Ar-Rumi Rayakan Harlah di 2 Lokasi

Brosur Harlah 13 cx6.jpgMARTAPURA, hirangputihhabang Jika tak ada aral melintang, Sanggar Ar-Rumi STAI Darussalam Martapura akan melaksanakan perayaan hari lahir yang ke- 13 di dua lokasi yakni Q Mall Kota Banjarbaru dan Aula Kampus STAI Darussalam Martapura di Jalan Perwira, Tanjung Rema.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana Rajuk Rahman kepada penulis hirangputihahabang.wordpress.com. Dikatakannya, saat ini sedang menyiapkan berbagai macam persiapan tampilan di Q Mall yang dimulai pada sore Sabtu, (23/4), pukul 14.00 Wita hingga malamnya pukul 22.00 Wita.

“Jika pada perayaan harlah seblumnya kami menggelar sejumlah lomba, maka perayaan tahun ini sedikit berbeda. Dalam perayaan tersebut juga melibatkan sejumlah komunitas teater kampus dan pelajar andil dalam pementasan dan penampilan di panggung gratis. Dan juga acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Maka dari itu saya mengharapkan segala kalangan baik itu undangan fisik maupun undangan berantai bisa turut meramaikan perayaan ini,” ucapnya.

Sedangkan pada Rabu malam, (27/4), akan dilaksanakan perayaan puncak yang menampilkan sejumlah kesenian dari Ar-Rumi, Teaterikal Puisi, Hajir Marawis, Madihin Kontemporer, dan Teater Surealis berjudul Huda yang disutradarai oleh H Muhammad Ihsan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan pertunjukan terbaik. Tak lupa kami turut mengundang semua pelaku dan penikmat seni se-Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Kekuatan Anak Muda Dalam Novel Kebisingan Hati karya Ananda Rumi

Kebisingan Hati_Ananda Rumi_Thumbnail Cover ReszeKebisingan Hati

Oleh: Ananda Rumi

Rilis : 2014
Halaman : 177
Penerbit : OnOff Project

Bahasa : Indonesia

 

“Semuanya terwujudkan dari mimpi yang terkadang dinilai sepele…

…jika ia memang gigih untuk menggapainya”. (hal.150)

Dalam beberapa minggu terakhir ini, teman-teman yang berdomisili di banjarbaru masih hangat membicarakan sebuah Novel karya Nanda dengan cover depan bergambar sebuah es krim bertuliskan Juice Heart Noise, yang mungkin tidak asing bagi muda-mudi pecinta musik lokal (band Indie), karena memang itu salah satu lambang sebuah band Indie dengan nama Juice Heart Noise tersebut.

 

Kebisingan Hati, kisah beberapa remaja menuju proses pendewasaan dalam menentukan arah hidup dan menemukan cara untuk menggapai sebuah mimpi. Sebuah novel yang cukup ringan, bahkan bagi seorang yang kurang suka membaca sekalipun. Kisah percintaan penuh konflik dan sekitar kesenangan bermusik tentu akan membuat pembaca betah berlama-lama memelototi tiap kata di dalamnya.

 

Mengisahkan tentang Andra dan Verda dua remaja yang terlihat sebagai pasangan serasi, mungkin sempurna, bahkan sering membuat orang sekelilingnya iri melihat mereka. Namun hal yang terlihat di luar tak selalu sama dengan hal yang ada di dalamnya. Bahwa hubungan mereka tak sesempurna yang orang lihat.

 

Andra remaja pindahan dari Jakarta ke Kalimantan, digambarkan sebagai seorang pria tinggi berbadan langsing, cerdas, keras kepala, bisa dibilang pria kutu buku berpenampilan keren. Anak kuliahan yang memiliki hobi bermusik namun juga berambisi menjadi wartawan.

 

Verda juga bukan orang asli Kalimantan, ia remaja pindahan dari  Medan. Andra dan Verda kuliah di kampus yang sama, Kampus Hijau. Sebuah kampus di daerah Martapura. Disanalah cinta mereka dimulai, berawal dari pertemuan di acara OSPEK mahasiswa. Di kampus itu pula awal Andra bertemu Ezha, Oliel, dan Udud yang akhirnya sepakat untuk membuat sebuah band. Band yang mereka bentuk ini berkembang dari nol sampai band mereka memunyai fans. Band yang dianggap Oliel sebagai tujuan hidupnya, bahkan Oliel rela berhenti dari pekerjaannya demi band itu.

 

Hubungan Andra dan Verda baik-baik saja sebelum Andra yang berprofesi sebagai freelanceyang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sebagai pemain gitar bass sebuah band yang iya buat bersama teman-teman sekampusnya. Andra semakin larut dalam kesibukannya hingga Verda merasa kehilangan Andra sebagai kekasihnya. Sampai-sampai ia merasa lebih nyaman berada di sisi Erland, penjual Drugslangganan Verda yang dulu juga pernah menyatakan cinta kepadanya. Hal ini yang membeuat hubungan Andra dan Verda tak seindah yang orang liat.

 

Verda yang ketergantungan drugstak bisa lepas dari Erland. Namun tak ada yang tau akan hal itu. Alanis, sahabat Verda yang bekerja di salah satu majalah ternama itu pun tak tau, apalagi Andra yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan karena kesibukan Andra dan ambisinya untuk menjadi seorang wartawan, membuatnya keluar dari bandnya yang mereka namai JUICE HEART NOISE. Akankah cinta Andra dan Verda dapat bertahan, Apakah JUICE HEART NOISE tetap bertahan dengan keluarnya Andra?

 

Setelah membaca novel ini, saya berandai-andai novel ini akan difilmkan untuk memberi warna di dunia perfilman Indonesia yang akhir-akhir ini didominasi oleh film-film bergenre horor-komedi. Yang tentunya film yang akan kaya dengan pesan moral. Seperti salah satu film Thailand kesukaan saya SuckSeed.

 

Ananda cukup handal dengan tulisannya membawa pembaca seperti menonton kisah di dalamnya. Andra, diambil dari nama panggilannya sendiri. Ezha, Oliel, dan Udud juga diambil dari nama teman sekampusnya yang memang mereka berempat peernah tergabung dalam sebuah band.

 

Meskipun novel ini cukup ringan, namun isinya penuh makna. Seperti, impian adalah salah satu dan satu titk awal dari goresan pena kehidupan yang akan anda tulis, impian juga merupakanbahan bakar manusia untuk tetap bisa bersemangat dalam menjalani hidup. Hingga hidup ini tidak  tanpa arah dalam menjalaninya, namun ada tujuan dan impian yang ingin dicapai. Upaya meraih impian tersebut mungkin tidaklahmudah, dan tidak semulus pipi bayi, tapi tetap terus diperjuangkan. Jugaperhatiandalam sebuah hubungan adalah jantungnya percintaan, yang tampanya sebuah hubungan tidak akan terasa nyaman.

 

Bagi para pemusik mungkin novel ini ingin berkata, “kebersamaan adalah pondasi utama dalam sebuah band, Sebuah band bukan kendaraan yang ditunggangi beberapa orang untuk mincapai mimpi seseorang, namun untuk mencapai tujuan bersama”…

 

@EzhaMahesa

 

 

Kebisingan Hati Mengajak Pembaca Menikmati Musik

bob_BDLMeski rinai hujan masih membasahi Kota Banjarbaru, gelaran Launching Novel Kebisingan Hati karya Ananda Rumi berlangsung ramai. Dihadiri sejumlah pelajar, mahasiswa, SMA, dan juga beberapa komunitas dari Kota Banjarbaru termasuk Banjarbaru Dalam Lensa, Jumat, (2/5), di Kedai Kopi Kepo Halaman Pustarda Kota Banjarbaru, kemarin.

Yulian Manan_FB5Acara dikemas sederhana itu dimoderatori oleh Manager On|Off Projet Self Publisher sebagai cabang dari On|Off Solutindo Project Harie Insani Putera, dengan suasana kopi gratis kepada para pengunjung. Dalam kegiatan itu, sejumlah pertanyaan diberikan dari masalah pemilihan cover buku, identitas tokoh yang ada dalam novel, juga dari lirik-lirik lagu yang ditulis Ananda Rumi dalam novelnya. Tak hanya masalah dalam novel, penulis juga berbagi tips dan informasi seputar penulisan fiksi dan seluk-beluk self publisher.

Yulian Manan_FB6Salah seorang pelajar SMA 1 Martapura Rina menyanyakan arti dari pemilihan cover yang dominan berbentuk es krim dan juga kiat mengerjakan novel yang bisa selesai hanya dalam jangka wakti sebulan. Sedangkan Oche mahasiswi STKIP menanyakan kontroversial tokoh Andra yang ada di dalam novel yang menilai karakternnya mirip sekali dengan penulis yakni Ananda Rumi.

Yulian Manan_FB4“Pemilihan cover ini didesain langsung oleh Oliel, vokalis band Juice Heart Noise yang namanya juga saya jadikan sebagai tokoh di dalam novel. Dan juga Nuzula Fildzah, teman saya di Jakarta. Pada intinya, symbol tersebut mewakili angka 1. Karena memang Novel Kebisingan Hati adalah episode pertama dari Tetralogi Kebisingan Hati. Kalau es krim mungkin tak jauh dari kesan yang kita tahu, es krim itu bisa jadi disukai semua kalangan, manis, menyegarkan, dan menyenangkan. Saya berharap juga dengan novel ini pembaca bisa terhibur dan menyenangkan,” jawab Ananda.

Yulin Manan_FB3Sedangkan untuk tokoh Andra, katanya, sebagai tokoh utama dalam novel Kebisingan Hati ia menjelaskan kalau itu adalah tokoh fiksi.

Yulin Manan_FB2“Tokoh Andra adalah fiksi. Hanya saja saya memasukkan beberapa pemikiran dan opini yang saya punya ke tokoh utama. Karena novel ini menggunakan sudut pandang ketiga maka penulis pun bisa menceritakan dari segala sudut. Termasuk konflik yang terjadi di beberapa tokoh lain. Tokoh nyata yang saya pinjam namanya ada Oliel, Ezha, Arul, Reza, dan Kevin. Sedangkan tokoh yang betul-betul fiksi dan saya ciptakan sendiri yakni Verda, Alanis, Erland, dan Elysia. Oh iya, juga ada figuran seperti Bibi Kantin Gaul dan Bapak Oveje,” bebernya.

Yulin Manan_FBDiakuinya, untuk persoalan waktu, ia rutin menulus di mana pun kapan pun karena dimudahkan dengan adanya gadget. Ia menjelaskan terbiasa menulis dengan Blackberry lantas mengirim sejumlah tulisannya itu ke surel pribadi kemudia mengeditnya setelah semua naskah rampung.

bob_BDL5Di sisi lain, Oliel yang mengaku rekan dari penulis sewaktu bermain musik bersama Juice Heart Noise merasa bangga karena band yang dulu digawanginya ternyata bisa menjadi cerita menarik dalam sebuah karya fikso yakni novel.

bob_BDL4“Sebelumnya memang, Ananda pernah mengungkapkan akan menulis novel bertemakan musik dan memuat cerita band Juice Heart Noise di dalamnya. Tapi kami tidak terlalu menggubris. Saya kira seperti biography. Dan saya tidak terlalu menarik. Ternyata setelah saya rampung membacanya, ini bukan hanya tentang lingkungan di sekitar kami, tetapi persoalan Kota Banjarbaru dari segala sudut pandangnya. Saya sangat mengapresiasi. Gara-gara membaca novelnya saya jadi terinspirasi ingin menulisn novel juga. Mendadak senang membaca,” ungkapnya. Diakhir acara panitia memberikan t-shirt gratis dan novel gratis kepada pengunjung yang berhasil menjawab sejumlah pertanyaan dari moderator, penulis, dan pengunjung lainnya.

bob_BDL3

 

 

Besok, Launching Novel Kebisingan Hati

khSatu lagi penulis muda Kalimantan Selatan yang menunjukkan eksistensi dalam bidang penulisan. Mahasiswa STAI Darussalam yang akrab disapa Ananda Rumi ini akan melaunching novel pertama yang diterbitkan sendiri bersama On|Off Project Self Publisher, Jumat, (2/5), di Kedai Kopi Kepo Halaman Pustarda Kota Banjarbaru, sore besok.

“Sebenarnya ini novel kedua yang saya garap. Tapi pertama yang saya terbitkan sendiri. Novel pertama yang pernah saya bikin dan memenangi juara unggulan di Aruh Sastra tahun kemarin sedang berada di penerbit mayor. Nah, Novel ini sebagai upaya saya untuk mewadahi kawan-kawan penulis dewasa muda atau young adult di kelas penulisan novel On|Off agar jangan cemas dengan karyanya. Karena banyak upaya yang bisa kita lakukan bersama untuk menerbitkan,” ungkapnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, kemarin.

Dikatakan penulis, Novel Kebisingan Hati merupakan buah pemikiran atas band yang pernah digawanginya dulu bersama kawan-kawan di kampus. Ia menginginkan para pembaca bisa terhibur dengan cerita yang ditulis.

“Memang secara keseluruhan novel ini menceritakan tentang musik, seputar konflik yang terjadi antar anak band yang masih kuliah memasuki dunia kerja. Jadi tujuannya untuk menghibur. Di dalam cerita juga dipaparkan tentang arti persahabatan, percintaan, perselingkuhan, dan kalimat dari lirik-lirik lagu yang mempunyai kekuatan jalan kehidupan para tokohnya,” papar Ananda.

Lantas apakah novel Kebisingan Hati sepenuhnya berisikan fakta? Ia menyangkal hal tersebut. Dijelaskan penulis, novel Kebisingan Hati adalah novel fiksi yang diselipkan beberapa fakta.

“Kalau boleh dipersentasikan 70% fiksi dan 30% fakta. Band yang bernama Juice Heart Noise yang saya ceritakan di dalam novel ini betul-betul ada. Band indie yang memang berkiprah di Kota Banjarbaru. Beruntung pembaca di Kalsel akan lebih mudah membayangkan setting latarnya. Lagu-lagu yang liriknya saya sisipkan dalam cerita juga ada. Ada link yang saya sisipkan dalam cerita agar pembaca bisa men-download-nya sendiri,” terangnya.

Dijelaskan lagi, beberapa nama tokoh yang ada dalam novel merupakan nama dari lingkungan teman-temannya sendiri.

“Saya meminta izin kepada kawan-kawan untuk memakai nama mereka dalam cerita. Selebihnya, tentang jalan kehidupan dan konflik yang terjadi penulis yang mengaturnya. Alhamdulilah kawan-kawan tidak mempermasalahkan. Dan ini adalah episode pertama. Karena saya berencana menulisnya menjadi tetralogi. Kita lihat saja nanti. Saya berharap ini bisa menjadi awal yang baik bagi para penulis muda di Kalsel yang ingin menulis novel. Kami di On|Off welcome untuk sama-sama berbagi, baik itu dalam penulisan fiksi dan yang lain,” pungkasnya.

 

Apa Kabar Naskah?

Banjarbaru, 3 Januari 2014

Selamat sore naskah! Wah, lama tak berjumpa. Kasihan kamu tak kami tengok belakangan ini. Bagaimana kabarmu? Pasti banyak sarang laba-labanya ya? Maaf kami tak sempat memerhatikan kamu belakangan ini. Kami telah disibukkan dengan berbagai agenda yang harus menomor duakanmu.

Dewasa ini kami harus mempersiapkan pergantian tahun dengan tugas kampus, tugas sekolah, belum lagi persiapan untuk pernikahan dan perkawinan di New City. Belum lagi kawan-kawan kami yang susah untuk move on dari mantan kekasihnya yang sudah menjalin hubungan dengan kawan barunya. Belum lagi pikiran-pikiran untuk menjauh dari mu, keluar kota, pulang kampung, pulang kota, ke luar negri, mencari amplop, mencari isi amplop, menghadiri seminar, menghadiri undangan, menaman benih, berternak hewan, mencari pacar, PDKT dengan bintang kelas, bikin puisi-puisi cinta, kata-kata bijak, kata-kata galau, ngetwit, dan update status. Belum lagi kawan kami yang sibuk dengan uang, uang dan uang, buku, buku, buku dan jual buku. Tapi untuk menulis dan memerhatikanmu, kami terlupa.

Tapi yang lebih parah, terkadang kami tak sanggup melupakan jejaring sosial yang selalu meminta untuk menengok sejumlah pemberitahuan tak penting. Maafkan kami naskah, karena sudah membiarkanmu mogok di tengah jalan tanpa ada keinginan untuk mendorong atau memperbaikimu. Kami mengakui kesalahan itu. Itu karena kami malas untuk kembali memerhatikanmu dengan sepenuh hati. Perhatian kami selalu terbagi-bagi dengan kepentingan yang kami anggap penting padahal tidak terlalu penting sehingga menganggapmu bukanlah hal yang penting.

Namun di tahun ini, kami berharap bisa kembali memerhatikanmu. Memberikan kata-kata indah untuk menambah halamanmu. Mengevaluasi sejumlah kesalahan kata di halaman-halaman sebelummu. Mereveisi sejumlah halaman yang sudah menjadi dirimu meksi tak pernah rampung. Kami akan coba pertimbangkan untuk memerhatikanmu kembali wahai naskah, hanya saja. Kami baru ingin mempertingbangkamu, bukan memutuskan. Semoga kau tetap setia menunggu kehadiran kami dengan rangkaian kalimat menarik untuk para pembaca. Masalah baru datang lagi. Yaitu, kadang keinginan kami tak mencerminkan dengan perbuatan. Tetap saja kau tercampakkan di sudut ruang file komputer yang jarang tersentuh “klik”

Salam hangat dari kami

Calon Penulis

Onoffsolutindo Gelar Roadshow Workshop Cerpen

Sejumlah peserta yang terdiri dari para siswa SMAN 1 Martapura tampak aktif mengikuti materi yang dipaparkan oleh Sandi Firly dalam Gelaran Roadshow Workshop Penulisan Cerpen oleh Onoff Solutindo Project bertema lingkungan bekerjasama Kawa Banua dengan clickborneo.com dan Harian Radar Banjarmasin, Selasa, (3/9), kemarin.

???????????????????????????????Kepala Sekolah SMAN 1 Martapura H Busra MPdi mengakun sangat meresponsif kegiatan demikian. “Apalagi ini merupakan peluang-peluang untuk mempublikasikan karya-kareya para siswa terlebih yang sudah mempunyai keterampilan dalam hal fiksi,” ujarnya ketika memberikan sambutan.

Ia mengharapkan workshop tersebut bisa memberikan manfaat dengan perpaduan antara ilmu pengetahuan dengan materi-materi yang disampaikan. “Saya dulunya ingin sekali menjadi cerpenis. Tetapi sayangnya tidak kesampaian. Jadi dendam saya kepada para siswa bagaimanapun caranya harus pandai menulis,” akunya.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan cerpen oleh Harie Insani Putra kemudian dilanjutkan pemaparan penulisan fiksi oleh penulis Novel Sandi Firly. Di dalam pemaparannya disebutkan, setiap orang mempunyai unsur atau alat yuang berbeda-beda dibutuhkan dalam menulis cerpen.

“Namun yang paling penting adalah kosa kata dan ide cerita. Sebab tanpa kedua itu walaupun kita punya alat yang lengkap untuk menulis tetap saja tidak akan membuahkan cerita yang menarik baik itu cerpen ataupun novel,” katanya.

???????????????????????????????Para siswa tampak aktif bertanya dalam ranah penulisan cerita baik itu keharusan adanya konflik, ending, pembuka, badan cerita, ending, metafora,dan sebagainya. “Sebagus apapun ide cerita, tapi tidak disampaikan dengan kosa kata yang baik maka cerita itu tidak akan menarik,” lanjut Sandi.

Gelaran perdana workshop di SMA 1 Martapura tersebut sekaligus membuka kegiatan di 4 kab/Kota yakni, Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tanah Laut.

???????????????????????????????Officer Project Onoff Solutindo Dian Sisy Arlika menjelaskan, Selanjutnya, Kawa Banua akan menggelar Lomba Cerpen Tingkat Nasional. “Diharapkan workshop ini bisa menopang kemampuan para siswa dan turut serta dalam lombat tersebut,” bebernya.

Di akhir workshop para peserta dibagi beberapa kelompok untuk mengerjakan draft cerita yang nantinya diseleksi pihak Onoff Solutindo untuk mendapatkan beasiswa di Kelas Penulisan Novel yang segera dimulai pada Oktober mendatang. Dan hari Senin, (9/9) event yang sama segera dilaksanakan di MA Hidayatullah, Martapura, Kabupaten Banjar.

 

Launching dan Diskusi Kamus Bahasa Gaul Mingguraya

Rico HasyimDi era digital dan serba cepat seperti saat ini, masa lalu begitu cepat terjadi. Sejarah tak lagi terjadi dalam hitungan abad tetapi mungkin dalam hitungan menit atau barangkali lebih cepat lagi. Maka tak banyak yang menyadari betapa pentingnya arti menulis apa yang pernah terjadi di sekitar yang menjadi cepat usang. Rico Hasyim memiliki kesadaran tentang betapa pentingnya mencatat bahasa pergaulan sebuah komunitas yang sifatnya memang temporer.

Rico Hasyim kembali menelurkan sebuah buku dengan judul “Kamus Bahasa Gaul Mingguraya”. Yang mana sebagian besar isi tersebut berupa kumpulan kosakata gaul ala anak muda di Banjarbaru yang sempat booming sekitar tahun 80-90 an.

Onoff Solutindo selaku penyelenggara dan Rico Hasyim sebagai penulis buku “Kamus Bahasa Gaul Mingguraya” mengundang rekan-rekan di Kalimantan Selatan baik itu yang berprofesi sebagai mahasiswa, guru, pejabat, seniman, politisi, dan terlebih masyarakat pada umumnya untuk dapat berhadir dan menyaksikan launching buku karya Rico Hasyim yang bertajuk Kamus Bahasa Gaul Mingguraya pada:

Hari dan tanggal: Selasa, 25 Juni 2013 (malam)
Waktu: Pukul 20.00 Wita sampai selesai
Tempat: Pujasera Mingguraya Banjarbaru
Don’t Miss It!

SeleRico Hasyimngkapnya klik http://www.facebook.com/events/512148855501447/