Catatan Perjalanan, Palangkaraya-Banjarmasin (5/5)

Mungkin belum terlalu malam di Palangkaraya, jika waktu di arloji saya menunjukkan pukul 21.15, suasana Palangkaraya masih jam 8 malam. Bungker, Obol dan Haji Udin menyempatkan “menyucuk” pentol yang sudah tersandar lama di tempatnya. Kecuali saya yang masih memeriksa notifikasi dan mencheck keadaan memori. Faktanya adalah, SD Card yang saya gunakan sudah tinggal lagi puluhan MB saja dari 16 GB.

Sekitar 20 menit kami duduk dan berdiskusi, terbitlah maklumat rute perjalanan yang dimulai dari mengisi premium di SPBU, (karena antrian panjang kami mengisi pertamax), lanjut membeli beberapa kebutuhan akan cemilan di retel 24 jam, lanjut memberi jatah cacing perut yang mulai menggeliat.

Adalah metropolitan bergelar Kota Cantik ini, memang cantik, terlebih malam hari. Setelah mengelilingi bundaran besar, melewati jalan raya utama yang di samping jalannya tertata taman-taman kota untuk masyrakat yang bersantai, tak sedikit pula jajanan dan tempat bermain juga tongkrongan anak muda di sekitar UNPAR.

Kami berhenti di seberangnya, sekedar makan malam yang ternyata lumayan memangkas penghitungan keuangan. Sebenarnya malam belum terlalu larut, mungkin karena fisik yang sudah terlampau lelah, kami secepatnya mencari teduhan menghindari kalau-kalau hujan tanpa permisi, dan kami belum mendapati tempat tidur sama sekali.

Akhirnya diskusi alot berakhir, dari banyaknya usulan kami sepakati bersama untuk tidur di masjid. Beberapa masjid besar kami lewati namun tak bisa masuk karena pagar besar yang terkunci, beberapa lagi memang tidak diperbolehkan ada orang asing yang menginap, sebagian lagi karena memang sudah sangat tertutup, sebagian lagi jauh dari keramaian kota.

Dan sah sudah, kami putuskan untuk menginap di Masjid Shalahuddin, Universitas Palangkaraya. Karena terlalu gelap untuk foto selfie, sebagai tanda kepada pemantau/follower saya di IG, maka saya fotolah tangan saya dengan arloji yang sudah akrab di mata kawan-kawan dengan background plang masjidnya. Check Point 6.

Screenshot_2016-07-21-22-07-22_com.instagram.android

Kami berempat mulai observasi lingkungan. Tampaknya ada beberapa musafir juga yang tidur di pelataran masjid. Ketika mereka bertiga mendatangi merbot/kaum Masjid untuk pemberitahuan sekaligus perizinan, ada seorang yang musafir yang mendatangi saya untuk menanyakan 5W1H. Saya jawab sebagaimana adanya dan dia mulai menjauh untuk kembali ke tempat peristirahatannya.

Masjid Pancasila yang diresmikan Soeharto ini cukup nyaman, dengan desain arsitektur Standart Nasional Indonesia, kami mulai meghamparkan segala isi ransel. Yang perlunya saja. Akhirnya kami berempat tidur di outdoor, yang mana ketika membuka mata langsung melihat langit. Tak sia-sia juga saya bawa Sleeping Bag (SB) untuk difungsikan di malam ini. Usai melakukan semua keperluan manusiawi, kami beranjak tidur.

Mungkin sekitar pukul 03.00, saya terbangun karena kegerahan. Ketika membuka mata, hujan begitu derasnya. Usai melepaskan T-Shirt dan langsung dibungkus kantung tidur, saya lanjutkan pelayaran dalam mimpit. Sempat kutengok teman-teman yang tidur dengan gayanya masing-masing. Gaya Udang, Gaya Sakit Kepala, dan juga Gaya Kupu-Kupu.

Adzan subuh berkumandang, berani tak bangun bisa-bisa kami ditendang. Usai shalat berjamaah, Haji Udin menyalakan kompor lapangan untuk sekadar memanaskan perut dengan air. Sembari banyak obrolan yang terjadi, kami sempatkan selfie.

IMG_20160713_064204-01

kiri ke kanan: Haji Udin, Bungker, Obol, dan Saya tentunya

Strategi diatur, kami menyiapkan diri melanjutkan perjalanan. Sayang cuaca pagi ini, Rabu, (13/7), tidaklah cerah, sedikit gerimis malah. Melihat kondisi micro SD yang sudah tidak memadai, padahal Obol meyakinkan masih banyak tempat asik untuk berfoto, maka saya putuskan untuk menggantinya ke Micro SD Back Up 8GB. Inilah saat yang tidak saya sangka, terakhir untuk melihatnya berfungsi di layar IPS. (Flashback ke catatan perjalanan yang pertama. Saya sadar kehilangan 16GB semua file di dalamnya ketika sudah sampai di Banjarmasin).

Kami sempatkan mengunjungi tugu 0 km yang dibangun Sang Proklamator. Dilanjutkan menikmati matahari pagi yang malu-malu di dermaga pemandangan Jembatan Kahayan. Ketika ini Obol juga menyempatkan mendatangkan sepupu perempuannya untuk nimbrung seadanya. Setelah dirasa cukup, perjalanan dilanjutkan dengan silaturahmi ke beberapa keluarga Obol, dan berhenti lama di rumah sepupunya, atau acilnya, yang mana adik dari ibunya, yang tinggal di Palangkaraya. Begitu adanya.

Screenshot_2016-07-21-22-07-34_com.instagram.android

Check Point 7. Tempat peristrahatan yang cukup lama, jarum pendek jam dinding baru saja melewati dari angka 8 sedikit saja. Setelah bersopan santun layaknya tamu hari raya, kami dipersilakan menikmati hidangan yang sudah tersedia.

IMG_20160713_080823-01

Di rasa waktu masih cukup lumayan, dan menghindari keterburu-buruan saat pulang, maka saya putuskan untuk membuka laptop dan mulai mengetik di rumah ini. Sembari memanfaatkan jaringan yang masih kuat di wilayah perkotaan.

Singkatnya, kami disuguhi bakso special di sini, asli buatan rumah, makan sepuasnya, tambah pentol semaunya, tuang kuah kapan pun mau. Puas sepuas-puasnya. Terasa nikmat sekali, menulis berita pun semakin lancar, sampai jarum pendek jam dinding hampir menempel di angka 11.

Screenshot_2016-07-21-22-07-54_com.instagram.android

Sementara itu, saya tengok Bungker dan Haji Udin yang terlelap lagi. Obol yang asik dengam hapenya. Dan saya menatap layar sembari mulut tak hentinya ngemil.

Laptop shutdown, Bungker dan Haji Udin bangun, kami berempat berkemas. Hampir saja kami makan siang lagi dengan menu berbeda khas rumahan, diminta untuk bertahan karena sebentar lagi siang, tapi nurani saya rasanya sudah terlalu merepotkan, cukup sekali waktu makan saja. Dan ketika sudah siap, hujan pun turun.

IMG_20160713_081136-01

Tugu 0 Km yang berseberangan dengan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Kota Palangkaraya

Untuk menghindari kerepotan tuan rumah, kami menunggu teduh di beranda saja. Sudah pakai sepatu dan membungkus ransel seerat mungkin. Bungker dan Haji Udin tertidur kembali. Bukan, tapi sengaja melanjutkan tidur yang sebelumnya. Belum cukup, Boi?

IMG_20160713_083902-01

Jembatan Kahayan

Hujan reda. Kami berpamitan, melanjutkan perjalanan menuju Kota Banjarmasin. Saya kira tidak terlalu istimewa perjalnan ini. Namun akan saya beberkan beberapa. Kutatap arloji masih lewati tengah hari sedikit. Perjalanan damai lancar dengan cuaca cerah. Melewati beberapa Kampung yang banyak pura. Melalui beberapa SPBU, dan berakhir di Pelabuhan untuk penyebrangan motor, Kapuas, Kota Air.

Kami menggunakan jalur, yang katanya, bisa menghemat jarak perjalanan sampai 10 Km jauhnya jika melalui darat. Dan ini pertama kali. Kami sempatkan untuk makan siang nasi sop di samping pelabuhan sembari menunggu bongkar muat. Check Point 8. Semangat mengabadikan moment saya berakhir di sini, ketika di atas kapal motor dan menikmati hembusan angin sungai yang membelah daratan Kalsel-Kalteng.

Screenshot_2016-07-21-22-08-13_com.instagram.android

Saya rasa perjalnan menuju Banjarmasin cukup singkat, atau karena kami memang sudah terlalu banyak melalui ratusan kilometer jadi terasa dekat saja. Usai melewati perbatasan Kalsel-Kalteng, mendapati Jembatan Barito, yang menandakan kami sudah di sekitaran Wilayah Kota Banjarmasin, mengakhiri Jalan Trans Kalimantan, memasuki Jalan Birg Jend Hasan Basri. Selamat Datang di Kota Seribu Sungai.

Screenshot_2016-07-27-22-35-37_com.instagram.android

Tidak ada persinggahan lagi selain di rumah nenek, ibu dari bapak saya wilayah Jl Pangeran Antasari. Kamin berisitrahat sore. Check Point 8. Sekadar bercengkrama dan menikmati lelah yang menyenangkan. Sebagaimana kesepakatan yang kami rahasiakan sebelumnya, dengan dana konsumsi yang masih tersisa, dengan pembalasan khas orang desa ketika sampai di kota, kami sedikit menyegarkan otak agar bersemangat kembali ke Martapura. Menghabiskan waktu di Kota Banjarmasin dari sore sampai tengah malam. Pulang dan istirahat sampai pagi di rumah.

Kamis, (14/7). Matahari terik menghangatkan kami. Cuaca cerah. Semua bersiap. Setelah sarapan ala kadarnya khas anak kos-kosan, kami berpamitan dan kembali ke Kota Intan. Pukul 14.00 kami sudah mendaratkan kaki di Martapura. Finish Point. Mengecheck SD Card 16GB yang memang sudah tidak terbaca sejak di Banjarmasin. Saya terus melakukan upaya penyelamatan, namun hasilnya nihil. Yang terselamatkan hanyalah foto-foto yang sempat saya posting di Instagram pribadi @anandarumi2 sebelum sampai Kota Palangkaraya.

IMG_20160713_185839-01

Menghabiskan Malam di Kota Banjarmasin

Alhasil, perjalanan ini membuahkan kerinduan kami dengan orang-orang yang tertinggalkan, baik itu keluarga, sahabat, lingkungan pergaulan, dan tentunya suasana kerja yang membosankan. Entahlah, apakah kami akan kembali melanjutkan perjalanan yang sama di seputaran pulau Kalimantan lainnya, mungkin ke Balikpapan? Derawan? Brunei Darussalam, atau Pontianak? Siapa tahu. []

Lebih Dari Cukup dari Karimun Wagon R

Jalan-Jalan Karimun di Banjarbaru 

ananda_Lomba tarik tambang Mobil Suzuki Karimun Wagon R di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru5Memahami akan kebutuhan masyarakat perkotaan akan kendaraan yang nyaman dan memudahkan perjalanan masyarakat modern Indonesia saat melakukan aktifitas sehari-hari, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) melaksanakan kegiatan bertajuk Jalan-Jalan Karimun Wagon R dengan platform compact MPV yang diperkenalkan sebagai kendaraan kompak sekaligus multi purpose.

ananda_Jalan-jalan Suzuki Karimun Wagon R di Lapangan Murjani Kota BanjarbaruHal tersebut disampaikan MKT Production Development PT SIS R Aulia Semijie didampingi Manager Salse Area PT SIS Ichwan Ronaldo, Manager Operasional PT Motra Megah Profitamas Raymond RA, dan Branch Manager PT MMP Benny Agung Prasetyo, di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru, Sabtu, (14/6), kemarin.

ananda_Jalan-jalan Suzuki Karimun Wagon R di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru3Dikatakanya, Karimun Wagon R merupakan produk kendaraan bermotor roda empat hemat energy dengan harga terjangkau (KBH2), or Low Cost Green Car (LCGC)  diluncurkan pada tanggal 10 November 2013 lalu di Indonesia oleh PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS).

ananda_Jalan-jalan Suzuki Karimun Wagon R di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru5“Maka ini menjadi jawaban bagi masyarakat modern Indonesia dengan memiliki unsur SUPER (Spacious, Useful, Practical, Efficient, Reasonable). Dengan perpaduan harapan dan kebutuhan akan kendaraan yang dapat menyelaraskan antara kebutuhan transportasi yang multiguna, gaya hidup dengan kepedulian lingkungan hidup itulah yang dikembangkan dengan oleh Suzuki yang mengerti akan kebutuhan masyarakat Indonesia yang selaras dengan brand promise dari Karimun Wagon R, yaitu  ”Lebih dari cukup”,” ujarnya.

ananda_Lomba Mewarnai kaos Mobil Suzuki Karimun Wagon R di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru5Dijelaskan, PT SIS menyelenggarakan acara “Jalan – Jalan Karimun Wagon R 2014” sebagai program tahunan yang diperuntukkan khusus bagi pengguna Suzuki Karimun (Karimuners) baik dari Karimun keluaran awal atau Legend hingga Karimun Wagon R.

“Acara Jalan-Jalan Karimun Wagon R 2014 bertujuan membangun kebersamaan, meningkatkan kekeluargaan dan solidaritas para Karimuners, sekaligus mendekatkan kehadiran Karimun Wagon R sebagai anggota terbaru keluarga besar Karimun,” tambahnya.

Menurutnya, menyadari kebersamaan dan memperat tali silaturahim antara Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki sangat penting, baik itu dengan para pengguna serta atau pun konsumen mobil Karimun seluruh model baik dari generasi awal hingga teranyar.

“Maka dari itu kami dari PT SIS menggelar suatu acara Akbar dengan tajuk Jalan-Jalan Karimun Wagon R 2014. Acara Jalan-Jalan Karimun Wagon R (JJKWR) 2014 pertama diadakan pada tanggal 10 Mei 2014 di Taman Budaya, Sentul City, Jawa Barat. Dilatarbelakangi kesuksesan pelaksanaan  acara tersebut, maka JJKWR di 35 di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan di Lapangan murjani tersebut menyedot kurang lebih 200 pengguna Karimun lbaik Legend, Estilo dan Wagon yang berdomisili di Kalimantan Selatan.

“Yang menarik kegiatan diisi oleh berbagai lomba dan hiburan semisal, Family Games, Kids Corner, Test Drive, Entertainment, Awarding dan Door Prize. Sementara itu, calon pengguna Karimun Wagon R dapat datang dan test drive Karimun Wagon R. Bagi calon pengguna yang melakukan test drive berkesempatan memenangkan hadiah menarik.

Sejak diluncurkan, Suzuki Karimun telah berhasil mencapai angka penjualan sebesar 27.341 unit (whole sales) dan 26.012 (retail sales) pada periode penjualan tahun 1998 – 2007.  Pada tahun 2007, Suzuki memperkenalkan model baru dari Karimun yaitu Karimun ESTILO dan berhasil mencapai penjualan sebesar 21.216 (whole sales) dan 21.226 (retail sales) periode 2007 – 2013. “Kita berharap Karimun bisa terus eksis di pasa mobil di Indonesia dan menjadi pilihan keluarga,” pungkasnya.

 

Honda CB150R Jajal Lapangan Murjani

OLYMPUS DIGITAL CAMERAUntuk kali pertama di Kalsel, PT Trio Motor Main Dealer Kalselteng mengadakan test ride peluncuran Honda CB 150R yang telah dipasarkan di Kalselteng sejak 15 Januari 2013 lalu. Dengan mengusung konsep naked-sport bike, Honda kembali menawarkan sebuah motor sporty berperforma tinggi.

Manager Marketing PT Trio Motor Afrizal Rahman menuturkan, Honda CB 150R Streetfire mengedepankan desain “speedy shape” berkarakter tajam, ramping dari depan hingga belakang yang terkesan agresif. “Selain itu juga ditunjukan oleh asupan tenaga mumpuni. Honda CB 150R Streerfire dibekali mesin 150 cc DOHC 4 langkah 4 katup dan sistem bahan bakar PGM-FI,” ujarnya saat diwawancarai Media Kalimantan, Selasa, (15/1), di Lapangan Murjani, Banjarbaru, kemarin sore.

Dijelaskannya, Honda CBR150 menggunakan DOHC (Double Overhead Camshaft) sebagai mesinnya, yaitu menggunakan dua poros, sehingga motor 150 cc dari Honda ini ketika di putaran atas akan lebih unggul. “Dengan kata lain, motor ini lebih nyaman dan tangguh untuk ngebut,” tambahnya.

Dituturkan Rahman, tenaga maksimum yang dihasilkan Honda CB150R adalah 17,00 ps di putaran 10.000 rpm dan torsi teratas 13,1 Nm di 8.000 rpm. Kemampuan itu disalurkan oleh transmisi enam kecepatan yang dimiliki CB 150R Streetfire. “Honda CB150R ditawarkan dengan harga Rp 23.018.500 OTR Kalsel, dan Rp 24.173.900 OTR Kalteng. “Model ini hadir dengan empat pilihan warna Speedy White, Lightning White, Astro Black, dan Furious Red. Hingga saat  ini ada 115 unit terjual di Kalsel.

Mahmudin, salah seorang peserta test ride Honda CB150R mengaku tidak hanya asyik untuk dibawa kebut, motor sport Honda teranyar itu juga enak dikendarai para freestyler. “Tentu para freestyler semakin mudah melakukan aksi wheelie, stoppie, sampai jumping dengan ketinggian sampai 3 meter,” akunya dengan semangat. Acara tersebut juga diisi dengan berbagai hiburan yang menhadirkan DJ, Modern Dance, Band Rop 40, free stule, dan lain-lain hingga malam harinya.

Jelang Tahun Baru, Trafict Penumpang Meningkat

OLYMPUS DIGITAL CAMERAKecendrungan masyarakat lokal Kalsel untuk bermalam tahun baru di luar daerah tampaknya masih cukup tinggi. Terbukti dari tingginya angka penumpang yang menggunakan pesawat terbang di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.

Airport Duty Manager Bandara Syamsuddin Noor Muhammad Rais mengatakan, tingginya angka penumpang tersebut berbetulan dengan semangat mengisi waktu liburan para pegawai maupun pelajar sekolah. “Data itu kita hitung per tanggal 22 Desember waktu awal-awal Operasi Lilin berjalan. Dan tampak peningkatan jmlah penumpang hingga 6000 orang per harinya. Kalau di hari rutin hari kerja atau tak ada momrntum liburan seperti ini jumlah angka penumpang lebih mentok di angka 4000 orang perhari,” ujarnya Sabtu tadi.

Dijelaskannya, kebanyakan para penumpang melakukan keberangkatan keluar Kalsel terutama pulau Jawa, khususnya Jakarta dan Surabaya. “Akhir Desember adalah liburan semester. Maka dari itu banyak yang memanfaatkan waktu liburan ke luar daerah. Dan juga penerbangan yang biasanya dalam satu hari hanya 6 kali penerbangan, menjelang liburan ini ditambah satu kali penerbangan jadi 7 kali penerbangan dalam sehari. Mungkin mengimbangi tingginya angka penumpang,” Ungkap Muhammad Fauzi salah seorang penumpang pesawat Lion Airt tujuan Banjarmasin-Surabaya.