Ar-Rumi Rayakan Harlah di 2 Lokasi

Brosur Harlah 13 cx6.jpgMARTAPURA, hirangputihhabang Jika tak ada aral melintang, Sanggar Ar-Rumi STAI Darussalam Martapura akan melaksanakan perayaan hari lahir yang ke- 13 di dua lokasi yakni Q Mall Kota Banjarbaru dan Aula Kampus STAI Darussalam Martapura di Jalan Perwira, Tanjung Rema.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana Rajuk Rahman kepada penulis hirangputihahabang.wordpress.com. Dikatakannya, saat ini sedang menyiapkan berbagai macam persiapan tampilan di Q Mall yang dimulai pada sore Sabtu, (23/4), pukul 14.00 Wita hingga malamnya pukul 22.00 Wita.

“Jika pada perayaan harlah seblumnya kami menggelar sejumlah lomba, maka perayaan tahun ini sedikit berbeda. Dalam perayaan tersebut juga melibatkan sejumlah komunitas teater kampus dan pelajar andil dalam pementasan dan penampilan di panggung gratis. Dan juga acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Maka dari itu saya mengharapkan segala kalangan baik itu undangan fisik maupun undangan berantai bisa turut meramaikan perayaan ini,” ucapnya.

Sedangkan pada Rabu malam, (27/4), akan dilaksanakan perayaan puncak yang menampilkan sejumlah kesenian dari Ar-Rumi, Teaterikal Puisi, Hajir Marawis, Madihin Kontemporer, dan Teater Surealis berjudul Huda yang disutradarai oleh H Muhammad Ihsan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan pertunjukan terbaik. Tak lupa kami turut mengundang semua pelaku dan penikmat seni se-Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Perempuan Dalam Puisi

???????????????????????????????Poetry In Action

Ada yang berbeda dalam gelaran Poetry In Actrion Mingguraya kali ini, tak hanya pembacaan puisi, sejumlah pengunjung juga tampak terhibur dengan penampilan teater dari Sanggar Talas dan Madihin oleh Rhajudin SM dari Sanggar Ar-Rumi STAI Darussalam, Jumat, (31/5), di Panggung Bundar Mingguraya, kemarin malam.

Agenda Poetry in Action kali ini mengangkat topik perempuan-perempuan yang tersembunyi dari sebagian besar perjuangannya yang tak terlihat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. “Dengan tema Perempuan-Perempuan di Sela Gerisik Daun dan Angin Kencang kita mengharapkan Perempuan-perempuan yang tersembunyi mereka berjuang dalam kehidupan sendiri maupun untuk orang-orang di sekitarnya, bahkan perjuangannya itu dapat dirasakan melebihi tempat dan waktunya,” Ujar HE Benyamine pelopor kegiata rutin bulanan tersebut.

???????????????????????????????Menurut pendapat lain, Perempuan-perempuan itu, terlindung pekatnya pagi buta, menyapu jalan-jalan kemudian hilang bagai kabut pagi yang terbawa angin begitu saja. Perempuan-perempuan itu, terbaur dengan hiruk pikuknya pagi, berjualan di pasar-pasar subuh, yang juga pembelinya perempuan-perempuan.

Di antara sejumlah tokoh seniman dan sastrawan yang berhadir yakni Hudan Nur, Ibramsyah Barbary, Kalsum Belgis, Andi Sahludin, Ali Syamsudin Arsy, Rosiana, beberapa komunitas fotografer yang juga membacakan puisi diwakili oleh Aqas Abrais, Sanggar Talas Banjarbaru, Sanggar Ar-Rumi Darussalam, dan sejumlah pegiat seni lainnya.

???????????????????????????????

 

 

Tahun Berganti Puisi Tak Berganti

Poetry in Action

???????????????????????????????Ada yang berbeda pada gelaran acara Poetry in Action. Meski rinai hujan tak hentinya membasahi ruas-ruas jalanan di Kota Banjarbaru, para pegiat seni maupun penikmat puisi tetap bertahan dan kunjung berdatangan ke panggung bundar Mingguraya, Jumat, (28/12), kemarin malam.

Kegiatan rutin itu dihiasi dengan kolaborasi musik dan penampilan apik dari Mingguraya Live Musik dikoordinatori oleh Amax. “Saya rasa sastra dengan musik itu erat hubungannya. Jadi ini bukanlah hal yang baru, Hanya saja kita baru memulai untuk menggabungkannya malam ini,” ujarnya kepada Media Kalimantan.

???????????????????????????????Beberapa penampil puisi di antaranya, Rizqie Muhaamad Al Fajar, Raji Leonardo, Xlima talenta Randjiwa, Sanggar Ar-Rumi STAi Darussalam Martapura, dan sejumlah rekan dari Dewan Kesenian Banjarbaru. Sedangkan beberapa tokoh yang berhadir ada Dewa Pahuluan, Radius Ardanias Hadariah, Harie Insani Putra, dan lainnya.

Beberapa grup musik juga turut menampilkan beberapa musikalisasi puisi menyarakan suara-suara mereka memandang tataran sosial kehidupan dan menyuarakan nasionalis sebagai masayrakat berbangsa di Indonesia.

HE Benyamine selaku panitia dalam kegiatan ini memaparkan, tema “Tahun Berganti Puisi tak Terganti” erat maknanya dengan kenangan indah dan pahit yang mungkin tetap terbawa ke tahun berikutnya. “Tahun 2012 berganti, tapi puisi tak terganti. Jadi puisi-puisi yang sudah kita suarakan adalah puisi yang tak terganti di tahun selanjutnya. Puisi ada dan pada detik-detik waktu di tahun selanjutnya. Seperti Plato bilang, At the touch of love everyone becomes a poet,” ujarnya mengutip.

ananda_poetry in action tahun berakhir puisi tak pernah berakhirTerselenggaranya kegiatan tersebut juga tak lepas dari dukungan serta donasi beberapa pihak. Di antaranya Ketua Dewan Keseneian Kota Banjarbaru yang juga Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli, Dewa Pahuluan (Fitri Zamzam), Radius Ardanias Hadariah, Kalsum Belgis, Radius Ardanias Hadariah, HR Budiman serta penyumbang hadiah buku Fahrurraji Asmuni, Sabhan Saberi Syukur, dan Micky Hidayat atau nama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin serta berbagai pihak yang terlibat hingga terlaksananya acara.

Sanggar Ar-Rumi STAI Darussalam Wakili Kalsel Ke Mataram

Usaha mereka dalam  menjaga eksistensinya di bidang kesenian Kalse memang terbilang tidak sia-sia. Nyatanya, pada Juli mendatang salah seorang anggota Sanggar Ar-Rumi, Bambang, akan bertolak ke Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk menghadiri Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS). Itu setelah ia lolos seleksi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) pada tanggal 7 Mei 2013 yang di selenggarakan di Kampus STKIP PGRI Banjarmasin.

Sebagai wadah berekspresi yang melahirkan bakat-bakat para mahasiswanya, Sanggar Ar-Rumi (selanjutnya disingkat SA) resmi berdiri pada 14 Januari 2003 atas prakarsa Budi Rahman, Ma’ruf M. Muzakkar, Madiansyah, Kasmani, dan Maisunah. Dukungan penuh pun mengalir dari Udien Adiest (alm) dan Azis Muslim. Sanggar Ar-Rumi mengalami pergantian ketua umum sebanyak 9 kali. Pada periode kepemimpinan sekarang yang diketuai oleh Rhajudin, lebih akrab disapa Udin. Berbagai agenda rutin dalam tiap tahun pun selalu dilaksanakan oleh SA, diantaranya Latihan Alam (Latal),  Musyawarah Besar, pementasan peringatan  (Hari Lahir) Harlah, napak tilas, dan buka puasa bersama. Dan baru saja pada tanggal 8 Mei kemarin, mereka menghibur masyarakat Kampung Suriyan, Pamatang Dana Kabupaten Banjar dengan naskah berjudul Pasukan Tengol. Dengan bawaan yang konyol dan ngocak abis.

“Dengan adanya SA ini, saya berharap kesenian dan kebudayaan daerah kita lebih dikenal para remaja dan pemuda Kal-Sel. Karena menurut saya saat ini kesenian daerah kurang dikenal dan pemerintah kabupaten cenderung berpihak kepada satu jenis kesenian saja,” ujar Ketua Umum, Rhajuddin. SA selalu menyambut dengan hangat bila ada kawan-kawan yang bertandang ke markasnya yang berada di Jl. Perwira komplek Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

Pegiat Seni Banjarbaru Peringati Hari Teater Sedunia

Andsi Sahludin ketika mebaca salah satu naskah monolog berjudul Coro karya Putu Wijaya

Andsi Sahludin ketika mebaca salah satu naskah monolog berjudul Coro karya Putu Wijaya

Memperingati hari tetaer sedunia yang jatuh pada 27 Maret ini, beberapa pegiat seni dan penikmat teater tampak berkumpul di panggung bundar Pojok Mingguraya Banjarbaru guna memberikan beberapa suguhan seni menghibur serta memaknai hari teater itu sendiri. HE Benyamine selaku pencetus dari acara ini mengatakan, sengaja digelar dengan bentuk dan suasana yang sederhana agar acara tersebut terbuka bagi siapa saja. “Kita ingin semua kalangan bercampur baur dan saling berdiskusi untuk memaknai hari teater itu sendiri,” tuturnya, Selasa, (27/3) kemarin.

Acara yang bertajuk 50th Anniversary of World Theatre Day Peringatan Hari Teater Sedunia Maret 2012 tersebut juga dihadiri oleh Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli. Menurutnya, peringtan demikian diharapkan bisa membangun kreatifitas para pegiat teater agar lebih termotivasi untuk berkarya. “Banyak hal yang masih perlu kita ketahui dalam dasar berteater. Oleh sebab itu, dengan adaanya  peringatan ini mampu memberikan respon positif dalam payung seni tetaer di Kalsel khususnya di Banjarbaru,” ungkap Ogi ketika memberikan sambutan.

Diantara seniman dan penikmat teater yang berhadir yaitu, HE Benyamine, Slamet Riyadi, Andre Alfiannor, Andi Sahludin, Kalsum Belgis, Yulian Manan, Ewel Galih, Ali Syamsudin Arsy, Yadi Muryadi beserta istri, dan beberapa anggota dari Kelompok Halilintar, Teater Banjarbaru, Teater Wasi Putih, Sanggar Ar-Rumi, serta mahasiswa-mahasiswi UKM Seni Fakultas Pertanian Unlam Banjarbaru. Kegiatan diisi dengan beberapa diskusi dalam ranah keteateran. Dan para hadirin dihibur dengan reading bebrapa naskah teater dari beberapa karya maestro.