuk menuju gudang alat musik di lantai atas. “Ada biola, bass, gitar dan alat musik lainnya. Karena kami sekeluarga suka main musik dan menyanyi,” sahut Bianca, anak dari Maureene.

Ada lagi satu ruang lebih mirip dengan bar minuman di film-film koboi. Yang tak kalah menarik, persis di tengah rumah ini ada tempat untuk bersantai. Pabila kita memandang ke atas, maka pandangan kita tidak akan melihat atap rumah untuk menaungi dari terik sinar matahari atau berteduh dari air hujan, tetapi langsung menjurus ke langit alias polos tidak pakai atap. “Lho, kalau hujan gimana tante?” kata kami bertanya.

“Ya, hujan-hujanan sebasahnya. Toh, ada saluran airnya mengalir sudah disediakan,” Sahutnya. Sengaja memang tidak memakai atap. Katanya, biar matahari langsung masuk tanpa perantara apa pun.

Nah, disamping tempat untuk berkumpul itu, tampak dinding air terjun buatan. Kemudian berbagai macam koleksi setrika besi yang memakai arang jaman dulu. Ada pula koleksi rumah-rumahan.

Kala boleh kita mengintip kamarnya Bianca, maka pembaca akan dihadapkan dengan Rak Buku Ada juga kamar yang penuh dengan rak buku, karena katanya, seluruh keluarga memang suka membaca apa saja. Maureen dan keluarga tak terlalu suka dengan barang-barang yang terlalu mewah. “Kalau beli-beli barang yang kecil lebih suka beli di pasar loak. Kayak lampu telpok, miniatur sepatu, dan lain-lain. Gak perlu mahal-mahal yang penting unik,” pungkasnya. Sambil merapikan beberapa perabotan. “Nanti mampir kesini lagi ya! Dhaaaah!” ucap Keluarga Maureene seraya melambaikan tangan.

Ruang Utama

Biodata Pemilik Rumah

Keluarga Keluarga Anthunius Junianto Karsudjono bekerja di PT Mangium Anugrah Lestari sebagai Presiden Direktur. Istrinya Maureen Nasiboe dan tiga orang anaknya Bianca Karsudjono Naomi Kardsudjono, dan Beybi Karsudjono.

Dinding pembatas antara ruang berkumpul dengan mini bar

Dinding pembatas antara ruang berkumpul dengan mini bar

Perpustakaan kamar tidur

Perpustakaan kamar tidur

Kumpulan rangkaian bunga mempercantik pandangan mata

Kumpulan rangkaian bunga mempercantik pandangan mata

Membaca sambil menonton tv juga menjadin kegiatan yang asik di dalam kamar

menjadin kegiatan yang asik di dalam kamar